Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 38


__ADS_3

Citra dan Papa asik berbincang, Sementara di belakang mereka ada teman teman Citra yang memerhatikan.


"Dia Papanya audrin?" Tanya beberapa Cowok secara bersamaan.


"Iya." Jawab Fara yang mendengar itu.


"Itu mobil yang biasa audrin pakek sebelumnya kan?" Tanya Riski sepihak.


"Iya." Jawab Fara lagi dengan santai.


"Punya berapa mobil sih dia?" Tanya Riski lagi.


"Tiga mobil..., 1 warna putih, terus itu yang hitam, dan hadiah ulang tahunnya yang gunung es pakek sekarang." Jawab Fara Santai seraya fokus dengan ponselnya.


"Buset!! Sultan?!"


"Namanya juga artis Riski..." Timpal Fara menggeleng gelengkan kepalanya.


"Fara, liat apaan sih Lo? Serius Banget." Celetuk Mira yang sedari tadi melihat Fara fokus sama ponselnya.


"Nih liat konten audrin pas dapet hadiah mobil. Gue kan belom sempet nonton."


"Ohh liat juga dong... Gue juga belum nonton."


"Apa nama channel nya Far? Gue juga penasaran." Tanya Riski mengerutkan kening penasaran.


"Ya panggilan Fans audrin Biasanya." Jawab Fara santai tanpa melihat ke arah Riski sedikit pun.


"Ohh, Ratu Es Audrin ya?!"


"Iyap."


Sementara itu, Citra sudah selesai mengobrol dengan Papa, Citra masuk kedalam mobil nya dan bergegas pergi lagi menuju tempat tujuan mereka, Setelah melihat mobil Citra melaju teman teman Citra pun ikut menyusul.


"Dah Om Ilham... Risa duluan ya Om." Ucap Risa tersenyum ke arah Papa.


"Iya, hati hati Risa."


"Siap Om!"


Mereka pun berlalu pergi. 15 menit kemudian mereka pun sampai di kafe blue beach. Dan segera Mencari tempat duduk. Akhirnya Mereka duduk di tempat yang mereka Cocok. Mereka duduk di halaman kafe. Karna di dalam sudah sedikit ramai dan tidak sesuai dengan Citra.


Citra pun memanggil pelayan Cafe itu untuk memesan. Pelayan itu pun menghampiri citra dengan membawa kertas dan pulpen.


"Mau pesan apa Bak?" Tanya pelayan itu ramah.


Citra membuka menu sebelum menentukan keputusan nya. Dan bertanya pada teman temannya, agar dia tidak salah pesan.


"Risa, Tanyakan sama cowok cowok, mereka makan seafood gak?" Tutur Citra menatap Risa.


"Ok."

__ADS_1


Kemudian Risa melihat ke arah bagian cowok cowok.


"Hey, kalian makan seafood gak?"


"Ha? Seafood?" Ucap mereka kompak dengan tatapan bingung.


"Makanan laut maksud gue!"


"Ohh makan kok makan..." Jawab mereka Canggung.


Citra dan pelayan itu hanya bisa terkekeh melihat mereka tidak mengerti dengan nama makanan itu.


"Ok, Fara sama yang lain udah pasti makan, tapi... Emm Nita, Lo Suka gak?"


"Ah! Aku- aku gak masalah kok."


"Ok."


Citra pun membenarkan lagi posisi duduknya. Dia melihat menu Dan menyebutkan pesanannya.


"Kita pesan seafood, sandwich, dan Hotdog. Ini untuk mereka ya bak. Untuk saya, seperti biasanya."


"Baik Bak, spaghetti bolognese ya Bak?"


"Iya, ternyata mbak masih ingat."


"Mbak ini kan udah sering banget kesini. Jadi saya hampir hafal. Minumannya apa bak? Apa seperti biasa juga?"


"Baik Bak, mohon di tunggu ya bak."


"Iya..."


Pelayan itu pun pergi. Citra bermain dengan ponselnya seraya menunggu. Karna dia memilih untuk duduk sendiri jadi dia lebih santai dan tenang.


Di belakang Risa menatap Citra, Dia merasa janggal dengan pesanan Citra. Risa pun menghampiri Citra.


"Hey Audrin, perasaan pesanannya banyak Banget. Ini 23 orang loh... Emang Uang itu cukup?" Tanya Risa heran.


"Cukup kok, kalo kurang gue yang bayarin."


"Yakin Lo?"


"Iya. Mungkin minuman nya yang kehitung traktiran dari gue."


"Lah... Kok gitu sih."


"Gak papa, Sirup doang. Kalo di sini tuh cuma goceng... Gak kayak di kota. Udah ah sana!" Ujar Citra bersih keras.


Risa hanya diam dan pasrah, Karena Risa Sangat mengenal sahabat nya itu. Keputusan yang telah dia buat tidak akan pernah bisa di ubah oleh nya.


Setelah beberapa saat menunggu, pesanan mereka pun datang, mereka menyantap makanan mereka dengan gembira. Hal yang tak terduga, bagian cowok cowok makan seraya menonton konten Citra.

__ADS_1


Karna mereka duduk di luar, jadi mereka duduk bertiga dalam satu meja. Karna di luar tersedia 3 kursi sedangkan di dalam hanya 2 kursi. Mungkin di dalam khusus untuk pasangan.


Setelah selesai, Citra ke ke kasir dan membayar biaya semua makanan pesanan mereka. Setelah membayar Citra masih berbicara pada pelayan itu. Tepatnya memberikan sebuah saran.


"Bak, Kenapa kafe ini namanya gak di ubah restoran?" Tanya Citra heran.


"Di sini kan kampung bak, takut mereka gak paham arti nama restoran." Jawab Mba nya.


"Hahaha paham kok bak, di sini ada restoran. Cuma beda sama kafe ini. Di sini lebih bernuansa restoran berkali lipat. Mungkin Karna kalian dari kota. Sayang kalo gak di namai restoran bak, dekorasi nya nuansa restoran. Bahkan menu nya apa lagi." Ucap Citra panjang lebar.


"Iya sih bak. Nanti saya ngusulin itu deh sama boss."


"Hahah ya udah, selamat tinggal bak."


"Iya. Hati hati bak, sering sering berkunjung ya..."


Citra hanya tersenyum pada mereka kemudian berlalu pergi.


Cinta dan yang lainnya pun pergi meninggalkan cafe itu. Risa dan Fiza masih harus mengantar teman temannya yang nebeng pada mereka. Sedangkan Cowok Cowok masih berhenti di suatu tongkrongan. Sedangkan Citra langsung bergegas pulang. Karena dia sangat tidak Cocok dengan suasana luar, dan juga dia sendirian jadi tidak perlu kemanapun.


Sesampainya di rumahnya, Citra langsung masuk kedalam kamarnya. Dia melemparkan tubuhnya ke atas ranjang nya yang, Dia meraih boneka hadiah dari bara yg besarnya melebihi badannya sendiri, Citra memeluk boneka itu seraya memejamkan matanya. Dia ingin segera tertidur, Karna dia sangat lelah.


Citra yang ingin segera tidur, membatalkan niatnya Karna ketokan pintu dari luar. Citra menyuruh nya masuk, dan terlihat bik Maryam membawa kue yang Papa Ilham janjikan kepada Citra.


"Non, ini kue dari bapak."


"Ohh iya bik, makasih ya Bik."


"Sama sama Non."


Citra menerima kue itu dan segera menyuruh bik Maryam untuk berlalu. Citra membawa kue itu ke balkon nya.


Citra menyantap kue itu di kursi gantung kesayangannya. Di sisi lain. Di Jakarta Bara tengah bingung dan panik, Karena sejak kejadian tadi siang Citra tak menjawab satupun panggilan telepon dari nya. Bahkan pesan pun tak kunjung di balas oleh citra.


"Audrin mana sih? Aku telepon gak di angkat, pesan gak di bales... Jangan jangan beneran marah sama aku, Ahhh gimana dong!" Tukas Bara cemas seraya menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.


Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik yang sedang lewat menjadi penasaran apa yang terjadi pada bara. Dia pun menghampiri bara yang duduk di sofa ruang tamu.


"Ada apa bara? Kok raut wajah kamu begitu sih?" Tanya nya seraya duduk di sisi bara.


"Bunda... Audrin kayaknya lagi marah deh sama aku." Jawab Bara memelas.


"Loh, emang ada apa? Kalian ribut?"


"Ih bunda ini... Bara mana bisa galak sama audrin, gimana mau ribut?"


"Iya juga sih!.. terus kenapa?"


"Tadi siang Bara di peluk cewek pas lagi vedcoll sama Audrin..."


"Hah?! Kamu punya cewek lain?!" Ketus Bunda Lista pada bara.

__ADS_1


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2