
Di sore hari Citra sudah kedatangan tamu, siapa mereka? Tentu saja teman-temannya yang sudah sangat Citra rindukan.
Sebenernya sudah dari tadi siang teman-teman Citra datang bertamu, dan tentu saja mereka menetap untuk berbincang-bincang sekaligus melepas rindu antar mereka, apa lagi seorang Risa yang sudah menempel pada Citra karena amat merindukan Citra.
Dan yah.... Mereka datang bersama-sama, alias teman kelas Citra dulu, baik cowo maupun cewe, hanya tinggal Wulan, Nita, Ragil, dan 6 teman cowo Citra yang terhitung tidak dekat dengan teman-teman Citra, karena itu mungkin mereka tidak enak untuk mampir.
"Woy! Lo lama-lama udah kek lesbian njir!" Cetus Citra yang mulai risih karena Risa menempel terus kepadanya.
"Ah bodo! Gue kangen banget ama Lo Drin." Pungkas Risa tak peduli.
"Ihh dahlah Lepas deh, Dulu Lo itu gak pernah berani nemplok ke gue, sekarang kesurupan apa Lo?" Titah Citra di akhiri pertanyaan.
"Karena Lo gak sedingin dulu." Jawab Risa spontan.
"Really?❄️" Tanya Citra dingin.
Deg!
Risa lantas melepaskan genggaman tangannya di lengan Citra, kemudian duduk dengan tenang, dan juga kikuk karena mendengar nada bicara Citra yang berubah 180° dari yang sebelumnya.
Sementara yang lainnya terkekeh melihat kejadian itu, apalagi melihat Risa yang gugup setelah di tegur dengan nada dingin oleh Citra.
"Gue punya oleh-oleh buat kalian, jangan pulang dulu ya, nanti gue kasihnya, tapi kalian harus makan malam disini, gak ada penolakan, terutama kalian cowo-cowo, tenang nanti Papa gue yang bakal hubungi orang tua kalian buat izin." Tutur Citra panjang lebar.
"Emang Papa Lo punya nomor telepon orang tua Kita?" Tanya Fiza.
"Iya." Jawab Citra singkat.
"Kok?" Bingung Risa.
"Gak sulit buat gue dapetin nomor telepon orang tua kalian, gak usah heran." Timpal Citra dingin.
Semuanya pun mau tak mau mengangguk mengiyakan penuturan Citra untuk makan malam bersama di rumah Citra.
"Non, Ini cemilan penutupnya." Celetuk Bi Ina menata makanan penutup di meja ruang tamu.
mengapa di sebut cemilan? Karena bukan makanan penutup berat ya guys, bisa di pahami gak sih? Kalo gak paham itu urusan kalian wkwk aku mau lanjutin ceritanya😌
Citra lantas menatap makanan penutup yang di tata Bi Ina di atas meja, dan itu tidak mengecewakan Citra, jujur saja Citra selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk tamunya, entah itu teman ataupun orang lain.
"Terimakasih Bi, emm kira-kira makan malam kapan siapnya Bi?" Ucap Citra di akhiri pertanyaan.
"Hari ini kata Bapak makan malam di majukan, jadi jam 17:30 sudah mulai makan malam Nona, mungkin 30 menit lagi semuanya akan siap di meja makan." Jawab Bi ina menjelaskan.
"Ohh, ya sudah, Bi Ina lanjutkan pekerjaan Bibi aja." Tutur Citra.
"Baik Non, Misi Non, Aden." Ucap Bi Ina pamitan kepada Citra dan teman-temannya.
Teman-teman Citra mengangguk dan tersenyum tipis, kemudian Bi Ina pergi setelah mendapati balasan.
Citra meraih jus yang sudah di sajikan Bi Ina lalu meminumnya, Risa pun juga mulai meraih cemilan dan menyantapnya, sementara yang lain masih saja begitu sungkan kepada Citra.
Citra meletakkan minumannya di meja lalu menatap teman-temannya yang hanya diam. "Kalian ini masih begitu sungkan ma gue? Dah makan tuh, Kasian pembantu gue cape-cape nyiapin nih makanan." Tukas Citra dengan tatapan serius.
"Emm, kesannya kek kita cuma numpang makan Drin." Celetuk Mira.
"Dari mana datangnya pemikiran kek gitu hem? Udah makan! Toh gue gak akan bangkrut walaupun kalian numpang makan 3 hari sekali." Balas Citra terkesan memerintah.
__ADS_1
"Yailah, ngapain masih bengong, makan tuh, kalo kalian gak mau gue suruh Bibi buat buang keluar." Ancam Citra tampak serius.
Teman-teman Citra lantas mengangguk, Lalu perlahan mulai menyantap makanan yang di sediakan oleh Citra, dan itupun sontak membuat Citra tersenyum senang, senyuman itupun tanpa sengaja terlihat oleh teman-temannya.
"Kenapa Lo bengong?" Tanya Citra.
"Lo barusan..... Senyum?" Jawab Yoga gugup sekaligus bertanya balik.
"Kalo iya kenapa? Lo tuh beruntung liat senyum langka milik gue." Cetus Citra berpaling muka.
Yang lain lantas terkekeh menatap Yoga yang tersenyum canggung mendapati jawab seperti tadi dari Citra, Jarang sekali Citra merespon pertanyaan teman cowo nya seperti barusan, apalagi yang sedikit mengundang tawa itu.
"CITRA, BARA NYARIIN KAMU NIH." Teriak Mama Fahira dari lantai atas.
"Lah? Maksud Mama apa?" Tanya Citra nyaring.
"BARUSAN NELEPON MAMA, KATANYA NO KAMU GAK AKTIF." Jawab Mama Fahira.
Citra lantas tersentak kaget, Ia baru ingat ponselnya ia matikan dari tadi karena sedang di isi daya, dan Citra lupa untuk mengeceknya karena kedatangan teman-temannya.
Citra lantas buru-buru berlari menuju ruang utama dan berlari menuju anak tangga untuk menghampiri Mama Fahira yang masih dalam perjalanan untuk turun ke lantas dasar.
"Itu Audrin temen kita selama ini?" Tanya Yoga dan Riski hampir bersamaan.
"Ya iyalah." Jawab Risa.
"Beda banget njir tingkahnya, bertolak belakang." Timpal Fendi yang juga kaget.
Plakkk >Fendi langsung di geplak oleh Fara.
"Aduh ay, Kenapa malah di geplak akunya." Tanya Fendi mengusap kepala belakangnya.
"Hehe maaf, kelepasan." Ucap Fendi nyengir kuda.
"Nih ya Fen gue jelasin, Tingkah Audrin itu emang gitu kalo dah membahas 'Kak Bara', bawaannya Audrin langsung jadi orang lain." Jelas Risa.
"Masih stay sama si Bara itu ternyata." Timpal Riski.
"Kenapa emang?" Tanya Mira.
"Asal kalian tau, dulu tuh si Riski pernah naksir Audrin, gila kan?" Jawab Fendi.
"What?! Serius Lo Ki?" All cewe bersamaan bertanya pada Riski.
Riski lantas mengangguk. "Iya, Bahkan nih masih mau nyoba ceritanya, eh masih stay ama si Bara itu, ya udah deh GATOL, alias gagal total!" Jawab Riski sedikit canggung.
Risa lantas berdiri lalu menggeser posisi duduk Yoga dan duduk di samping Riski. Hal itu sontak membuat semuanya kebingungan, terutama Riski.
"Kenapa Ris?" Tanya Riski.
"Gue tuh kasih jempol buat Lu." Ucap Risa tiba-tiba.
"Lah kenapa?" Tanya Riski.
"Ya iyalah, secara Lu itu naksir Audrin, terus berani terang-terangan disini, tapi untungnya Lu selamat kali ini." Jawab Risa.
"Maksud?" Tanya Riski bingung.
__ADS_1
"Ya selamat karena Kak Bara gak disini, ya kan guys?" Jawab Risa lalu menatap teman-temannya.
Fara dan yang lain lantas mengangguk mengiyakan, Hal itu sontak membuat All cowo penasaran.
"Emang kenapa kalo ada disini?" Tanya Yoga polosnya.
"Astaga.... Lu itu cowo atau apa sih?! Ya kalo Kak Bara disini abis tuh si Riski langsung di interogasi di ruang gelap ma Kak Bara, Kak Bara tuh posesif banget, apalagi kalo sampai tau si Riski naksir Audrin beh serem anjir.... Kalo orang gangu Kak Bara seremnya biasa aja, tapi kalo menyangkut Audrin seremnya minta ampun! Rasanya tuh pas di tatap kek lagi uji nyali!" Jelas Risa panjang lebar seraya bergidik ngeri.
"Serem bet Ris." Timpal Riski.
"Ya iyalah, makanya buang jauh jauh perasaan suka Lu ma Audrin, bisa gawat kalo katahuan--" Ucap Risa namun terpotong oleh suara seseorang.
"Siapa yang suka Audrin?! Mana orangnya?!" Ketus Bara di sebrang telepon.
Saat Citra mengambil ponsel Mamanya yang di pakai teleponan dengan Bara, Citra sekalian meminjamkannya karena malas untuk pergi ke kamarnya mengambil ponselnya sendiri.
Kemudian Citra turun lagi kelantai dasar untuk menemui teman-temannya, dan saat itu Citra mengalihkan panggilan telepon ke mode Video Call, saat perbincangan tentang Riski naksir Citra pun tak sengaja di dengar Bara karena posisi Citra juga sudah sampai di ruang tamu, hanya saja tak ada yang menyadarinya.
"Shutt, Udah ih kak, Ketus banget ngomongnya." Ucap Citra menatap Bara di layar ponsel.
"Ya abis, Aku dengar dengan jelas ada yang naksir kamu, gimana gak ketus coba?!" Cetus Bara terlanjur kesal.
"Kamu gak percaya aku?" Tanya Citra serius.
*Njir aku kamu.* Batin Fendi kaget.
"Bukan gitu, aku percaya kamu, cuma aku ingin menegaskan ama tuh orang supaya buang jauh-jauh pikiran itu, enak aja naksir naksir kesayangan Albara, huh!" Jawab Bara mendengus kasar di akhir kalimatnya.
Citra pun terkekeh lalu duduk di sofa di sebelah Fara dan Fiza.
"Ohh kalo gitu nih orangnya." Ucap Citra seraya memalingkan layar ponsel ke wajah Riski.
Riski lantas kaget dengan itu, Bara pun langsung melotot ketika menatap wajah Riski, laki-laki yang sudah berani menyimpan rasa terhadap kekasihnya itu.
"Heh Lu! Berani amat Lu naksir cewe gua! Atas dasar apa?! Emang gak ada cewe lain?! Dia milik gua! Lu gak akan bisa jaga dia, lindungi dia dan nurutin kemauan dia, jadi stop naksir cewe gua, Lu kaga bakalan mampu bersaing ama gua!" Ketus Bara dingin+++
"Dan satu lagi, kalo Lu masih berani naksir cewe gua--" Sambung Bara kemudian memperlihatkan sesuatu kepada Riski, sesuatu yang sontak membuat Riski kaget dan bergidik ngeri.
Citra lantas memalingkan kembali layar ponsel ke wajahnya setelah melihat ekspresi Riski, Citra menatap serius Bara, dan juga penuh kecurigaan.
"Ngapain tadi?" Tanya Citra.
"Engga, gak ngapa-ngapain, cuma marahin dia aja." Jawab Bara.
"Huh, dari tipikal kamu itu mana bisa aku percaya, andai kata kamu disini dan cuma berdua ama si Riski pasti Si Riski nih bakal gak bisa pulang 1 mingguan." Tukas Citra menebak pasti.
Bara lantas nyengir kuda tanpa dosa, sementara All teman cowo Citra lantas kaget dengan penuturan Citra itu.
*Gila serema amat dah! Naksir doang 1 minggu ga bakalan bisa balik.* Batin Fendi.
*Buset! Kira-kira diapain gue sampe ga bisa balik 1 minggu?* Batin Riski.
*Beh serem bet anjg~ untung gue kaga pernah naksir Audrin, kalo ketahuan bisa mampus gue.* Batin Yoga dan Ozi hampir sepemikiran, beda tipis.
*Ha-ha-ha, Riski,,, Riski, hati hati Lu bro haha.* Batin Salman tertawa dalam hati.
GILA SI SALMAN TERNYATA DIAM² KETAWA DI ATAS PENDERITAAN TEMENNYA🤦🏻♀️😭 WOY LAH! CIRI-CIRI TEMEN LAKNAT INI WE....
__ADS_1
"Iya emang thor, laknat banget!😑" Ketus Riski.
BERSAMBUNG..........................................