
Sementara Citra dan para beberapa gadis itu berdebat Bara terpaku menatap Citra, pengalaman pertama melihat Citra marah marah dengan sifat alaminya, Bukan dengan sifat dinginnya tapi dengan sifat polosnya benar benar membuat Bara tegang.
*Selama satu tahun ini aku selalu melihat nya berpenampilan seperti gadis polos, sekarang melihatnya marah dengan tampilan itu ternyata....*
*Mengapa Audrin jadi kehilangan kendali begini ya?* Gumam Bara terus menerus dengan tubuh yang masih kaku.
"Huh! Enak ya di gandeng terus! Jadian aja sekalian!" Sarkas Citra penuh cercahan karena kesal.
Mendengar Cercahan itu Bara pun tersentak, Ia benar benar tak menyadari bahwa ada seorang gadis yang masih terus menggandeng nya.
Bara pun ngibaskan tangan gadis itu kasar dan nyengir kuda ke arah Citra karena canggung melihat ekspresi Citra yang marah. Citra menatap Bara tajam dan kemudian berlalu pergi.
"Eh eh! Sayang tunggu, jangan marah dong." Celetuk Bara mengejar langkah Citra.
Sontak semua gadis itu terkejut mendengar pernyataan dari Bara. Mereka benar benar tak habis pikir Bara memanggil Citra dengan sebutan sayang di hadapan mereka langsung.
"Apa mereka pacaran?" Tanya salah satu dari mereka.
"Kau gila, apa menariknya gadis culun itu sampai-sampai Bara mau padanya!" Sarkas yang satunya lagi.
"Tapi kau lihat dan dengar sendiri tadi kan! Bara mengejar gadis itu dan bahkan memanggilnya Sayang! Apa coba kalau bukan sepasang kekasih."
Semuanya pun saling menatap membenarkan perkataan gadis itu, dan dalam sekejap mata wajah mereka tampak dengan ekspresi kesal karena merasa tersaingi, bahkan tersaingi dengan seorang gadis culun, Udik!.
Sementara di sisi lain Bara terus mengejar Citra yang masih mengabaikan Bara, sementara Marina hanya menatap mereka dengan senyum heran dari belakang.
"Ihh tunggu, jangan marah dong... Kan gak sengaja." Ucap Bara yang telah berhasil meraih tangan Citra dan menghentikan langkahnya.
"Kamu ini ya! Gak kemanapun selalu aja narik perhatian gadis gadis! Gak kampus! gak belanja! gak jalan! Selalu aja narik perhatian cewek! Sampai di sentuh sentuh lagi!" Sarkas Citra dengan nada yang sedikit meninggi.
"Uh.... Ya... Ya ini kan karena aku tampan." Ucap Bara menggaruk pipinya dengan telunjuknya seraya menatap ke arah lain.
*Ugh! Iya juga sih... Ini bukan salah Kak Bara juga. Tapi ini gara gara wajahnya! Benar benar wajah tampan yang menyebalkan!* Gumam Citra membenarkan sekaligus menyalahkan!
"Ya-Ya tetep aja! Pokoknya lain kali kalau keluar kamu harus pakai masker! Titik!" Tegas Citra menusuk dada Bara dengan telunjuknya.
"Iya deh iya... Siap ratu ku." Celetuk Bara memberi hormat.
"Huh! Itu lebih bagus!" Tukas Citra memalingkan wajahnya.
"Iya... Udah kan cemburunya? Gak marah lagi kan?" Tanya Bara menatap Citra.
__ADS_1
"Ih siapa yang cemburu?" Ujar Citra mengelak.
"Itu marah marah."
"Ngak ya! Aku gak cemburu sama sekali!" Tegas Citra.
"Ohh Ya udah aku ke sana lagi aja, sekalian minta peluk!" Ucap Bara membalikkan badannya ke arah sebelumnya.
Citra pun terkejut dan menatap Bara tajam. Tapi tatapan itu malah membuat Bara terkekeh. Bara merasa gemas melihat ekspresi kekasihnya itu saat ini.
"Ngapain ketawa?!" Tukas Citra menatap tajam Bara.
"Gak apa-apa, masih gak mau ngaku kalau Cemburu?"
"Ih... Bener bener nambah emosi! aku mau ke toilet! Gak mau bicara sama kak Bara lagi!" Tukas Citra seraya beranjak pergi.
Sementara Citra yang pergi dengan rasa malu bercampur kesal, Bara terkekeh merasa sangat gemas melihat tingkah Citra. Tepat saat itu juga Marina pun menghampiri Bara.
"Kamu cuma sekedar suka atau bagaimana sama Citra?" Tanya Marina menatap Citra yang pergi.
"Dia tunangan ku, wanita ku satu satunya!" Ucap Bara menegaskan seraya menatap punggung Citra yang masih tersisa dalam pandangannya.
"Hah! Sejak kapan?"
"Ohh, Ba-baiklah..." Ucap Marina gugup seraya mangut mangut menyetujui.
*******
• Di sisi lain di kampung halaman Citra.
"Hey Risa!" Celetuk seseorang memanggil Risa.
"Eh, Mira? Kenapa Lo? Kok ngos-ngosan gitu?" Tanya Risa menyipitkan matanya.
"Ihh ini karena nyari Lo dari ujung ke ujung dunia ini tauk!." Celetuk Mira menjawab pertanyaan Risa.
"Ya elah lebay banget Lo. Mau ngapain emang?"
"Itu! Bi-Bisa... bisa gak..." Ucap Mira terbata bata.
"Ih... Atur dulu nafas Lo dodol! Bicara kayak gitu mana bisa kelar!" Tukas Risa menggeleng gelengkan kepalanya.
__ADS_1
Mira yang awalnya membungkuk pun menegakkan badannya dan mengatur nafasnya baik baik, setelah beberapa tarikan dan hembusan nafas panjang dadanya baru terasa lega, setelah dirasa stabil untuk bicara Mira pun mulai angkat bicara lagi.
"Itu! Lo bisa gak kasih tau gue kelanjutan puisi yang ada di insta story Lo?"
"Lah? Itu bukan gue yang buat, emang mau ngapain Lo nanya puisi?"
"Gue ada tugas, di suruh buat puisi. Jadi tolongin gue dong.."
"Ohhh. Tapi itu beneran bukan gue yang buat. Itu gue ambil dari buku harian Audrin."
"Jadi Audrin yang buat?" Tanya Mira terkejut.
"Iya, pas gue bilang mau liat keajaiban itu loh, hari esoknya gue minta sama Audrin, dan baru sempat post kemarin."
"Ohh, Jadi gue minta ke audrin nih?"
"Ya elah malah pakek nanya, Ya iyalah dodol! Kalo gak ke audrin ke siapa lagi coba?!" Cercah Risa geram.
Mira hanya bisa nyengir kuda pada Risa, Risa hanya bisa pasrah terhadap temannya yang satu ini. Aneh memang teman teman Risa, Ada yang Lelet, Dodol, mulut savage, tukang makan, dan bahkan bucin. Hampir komplit memang.
____________
"Hey Risa! Pulang yuk." Celetuk seseorang memanggil Risa.
Risa menoleh ke arah suara itu yang terlihat Fiza berlari kecil ke arahnya.
"Ayo, yang lain mana Za? Gak mau pulang bareng juga?" Tanya Risa yang tak melihat keberadaan teman temannya yang lain.
"Mereka masih ada urusan, terus si Fara udah pulang bareng Fendi."
"Ohh, terus Lo? Salman gak jemput?" Tanya Risa menggoda.
"Ih ngapain Coba, gue kan bawa motor sendiri." Ucap Fiza malu malu.
"Hahah bercanda Za... Lo sampe merona gitu, liat tuh muka Lo kayak kepiting rebus." Celetuk Risa mencoel pipi Fiza.
"Kalo suka makanya ngaku aja, jangan sok gak peduli haha." Ucap Risa menyenggol bahu Fiza.
Fiza hanya diam dengan pipi yang merona, ia amat malu karena di goda oleh Risa. Sebenarnya Fiza ingin mengubur perasaannya pada Salman, Namun perlakuan Salman padanya membuatnya tak bisa mengubur perasaannya itu.
Mungkin Jawabannya untuk Salman akan segera Fiza berikan.
__ADS_1
• KIRA KIRA APA JAWABANNYA YA? 🧐
BERSAMBUNG...................................................