
5 hari kemudian, Citra dan keluarganya sudah kembali ke Indonesia, tepatnya kampung halamannya, selama 3 hari waktu luang di Washington Citra habiskan untuk membawa keluarganya jalan-jalan, juga memperkenalkan keluarga Bara yang sebenarnya.
Orang tua Citra kaget (Mama Fahira and Papa Ilham), Mereka berdua tak menyangka bahwa keluarga Bara adalah keluarga besar, bukan konglomerat sembarangan, awalnya timbul rasa ragu pada hati mama Fahira dan papa Ilham untuk membiarkan Citra bersama Bara, namun Bara meyakinkan bahwa dirinya serius mencintai Citra dan akan melindunginya segenap hati, jiwa dan raga.
Setelah mendapatkan persetujuan, Bara memutuskan untuk bertunangan secara resmi, ralat! Bertunangan secara publik, agar semua orang tau bahwa Citra alias seorang Queen ice Audrin dimata orang-orang adalah miliknya, wanitanya, cinta dan hidupnya.
Keluarga Bara pulang bersama Citra dan keluarganya ke Indonesia, namun mereka hanya berbarengan sampai di Jakarta, mereka tidak ikut mengantar pulang Citra ke kampung halamannya. Bagaimana dengan Bara? Tentu saja Bara menetap di Washington, karena kuliahnya juga masih sisa 1 semester lagi, tahun depan dirinya baru akan mengklaim status sarjana S2 nya.
"Halo sayang, udah sampai?" Tanya Bara di sebrang telepon.
"Udah kak, Baru aja keluar dari bandara." Jawab Citra tersenyum seraya menggeret kopernya.
"Ya udah, aku tutup dulu ya, aku masih ada urusan." Ujar Bara.
"Hem? Urusan apa lagi?" Tanya Citra seraya menatap arloji nya, tertera jam 10:30 waktu Indonesia.
"Bukan apa-apa kok, tenang aja." Jawab Bara canggung.
"Ini udah jam 10 siang, yang berarti disana udah larut! Mau ngapain lagi hem? Aku gak mau tau, pokonya harus istirahat! Aku bukannya mau ngatur-ngatur, tapi kamu sendirian disana, kalo ada apa-apa bisa repot, walaupun ada banyak bawahan kamu, juga tidak memastikan semuanya akan baik-baik aja!" Tegas Citra panjang lebar, dirinya berbicara seraya memasukkan barang-barangnya kedalam mobil di bantu supirnya, Ponselnya dihimpit antara bahu dan telinganya.
"Dengar?" Tanya Citra dingin+++
POV Bara;
"Glek, Serem juga nada bicaranya." Batin Bara menelan gumpalan salivanya berat.
"Gimana cara bohongnya? Gue gak mungkin bilang kalo gue mau bunuh orang, susah bet punya ayank peka nya 1000+++" Batin Bara kebingungan.
_
"Kenapa diam?❄️" Tanya Citra dingin.
"Engga, gapapa sayang, aku gak jadi keluarnya, aku istirahat aja di mansion, nanti aku Vc kalo kamu masih ragu." Jawab Bara tampak serius.
"Hemm baiklah, ingat ya! Berhenti dari kebiasaan kamu bunuh orang! Di hukum aja kan udah cukup, gak perlu di bunuh juga." Cetus Citra dingin, serius, dan tegas, namun suara pelan saat mengucapkan kata 'BUNUH'.
Seketika Bara termangu, ia kaget akan perkataan Citra, sepertinya dirinya sudah tidak bisa menyembunyikan apapun lagi dari Citra, Citra sudah begitu mengenalnya hingga dengan mudah menebak pikiran Bara.
"Engga sayang, aku janji gak bunuh orang, selama 2 tahun inikan aku udah berhenti bunuh orang, aku cuma mau tangkap dia untuk interogasi, tergantung dia juga sih bisa di ajak kompromi atau engga." Ucap Bara pelan di akhir kalimatnya, dan sangat jelas di telinga Citra.
"Kak Bara!" Sentak Citra.
*Eh Ya Allah kaget, ada apa ini? Kok marah-marah?* Batin Mang iman.
"Mang, tutup telinga kanan kiri!" Cetus Citra dingin++
__ADS_1
Meng iman mengangguk dan sigap meraih earphone lalu memasangkan ke telinganya, mematuhi perintah Citra untuk tutup telinga.
"Kak dengerin aku, jika kamu tidak bisa keluar dari zona kekejaman itu, maka aku juga harus baik-baik memikirkan ulang hubungan kita." Tegas Citra.
"Bukannya aku mengancam, karena sesungguhnya aku sayang kamu, aku melakukan ini karena ingin menjadi pasangan yang tepat buat kamu kak, yang bisa merubah kamu, yang bisa menuntun kamu kejalan yang benar, jauh lebih baik dari seorang Bara yang sebelumnya." Sambung Citra sungguh-sungguh.
Bara lantas tersenyum senang. "Makasih sayang, makasih udah sabar menghadapi ku, aku janji tidak akan sampai membunuh orang." Ucap Bara sungguh-sungguh.
"Baiklah, aku percaya kamu untuk kesekian kalinya." Balas Citra tersenyum tipis.
"Ya udah dulu ya kak, bentar lagi aku bakalan nyampek rumah, ingat istirahat, kendalikan emosi dan nafsu membunuh kamu saat menghadapi musuh." Sambung Citra berpesan di akhir kalimatnya.
"Siapa boss ratu" Tukas Bara khas anak kecil.
"Idih, punya tunangan begini bet ya haha" Celetuk Citra tertawa geli.
"Seneng gak?😌" Tanya Bara.
"Ya iya sih senang, ya udah ya kak, aku tutup, good night honey." Jawab Citra mesra di akhir kalimatnya.
Tutt~
Bara lantas termangu, setelah sekian lama ini adalah kali pertamanya dirinya mendengar Citra memanggilnya dengan begitu mesra, biasanya Bara yang selalu seperti itu kepada Citra, sedangkan Citra sudah terbiasa dengan panggilan 'Kak' kepada Bara.
"Dih! Udah kek cewe aja gue!" Cetus Bara menghentikan aktivitas nya yang canggung itu.
"Ah bodo amat!! Gue seneng banget!... Setelah bertahun-tahun akhirnya Audrin inisiatif manggil gue dengan panggilan mesra😭😍" Sambung Bara senyum-senyum sendiri.
Bara tak henti-hentinya cengar-cengir memikirkan ucapan selamat malam dari Citra barusan, hingga pada akhirnya ia terlelap tanpa di niatkan, Sementara anak buahnya yang bersiap untuk fight terus menunggu di tempat, padahal rencananya batal karena Bara yang tertidur.
"Tuan muda kemana sih? Kok gak ada kabar." Ucap Kenzo bertanya-tanya.
"Apa aku hubungi aja ya, tapi.... Apakah aku sopan jika begitu?" Sambung Kenzo bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.
"Aku coba saja deh, palingan ya di jemur 3 hari." Tukas Kenzo meraih ponselnya untuk menghubungi Bara.
Dling~ Dling~ Dling~
"Eh? Nona?" Celetuk Kenzo ketika melihat nama yang tertera di panggilan telepon masuk di ponselnya.
"Ya Nona, Kenzo disini." Ucap Kenzo menjawab panggilan telepon itu.
"Apapun rencana kalian malam ini dibatalkan! Kak Bara aku larang buat keluar, jika kak Bara tidak patuh, laporkan padaku segera, paham?!" Cetus Citra to the point dan dingin.
"A... Hah?!" Kejut Kenzo.
__ADS_1
"Tidak perlu Ha Ho Ha Ho, lakukan saja apa yang aku katakan, toh kak Bara juga gak akan melanggar." Cetus Citra lagi.
"Ba-Baik Nona." Balas Kenzo mau tak mau mengiyakan.
Tanpa basa-basi Citra langsung memutuskan panggilan teleponnya, Kenzo yang sadar panggilan itu sudah di putus lantas termangu menatap ponselnya, bingung plus sangat heran itulah yang kini dirinya alami.
"Hey Mike, katakan pada semuanya, rencana di undur." Ucap Kenzo menekan Bluetooth yang dipakainya.
"Hah?! Kok bisa?" Tanya mike Heran.
"Sepertinya Tuan Muda sedang dihukum oleh Nona." Jawab Kenzo.
"Waduh! Terus gimana sekarang?" Tanya Mike kemudian.
"Tetapkan beberapa orang disana untuk mengawasi mereka sampai tuan muda sudah diizinkan keluar oleh nona." Jawab Kenzo hati-hati.
"Emm baiklah." Balas Mike.
Mendapatkan balasan itu Kenzo langsung saja menonaktifkan bluetooth nya, lalu ia beranjak pergi menuju beberapa orang yang satu lokasi bersamanya mengawasi suatu tempat.
_
_
Citra sudah sampai di rumahnya, Jam 12 siang dirinya baru sampai di rumahnya, sungguh lelah, itulah yang kini Citra rasakan, ia sudah berjam-jam di perjalanan, dan tulangnya seperti akan remuk karena terus duduk sepanjang waktu.
"Mama, Papa, Ada yang ingin aku sampaikan kepada kalian, tapi besok saja baru aku sampaikan." Ujar Citra.
"Gak bisa sekarang? Kelihatannya serius sekali." Tanya Mama Fahira mencoba menawar.
"Besok saja Ma, Pa, Kita baru sampai dan butuh istirahat." Jawab Citra.
"Hemn baiklah." Balas Mama Fahira pasrah.
"Kamu langsung masuk dan istirahat ya Nak, Jangan banyak berpikir untuk hari ini, Papa bawa Mama masuk dulu ya." Timpal Papa Ilham.
"Iya Pa." Balas Citra mengangguk.
Setelah kedua orangtuanya masuk, Citra pun meraih kopernya yang sudah di keluarkan dari dalam bagasi oleh Mang Iman dan langsung membawanya masuk, lalu di susul oleh Rendi dan adik adiknya yang baru keluar dari mobil yang satunya.
Kalian tidak lupa kan, bahwa Citra memiliki mobil pribadi dimana hanya dirinya yang boleh menaiki? Ya itulah, Dirinya dan keluarganya beda mobil. Oh iya, Riska tidak ikut pulang, karena menemani suaminya dalam perjalanan bisnisnya, katanya paling cepat Minggu depan akan pulang, paling lamanya tak menentu, tergantung kapan selesainya pekerjaan Aris.
SEKITAR 10 EPISODE LAGI UDAH TAMAT YA GUYS CERITANYA😭 TAPI TENANG, ADA S2😉😇
BERSAMBUNG..........................................
__ADS_1