
• RUMAH RISKA DAN ARIS.
"Sayang, mau sarapan apa hari ini?"
"Terserah apa yang ada."
Bukannya pergi Aris malah menyelinap kedalam selimut dan menindih tubuh Riska. Dia tersenyum pada Riska yang memperlihatkan deretan giginya.
"Hey hey! Mau apa lagi? Aku masih telanjang!" Tukas Riska merona.
"Itu yang ku inginkan!"
"Apa?! Jangan bercanda! Kita sudah semalaman... Dan kau sekarang masih ingin? Aku tidak.... Ahh!!" Ucap Riska yang kemudian berteriak karena serangan dari Aris.
"Ahh ssshhh, kau sungguh.... Pemeras! Aris pelan sedikit.... Aghh."
Aris sama sekali tak menghiraukan permintaan Riska, dia bermain dengan kemauan nya sendiri, benar benar tembakan yang sangat ganas bagi Riska, Sebelumnya di kamar mandi, dan di lanjutkan pada tengah malam sampai pagi. sudah semalaman tapi Aris masih kuat dengan itu.
"Aris.... Ahh." Desah Riska meremat seprai menahan serangan ganas suaminya.
"Ssshhhh sebentar lagi sayang.... Ahh Emm... Sudah sayang, aku udah puncak nya! Sshh..." Ucap nya melepaskan kembali cairan nya.
Aris berbaring di samping Riska Tampa melepaskan penyatuan mereka. Riska hanya memejamkan matanya. Sebenarnya dia masih sangat mengantuk Karna tak tidur dari semalam, sekarang Aris malah minta jatah lagi yang membuat Riska benar benar kelelahan.
"Tidurlah... Aku akan mandi dan menyiapkan sarapan."
"Emmm iya...."
Aris mencium kening Riska sebelum pergi ke kamar mandi. Dia tersenyum menatap istrinya yang cantik itu. Aris bahagia karena sekarang Riska benar benar sudah menjadi miliknya.
*******
"Mama, Citra mau keluar, ada yang mau di titip gak?"
"Emang cicit mau kemana? Makanan ringan kamu abis lagi?" Tanya Papa menatap Citra.
"Hehe tau aja ih Papa." Jawab Citra nyengir kuda pada Sang Papa.
"Rendi mau Bubur beras Cit, Nitip santan ya, Emn Satu box kalau ada, Biar kalau butuh tinggal ambil gak payah beli lagi." Ujar Mama.
"Ohh iya ma. Papa, Citra pergi dulu ya, assalamualaikum." Ucap Citra seraya berjalan menuju pintu.
"Waalaikumsalam." Jawab Mama papa serempak.
Sampainya di teras rumah, Citra membuka lemari rak sepatu yang ada di sana dan meraih sepatu berwarna putih yang Cocok dengan pakaian nya hari ini.
__ADS_1
Setelah di rasa siap, Citra pun pergi dan mengambil sepeda motor Vario nya di dalam Garasi. Setelah itu Citra pun melesat pergi meninggalkan rumah nya.
_______________
_________
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh Citra sudah sampai Di suatu pusat perbelanjaan (super market).
Untuk sampai di pasar Citra harus melewati 4 desa baru dirinya bisa sampai di pasar. Untungnya jalan kampung sekarang sudah maju, jalanan sudah tidak hanya dengan tanah. Namun beraspal yang mempermudah masyarakat beraktivitas.
"Emm, ini aku pilih yang mana? Ada santan kara dan ada Sasa santan!" Ucap Citra berfikir ingin memilih yang mana.
"Emmm Sasa santan aja deh!" Celetuk Citra memutuskan.
"Mas, Sasa santan nya yang satu box ada gak?"
"Sebentar saya tanya sama petugas nya ya bak." Ucap pria itu berjalan ke belakang tempat para pekerja yang mengatur barang barang.
Citra menunggu seraya melihat beberapa cemilan disana, dan Citra menemukan cemilan yang sudah ia cari cari di beberapa toko namun tak ada terpampang di Rak.
"Wah! Ini ada! Beruntung banget bisa ketemu disini. Ini 9.000... kalo gitu aku ambil berapa ya?" Tanya Citra pada dirinya sendiri.
"Bak, Ini Sasa santan nya, satu Box kan?" Ucap pria tadi menghampiri Citra.
"Ohh iya benar mas, langsung taruh aja ke kasirnya saya mau pilih beberapa cemilan."
Citra bergegas meraih cemilan tadi, ia mengambil 5 bungkus dan satu bungkus cemilan seharga 5.000 agar pas 50.000.
Setelah selesai memilih Citra pergi ke kasir dan membayar semua belanjaan nya. Citra di bantu mas yang tadi untuk membawa Box santan itu ke sepeda motor Citra. Setelah selesai Citra pun berlalu pergi untuk kembali ke rumahnya.
***
• Di sisi lain, Rumah Aris dan Riska.
"Sayang... ayo bangun, Gak baik tidur lebih lama dari ini setelah berhubungan."
"Iya... Ini gara gara kamu loh.... Aku lelah banget."
"Iya maaf deh... Ayo cepat bangun, mandi dan Setelah itu makan."
Riska hanya mengangguk menyahuti perkataan Aris, Dirinya benar benar sangat lelah. Riska turun dari ranjangnya bersiap untuk pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri.
BRUKKK!!!
"Sayang ada apa?" Ucap Aris khawatir melihat Riska terjatuh.
__ADS_1
"Ini gara gara kamu! Dasar binatang buas! Kamu membuatku sudah tak bisa berjalan." Tukas Riska kesal.
Aris terkekeh, dia benar benar merasa gemas dengan istrinya itu. "Maaf ya, aku antar kamu ke kamar mandi." Ucapnya menggendong Riska dalam pangkuan nya.
Riska tak mengatakan apapun, ia hanya menunjukkan wajah cemberut nya pada Aris. Sampai dikamar mandi. Aris meninggalkan Riska sendiri untuk membersihkan dirinya, kalau tidak dia akan berbuat macam macam lagi.
Setelah usai membersihkan diri dan berias, Riska pergi ke meja makan dan menemui Aris yang telah menunggunya untuk makan bersama.
"Emm... Kamu ternyata bisa masak? Terakhir ketemu bukankah kamu gak bisa masak ya?" Ujar Riska yang melihat banyak makanan di meja.
Awalnya Riska mengira Aris hanya mampu menyiapkan makanan cepat saji padanya seperti mie instan, Ternyata tidak.
"Pas diluar kota aku kan hidup sendiri, jadi ya belajar sayang dan akhirnya terbiasa dan bisa."
"Wah! Dapat suami ideal nih." Celetuk Riska menaik turunkan alisnya.
"Duh kamu ini.... Udah makan yang banyak."
"Iya iya...." Ucap Riska mulai menyantap makanan nya.
Riska dan Aris pun makan bersama dengan tenang, sebuah suasana baru dimana mereka sekarang hanya tinggal berdua mengurus keluarga mereka bersama Tampa bantuan keluarga.
*******
"Mama, Papa, Aku pulang....." Ucap Citra membuka pintu yang diikuti pak Dodi yang membantu Citra membawa Box santan.
"Selamat datang kembali sayang..." Ucap Mama tersenyum menyambut kedatangan Citra.
"Pak Dodi langsung kasih aja Box itu sama Bibik di dapur, buburnya hampir siap tinggal nunggu santan ini." Ucap Mama lagi pada pak Dodi.
"Baik Buk, saya permisi." Ucap pak Dodi beranjak pergi menuju dapur.
"Nak, Cepat sana ke meja makan, Mama ada siapin buah avocado (alpukat) buat kamu."
"Wahh beneran? Dapat dari mana buah alpukat ma? Perasaan pohon alpukat di kebun masih kecil kecil deh buahnya."
"Di kasih Tante Puspa, alpukat di rumahnya gak termakan, jadi nawarin sama mama, kebetulan banget kamu juga sangat menyukai alpukat."
"Ohh, ya udah citra tinggal dulu ya ma." Ucap Citra yang dibalas anggukan oleh mama.
BERSAMBUNG...............................................................
NEXT YA GUYSS..............
UP NYA EMANG LAMA, AKU LAGI SAKIT. JADI MUNGKIN 3 HARI SEKALI CUMA BISA UP 1 EPISODE.
__ADS_1
MAAF YA GUYSS.... MOHON BERSABARLAH.