Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 83


__ADS_3

"Assalamualaikum, Aku pulang." Ucapnya Seraya membuka pintu.


"Waalaikumsalam, udah dapat kerjaan?" Tanya sang ibu cuek.


"Belom buk." Jawabannya gugup seraya menunduk dalam tak berani menatap sang ibu.


"Kamu ini gimana sih?! Masa sampai sekarang gak dapat juga?! Dasar anak tak berguna." Bentak sang ibu kasar.


"Buk, aku pengen kuliah seperti teman teman ku. Aku belum ingin bekerja." Ujarnya lirih.


"Kuliah! Kuliah! Uang dari mana kamu mau kuliah hah?! Makan aja susah! Masih pengen kuliah?! Mau jual ginjal kamu buat biaya iya?!"


"Tapi Buk, aku masih ingin melanjutkan pendidikan ku... Tidak bisakah Ibuk mengizinkan--" Ucapannya terputus karena bentakan sang ibu.


"Tidak Bisa! Semua orang dirumah ini bekerja untuk makan sehari-hari, kamu juga harus! Apa gunanya kamu ada di sini!" Cercah sang ibu galak.


Dia hanya bisa diam dengan mata yang berkaca kaca. Ibunya terus mendesaknya untuk bekerja, namun hatinya tak siap untuk itu, dia punya impian yang ingin ia wujudkan, walaupun pada akhirnya impian itu harus di kubur sedalam dalamnya karena ekonomi keluarga.


Tin tin tin tin!


"Diam! Jangan coba-coba menunjukkan raut wajah menyedihkan mu itu pada bapak mu!" Sarkas sang ibu saat mendengar klakson sepeda motor berhenti di halaman rumah.


Dia hanya diam seraya mangut mangut kecil mendengar perkataan yang di lontarkan sang ibu.


"Assalamualaikum Ibuk, bapak pulang..." Celetuk bapak dari arah pintu.


"Waalaikumsalam, bagaimana pak kerjanya?" Tanya Ibuk menyambut suaminya dengan mencium pungguk tangan sang suami.


"Alhamdulillah lancar Buk." Jawab Bapak pada sang istri dengan senyum hangat nya.


Usai menerima sambutan dari sang istri bapak pun masuk kedalam rumah yang diiringi sang istri. Sampainya di dalam rumah, Bapak di kejutkan dengan adanya putrinya di ruang tamu.


"Wulan? Kok dirumah nak?" Tanya Bayu heran melihat putrinya ada di rumah di jam yang biasanya Wulan pasti di luar.

__ADS_1


Wulan, Ya! Itu adalah Wulan, anak malang di kelurga kecil. Ibu kandungnya meninggal saat ia berusi 5 tahun, dan ayahnya menikah lagi dengan ibu tirinya saat ini.


Dari dulu Wulan selalu dilarang untuk main keluar, ia selalu di paksa untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan bekerja. Pekerjaan rumah yang sebenarnya sudah selesai sang ibu selalu menambah nambah.


Sampai saat ini pun Wulan tak pernah tau apa itu berteman, karena ia tak pernah keluar rumah kecuali sekolah. Namun sekarang sekolah pun tak bisa Wulan lihat, ia tak bisa masuk universitas karena keadaan keluarganya yang sulit.


"Udah pulang pak, maafin Wulan ya pak, Wulan belum dapat kerjaan." Ucap Wulan seraya menyalami sang bapak.


"Gak apa-apa, emang kamu beneran mau kerja? Kamu gak mau kuliah?" Tanya bapak serius.


Wulan terkejut dengan pertanyaan dari bapaknya, ia melirik ibu tirinya yang akhirnya mendapatkan delikan tajam dari matanya.


"..... Wulan mau kerja aja pak buat bantu keluarga. Wulan juga gak mau repotin bapak sama Ibuk."


"Maafin bapak ya nak, gara gara ekonomi kamu malah gak bisa kuliah."


"Gak apa-apa kok pak. Wulan seneng bantuin Ibuk dan bapak cari uang."


Pak Bayu, ya! itu adalah nama ayah Wulan, dan sang ibu tiri bernama Sarah. Dulu Wulan di perlakukan baik oleh Sarah, karena itu Wulan mengizinkan sang ayah untuk menikah lagi dengan nya, siapa sangka 3 tahun kemudian Wulan malah di perlakukan seperti pembantu.


"Udah pak, sekarang bapak mandi aja, bukannya bapak masih harus kerja lagi?" Ujar Sarah pada pak Bayu.


"Iya buk, jangan sampai telat di hari pertama kerja, pekerjaan ini bagus banget buk, kerjanya gampang tapi gajinya lumayan tinggi buk."


"Benarkah pak?" Tanya Sarah bersemangat.


"Iya buk, menurut Ibuk gimana? Kalau Bapak berhenti aja jadi tukang parkir dan menetap sama kerjaan itu?"


Tukang parkir, itu adalah pekerjaan bapak Wulan, dan ibu tirinya bekerja jika ada panggilan untuk mencuci baju tetangganya, dan ia juga bekerja menjadi tukang bersih bersih di sebuah sekolah yaitu SMA bakhti.


"Emang berapa perbulan pak?" Tanya Sarah penasaran.


"500 Ribu buk, itupun cuma menjaga kebun buk. Sama kalau waktu panen ya panen buah buahan itu. itu udah tinggi buat pekerjaan di kampung kayak gini buk." Jawab pak Bayu senang.

__ADS_1


"Wah.... Kalau menurut Ibuk sih bapak pilih aja kerjaan itu, dari pada hasil parkir yang gak nentu."


"Bapak ada kerjaan baru? Kok gak kasih tau Wulan?" Tanya Wulan yang sedari tadi hanya menjadi pendengar.


Mendengar pertanyaan putrinya itu, pak Bayu pun menatap wulan. "Maafin bapak, bapak lupa." Jawab pak Bayu tersenyum ke arah Wulan.


Wulan hanya mangut mangut, kemudian tersenyum pada bapaknya itu. Kemudian Wulan pamit ke belakang untuk membuatkan minuman untuk bapak nya.


Selang beberapa saat Wulan keluarga menghampiri kedua orangtuanya dengan 2 gelas minuman di atas nampan yang ia bawa. Dan mereka pun berbincang bincang, tak luput juga Sarah yang akan baik pada Wulan saat sang suami ada dirumah.


"Nak, gimana kalau kamu kerja sama anak bos bapak." Ucap pak Bayu menawarkan.


"Kerja apa pak?" Tanya Wulan sopan.


"ART nak, atau baby sitter juga ada lowongan." Jawab pak Bayu seraya menyeruput minumannya.


"Em... Wulan takut gak bisa jaga bayi pak, kalo ART nya boleh deh. Bapak rekomendasikan aja Wulan, siapa tau Wulan diterima."


"Wah bagus sekali, Nanti bapak laporkan ya, semoga aja kamu bisa diterima."


"Amin..." Ucap Wulan penuh harap dan Do'a.


"Wulan jangan di biarkan kerja berat pak, kasian dia." Ucap Sarah dengan wajah kasihan.


Wulan terdiam seketika saat mendengar perkataan dari ibu tirinya itu, ia bingung harus bersikap bagaimana di depan bapaknya. Ia ingin bapaknya mengetahui sifat asli ibu tirinya itu, namun ia juga tak ingin menghancurkan rumah tangga bapaknya.


Larut dalam kebingungan, Wulan memilih pamit pada orangtuanya dengan alasan ingin membersihkan diri, Sarah dan pak Bayu pun menganggukkan kepala mereka mengizinkan Wulan untuk pergi.


Sarah menatap kepergian Wulan dengan tatapan Benci, juga senang karena Wulan telah pergi yang membuatnya tak harus terus berpura pura baik, yang tentu membuat Sarah jijik. Munafik? Yah! Itulah dirinya, Sarah si muka dua.


• JAHAT BANGET IBU TIRINYA. 🤨


BERSAMBUNG...............................................

__ADS_1


__ADS_2