
Semua kru dan pekerja Citra pun pergi berlalu dari area gerbang. Citra menatap kepergian mereka, saat semua orang telah lenyap dari pandangan nya. citra pun mulai angkat bicara pada Rena.
"Tau dari mana Lo rumah Gue?" Ujar Citra dingin.
*Dia inikan Ratu es Audrin! Jadi tunangan Bara Mahardika itu Si Ratu Es Audrin?!* Gumamnya terkejut.
"Hey, Gue lagi ngomong sama Lo, Lo denger gak sih?" Ketus Citra dingin.
"Ah!! Aku denger Kok, aku ngikutin temen temen Kamu..." Ujar Rena Canggung.
"Kamu itu Ratu Es Audrin kan?" Ujar nya lagi.
"Lo juga udah liat wajah gue, ngapain masih nanya?!" Tukas Citra dingin.
*Beneran Cocok sama julukannya! Dingin banget nih cewek, sama kayak si kulkas itu.* Gumamnya lagi.
"Cepetan Lo ngomong, mau apa Lo kesini?" Ujar Citra dingin.
Rena pun terdiam dan menunduk dalam, dia tidak tau harus bicara bagaimana, Dia gugup dan Canggung ingin memulai dari mana. Di tambah lagi.. ini adalah pertama kalinya Rena meminta maaf pada seseorang.
Dengan sifat Rena yg sombong dan angkuh itu, dia sering seenaknya kepada seseorang Karna status keluarga nya yg lumayan berderajat tinggi di mata teman temannya. Rena pun hanya mau berteman dengan anak orang kaya.
"Hello Nona, Lo mau bicara apa ngak?!" Celetuk Citra dingin.
"Aku mau kok, aku kesini ingin minta maaf sama kamu."
"Minta maaf atas apa?" Ujar Citra dingin.
"Atas kejadian kemaren, itu terjadi karna gue yg sengaja jebak Bara agar kalian ribut dan pisah." Jawab Rena cemas.
"gue minta maaf, Gue yg sengaja mau bikin kalian ribut.. "
"Ohh." Ucap Citra singkat dan dingin.
Rena menatap Citra, dia terkejut dengan respon yg citra berikan padanya, wajah Citra pun Biasa saja saat merespon pernyataan dari Rena.
"Lo gak usah natap gue begitu, gue udah tau kalo Lo sengaja jebak kak Bara Dari rekaman yg ada di ponsel temen gue." Ujar Citra dingin namun santai.
"Jadi kamu gak akan Ninggalin Bara kan?"
"Haha ninggalin? Lo kira Dengan buat salah paham sedikit udah bisa memisahkan gue sama kak Bara?! Konyol!"
"Tapi kamu marah sama bara, kamu kecewa sama dia Karna kejadian itu kan?!"
"Iya, gue marah, Tapi gue hanya marah Karna gue cemburu! Gue gak suka Dia meluk cewek lain dengan lembut!" Ketus Citra dingin.
"Maaf..." Ujarnya canggung.
"Kak Bara tidak pernah merespon cewek dengan lembut selain gue. Tapi semalam Gue liat sendiri ekspresi lembut di wajahnya saat meluk Lo?! Dan gue benci dengan itu." Ketus Citra panjang lebar dingin dan santai.
__ADS_1
"Ratu... Bara gak tau apa apa. Mungkin dia mengira aku beneran ketakutan, Karna dia tau kalo aku emang takut dengan kegelapan."
"Heh! Pergilah. Gue udah selesai sama Lo." Ujar Citra dingin.
"Ngak ngak, aku gak akan pergi sebelum kamu memastikan kamu gak akan Ninggalin Bara." Ujarnya panik.
"Haha, gue gak akan Ninggalin kak Bara Hanya Karna masalah kecil kayak gini, Ikatan kami gak serapuh yang Lo pikir! Gue dekat sama kak Bara bertahun tahun! Dan gue tau betul kepribadian nya." Ujar Citra panjang lebar dan dingin.
"Sekarang silahkan pergi. Gue gak mau melihat Lo lebih lama lagi." Imbuh Citra dingin.
Rena tak bisa mengatakan apapun. Dia hanya bisa pasrah dan pergi meninggalkan rumah Citra, di sisi lain, di ruang tamu Risa menghubungi Bara dan mengatakan alasan dari kemarahan Citra. Setelah mengetahui alasan kekecewaan Citra pada nya, Bara segera bergegas pergi ke rumah Citra dengan ojek online.
• emm aku kasih info lagi, kalo di pulau ini tuh orang bisa pesan ojek online dengan aplikasi khusus pulau ini, aplikasi khusus itu hanya berguna di pulau ini, bisa pesan ojek online, taksi online juga ada, pokoknya yang serba delivery order di kampung ini.•
1 jam kemudian, Bara sudah sampai Di rumah Citra, melainkan Risa dan yang lain sudah pergi. Di rumah hanya ada Citra, Rendi dan Arsha yang masing kecil yang tak bisa bermain ke luar sana.
"Pak, Audrin ada kan?" Tanya Bara pada pak satpam.
"Iya mas, non Audrin ada di dalam." Jawab pak satpam.
"Ok, makasih pak." Ujar Bara seraya masuk ke dalam halaman rumah Citra.
Bara bergegas menuju teras rumah dan bergegas masuk ke dalam mencari Citra. Namun Bara hanya menemukan Rendi yang duduk di sofa ruang tamu.
"Rendi? Kok ada disini." Tanya Bara.
"Aku Pulang Karna liburan sekolah." Imbuh Rendi menjawab pertanyaan dari Bara.
"Emm, Bak Citra nya ada?" Ujar Bara.
"Ada di belakang, lagi di kolam berenang." Jawab Rendi Santai.
"Dia berenang?" Celetuk Bara penasaran.
"Ngak, Cuma duduk santai aja."
"Ohh Ok, Mas Bara temui Bak Citra dulu ya." Ujar Bara seraya pergi menuju ke belakang rumah.
"Ok." Jawab Rendi Singkat.
Bara pun menemui Citra di kolam renang, dia melihat Citra yang duduk diam di pinggiran kolam seraya memainkan air dengan kedua kakinya. Bara Pun Datang menghampiri Citra.
"Drin." Celetuk Bara menyapa Citra.
"Kak Bara?! Ngapain disini?" Ujar Citra dingin.
"Segitunya, Aku kan udah biasa kesini." Ujar Bara canggung.
"Ok, Mau apa kamu ke sini?"
__ADS_1
"Aku mau ngejelasin masalah kemarin."
"Gak perlu, semuanya udah jelas! Kelembutan kamu terbagi." Ujar Citra dingin seraya beranjak pergi.
"Sayang tunggu dulu, pliss dengerin aku." Ujar bara seraya meraih tangan Citra.
"Lepasin tangan aku." Ujar Citra dingin.
"Gak mau." Celetuk Bara Bersih keras.
"Ihh!" Remang Citra seraya mendorong Bara.
Karna di dorong dengan kasar oleh Citra, Bara terpeleset di pinggiran kolam yang licin dan akhirnya jatuh ke dalam kolam.
"Eh eh!" Byurr!. Bara jatuh kedalam kolam.
"Kak Bara?!" Kejut Citra.
"Ya ampun Drin, tega benget kamu Dorong aku Sekasar itu sampe aku jatoh!" Ujar Bara manyun.
• TEGA NYA BAK CITRA NIH😰🥲.
"Ya-ya maaf kak, aku gak sengaja... Ya udah sini naik."
"Aku lewat tangga aja, Dalem banget kolam berenang kamu Drin." Ujar Bara seraya berenang menuju ke tangga kolam.
• SEBENARNYA BAGI BARA NIH GAK DALEM KOK GUYS 😅.
"Ya kamu tau sendiri aku suka berenang. Kalo dangkal gak seru! Kalo dalem kayak gini kan kayak ada di laut." Ujar Citra seraya tersenyum tipis.
"Dasar pecinta lautan! Rumah pun di buat kayak pantai." Celetuk Bara menggeleng gelengkan kepalanya.
"Eh?! Audrin?!" Teriak Bara."
"Kenapa Kak? Kok teriak teriak gitu sih?!" Tukas Citra kaget.
"Kaki aku... Kaki aku kram! Tolongin.. aku Drin." Ujar Bara yg hampir tenggelam.
"Hah?! kenapa bisa? Jangan bercanda deh kak!" Teriak Citra panik.
Bara Tak menjawab, Bara telah tenggelam karena tak dapat menggerakkan kakinya yang kram, di tambah kolam renang Citra yang lumayan sangat dalam.
"Kak?! Kak Bara?!" Panggil Citra panik.
"Bibik! Tolong.. Ahh kak Bara!!" Teriak Citra memanggil pelayan seraya panik dengan bara yang tenggelam.
• AGHHH MAS BARA..... 😱ðŸ˜
BERSAMBUNG..............
__ADS_1