Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 42


__ADS_3

Di sebrang sana bara yang sedang telepon tak sadar bahwa dia sedang di tatap oleh seseorang. Tatapan kesal itu menancap tajam ke arah Bara, dan rasa kesal pada seseorang yang di telepon Bara, yaitu Citra.


• ADUH KALIAN INI, SEBELUMNYA MINTA CITRA SAMA BARA DI SATUKAN, SEKARANG MALAH KEPENGEN ADA PELAKOR NYA! ASTAGA... BINGUNG ANTUM HEY ... 🥲.• Ok Next!! Kembali Ke .... Cerita ... Muachh!😙


"Ya udah Ris, Lo mau apa nih telepon gue?" Tanya Citra kembali ke inti permasalahan.


"Eng ... Gue ke rumah Lo ya." jawab Risa rada canggung.


"Mau ngapain?" Tanya Citra seraya kembali ke arah dapur setelah datang dari kamarnya.


"Buat persiapan lomba, Lo kan pinter!"


"Iya gak kayak Lo, bodoh!" Tukas bara meledek.


"Apaan sih kak bara!" Celetuk Risa sebal.


"Haha, Lo itu juga bisa kok, cuma Lo males aja. Waktu di Jakarta Lo hebat, masa di sini ngak."


"Gue kan gak pandai pandai banget, ih udah deh, ini boleh apa ngak?" Celetuk Risa manyun.


"Ya udah kesini aja." Ujar Citra seraya menaruh ponselnya dalam celemek dan melanjutkan memasak.


"Uh baik banget." Ucap Risa di sebrang sana seolah ingin mencium seseorang.


"Ya udah ya gue tutup telepon nya, gue gak mau ganggu kalian yang lagi teleponan melepas rindu. Bye." Imbuh Risa lagi seraya memutuskan panggilan telepon nya.


Citra hanya tersenyum mendengar perkataan Risa, begitu juga Bara. Kemudian Citra fokus memasak seraya bercanda dengan Bara Lewat telepon.


Beberapa Menit Kemudian, Risa sampai di depan gerbang rumah Citra, Risa menoleh kanan kiri namun tak melihat satpam rumah Citra. Yaitu pak Dodi dan pak Hadi.


"Neng Risa mau ketemu neng Citra ya?" Tanya tetangga Citra.


"Iya buk. Tapi pak satpam nya gak ada."


"Panggil aja neng, mungkin lagi tidur di dalam pos."


Risa pun berteriak memanggil satpam rumah Citra. Dan benar saja mereka tidur siang di dalam pos satpam. Pak Dodi terbangun karna panggilan nyaring dari Risa. Dan segera mengambil kunci gerbang dan membukanya untuk Risa.

__ADS_1


"Ih pak Dodi ini lama banget." Tukas Risa kesal.


"Maaf non." Ucap pak Dodi canggung.


"Lagian kenapa di kunci? Kan ini siang pak." Tanya Risa penasaran.


"Karna saya mau tidur siang non. Kalo orang rumah Biasanya kalo gak mau gangguin kita pasti ambil kunci sendiri dan membukanya. Juga saya takut ada segerombolan orang lagi yang masuk." Jelas pak Dodi.


"Emm, ya udah. Makasih ya pak." Ujar Risa seraya masuk ke dalam.


"Iya non."


Risa pun masuk kedalam halaman rumah Citra, dia pun mengucap salam saat sampai di depan pintu rumah, kemudian seseorang menjawab dari dalam rumah, tak berselang lama pintu pun terbuka, dan saat pintu dibuka terlihat lah wanita paruh baya yang membukakan pintu untuk risa.


"Bik, Audrin nya ada?" Tanya Risa.


"Ada Non Risa. Non Audrin lagi ada di belakang, dia sedang mencoba masakan yang dimasaknya tadi di meja santai kolam renang."


"Oh Iya Bik, Makasih Ya Bik." Balas Risa tersenyum.


"Kalau begitu Risa lewat luar aja." Imbuh Risa lagi seraya melangkah pergi ke samping rumah.


Risa pun pergi, dia menelusuri tembok tinggi warna abu-abu rumah citra yang dihiasi tanaman hias dan pohon hias yang indah itu, Risa menelusuri tembok tinggi yang mengelilingi rumah citra itu seraya melihat lihat tanaman hias dan pohon yang ada di pinggiran tembok, "Sungguh lingkungan rumah yang luas!" Gumam Risa tak henti hentinya kagum.


"Gila! Udah luas, panjang lagi!, kapan gue bisa nyampek ke belakang nih?!" Celetuk Risa Tak Sabaran.


Dia pun berjalan lebih gesit daripada sebelumnya, sampai di belakang rumah, Risa melihat Citra yang sedang santai menikmati makanannya di meja santai kolam renangnya.


Kolam renang yang sangat luas itu terpampang di depan mata risa. dimana kolam yang dikelilingi rerumputan hijau dan beberapa bunga juga tanaman hias yang membuat kolam itu tampak sangat indah.


"Hoy, Ternyata ini kolam renang rumah Lo?!" Celetuk Risa dengan menapakkan kakinya kasar .


"Lo kayak gak punya kolam renang aja." Celetuk Citra malas.


"Ya punya sih! Tapi gak Se indah ini." Ujar Risa melihat sekeliling kolam.


"Nyesel gue gak pernah kesini sebelumnya." Imbuhnya lagi seraya duduk di kursi satunya lagi, yaitu di depan Citra.

__ADS_1


"Oh iya, nih Lo Coba!" Ujar Citra menyodorkan makanan ke depan Risa.


"Boleh nih? Ini kan makanan Lo?" Tanya Risa yang aneh dengan perkataan Citra.


"Sengaja gue sisain buat Lo, nanti kalo udah abis, Taruh ke dapur. Kalo bisa cuci sendiri jangan ngerepotin pembantu gue." Ujar Citra dingin dan santai.


"Bah sadis banget!" Celetuk Risa manyun.


Citra Tak menghiraukan perkataan Risa, dia berdiri dan masuk kedalam rumah lewat pintu belakang, dia menuju dapur dan mengambil sesuatu. Di sisi lain, Risa tersenyum manis seraya menyantap makanan yang di berikan oleh Citra.


*Dasar Lo Gunung es! Sisa apanya? Makanan utuh kayak gini di bilang sisa?! Siapa yang bakal Percaya?!* gumam Risa tersenyum.


*Audrin-Audrin. Jelas Lo sengaja menyiapkan ini buat gue, masih bersikap dingin kayak gitu. Gue tau kok Lo itu sebenarnya Orang yang hangat.* Gumam Risa lagi.


Setelah beberapa saat, Citra pun keluar membawa sesuatu di tangannya. Saat sampai di hadapan Risa dia menyodorkan nya kepada Risa.


"Drin, masakan Lo enak banget sumpah!" Celetuk Risa berbinar-binar.


"Biasa aja." Balas Citra Cuek.


"Nih! Dari bibik, takut Lo mati kehausan." Imbuh Citra dengan nada dingin.


"Gila tajam banget kata kata Lo. Yang ada gue mati bukan karena haus, tapi Karna kata kata Lo." Celetuk Risa dengan bertingkah seolah-olah sedang kesal.


"Bodo!" Tukas Citra seraya melepaskan handuk yang tergantung di lehernya dan menaruh nya di sandaran kursi.


• BIAR KALIAN GAK MERASA ANEH, INI AKU JELASIN, CITRA UDAH PAKAI BAJU RENANG DARI AWAL YA... TERUS PAS MASUK KE DALAM RUMAH DIA JUGA SEKALIAN PERGI KE KAMARNYA UNTUK MENGAMBIL HANDUK. DAN ABIS ITU BARU KELUAR DENGAN MINUMAN YANG UDAH CITRA BUATKAN UNTUK RISA.


"Gue mau berenang, kalo ada yang mau ditanyakan, Lo langsung tanya aja. Nanti gue jawab kok." Ujar Citra Dingin seraya masuk ke dalam kolam renang.


"Iya Queen Ice!" Celetuk Risa memutar bola matanya.


Risa pun mulai mengeluarkan kertas yg dia bawa di dalam tasnya, yang isinya pertanyaan pertanyaan yang sudah Risa siapkan untuk Citra. Dan tentu itu adalah hal sangat tidak Risa mengerti.


Citra menjawab semua pertanyaan dari Risa Tampa ada keraguan, bahkan berfikir lama untuk memberikan jawaban pun tidak. Dia hanya mengatakan Eng.. sekitar 3 detik lalu melontarkan jawabannya.


Setelah selesai berenang, Citra masuk ke kamar mandi tamu untuk berganti pakaian sebentar, setelah itu dia menemui Risa lagi dan berlatih untuk lomba islami nya.

__ADS_1


CITRA BAGAIKAN GURU RISA YA? 😅


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2