
2 minggu kemudian, Citra dan Bara tengah berkumpul bersama teman-teman Citra, mereka sedang piknik bersama setelah bertahun-tahun tak berkumpul.
Teman-teman Citra sudah menikah semua, Citra adalah yang terakhir menikah, karena teman-teman Citra tak perlu susah payah seperti Citra. Yang pertama menikah adalah Mira dan Rafi, mereka menikah sebelum Citra meraih gelar sarjana S1 nya, baru di susul Fara dan Fendi, Fiza dan Salman, Firly dan Riyan, Indah dan Yoga, Aliya dan Yusuf.
Risa? Risa juga sudah menikah tentunya, namun belum memiliki anak, sama seperti Citra yang baru menikah 1 bulan yang lalu, sementara Fara, ia sudah dikaruniai anak 1 yang masih berumur 2 tahun, Fiza Baru saja hamil, usia kandungannya menginjak bulan ke 5, sama seperti Aliya, iya juga sedang mengandung, namun kandungannya masih di bulan ke 2.
Bagaimana dengan seorang indah? Indah yang hampir sama seperti Citra itu malah berhasil di taklukkan oleh Yoga, Indah saat ini sedang mengandung 7 bulan, tujuh bulanannya baru saja di lakukan 5 hari yang lalu.
"Ndah, Fiza, Aliya juga, kalian duduk aja sana, Biar Kita yang susun semuanya." Tutur Citra yang datang bersama Risa.
"Engga Drin, Kita bisa kok." Tolak Indah mewakili.
"Jangan ngadi-ngadi deh, Kalian bertiga lagi hamil, udah sana gih, jangan ngeyel." Tegas Citra.
"Baiklah, makasih." Ucap Indah mewakili.
Ketiga bumil itupun pergi, Tinggal Citra dan Risa yang menyusun makanan di tikar yang mereka mereka siapkan.
Risa memandangi ketiga bumil itu dengan nanar, ia menyentuh perutnya sekilas, hal itu disadari oleh Citra, Citra mengusap punggung Risa guna memberikan ketabahan padanya, Citra mengerti bagaimana rasanya seorang istri yang sangat ingin memiliki buah hatinya dengan sang suami.
"Sabar~ mungkin belum waktunya." Cicit Citra berusaha menenangkan.
"Aku bisa aja sabar, tapi suamiku?" Ujar Risa sendu.
"Kak Eza gak akan nuntut, percaya sama aku, aku yakin dia akan mengerti." Yakin Citra.
"Drin,,, kamu tau sendiri, dulu sebelum ketemu aku, kak Eza itu playboy, aku takut kak Eza gak mau nunggu lagi dan,,,, hahh aku gak tau mau ngomong gimana." Ucap Risa tampak pasrah.
"Jangan pesimis dulu, itu kan sebelum ketemu kamu, sekarang udah berubah kan,,,, lagian kamu kan belum nanya sama kak Eza, dia mau bagaimana belum kamu tanyakan kan? Jangan nebak yang aneh aneh dulu, percaya aja sama suami kamu." Tutur Citra lembut, berusaha memberikan pengertian.
"Aku cuma takut Drin." Ungkap Risa sendu.
"Iya iya, sabar,,, insyallah nanti juga dapat kalau sudah diizinkan." Tutur Citra tersenyum lembut.
_
_
Mereka semua tengah makan bersama, tepatnya makan siang, tadi bagian suami-suami sibuk membuat api dan memanggang ikan, para istri menyiapkan alat makan dan minuman, bumil tentu tugas yang ringan, yaitu menata alat makan yang sudah di siapkan oleh Risa, Fara, dan Citra, barulah mereka semua bisa makan dengan tenang.
"Ayah~ Mainan Azka mana tadi?" Tanya Fara pada sang suami.
"Ada di tenda sayang." Jawab Fendi.
"Anak ayah mau main ya? Sini yok sama ayah, ayah udah selesai." Sambung Fendi menghampiri sang anak.
__ADS_1
"Mama, mama." Ucap Azka yang menunjuk Fara terus menerus.
"Mama masih makan, ayo sama ayah, kita jalan-jalan cari ice cream." Ujar Fendi seraya membawa Azka dalam gendongannya.
"As srim." Ucap Azka mencontoh kalimat ayahnya.
"Iya, ice cream." Saut Fendi mencium gemas putranya itu.
Citra menatap kepergian Fendi dan putranya seraya tersenyum, setelah selesai makan, Citra menghampiri Bara yang juga sudah selesai makan, Bara sedang membereskan tempat panggang yang digunakan tadi.
"Honey~" Panggil Citra pelan.
"Kenapa sayang?" Tanya Bara, ia beralih menatap istrinya itu.
"Pengen satu." Jawab Citra.
"Apa?" Tanya Bara bingung.
"Ishh pengen satu debay😫" Desis Citra dengan rengekan kecil.
"Sabar cintaku, nanti bisa proses lagi kok, kalau di izinkan pasti bakal hadir." Tutur Citra.
"Ya udah sekarang aja prosesnya." Tukas Citra yang sontak membuat Bara kaget.
"Sayang~ kita ini diluar loh, besok aja ya, dirumah." Tutur Bara berusaha membujuk.
"Tapi sayang~ ini diluar, besok ya, pasti aku turutin." Cicit Bara masih berusaha membujuk.
"Ya udah kalo gak mau, aku main aja sama orang lain!" Cetus Citra diselingi ancaman.
Bara lantas menahan tangan Citra ketika Citra mulai berbalik arah ingin pergi, Bara menatap tajam Citra yang membuat Citra ingin sekali menangis.
"Apa? Gak suka? Mau cerai?😢" Tanya Citra sendu.
"Engga bukan gitu." Jawab Bara kaget.
"Hiks,,, aku gak tau kenapa aku jadi gini, tapi aku pengen aja...😭 Kalau gak mau ya udah, gak usah natap tajam gitu,,, hiks." Lirih Citra.
"Sayang bukan gitu~ ya udah sini cium." Tutur Bara.
"Ga jadi, udah gak mau." Tolak Citra.
"Ayo sini cium, cium dulu untuk hari ini, besok 3 kali deh ayo." Ujar Bara tersenyum.
Citra diam, kemudian Bara yang berinisiatif duluan mencium Citra, Citra kaget sejenak sebelum akhirnya membalas ciuman tersebut, banyak mata yang menyaksikan keromantisan itu, iri, itulah yang orang-orang rasakan, iri dengan keharmonisan pasangan itu.
__ADS_1
_
_
Sore pun tiba, para pasangan suami istri itu tengah menempel mesra memandangi senja yang mulai datang menyapa.
"Mira, Rafli nya mana?" Tanya Fara yang tak kunjung melihat putra Mira dan Rafi.
"Itu." Jawab Mira menunjuk kearah Rafli yang sedang bermain dengan teman barunya.
"Anak kamu cepet banget bergaul ya, tiba-tiba aja udah punya teman baru." Ujar Fara.
"Gapapa Far, sosialisasi haha." Balas Mira terkekeh kecil.
"Hati-hati tuh anak kebelet pacaran Mir." Tukas Fendi.
Fara dan yang lain terkekeh, sementara AURA sibuk dengan dunia mereka sendiri.
"Kak, nanti kalau kita punya anak, mau kasih nama apa? Terus maunya laki-laki atau perempuan?" Tanya Citra, Posisinya duduk di depan Bara dan dipeluk dari belakang.
"Nanti dipikirkan pas kamu hamil, kalo masalah jenis kelamin aku gak punya komentar, mau itu laki-laki ataupun perempuan aku pasti terima, bagaimanapun mereka buah hati kita, lambang cinta kita, sayang." Jawab Bara tersenyum menatap senja.
Citra tersenyum bahagia mendengar jawaban suaminya itu, ia kemudian mendongak dan menarik tengkuk Bara turun hingga bibir keduanya saling menempel.
*Terimakasih telah bersedia mencintaiku.* Batin Citra.
"Aghh romantis sekali pasangan itu." Pekik orang-orang yang juga camping di tempat yang sama.
Teman-teman Citra lantas menoleh kearah dimana sumber yang membuat orang-orang memekik heboh seperti itu, terlihat Bara dan Citra yang asik saling m*****t.
"Aduh, Mereka ini setelah menikah nambah gak kenal tempat." Tukas Mira geleng kepala.
*Semoga kita semua bisa tetap bersama dengan pasangan masing-masing seperti ini, langgeng sampai maut memisahkan.* Batin Risa penuh harap, ia sedikit melirik sang suami yang duduk di sebelahnya.
*Risa~ Istriku, aku mencintaimu, sangat mencintaimu.* Ungkap Eza yang tiba-tiba memeluk Risa.
"I Love You my wife." Sambung Eza mencium kening Risa.
Risa tersenyum haru mendapati pernyataan itu dari mulut suaminya. "Love love too my husband."☺️ Balas Risa.
Mereka semua nampak bahagia dengan keluarga mereka masing-masing, Do'a dan harapan dari orang-orang yang menyaksikan keromantisan para pasangan itu terlontar untuk mereka semua, berharap para pasangan itu hidup bahagia selalu dengan rumah tangga yang harmonis.
EKSTRA PART AND~ GOOD BYE GUYS👋 SEMOGA KALIAN JUGA MENDAPATKAN KISAH CINTA YANG BAHAGIA😇
...TAMAT~...
__ADS_1
..._...
..._...