
Kini salman sudah berhadapan langsung dengan Citra, Eza dipaksa minta maaf kepada Salman oleh Citra, karena pasalnya Eza hampir saja menyerang Salman yang ia anggap sebagai paparazi.
"Maaf Mas, Saya gak sengaja." Ucap Eza menunduk.
"Ah tidak apa-apa, anda hanya sedang waspada saja, saya paham itu." Ujar Salman tersenyum dan memaklumi.
"Terimakasih atas pengertiannya, Mas." Ucap Eza senang.
"Iya." Balas Eza.
"Khem, Man, ini kita langsung ke inti bisa kan?" Tanya Citra.
"Eh! Eng.... Iya, bisa Drin, langsung aja." Jawab Salman gelagapan.
"Maksud gue ngajak ketemu Lo disini itu, karena gue niat ngajak Lo masuk kru gue, tapi Lo tenang aja, gue bukan nyuruh Lo kerja di bidang editing, gue cuma mau Lo jadi fotografer di kru gue." Jelas Citra.
"Gimana?" Tanya Citra.
"Emm, gimana ya Drin, gue juga bingung." Ucap Salman canggung.
"Ok ok, yang namanya kerja butuh kejelasan, jadi disini gue udah nyiapin berkas, maksudnya kertas kontrak kerja Lo sama gue, silahkan dibaca dan di pahami baru buat keputusan." Pungkas Citra seraya mencari berkas itu di dalam tas nya.
"Ini." Ujar Citra menyodorkan berkas yang ia maksud kepada Salman.
Salman lantas membacanya seksama, semuanya tertera dalam kertas yang ia pegang saat ini, semua penjelasan tentang tawaran Citra sudah terpampang jelas, bahkan masalah gaji tentunya.
"Lo ngasih 5jt perbulan?" Tanya Salman.
"Iya, kalo Lo gak puas dengan gajinya, gue bisa nambah, hemmn atau jadi Fotografer pribadi gue aja, gak usah masuk kedalam grup kru gue, gajinya 10jt." Jawab Citra sekaligus membuat penawaran lagi.
*What?! Ternyata kerja sama artis tuh banyak untung.* Batin Salman.
"Gimana, Salman?" Tanya Citra.
"Man?" Panggil Citra yang sadar Salman bengong.
"Salman Alfarisi bin Hasanuddin Akbar?!❄️" Panggil Citra dingin+
"Eh, Maaf maaf." Ucap Salman panik.
"Gue~ gak masalah masuk kru Lo aja, hitung-hitung belajar." Sambung Salman memberikan jawabannya.
"Ok, jadi Lo menerimanya?" Tanya Citra.
"Iya." Jawab Salman.
"Bagus, Urusan pekerjaan Lo di grup foto prewedding itu udah gue urus tadi sore, mungkin Lo udah dapet pesannya, coba cek." Tutur Citra.
Salman pun membuka ponselnya, dan melihat pesan masuk di grup nya. "Loh? Sejak kapan?" Tanya Salman.
__ADS_1
"Ok gue jelasin, ingat jangan motong pembicaraan gue sebelum gue selesai!" Ucap Citra tegas, dan Salman mengangguk mengiyakan.
"Gue tau masalah Lo sama Fiza kemarin sore, kru gue gak sengaja ketemu Lo sama Fiza lagi jauh-jauhan, terus lapor ke gue, dia bilang 'Mas Salman sama Bak Fiza kayaknya lagi berantem deh kak', ya udah gue cari tau akar masalahnya dan ketemu dah tuh si Heni Heni itu." Ucap Citra mulai menjelaskan.
"Jadi tadi siang gue nyuruh orang buat datang ke tempat Lo kerja, maaf karena gue bersikap gitu, tapi Lo harus tau, Heni itu naksir sama Lo." Sambung Citra.
"Iya gue tau." Ungkap Salman.
"Hah?! Lo tau Heni suka Lo?" Tanya Citra terkejut.
"Iya." Jawab Salman.
"Terus Lo tetep kerja disana, tetep deket si Heni itu?!" Tanya Citra lagi mulai ketus.
"Iy- Iya." Jawab Salman gugup.
BRAKK!
Salman kaget bukan kepalang ketika Citra menggebrak meja di depannya, bahkan Rendi yang ada di meja berbeda dengan mereka juga ikut tersentak kaget. bagaimana tidak? Citra kesal akan jawaban dari Salman, bisa bisanya Salman membiarkan gadis lain mendekatinya, dan itu adalah orang yang nyatanya memang suka.
"Salman~ Lo itu gak peka, atau gak mikir, atau apa sih?! Lo ngebiarin Heni itu punya kesempatan dekat-dekat sama Lo! Harusnya Lo menjauh, bukan membiarkan, iya kalo dia terima Lo suka sama temen gue, kalo engga? Bisa-bisa Fiza yang kena masalah! Lo mikir gak sih?!" Cetus Citra dingin+tajam.
Salman hanya diam, apa yang Citra katakan ada benarnya, bahkan mungkin sangat benar, sikap salman selama ini sama saja memberikan harapan pada gadis lain untuk mendekatinya, padahal harusnya tidak begitu, karena sejatinya Salman sudah memiliki pujaan hatinya, harusnya dirinya berusaha menghindar dari gadis lain yang ingin mendekatinya.
"Man, dengerin gue, Fiza walaupun kelihatannya jutek, tapi aslinya lembek, Lo pasti tau juga kan? Secara Lo naksir Fiza sekitar 5 tahunan." Ujar Citra.
"Gue tau bahkan sebelum temen-temen gue pada tau." Jawab Citra.
"Gue selalu memerhatikan kalian berdua diam-diam dulu, sekarang Lo udah resmi kan sama Fiza?" Sambung Citra di akhiri pertanyaan.
"Iya." Jawab Salman.
"Hem, Jadi tindakan gue sekarang tepat, Lo kerja sama gue, jauhin si Heni itu, Fokus sama Fiza! Kalo suatu hari nanti Fiza datang kehadapan gue nangis-nangis karena Lo, gue pastiin Lo gak akan bisa ketemu Fiza lagi! Gak ada kesempatan kedua!" Tegas Citra penuh penekanan.
"Serem bet Drin." Ucap Salman.
"Iya lah! Gue rela mati-matian beli tempat kerja Lo buat temen gue! Jadi jangan coba-coba, gue bisa lakuin apa aja demi sahabat gue!" Balas Citra tegas.
"Ok, gue janji deh, gue bakal jauhin Heni, gue juga gak mau nyakitin Fiza." Tutur Salman mantap+serius.
"Good Boy." Tukas Citra merasa bangga+senang.
Tak berselang lama setelah pembahasan Citra dan Salman, Eza pun datang, ia tadi pamit ke toilet saat setelah Salman menyetujui kontrak kerjanya.
"Ngapain di toilet? Buat anak?" Tanya Citra dingin.
"Eh?! Eng-enggak lah." Jawab Eza gugup, pasalnya dia baru saja melakukan hal yang salah dimata Citra.
*Aduh mati gue kalo ketahuan habis c****n sama orang di belakang.* Batin Eza.
__ADS_1
*Huh?! Lu pikir gue percaya sama playboy kaya' Lu kak? Engga ya, Sorry, gak percaya sama sekali.* Batin Citra pula.
"Ok udah, gue udah mau balik nih, Salman Lo besok bisa datang kerumah untuk kenalan sama semuanya." Ujar Citra.
"Ok, makasih Drin." Balas Eza.
"Hemm" Dahem Citra membalas ucapan terimakasih Salman seraya beranjak pergi.
_
_
Keesokan harinya, Salman sudah datang kerumah Citra seperti yang di janjikan, Salman sudah berbaur dengan semuanya, tentang tugas yang harus Salman kerjakan juga sudah Salman pahami kemarin malam, jadi Salman tidak perlu kebingungan hari ini.
Sementara itu ditempat lain, Citra sedang asik mengobrol dengan Bara lewat Vedcoll, Citra sedari tadi tak henti hentinya merengek meminta Bara untuk kembali ke Indonesia.
"Tumben ih sayang, kenapa sih ratuku ini?" Tanya Bara gemas.
"Pengen gopub cepat!.... Ihhh lama banget rasanya, aku masih harus nunggu kamu kak, dulu aku yang minta tunggu, sekarang aku yang kebelet married😭" Jawab Citra dengan keluhan kecil.
"Puftt hahaha gemesnya cintaku ini, sabar sayang, ingat karir kamu." Ucap Bara lembut.
"Tapi aku pengennya pas udah nikah, gak mau kerja lagi, mau jadi ibu rumah tangga aja, hehe." Ungkap Citra nyengir kuda.
"Emm kak, dulu aku cuma masuk bentar ke dunia hiburan, menurut kamu apa bisa aku kembali memasukinya?" Tanya Citra tiba-tiba.
"Kenapa sayang?" Tanya Bara lembut.
"Aku takut kak, takut banyak orang yang gak terima aku." Jawab Citra sendu.
"Jangan pesimis gitu, sekarang aku tanya, kamu mau apa engga masuk dunia hiburan lagi? Mau kembali ber-acting apa engga?" Tanya Bara.
"Sepertinya engga deh kak, jadi model aja kaya' nya udah cukup deh." Jawab Citra.
"Ya sudah, kalau gitu jangan, ingat sayang, jangan melakukan apapun yang bertentangan sama hati kamu, ingat ada aku, aku selalu siap untuk kamu." Ucap Bara tulus.
"Ehemn, makasih kak." Ujar Citra mengangguk antusias kemudian tersenyum manis.
Citra dan Bara asik mengobrol tentang pekerjaan Citra, Citra juga mengatakan kejadian kemarin pada Bara, dimana ia menolak tawaran kerja 2 perusahaan, dan Bara mendukung itu, pada dasarnya Bara memang tidak ingin Citra mengikat kontrak yang bertentangan dengan hatinya.
Dan Berita penolakan Citra itu secara cepat menyebar di internet maupun saluran televisi, banyak yang menghujat, namun banyak juga yang mendukung, bahkan perwakilan YSL ikut berkomentar demi membela Citra, agar Citra tidak dipojokan.
"Ok Bismillah Audrin, kamu bisa melewati semuanya." Ucap Citra menyemangati diri sendiri.
*Jakarta, Sampai jumpa minggu depan! Aku, Audrina Putri akan kembali.* Batin Citra menatap langit-langit kamarnya dan memantapkan diri.
***AND***~
BERSAMBUNG..........................................
__ADS_1