
4 Tahun pun berlalu, Citra semakin sukses di dunia modeling nya, Rendi telah lulus S1 dan menempuh pendidikan S2 di Amerika, dengan bimbingan dan ketegasan kakaknya, Rendi berhasil menjadi laki-laki mandiri nan dewasa.
Sementara Sandy baru saja lulus SMA beberapa hari yang lalu, mungkin tepatnya 3 bulan yang lalu, dan kini Sandy tengah menempuh pendidikan S1 di korea, dan juga mengejar cita-citanya untuk menjadi seorang gamers.
Adik-adik Citra bisa dibilang telat sekolah semua, mengapa? Karena mereka berempat hanya beda kisaran 2 tahun, tapi pendidikan mereka terlampau jauh dari usia mereka.
Arsha, Ia baru menginjak kelas 2 SMA, dan kini ia menempuh pendidikan di sekolah Citra dulu, SMA Angkasa.
Dan Riska, ia sudah kembali setelah 2 bulan berada di Amerika, Aris juga begitu, Aris hanya menunggu panggilan kerja untuk kembali bekerja, dan kabar gembira nya juga, Riska sedang mengandung anak keduanya, baru berusia 2 minggu, sementara Yuda sudah berusia 7 tahun, dan sedang menempuh pendidikan di sekolah dasar sebagai siswa kelas II.
Bagaimana dengan Citra? Kabar gembira untuk masalah Citra, Ia sudah menikah 2 minggu yang lalu, dengan siapa? Dengan Bara tentunya.
Pernikahan keduanya dilakukan 2 tahapan, Pernikahan pertama atau ijab qobul dilangsungkan dirumah Citra, sementara untuk resepsi puncaknya dilaksanakan di Jakarta, dan pernikahan mereka adalah pernikahan termegah sepanjang sejarah, Bara menepati janjinya untuk memberikan pernikahan paling dikenang untuk Citra.
"Sayang~" Panggil Bara ketika memasuki rumah Citra.
"APA SIH KAK?! BISA GAK JANGAN BERISIK" Teriak Citra jengkel.
HAPP>Bara langsung memeluk Citra dari belakang.
"Kangen sayang~" Ungkap Bara manja.
"Ishh lepas kak, gak malu kalo kelihatan orang apa!" Tukas Citra menepuk punggung tangan bara yang stay di perutnya.
"Gapapa, lagian kamu istri aku, ngapain malu? Justru aku bakal makin nempel ke kamu." Pungkas Bara seraya mengeratkan pelukannya.
"Nanti kalo aku mati sesak napas jangan nyesel." Cetus Citra.
Bara lantas melepaskan pelukannya, lalu menatap Citra dengan senyuman canggungnya, Citra hanya memutar bola matanya jengah melihat kekasihnya itu.
"Kamu gapapa aku panggil kak mulu?" Tanya Citra.
"Gapapa, terserah kamu, senyaman kamu aja." Jawab Bara mengusap puncak kepala Citra.
"Kalo aku panggil Mas?" Tanya Citra.
"Eum jangan deh, udah keseringan dipanggil mas sama orang, kesannya umum banget." Tolak Bara, namun sebenarnya hatinya amat senang.
"Terus panggil apa?" Tanya Citra lagi.
"Sayang, Honey, Babe, My husband, Bubu." Jawab Bara mengeluarkan beberapa pilihan.
"Ishh" Desis Citra menyenggol kasar lengan Bara.
"Aku serius, bahkan aku cuma sekali mendengar kamu panggil aku honey, aku ingin sering mendengarnya." Pungkas Bara sungguh-sungguh.
Citra lantas menarik tangan Bara perlahan memutari sofa yang ia duduki, kemudian menarik Bara hingga terduduk di sebelahnya, dan Citra kemudian berdiri lalu duduk manja di paha Bara.
"Kenapa hem?" Tanya Bara.
"Mau dengar panggilan yang mana?" Tanya Citra.
"Semuanya." Jawab Bara, yang aslinya tidak percaya bahwa Citra akan melakukannya.
"Sayang~, Honey, Babe, Bubu, Cintaku, ganteng ku, Pria ku, My husband~" Panggil Citra mesra.
"😳" Pipi Bara memanas, hatinya amat senang mendengar panggilan itu.
*Oh ayolah......... Tahan Bara, jangan disini.* Batin Bara yang ingin sekali memakan habis istrinya itu.
Tiba-tiba saja kecupan manis mendarat di bibir Bara, siapa yang melakukannya? Tentu saja Citra, ia merasa gemas melihat Bara yang merona karena di panggil dengan panggilan mesra oleh-nya.
Bara menarik tengkuk Citra dan menahannya, sebuah kecupan kini berubah ciuman, Ciuman yang amat dalam, bahkan mereka tak sadar jika sedang berada di ruang tamu.
__ADS_1
3 menit kemudian Citra menepuk dada Bara yang langsung dipahami oleh laki-laki yang berstatus suaminya itu, Bara melepas tautannya dan membiarkan Citra mengambil nafas.
"Ishh kebiasaan ganas mulu." Desis Citra.
"Hehe, kamu yang mancing loh sayang." Ucap Bara.
"Iya deh iya." Balas Citra mengalah.
Sementara itu di atas orang tua Citra sedang memandangi pasangan baru yang bermesraan itu, mereka tersenyum dan juga menggelengkan kepalanya tak berdaya.
"Anak kamu Pa." Tukas Mama Fahira geleng kepala.
"Papa gak nyangka juga, Ma. Ternyata anak perempuan kita itu suka mancing." Balas Papa Ilham yang juga kaget.
"Khe khem, anak-anak, kalian itu jangan bermesraan di semua tempat dong, liat tuh." Celetuk Mama Fahira seraya menunjuk ke beberapa maid yang membelakangi Citra dan Bara.
Keduanya kaget, mereka menoleh ke sekeliling mereka, sungguh mereka telah lupa tempat.
"Maaf Ma, Pa, Bara lupa😁" Ucap Bara.
"Bukan kamu yang salah, itu Citra yang mancing mancing." Bela Mama Fahira.
"Sudah naik keatas, masuk kamar dan lanjutkan aja dikamar, kasian tuh orang-orang." Sambung Mama Fahira.
"Mama! Mama gak harus ngucapin semua yang ada di dalam pikiran mama!" Cetus Citra malu-malu, lalu berlari ke atas menghindari tatapan orang.
*Aghh malu banget~😫* Batin Citra.
"Eh, Sayang." Panggil Bara, namun tak di respon.
Bara pun pergi mengejar Citra ke lantai atas, tepatnya kamar, karena pelariannya tak akan ketempat lain😂
Sampainya didalam kamar, Bara melihat Citra yang tengah membungkus tubuhnya dengan selimut, Bara tersenyum, kemudian menutup pintu dan menguncinya, lalu mengaktifkan kedap suara.
"Engga!" Jawab Citra yang masih dalan kondisi pipi merah padam.
"Coba sini liat aku." Pinta Bara, dan Citra hanya mengintip sebentar.
"Aku cium lagi ya nanti kalo gak keluar😏" Ancam Bara.
"Ishh! Apa apaan sih! Cium cium mulu dipikiran-" Cetus Citra keluar dari persembunyiannya dan langsung di sambar dengan ciuman Bara.
"Eumm." Remang Citra.
"Jangan ngegas mulu cintaku." Gemas Bara setelah melepas ciumannya.
"Kak~ jangan cium cium lagi, ini masih siang, nanti aku kebablasan." Melas Citra.
"Aku yang untung dong." Pungkas Bara puas.
"Ish! Kak~ kamu pengen, aku juga pengen, tapi masih siang kak😫" Rengek Citra.
"Ya gapapa, emang kenapa kalau siang?" Tanya Bara
"Malu aja gitu." Jawab Citra.
"Gak usah malu, sini." Tutur Bara memposisikan Citra duduk di pangkuannya.
"Cium lagi." Pinta Bara, dan Citra menuruti.
_
_
__ADS_1
"Enghhh." Remang Citra.
"Ughh, Sayang mau?" Tanya Bara, dan Citra mengangguk, wajahnya bagaikan memohon.
Cup
"Eumm, kak~ janganhh banyak-banyak tandanya." Pinta Citra saat Bara asik membuat kismark di lehernya.
Alhasil, pada akhirnya Citra dan Bara bermain panas di kamar mereka, terjadilah acara menggempur di siang hari.
"Kali ini 5 jam ya?" Ungkap Bara di akhiri permintaan.
"Terserah." Saut Citra, dan Bara tersenyum penuh kemenangan.
*Cantik, semuanya cantik, dibawah ku seperti inipun semakin cantik, satu server denganku lagi.* Batin Bara yang asik menggempur istrinya itu.
"Fashh~ Fashhter~" Pinta Citra, dan Bara segera menuruti kemauan Citra.
*Ada istri yang lebih aneh dari dia gak sih? biasanya orang minta pelan, dia malah minta cepat.* Batin Bara seraya mempercepat aksinya.
_
_
5 Jam Kemudian.
"Sayanghhh~ puncak~" Ucap Citra bergetar.
"Sebentar." Pinta Bara.
"Hahhh." Seru Bara menjatuhkan tubuhnya di sebelah Citra.
Bara mencium kening istrinya dan tersenyum. "Cukup untuk saat ini, Makasih sayang~" Ucap Bara lembut.
"Eumn, jam berapa kak?" Tanya Citra serak.
"Jam 6 sore." Jawab Citra.
"Ayo mandi~ ikut makan malam bareng yang lain." Ajak Citra merentangkan tangannya.
Bara peka, ia bangun dan turun dari ranjang, lalu menggendong Citra ala bridal style menuju kamar mandi, tentu tidak sekedar mandi, mereka masih sempat Ciuman ganas di dalam kamar mandi, walaupun tidak mengulangi aksi saling gempur.
20 menit kemudian keduanya telah selesai membersihkan diri, mereka berdua segera turun menemui keluarganya untuk ikut makan malam bersama, posisi Citra masih di gendong oleh Bara, karena Citra merasakan lemas di kakinya.
Mama Fahira dan Papa Ilham yang melihat itu hanya diam tanpa banyak tanya, karena mereka juga tau apa yang telah terjadi pada putrinya.
"Bara, Lain kali jangan turuti kemauan Citra nak, kamu juga tahan diri, jangan berlebihan." Tutur Mama Fahira menasehati, karena ia tau sifat asli anaknya.
"Maaf Ma." Ucap Bara tak enak.
"Gak usah minta maaf kak, bukan kamu yang salah, kan aku yang maksa Full." Bela Citra.
"Citra,,, Jangan sampai kelelahan." Tutur Papa Ilham pula.
"Iya Pa, gak berlebihan kok." Ucap Citra.
"Kaki lemas doang yang ada." Gumam Citra.
"Sayang~ nanti lagi ya, sebentar aja deh, janji." Bisik Citra, dan Bara hanya bisa tersenyum canggung, bingung menghadapi istri bar-barnya.
*Kemana perginya Queen ice Audrin yang dulu tuhan,,, mengapa jadi liar begini.* Batin Bara tak berdaya.
SEREM DEH AUDRIN YANG SEKARANG😫
__ADS_1
BERSAMBUNG..........................................