
Citra hanya mengangguk membenarkan.
"Gak kak Bara terima kan?" Tanya Risa.
"Tentu aja ngak."
"Terus?" Tanya semua secara bersamaan.
"Kok terus sih? Ya gue marah lah kak Bara di peluk peluk kayak gitu. Bikin emosi tau gak?!"
"Hemmmm" Ucap semuanya sekali lagi dengan kompak seraya mengangguk anggukan kepala nya.
"Kok hemm sih?!" Ketus Citra sebal.
"Itu namanya Lo cemburu Drin... Lo gak mau kak Bara Di sentuh cewek lain selain Lo." Ujar Risa santai.
"Apaan sih! Siapa yang cemburu?! Ngak kok!" Tukas Citra berdiri dari duduknya.
"Cih gak mau ngaku."
"Ah apaan sih! Udah bantuin gue foto foto aja biar kita cepet balik. Kasian cowok cowok di bawah nungguin." Ujar Citra mengalihkan topik Pembicaraan.
Semuanya hanya tersenyum dan mengikuti apa yang Citra katakan, setelah puas berfoto mereka turun dan berfoto lagi di tepi pantai itu menggunakan kamera Canon milik Citra.
Setelah puas berfoto, mereka kembali. Citra langsung masuk kedalam mobilnya, Fiza dan yang lain menghampiri Cowok Cowok untuk mengajak mereka pergi ke tujuan selanjutnya.
"Hoy, Ayo pergi." Tukas Fiza pada Cowok Cowok.
"Lama banget Kalian." Celetuk seseorang malas.
"Ya namanya juga cewek man, pasti Foto Fotonya tuh yang bikin lama." Ujar nya Santai.
"Nah itu Fendi pinter. Ya udah yuk berangkat." Tukas Fiza seraya berbalik badan.
Tampa di duga Saat melangkah, Fiza Ceroboh dan menyebabkan nya tersandung. Fiza berteriak saat akan terjatuh. Seseorang yang duduk di kedai dengan begitu santai tiba tiba menjadi kaget dan bergerak dengan gesit menyanggah Fiza yang akan terjatuh.
"Hey! Gak apa-apa kan?" Tanyanya yang Terlihat raut cemas di wajahnya
"Ya, Gak apa-apa kok, makasih ya man." Jawab Fiza menatap laki laki di depannya.
"Hati hati dong, disini jalannya berbatu!" Ketus nya namun terkesan lembut.
"Iya, gue gak merhatiin tadi. Sekali lagi makasih ya." Celetuk Fiza agak Canggung.
"Iya. Udah sana masuk mobil, hati hati jalannya." ujarnya menatap Fiza lembut.
"Iya, yuk guys!" Ujar Fiza mengajak teman temannya pergi.
"Iya, Gimana? bener gak apa-apa?" Tanya Firly khawatir.
"Iya gak apa-apa, Cuma kaget doang kok." Jawab Fiza.
"lagian Lo ceroboh banget jalannya, untung ada Salman."
__ADS_1
"Gak fokus gue." Ucap Fiza Canggung.
teman temannya hanya menggeleng gelengkan kepalanya seraya melangkah pergi. Fiza hanya bisa tersenyum canggung menatap teman temannya itu.
Di dalam mobil, Citra fokus dengan kameranya, dia melihat hasil fotonya tadi. Lalu memposting foto yang sudah dia pilih ke akun Instagram nya.
Fiza, Risa dan yang lain juga telah masuk kedalam mobil. Hanya tinggal menunggu cowok cowok siap berangkat. Di kedai sana, cowok cowok sibuk berbicara seraya membayar pesanan mereka.
"Salman-Salman, Kalo suka tuh bilang aja sama Dia." Celetuk seseorang kepada cowok yg kerap di panggil Salman.
"Apaan sih Lo." Ketus Salman malas.
"Ngaku aja Lo, nih tangan gue yang kena tabrak Lo pas mau nolongin Fiza masih nyeri tau gak?!"
"Terserah Lo!" Ketus Salman seraya berlalu pergi.
Seseorang ini pun hanya menggeleng gelengkan kepalanya kemudian menatap seseorang di sampingnya dan angkat bicara padanya.
"Riski?! Gimana sih tuh temen Lo?"
"Tau?! Temen Lo juga kan!" Ucap Riski seraya mengangkat bahunya.
"Eh tapi nih ya, bahas suka sukaan... Gimana Lo sama si Fara? Udah resmi?" Imbuh nya lagi bertanya.
"Belom... Gue gak pernah punya waktu berdua buat nembak Dia." Jawab Fendi.
"Ya elahhhh... Lo nunda nunda muluk, nanti keduluan Lo, asal Lo tau, si Yusuf tuh juga suka sama Fara." Tukas Riski bocor.
"Serius Lo?! Wah gila! Jangan Sampek keduluan gue."
"Nah makanya cepet..."
"Nah terus gimana sama Lo?" Tanya Fendi balik.
"Cewek cewek kelas kita sih emang Cantik semua, baik dan perhatian lagi. Tapi gue sih tertarik sama si Ratu es itu."
"Wah gila Lo! Lo gak akan bisa dapetin hati dia, dianya aja gak suka banget bicara sama cowok."
"Iya sih. Tapi gue benar benar pengen nyoba."
"Woy, emang Lo gak nonton live dia pas ulang tahunnya?" Tanya Fandi.
"Ngak. Abis Gue gak tau ulang tahunnya." Jawab Riski.
"Pantesan! Asal Lo tau, dia itu pas ultah nya udah di lamar sama cowok."
Fendi mulai mengangkat topik mengenai hubungan Citra, Karna Riski tertarik pada Citra."
"Serius Lo?!"
"Gue serius! Dan bahkan cowok itu di terima bro! Makanya cari yang lain, dia udah punya tunangan."
"Yah, kandas dong harapan gue."
__ADS_1
Mereka berbincang seraya berjalan menuju letak sepeda motor mereka berada. Sampainya di sana, mereka mendapatkan celotehan amarah dari teman temannya, terutama yang cewek.
"Woy, lama banget kalian! Kita tuh nungguin! Cowok tapi jalan kayak Cinderella." Ketus Salman kesal
"Judes banget, maaf ya guys.."
"Ya udah cepetan ayok!" Ketus cewek cewek.
"Iya iya, sabar neng."
"Ya udah cepet! Kenapa malah basa basi sih?! Ini udah sore tau!!" Ketus Citra dingin.
Semuanya pun berhenti bicara, dan segera duduk di sepeda motornya menunggu bagian cewek jalan.
"Hoy! Karena ini sudah sore, kita langsung ke kafe blue beach." Ujar Citra lagi dengan nada santai.
"Ok, gak masalah Drin." Jawab semuanya serempak.
"Denger Lo cowok cowok?" Ujar indah mengangkat sebelah alisnya.
"Iya, kita ngikut aja kok, gak masalah." Jawab Fendi santai.
Citra pun memimpin jalan setelah sepakat dengan yang lainnya. Jalan raya di sore hari memang lumayan padat dengan kendaraan, walau tidak sepadat di pagi hari. dan pada akhirnya Perjalanan Citra dan teman teman nya terhambat karena macet.
• Di kampung juga ada macet loh...• Hanya saja Macet di kampung memang beda dengan macet di kota.
Citra dan teman temannya menunggu lumayan lama di keramaian, sekitar 20 menit Jalan pun lancar kembali. Citra dan yg lainnya pun bergegas berangkat lagi, namun mobil Citra terhenti karna seseorang.
"Cicit?!" Celetuk seseorang memanggil Citra.
Citra menoleh ke arah panggilan itu berasal. Citra pun menghentikan mobilnya dan menghampiri orang itu.
"Papa? Papa baru selesai ke acara akikahan?" Tanya Citra.
"Iya sayang." Jawab Papa.
"Ada bingkisan nya gak?" Tanya Citra penuh harap.
"Yang namanya akikahan itu pasti makan di rumah orang yang punya acara Cit." Jawab Papa mengelus rambut Citra.
"Ohh kirain bakal dapet makanan ringan atau kue." Celetuk Citra manyun.
"Kamu tenang aja... Kalo kue papa dapet dong..."
"Beneran?"
"Iya. Tuh ada dalem mobil."
"Asik banget punya papa kayak papa. Nanti kue nya buat Cicit ya pa? Jangan di kasih ke orang lain loh."
"Iya. Nanti papa suruh bik Maryam simpan baik baik buat kamu."
BERSAMBUNG..........................................
__ADS_1