
Bara pun menuruti keinginan Citra seraya senyum cengengesan. Dan Citra mengatakan pada semuanya bahwa Bara hanya bercanda.
"Jangan di anggap serius ya, Dia bukan Tunangan aku, Dia... Pacar aku, bukan Tunangan, haha." Ucap Citra canggung.
Kemudian Citra langsung masuk ke dalam mobilnya, Citra berkata pada Risa dan yang lainnya untuk berhenti menahan mereka, Karna menurut Citra sudah Aman. Risa dan yang lainnya pun berhenti dan menuju parkiran.
Mobil Citra pun sudah berlalu pergi. Kini orang orang yang tidak berhasil mendapatkan foto dan tanda tangan saling menyalahkan Karna saling berdesakan dan membuat Citra tak senang. Yang lain ada yang menghampiri Orang orang yang berhasil mendapatkan foto dan tanda tangan dari Citra untuk melihatnya.
"Benar benar Cantik banget! Tanda tangan nya aja bagus, rapi, Juga Cantik kayak orangnya." Ucap orang orang yang numpang lihat di buku orang orang yang mendapatkan foto dan tanda tangan.
______________
___
• Di tengah jalan.
"Kamu apaan sih bicara kayak gitu?! Tau gak kalo itu bahaya buat kamu?!"
"Maaf, aku tau kok... Aku hanya menggoda mu saja."
"Huhh! Tau deh! Aku males sama kak Bara."
"Sayang, jangan marah dong, maaf ya... Gak ada lain kali deh!"
"Huh! Berhenti di depan sana! Aku mau tungguin Risa."
"Ok."
"Cemilan aku mana?"
Bara menyodorkan makanan ringan Citra, Bara tersenyum pasrah. Citra hanya memandangi jalan seraya menyantap makanan ringan di tangannya. sampai di perbatasan jalan. Mobil Citra berhenti. Citra dan bara menunggu kedatangan Risa dan yang lain.
Jalan menuju ke sekolah ada satu jalur. Itu masuk ke area kampung. Walau masih terbilang pinggir jalan. Tetap saja jaraknya masih lumayan jauh ke jalan raya. Citra menunggu di perbatasan jalan, Karna teman temannya hanya beda arah jalur saat melewati jalan raya. Sebenarnya ada satu jalur berlawanan arah dengan jalur yang citra lewati. Itu biasanya di lewati siswa laki laki SMA angkasa.
"Lama banget mereka. Apa mereka di kerumuni orang orang tadi ya?" Ujar Citra cemas.
"Udah sabar... Mereka bentar lagi nyampek kok." Ucap Bara menenangkan.
"Aku khawatir aja sama mereka. takutnya mereka malah di hadang orang orang tadi."
"Insyallah ngak akan... udah jangan khawatir, tunggu aja sebentar lagi."
"Ok."
Setelah Beberapa saat menunggu Risa dan yang lainnya, terlihatlah mereka di kaca spion mobil, Citra buru buru turun dari mobilnya. Dan bersiap menghentikan teman temannya. Setelah teman temannya berhenti Citra Dan Risa juga yang lainnya mulai berbincang. Citra berterima kasih atas perlindungan yang teman temannya itu lakukan.
"Guys, Makasih atas Semuanya."
"Ihh Lo ini kayak ke siapa aja ya gak guys." Ucap Risa seraya mengedipkan sebelah matanya pada teman temannya.
"Iya, kita itu temen Lo Drin. Gak usah sungkan lah." Ucap Fara menyentuh bahu Citra.
"Kalian teman terbaik yang pernah gue jumpai. Kalian care sama gue Tampa minta lebih. Makasih ya."
"Ouhhh sama sama Gunung es." Ucap semuanya seraya memeluk Citra.
Bara hanya melihat hal itu, Bara bahagia melihat gadisnya memiliki teman teman yang sangat Tulus pada Citra. Citra pun sangat bersyukur memiliki teman seperti Mereka. Setelah cukup menikmati pelukan dari teman temannya, Citra pun melepaskan diri dan angkat bicara.
"Maaf udah repotin kalian tadi, Gue traktir makan malam gimana?"
"Lo serius? Kita sih gak nolak kalo makan gratis." Ucap Risa bersemangat.
"Iya gue serius."
"Ya udah sepakat nih ya." Timpal Risa.
"Ok. Nanti ketemu dimana?" Tanya Citra Memastikan tempat.
"Gue lagi penasaran sama kafe di pinggir pantai itu loh...." ucap Risa penuh rasa penasaran.
"Dimana?" Tanya Citra bingung
"Ohh gue tau, maksut Lo yang di Desa kapal itu ya?" Timpal Mira menebak.
__ADS_1
"Nah! Pinter Lo." Jawab Risa menjentikkan jarinya.
"Oh gue tau desa itu. Nanti kalian tunggu aja gue di perbatasan desa kapal. Sore nanti sekitar jam 5 gue udah otw kesana."
"Emmm gue gak bisa ikut Drin" ucap Wulan canggung.
"Loh kenapa lan? Lo jarang banget ngumpul bareng kita. Ayo ikut lah." Ucap Fara heran dan berharap.
Wulan memang sangat jarang berinteraksi dengan semuanya. Bahkan Citra yang di kenal dingin pun tidak seperti Wulan. Wulan sangat pendiam, entah apa yang terjadi sehingga dia seperti itu. Padahal teman teman nya orang orang yang sangat baik dan tulus.
"Iya Fara benar. Ayolah ikut lan.." ucap Citra memohon.
"Ibuk gak akan ngizinin Drin. Sorry ya."
"Yahhh sayang banget.." Ucap Citra sedikit kecewa.
"Ehemn. Sorry ya Drin, kalo gitu gue pulang duluan ya.."
".....Ok deh, hati hati." Ucap Citra kecewa.
Wulan pun pergi setelah mengatakan itu, setelah beberapa saat semuanya pun ikut pergi. Citra dan Bara pun Berlalu pergi.
*******
"Hoy! Ayo pesan." Tukas Citra yang melihat teman temannya bengong.
"Drin... Ternyata menu disini menu makanan di Jakarta! Ahhh jadi semangat gue." Ucap Risa yang kegirangan.
"Dasar orang kota! Cepat pesan!"
"Siap nona Bos!"
Risa pun memanggil pelayan Cafe itu, kemudian dia langsung menyebutkan pesanannya.
"Bak, tolong ya, fish fillet burger mini. Pizza Chess and original jumbo. And Seafood 2 porsi."
"Baik Bak, ada lagi?"
"Guys, minum nya apa?"
Teman teman Citra Hanya mengangguk mengartikan persetujuan mereka.
"Ok kalo gitu minumnya... Cappuccino ice cream."
"Baik!" Ucap pelayan itu bersiap untuk pergi.
Bara yang sedari tadi membaca menu di samping meja nya, menghentikan langkah pelayan itu.
Info ya, mereka duduk di bangku terpisah. Karna satu meja 2 orang jadi mereka berpasangan. Bara yg pasti dengan Citra. Risa dan Fara, Indah dan Fiza, Firly Dan Aliya, Mira yang sendirian akhirnya menarik kursi ke meja Risa dan Fara. Dan akhirnya mereka duduk bertiga.
• Ok Next!
"Bak tunggu. Spaghetti bolognese nya 1. Seafood taruh di meja mereka. Di sini gak usah."
"Baik mas. Selain Seafood semuanya sama kan mas?"
"Iya bak."
"Baik. Permisi."
Pelayan itu pun pergi. Kemudian Bara fokus memainkan ponselnya. Dan Citra yang ada di sampingnya menatap Bara seksama dengan senyum manis nan indah. Kebahagiaan memancar di wajahnya.
• Mungkin kalo itu lampu kita udah silau tuh!😅
Bara yang sadar bahwa sedang di tatap Oleh Citra beralih pandangan, yang awalnya fokus pada ponselnya sekarang dia juga menatap Citra.
"Kenapa? Aku ganteng?" Tanya Bara seraya menaruh ponselnya di atas meja.
"Gak cuma ganteng, baik, perhatian lagi." Ucap Citra yang masih memandang Bara dengan posisi sebelah pipinya di sandarkan di telapak tangannya dan meja sebagai tumpuan.
"Ih kamu ini belajar dari siapa tuh." Decak Bara gemas seraya mencubit hidung mancung Citra.
"Ish ko ni. Sakit lah!" Ringis Citra dengan bahasa yang menggemaskan seraya mengusap Hidungnya.
__ADS_1
"Ih, bahasa mana lagi yang kamu pakai?"
"Melayu!" Decak Citra manyun.
Bara yang gemas melihat Citra hanya bisa terkekeh dan mengelus rambut Citra dengan lembut dan kasih. Sedang kan teman teman Citra, semuanya sedang Fokus dengan ponsel mereka masing masing. Di tengah tengah itu pesanan mereka pun datang.
Terdapat 3 pelayan yang membawakan pesanan mereka. Satu membawa bagian minuman. Yang ke 2 pizza dan burger, yang ke 3 seafood dan spaghetti.
Pelayan itu menghampiri meja citra dan yang lain satu persatu. Menyajikan burger satu persatu. Dan mempersilahkan mengambil pizza pilihan mereka.
• Ini yang tinggal tarik itu loh ya, yang kotaknya udah di potong potong itu. Jadi tinggal tarik dan tarik. jangan sampai salah paham.😅
Ok Next kembali ke cerita....
Seperti yang bara katakan, di meja bara dan Citra hanya ada burger, 4 potong pizza, dan 1 porsi spaghetti bolognese khusus untuk Citra. Mengapa khusus citra? Tentu karena Citra alergi seafood.
"Selamat menikmati bak mas."
"Makasih bak." Ujar Citra ramah yg di balas anggukan.
"Kamu kok gak pesan juga?" Tanya Citra melihat Bara.
"Kan udah ada burger sama pizza."
"Udah? Yakin gak mau yang lain?"
"Ngak sayang." Jawab Bara lembut.
"Ok."
"Ya udah ceper makan. Itu kesukaan kamu loh... Spaghetti bolognese." Ujar Bara seraya menyantap pizza di tangan nya.
"Iya. Makasih sayang." Ucap Citra Tampa sadar seraya meraih sumpit dan bersiap menyantap makanan nya.
Bara tersedak, dia membulatkan matanya melihat Citra, namun Citra tetap tidak sadar dengan apa yang telah dia katakan. Citra membatalkan niatnya untuk makan, Citra menggosok punggung Bara Cemas seraya memberikan botol air putih yang tersedia di meja belakang nya.
"Pelan pelan Kak." Ucap Citra Panik.
*Ini gara gara kamu kali Drin.* Gumam bara seraya meminum air yang di berikan oleh Citra.
Setelah itu pun semuanya lanjut menyantap makanan mereka, tak terkecuali Risa dan yang lainnya yang kaget akan bara yg tersedak.
"Gue bingung, kenapa di sebut kafe? Dekorasi nuansanya terkesan restoran, terus menunya apa lagi." Ujar Risa Heran.
"Iya ya, Biasa Cafe tuh menunya sederhana." Ucap Fiza setuju dengan kata-kata Risa.
Fiza, Risa dan yang lain membahas perihal kafe ini seraya menyantap makanan nya. Tak lama kemudian mereka menyelesaikan acara makan malam mereka. Citra memanggil pelayan untuk meminta tagihan makanan yang mereka pesan.
"Bak, Tagihannya?!" Ujar Citra memanggil pelayan Cafe.
"Ini Bak." Ucap pelayan itu menyodorkan Kertas ke hadapan Citra.
"Disini bisa terima Card?"
"Belom Bak, Soalnya Cafe ini baru buka. Dan alatnya belum lengkap."
"Ohh ya udah, ini 615 ya bak sama spaghetti bolognese nya.
"Iya bak, makasih."
"Eh bentar bak. Bayaran spaghetti nya kembalikan sama dia, saya yang bayar."
Pelayan itu pun berhenti Karna itu, dan seketika muncul dipikirkan suatu pikiran yang membingungkan baginya. Yaitu bara Sebagai pria dia di bayarkan oleh perempuan, sedangkan bara hanya mau membayar satu makanan itu.
"Oh? Kenapa gak dibayar semua sekalian? Mas kan laki laki."
Bara tersenyum dengan pertanyaan pelayan itu, kemudian dia menatap Citra dan menjawab pertanyaan dari pelayan itu.
"Dia bilang dia ingin traktir makan teman temannya, Saya hanya akan membayar spaghetti nya Karna saya yang pesan. Jika saya membayar semuanya dia akan kecewa. Karna niat untuk mentraktir teman temannya berubah jadi saya yang traktir." Ujar Bara lembut Seraya mengelus rambut Citra penuh Cinta.
"Kamu memang yang paling ngertiin aku. Makasih ya.."
"Makasih apa. Sama wanita nya sendiri emang harus pengertian."
__ADS_1
BERSAMBUNG..........................................