Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 95


__ADS_3

"Tidak becus! Tak berguna! Lalai! Itu adalah kalian!" Sentak Bara emosi seraya menunjuk tajam 3 orang di hadapannya itu.


"Bodohnya aku mempercayakan kalian untuk menjaga Audrin." Sambung Bara memutar pergelangan tangannya yang habis di gunakan untuk memukul 3 orang itu.


"Tu-Tuan Muda, tenangkan diri anda." Bujuk Kenzo takut dan kasihan dengan para bawahannya.


"Diam kau Ken! Atau kau juga akan menerima hal sama!" Bentak Bara menunjuk tajam Kenzo.


Seketika markas menjadi sunyi senyap, Hanya suara langkah kaki dari sepatu puluhan juta milik Bara yang menggema di ruangan itu. Semua bawahan Bara bergidik ngeri dengan suasana yang mencekam itu. Apalagi 3 orang yang terus Bara putari dengan wajah suram nya.


"Katakan! Bagaimana Audrin bisa mempunyai luka di pergelangan tangannya?!" Tanya Bara penuh penekanan yang sigap mencekik salah satu orang itu.


"Khuk khuk!! Maaf... Maafkan saya..." Ucap Leon lemah dan terbatuk-batuk karena cekikan dari tangan kekar Bara.


Yah, itu Leon, Sebuah cekikan kuat mendarat di leher Leon, selain langkah Bara pas di posisinya, Leon juga merupakan yang paling handal di antara Glen dan Mike. Hal itu yang membuat Bara begitu emosi.


Bara menghempaskan tubuh Leon ke lantai, Leon hanya bisa memegangi lehernya yang terasa sakit bahkan nafasnya yang sesak, dia terus batuk batuk karena nafasnya yang tadi sudah mencekal.


Kenzo membantu Leon berdiri dan mengusap punggung Leon guna melancarkan pernafasan nya, setelah itu Leon berdiri di posisinya lagi yang dimana terdapat Bara sedang duduk di sebuah kursi dengan tatapan tajamnya.


"Katakan!! Aku tidak ingin mengulanginya lagi." Sarkas Bara tak sabar.


Glen pun menjelaskan kejadian di rumah sakit mewakili Mike dan juga Leon yang sudah lemah untuk bicara karena tenggorokan nya yang sakit.


"Dengarkan aku baik baik, aku bisa mentolerir kesalahan kalian kecuali menyangkut Audrin!" Tekan Bara menodongkan pistol kearah ketiga nya.


"Oh tidak tidak, aku sudah berjanji pada audrin untuk tidak membunuh." Tukas Bara tersadar akan janjinya dan kemudian membuang sembarang senjata di tangannya itu.


Hanya kata itu, Setelah mengatakan kata-kata itu Bara pun pergi meninggal semua anak buahnya yang dalam keadaan gemetar, tak terkecuali Kenzo. Apa lagi dirinya yang mendapat ancaman nyawa dari Bara jika kesalahan nya terulang lagi.

__ADS_1


Sementara itu di keluarga Meida, kedua orang tua Helena dan Jessi sedang berkumpul membahas nasib anak anak mereka, Mereka berdiskusi bagaimana cara yang aman untuk negosiasi dengan Bara, namun semua yang di sarankan malah akan membuat semuanya lebih hilang kendali.


"Sudah, Aku rasa begini saja sudah cukup, yang penting anak anak kita masih selamat, begitu juga dengan kita." Ujar Josep pasrah.


"Benar yang tuan Josep bilang Mas, Yang penting kita selamat. Coba Papa ingat ayah Oliv, dia langsung tewas! Harusnya kita bersyukur masih hidup." Ucap Mama Jessi setuju dengan ucapan dari Josep.


*****


🌞🌞__🍃 🕊️🕊️


Mentari pagi bersinar menyinari sekeliling mansion Handika, pantulan cahaya yang bersinar lewat celah fentilasi kamar membuat gadis cantik yang sedang tidur terbangun.


Citra memposisikan dirinya duduk dan bersandar di sandaran ranjang yang di lapisi bantal olehnya, Terlihat maid yang menemaninya sepanjang malam tengah berdiri di sisi ranjang, Ia menyodorkan susu dan sandwich pada Citra.


"Sejak kapan kamu menungguku bangun?" Tanya Citra menerima nampan yang berisi susu dan sandwich itu.


"Tidak menunggu sama sekali Nona, saya baru datang 1 menit lalu dan anda sudah bangun." Jawab Alice sopan.


"Ada Nona, tapi tuan muda baru saja pergi lagi. Tuan muda berpesan agar anda istirahat dengan baik dan tidak perlu memikirkan kuliah, itu sudah tuan muda urus."


"Ohh baiklah... Bisakah membawaku jalan jalan? Aku bosan." Ujar Citra mengeluh.


"Sesuai kemauan anda Nona." Ucapnya setuju.


Citra tersenyum kemudian dia menyantap makanannya, setelah habis nampan ia berikan pada Alice untuk di bawa pergi, tidak lupa selama Citra sarapan Alice pergi ke kamar mandi menyiapkan air untuk mandi karena Citra meminta itu.


Alice mendorong kursi roda Citra menuju kamar mandi kemudian meninggalkan nya dan turun ke bawah menaruh nampan di tangannya ke dapur, setelah itu dia kembali ke kamar untuk menunggu Citra selesai mandi.


"Eh, wait Alice." Cegah maid lain yang melihat Alice dengan bahasa internasional nya.

__ADS_1


"Yes, why???" Tanya Alice mengernyit.


•EH.... LUPA 😅 KEMBALI KE BAHASA INDONESIA. BLUSH........🌬️🌪️


"Gimana dengan Nona itu? Apa dia manja dan juga kasar?" Tanya nya pada Alice.


"Hahaha kamu salah, malahan Nona sangat lembut dan baik. Aku senang menjaganya, dia sangat peduli pada ku walaupun aku hanya pelayan disini."


"Wah Benarkah?" Tanya nya berbinar.


"Iya, ya sudah aku harus segera ke kamar tuan muda menunggu nona selesai mandi." Ucapnya Tampa menunggu balasan rekan kerjanya itu dan langsung berlalu pergi.


*****


"Aduh... Aku susah mandi dengan satu tangan begini. Tapi tidak mungkin aku minta Alice membantuku." Keluh Citra menatap lengannya yang terluka.


"Baiklah biarkan saja, tapi ini akan membuatku mandi sangat lama." Sambung Citra menghembuskan nafas panjang.


Citra pun melanjutkan acara mandinya, hampir 30 menit kemudian Alice mengetok pintu kamar mandi karena khawatir dengan keadaan Citra yang tak kunjung selesai selesai.


Citra membuka pintu kamar mandi dengan keadaan yang bersih dan wangi. Tercium jelas aroma lemon dari tubuhnya yang tertutupi handuk kimono menerpa Indra penciuman Alice. Alice mendorong kursi roda Citra keluar kamar mandi dan menuju ranjang, bahkan pakaian ganti sudah Alice siapkan di atas ranjang.


...Note: Saat Citra setuju tinggal di mansion, Bara memerintahkan Kenzo Dan Agnes untuk mengambil pakaian nya dan Citra ke apartemen. Jadi semua pakaian Citra sudah tersedia di lemari pakaian milik Bara. DUH KASIAN BARA, UDAH PINDAH KAMAR LEMARINYA JUGA GANTI PEMILIK WK. 😅...


*Tuan Muda yang tidak suka barangnya di sentuh orang lain, ini malah bersedia pindah kamar dan memberikan kamar ini untuk nona tinggali. Sungguh Cinta yang membuat orang melupakan segalanya.* Batin Alice diam diam tersenyum.


"Kamu bisa pergi dulu, sisanya aku bisa sendiri, kamu berhutang jalan jalan dengan ku." Ujar Citra tersenyum manis.


*Oh ya ampun... Sebelumnya walaupun sikapnya lembut tapi wajahnya selalu datar, bahkan aku yang perempuan terpana dengan senyuman nya, apalagi Tuan Muda.* Pekik Alice dalam batinnya.

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi dulu Nona." Pamit Alice sopan yang di balas anggukan oleh Citra.


BERSAMBUNG............................................


__ADS_2