Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 31


__ADS_3

Sama-sama sayang. Gimana? Warnanya Cocok gak?"


"Cocok banget pa. Cicit emang lagi pengen mobil warna merah. Ini pas banget!" Ujar Citra melepaskan pelukannya Seraya menatap mobil barunya.


"Syukur deh kalo kamu suka."


Terlepas rasa senang nya, Citra dikagetkan dengan pak Dodi yg mengarahkan kamera kedepannya. Citra sontak berpaling. Kemudian menyuruh pak Dodi untuk menghentikan rekaman video yg dia lakukan. Pak Dodi pun menuruti keinginan Citra.


_____________


___


• Keesokan Harinya.


• Hari Minggu, siang hari.


Hari ini Bara benar benar melakukan apa yang di katakan nya, kedua orang tua Bara telah ada di rumah Citra, Hari ini Bara dan kedua orangtuanya tidak ingin menunda meresmikan pertunangan Bara dan Citra.


Riska yang pulang Karna hari pertunangan adiknya itu telah ada di kamar Citra. Untuk pertama kalinya Riska berada di dalam kamar Citra begitu lama. Di ruang tamu ada beberapa tetangga dan juga Risa dan Tante Mery yang hadir menjadi saksi keseriusan dua sejoli itu.


"Bak, aku takut..."


"Udah jangan takut, Cuma kayak mbak sama Aris waktu itu kok."


"Eummm."


Riska juga sudah memiliki Calon, Dan pria itu bernama Aris seperti yang dia sebutkan, Namun Aris masih di luar kota melakukan pekerjaan nya. Aris mengatakan bahwa dia akan meminang Riska tahun depan.


"Bak, Apa begini udah Cocok?" Ucap Citra melihat dirinya di Cermin.


"Iya. Udah yuk Turun, Semuanya udah nungguin." Ucap Riska merangkul adiknya itu.


Karna hanya pertunangan biasa, maksudnya bukan acara besar besaran yang berpesta ya...


Citra hanya menggunakan gaun Formal. Gaun warna toska panjang sampai menutup kakinya. Sabuk putih mungil di pinggangnya, rambut digerai bergelombang dengan kepangan kecil kebelakang. Tak lupa jepit kupu-kupu berwarna toska dan putih di pertemuan antar kepangan rambutnya.


Riska membawa Citra turun menuruni tangga perlahan. Terlihat semua mata kagum atas kecantikan dari Citra. Terutama bara yang ternganga.


"Bara, ngigap nak ngigap!" Ucap bunda Lista menyenggol Bara.


"Ah! Maaf bunda.. abis Audrin cantik banget!" Ucap Bara cengengesan.


"Iya, untung cepat cepat kamu Lamar nak, kalo ngak bunda mungkin udah gagal mau punya menantu kayak Audrin.


"Hahha gak akan lah bunda..." Ucap Bara merangkul bunda Lista.


Mama menjemput Citra di akhir tangga. Mama membawa Citra ke ruang tamu, dan di dudukkan bersebelahan dengan Bara. Papa memeluk Citra dan membisikkan sesuatu, bisikan itu membuat tersenyum haru dan juga membuat air matanya mengambang di sudut mata Citra.

__ADS_1


"Eh! Jangan nangis, Hari bahagia kok nangis.." ucap Papa mencium kening Citra.


"Lagian Papa ngomongnya tadi kayak gitu.." rengek Citra menyeka air matanya.


"Udah udah. yuk Kita mulai aja acara nya." Ucap papa memulai topik utama hari ini.


"Bentar ya aku kasih tau, Kak Bara. Kalo kamu nikahin aku nanti. Kamu yg pulang kerumah ini. Sanggup kamu?" Tanya Citra serius.


"Aku tau kok, aku udah bahas sama ayah dan bunda. Mereka gak masalah.. tentu aja aku siap dong sayang." Jawab Bara tak kalah Serius.


"Syukur deh, aku gak mau kamu nyesel." Tukas Citra buang muka.


"Gak akan dong sayang, aku kan Cinta sama kamu." Balas bara tersenyum centil tapi terkesan lembut.


Semua orang hanya menatap mereka dengan senyum, tak lama kemudian mereka memulai acara pertunangan Citra dan Bara menggunakan tradisi kampung halaman Citra.


Setelah beberapa saat. Merekapun bertukar Cincin, Dan bersalaman dengan keluarga.


Orang orang yang menyaksikan memberikan selamat dan Berharap Kartu undangan pernikahan Bara dan Citra segera sampai ke tangan mereka. Citra dan Bara hanya tersenyum saling pandang.


"Audrin, Kamu cantik banget hari ini." Tutur Tante Lista merangkul Citra.


"Tante Bisa aja. Oh iya, maafin audrin ya Tan, Gara gara Audrin Tante jadi ninggalin pekerjaan Tante di Jakarta."


"Nggak sayang, Bara nya aja tuh yang eh!! Pokoknya lusa harus nyampe, harus! Bara gak mau keduluan orang! Ahh dia terus merengek kayak gitu sama Tante Drin." Tukas Tante Lista menggeleng gelengkan kepalanya.


"Iya. Tante Sampek pusing Drin." Ujar bunda Lista menepuk dahinya sendiri.


"Ih jangan percaya sayang, Bunda boong tuh!" Tukas bara malu malu.


"Merengek anak kecil, merengek anak kecil! Haha" ejek Citra Gemas.


"Ih Audrinn.... jangan ejek aku lagi, ini juga demi kamu sayang."


"Huh anak kecil."


Bara yang gemas dengan ekspresi Citra jadi ingin menggelitik Citra, namun baru ingin bergerak Cinta sudah sembunyi di belakang Bunda Lista. Alhasil Bara mendapat delikan dari mata tajam bunda Lista. Bara tersenyum cengengesan sementara Citra tersenyum penuh kemenangan. Orang orang yang menyaksikan tingkah mereka hanya bisa tertawa lepas.


____________


________


********


"Woy Bro! Lo kapan mau Balik? Kuliah udah mulai Lo masih ngilang aja." Tukas seseorang di sebrang sana pada Bara.


"Lo cowok tapi Cerewet!" Tukas Bara kesal.

__ADS_1


"Gue tuh perhatian sama Lo, masa awal masuk kuliah Lo gak ada!"


"Besok gue balik! Lusa udah nyampek dan masuk kuliah lagi. Stop ceramah!" Decak Bara bicara ke ponselnya yang di pegang di dekat mulutnya.


"Malah dibilang ceramah lagi! Gue itu..." Ucapannya terhenti karena panggilan telepon nya telah di putus oleh Bara.


"Dasar kulkas!" Tukasnya merasa sebal.


_____________


___


"Kamu yakin gak akan ada masalah sama kuliah kamu?" Tanya Citra khawatir.


"Iya. Bilang izin ada urusan keluarga aja udah Gk masalah."


"Yakin?"


"Yakin Sayang."


"Hoy! Ini kita nongkrong atau kalian lagi kencan?" Tukas Risa memecah suasana.


"Ya nongkrong Risa..." Ujar Citra memutar bola matanya.


Citra, Bara, Risa, Firly, Fara, indah, Mira dan Fiza sedang nongkrong di warung bakso Kecil kecilan di pinggir jalan. Biasanya mereka jika menongkrong akan pergi ke kafe,


tapi mengapa kali ini tidak? Simak saja.


"Lo Biasanya paling semangat kalo di ajak nongkrong ke kafe. Sekarang kenapa beda Ris." Ujar Bara melirik Risa.


"Karna gue sama yang lain lagi pengen makan bakso jalanan."


"Anak jaman sekarang kalo makan maunya beli muluk. Hahaha, gak di Cafe gak di warung, yang penting kenyang." Ujar Ibuk pemilik warung.


"Hahaha cakep Ibuk! Saya kasih top jempol buat Ibuk." Ucap Risa mengacungkan jempol.


"Aliya kenapa gak mau ikutan? kalo Wulan mah gue gak heran, dia kan emang gak suka ngumpul ngumpul." Tanya Citra.


"Aliya gak kepengen katanya. Capek gak pengen keluar rumah." Jawab Firly santai.


"Ohh." Balas Citra ber-oh ria.


"Kamu juga sayang, sebelumnya kamu gak suka kalo Yang namanya ngumpul ngumpul, sekarang kenapa jadi bersemangat?" Celetuk Bara penasaran.


"Gak tau, nyaman aja sama mereka." Ujar Citra tersenyum seraya mengaduk es jeruknya.


Teman temannya tersenyum mendengar pertanyaan Citra. Mereka senang Citra nyaman bersama mereka. Bara juga tersenyum, dia bersyukur Citra menemukan teman yang Suasana nya cocok dengan Citra. Sehingga Citra menjadi lebih sering berinteraksi dengan lingkungan luar.

__ADS_1


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2