
Hallo guysπ Kita ketemu lagi π
Yuk lanjut cerita...... π¬οΈπ¬οΈπ¬οΈπ¬οΈπͺοΈ
β’ TIGA HARI KEMUDIAN... DI UNIVERSITAS.
Hari ini Citra sudah kembali ke universitas nya, namun bedanya adalah kini Citra tampil dengan tampilannya sebelumnya, cantik nan anggun. Keeleganan Citra sudah tidak dapat di pungkiri, buktinya Bara sampai tergila-gila ππ
"Silahkan Ratuku yang cantik." Ujar Bara membukakan pintu mobil untuk Citra.
Citra tersenyum, kemudian Ia mulai keluar dari mobil dan berdiri di sisi Bara. Bara menutup pintu mobil kembali kemudian memberikan tangannya yang bertanda minta di gandeng, Citra terbelalak tak habis pikir dengan pikiran Bara saat ini.
"Ih apaan sih kak? Ini universitas!" Tukas Citra menolak.
"Gak apa-apa kok, Ayo." Ucap Bara lembut.
Akhirnya Citra merangkul Bara dan mulai berjalan memasuki universitas, Terlihat semua mata mahasiswi kagum akan kecantikan Citra namun juga iri, Tak luput juga ketampanan Bara yang apik para mahasiswi itu lihat dengan semangat.
Sementara mata para mahasiswa disana apik menatap Citra, hal itu sontak membuat Bara geram dan melontarkan tatapan tajam pada mereka. Tatapan itu bagaikan peringatan untuk menjaga mata mereka agar bola matanya bisa tetap berada di tempatnya.
"Hallo, You are the queen ice Audrin right?" Tanya seorang mahasiswi menghampiri Citra.
Citra hanya mengangguk dan tersenyum tipis, seketika hal itu membuat mahasiswi itu berbinar karena senang.
"Queen, I am your fan." Celetuk nya girang.
"Is that true?" Tanya Citra tak menyangka.
"Right, is the queen studying at this university or just making a visit?" Jawabnya balik tanya dengan penuh semangat.
"Studying." Jawab Citra singkat.
Melihat temannya yang amat berani berbicara langsung dengan Citra membuat yang lainnya tergerak untuk maju juga. Perlahan satu persatu Mahasiswi mulai mendatangi Citra, hal itu membuat Bara harus cekatan melindungi Citra dari segerombolan orang orang itu.
"Sayang ih.... Kamu terlalu terkenal." Tukas Bara yang sibuk menghadang orang yang ingin mendekati Citra.
"Gak suka?" Tanya Citra mengintimidasi.
"Bukan gitu sayang, pokoknya besok penjagaan harus ketat di sekeliling kamu, Okay?" Ujar Bara mulai menyusun perencanaan.
"Iya, dari pada kamu yang repot." Ucap Citra seraya sibuk memberikan tanda tangan di buku yang para mahasiswi itu serahkan.
20 menit kemudian Citra menolak memberikan tanda tangan karena waktu masuknya sudah hampir sampai, Ada beberapa orang yang senang namun ada juga yang kecewa karena belum berhasil mendapatkan tanda tangan Citra.
"Please, Queen."
__ADS_1
"Sorry, next time everyone." Ujar Citra menoleh kearah para penggemar tercintanya.
_
_
"Kak, aku minta maaf ya." Ucap Citra menatap Bara.
"Untuk?" Tanya Bara mengernyit heran.
"Aku selalu merepotkan mu, pasti risih kan? Kamu yang gak pernah suka keramaian, Tapi sekarang malah mengahadapi banyak orang karena aku." Jawab Citra panjang lebar.
"Shut! Udah jangan bicara konyol, Aku bersedia demi kamu Drin, sejak saat aku melamar kamu dihadapan Om dan Tante aku melihat kepercayaan dimata mereka untuk aku, jadi aku tidak akan mengecewakan mereka, aku akan membuktikan bahwa aku sanggup melindungi kamu di sisiku." Balas Bara panjang lebar dengan penuh ketulusan.
"Hiks... Makasih kak. Allah sungguh baik padaku hingga mempertemukan aku dengan mu." Ucap Citra terharu.
"Eh kok malah nangis? Udah ih... Nanti jelek loh." Ledek Bara tersenyum.
"Terus kak Bara gak cinta lagi kalo aku jelek?" Tanya Citra polosnya.
"Pufft, sayang ih lucu banget." Ucap Bara gemas.
"Aku serius! Aku seringkali mikir Kak Bara kenapa milih aku? Dan kadang juga aku selalu takut kak Bara ninggalin aku pas lagi serius seriusnya... Hiks." Tukas Citra tiba-tiba mulai menangis lagi.
Bara lantas diam dan seketika membeku mendengar penuturan dari Citra. Ia tak menyangka bahwa Citra berfikir demikian selama ini, namun sesaat kemudian Bara tersenyum lebar, jika Citra berfikir seperti itu berarti Citra benar-benar mencintainya dan itu adalah hal yang sangat memuaskan bagi Bara.
"Drin, jangan pernah berfikir seperti itu, gak ada alasan dalam mencintai, rasa itu tumbuh alami di hati kita, dan aku mencintaimu tanpa alasan... Dan dengarlah.... Kamu adalah gadis pertama yang mampu membuatku jatuh cinta dan selamanya hanya kamu." Ucap Bara tulus dan tersenyum manis.
"Hiks... Aku gak tau kenapa aku bahagia banget dengernya, Aku mohon jangan menipuku. Aku sudah cukup kecewa di masa lalu." Isak Citra memeluk Bara erat.
"Shutt udah ya, jangan nangis lagi. Kedepannya kamu tidak akan bersedih lagi. Keluarga mu sudah hidup nyaman seperti yang kamu inginkan, dan kamu.... Aku akan mengambil tanggung jawab untuk membahagiakan kamu." Ucap Bara melepas pelukannya dan menyeka air mata Citra.
"Makasih Kak... Makasih udah bersedia hadir." Balas Citra tersenyum tulus.
"Dan terimakasih juga karena kamu udah mau memberiku kesempatan untuk masuk kedalam hidup kamu." Timpal Bara tak kalah tulus.
"Ya udah ya... Kelas kamu akan mulai." Tutur Bara tersenyum.
"Iya, Ya udah kita pisah disini. Ingat jangan caper ke cewe lain!" Tukas Citra mengintimidasi seraya beranjak pergi.
"Iya sayang." Balas Bara tersenyum yang kemudian pergi setelah Citra tampak jauh dari pandangannya.
_
_
"Ken, Mulai besok atur beberapa bodyguard untuk Audrin, ingat harus yang handal. Penggemar itu sangat berbahaya saat sudah menggila.
__ADS_1
"Butuh berapa tuan muda? Eng.... Apa Mike juga?" Tanya Kenzo takut takut.
"Yah, walaupun dia ceroboh sebelumnya, tapi dia memeng yang paling handal, aku berikan dia satu kesempatan, katakan padanya jangan mengecewakan ku, aku yakin dia tau apa akibatnya." Jawab Bara dingin.
"Baik tuan muda, Saya akan segera memberitahu Mike tentang ini." Balas Kenzo di sebrang sana merasa lega.
"Baiklah, 10 bodyguard lebih baik. Paham?" Ujar Bara lagi.
"Paham tuan muda." Balas Kenzo.
Bara pun mematikan panggilan teleponnya, kemudian keluar dari dalam toilet. yah, Bara sengaja pergi ke toilet hanya untuk menghubungi Kenzo perihal bodyguard.
π¬οΈπ¬οΈπ¬οΈπ¬οΈπͺοΈ
Kelas Citra pun selesai, Ia beranjak dari tempat duduknya namun tak jadi pergi karena beberapa gosip. Teman temannya pada bergosip tentang Oliv yang tiba-tiba menghilang dan tidak masuk kampus. ~YANG NAMANYA HILANG PASTI GAK MASUK KAMPUS KAN? KOK AKU JADI RADA GIMANA GITU YAH π€¦π»ββοΈπ
*Ha? Oliv beberapa hari ini gak masuk? Kemana dia? ..... Jangan bilang kak Bara...* Batin Citra bertanya tanya.
*Gak bisa, aku harus tanya langsung sama kak Bara.* Batin Citra lagi.
Citra pun pergi mencari keberadaan Bara untuk bertanya langsung perihal Oliv. Citra curiga bahwa Bara masih belum melepaskan Oliv dari hukuman yang Bara berikan.
"Kak Bara?!" Panggil Citra dari kejauhan.
Bara pun menoleh kearah suara tersebut. Terlihat Citra yang berlari kecil kearahnya, Bara bahkan sampai bingung melihat sikap tergesa-gesa yang Citra tunjukkan.
"Audrin ada apa?" Tanya Bara pelan.
"Masuk mobil dulu." Tutur Citra masuk kedalam mobil lebih dulu.
"Silahkan tuan muda." Ucap Kenzo mempersilahkan.
Yah, sebelum kelas Bara berakhir, Bara sudah menghubungi Kenzo lebih dulu untuk menjemput dirinya dan Citra, Bara khawatir akan ada hal-hal tak terduga lagi yang terjadi.
"Ok sekarang kita udah di dalam mobil. Ayo cerita, ada apa hem?" Tanya Bara lagi.
"..... Kamu masih ngurung Oliv ya?" Tanya Citra balik.
Bara kaget tak terkecuali Kenzo yang juga terbelalak mendengar perkataan Citra itu. Citra yang melihat Bara terdiam menjadi semakin curiga bahwa Bara benar-benar tidak melepaskan Oliv.
"Kak, beberkan? Bener kamu masih ngurung Oliv?" Tanya Citra lagi.
"Lepas, dilepaskan kok sayang." Jawab Bara menelan rasa gugupnya demi menutupi masalah itu.
"Kamu pasti lagi bohong kan? Jawab yang jujur kak." Tukas Citra masih curiga.
HAYO...... GIMANA LANJUTANNYA GUYSS? MASIH MAU LANJUT GAK? KALO ENGGA YA UDAH AKU GAK UP LAGI π₯Ίπ€§
__ADS_1
BERSAMBUNG..........................................