
Citra berjalan ke arah dapur, Dia mencuci tangan nya lebih dulu sebelum menghampiri Bara di meja makan. Bara sesekali menatap Citra seraya menyajikan makanan di atas meja.
Setelah selesai Bara menunggu di meja makan sebentar sebelum Citra datang menghampiri nya dan mulai makan siang Bersama.
*Ini.... Ini enak Banget.... Kak Bara bener bener pandai masak.* Gumam Citra.
"Drin? Kenapa? Gak enak ya? Kok diem?" Ujar Bara yang melihat Citra terdiam saat menyantap masakan yang dia buat.
"Ah! Bukan kak, Ini enak banget loh... Aku takjub banget... Kebanyakan Cowok Ilfil sama yang namanya Masak. Baru kali ini aku liat cowok masak."
"Kalau kamu suka, kelak aku bakal sering sering masak buat kamu."
"Ih apaan sih, emm abis ini aku langsung pulang ya Kak. Mau menyiapkan buku buku untuk kelas sore hari ini."
"Ohh iya, Semangat ya belajarnya." Ujar Bara tersenyum manis.
Citra hanya tersenyum pada Bara seraya melanjutkan menyantap makanan nya, begitupun Bara yang ikut melanjutkan menyantap makanan yang ada di depannya itu.
Setelah selesai, Citra langsung bergegas pulang ke apartemen nya sendiri dan mulai menyiapkan buku buku untuk kelas sore ini. Citra membaca salah satu buku mapel hari ini untuk sekedar memahami sedikit isinya, walau hanya beberapa paragraf saja.
__ADS_1
• 1 Minggu Kemudian.
Tidaklah asing bagi semua orang bahwa akan banyak sekali muda mudi yang berlalu lalang di depan universitas. Aktivitas yang sudah menjadi makanan sehari hari bagi mahasiswa mahasiswi untuk menempuh pendidikan.
Di tengah kepadatan itu sebuah mobil berhenti di depan gerbang universitas, Keluarlah seorang supir yang membukakan pintu untuk Bos. Tampaklah lelaki tinggi, tampan dan kulit yang putih bersih keluar dari mobil.
"Hey Lihat Lihat! Cowok itu ganteng banget..." Ujar salah satu siswi yang melihat pemuda itu.
"Wah benar... Ahhh mengapa dia begitu tampan? Apa dia murid baru disini?"
"Murid baru atau tidak aku tidak peduli, Yang pasti aku harus menikmati ketampanannya dulu... Ahh dia benar benar sempurna, kurasa dia sudah menyaingi siswa siswa cowok yang ada di universitas ini."
"Tidak perlu, aku bisa menangani nya sendiri."
"Ba-baiklah... Apa saya harus menunggu sampai kelas anda selesai?" Ujarnya Sopan.
"Tidak perlu, kamu Kembalilah...." Jawab Bara dingin Seraya mengibaskan tangannya.
"Baik, Saya pamit tuan muda."
__ADS_1
Bara tak bicara apapun, Bara berjalan masuk ke halaman universitas. Sampai di pertengahan jalan Dia di hadang oleh segerombolan gadis di depannya. Namun pada akhirnya Bara berhasil terlepas dari segerombolan gadis gadis yang menggila itu berkat sifat dinginnya.
Setelah terbebas dari kerumunan orang orang itu, Bara bergegas pergi menuju Ruangan Dekan. Sontak kedatangan Bara membuat Dekan menjadi kikuk dan gugup.
"Tuan Muda Mahardika?! Ternyata anda yang datang, Maaf tak menyambut kedatangan anda, ap-apa ada yang bisa saya bantu Tuan?"
"Aku datang hanya untuk melapor sekaligus bertanya kelas ku."
"Ha? Kelas? Anda ingin bersekolah di universitas ini?"
"Iya, apa kau tidak membaca dengan jelas Berkas milik Ku?!" Ujar Bara dingin.
"..... Saya benar-benar tidak mengira itu benaran anda, sebentar saya lihat dulu." Ujar Dekan seraya bergegas mencari berkas keterangan milik Bara.
"Ohh Jurusan manajemen, Mari mari, saya antar pada dosen yang akan mengajar di kelas anda hari ini." Ujar pak dekan memimpin jalan.
"Ok." Jawab Bara singkat seraya menyusul langkah Dekan.
Next.....
__ADS_1