Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 32


__ADS_3

🌬️🌬️🌬️


"Ini bakso nya, silahkan menikmati ya mas, bak."


"Terimakasih buk."


"Uhh mantep nih kayaknya." Ujar Risa bersemangat.


"Dasar Lo Risa!" Tukas Citra menggeleng gelengkan kepalanya.


Risa pun menyantap Bakso yg sudah di tunggu tunggunya. Yang lainnya juga mulai menyantapnya setelah menyesuaikan selera bakso yg mereka inginkan. Citra pun juga sama, dia menaburkan cabai halus ke dalam bakso nya.


•Si Citra nih kalo sama cabai aduh! Kalo gak 10 sendok gak kerasa katanya.•


"Sayang udah ih! Jangan banyak banyak cabainya.. kamu lagi datang bulan nanti sakit perut kamu." Tukas bara menahan tangan Citra yang ingin menambah kan Cabai lagi ke dalam mangkok bakso nya.


"Tapi ini gak Terasa pedas sedikit pun..." Rengek Citra memelas.


"Udah ih kebiasaan! Kalo kamu masih nambah, aku juga tambah 10 sendok!" Tukas Bara mengancam.


"Eh jangan, lambung kamu kan lagi bermasalah.. aku gak nambah lagi nih.. udah yuk makan."


"Kak Bara ada masalah lambung?" Tanya Risa terkejut.


"Baru baru ini nih! Kata dokter Makanan yang kak Bara Makan gak sesuai kondisi tubuhnya waktu itu." Ujar Citra manyun.


"Ohh, untung kalo cuma gejala sementara."


Citra hanya mengangguk, seraya melanjutkan menyantap baksonya, begitu juga dengan bara. Yang namanya nongkrong santai banget makanya kan... Mereka menikmati bakso mereka seraya mengobrol. Namun di tengah tengah keasikan mereka yang bercanda Hura salah satu dari mereka tak sengaja mengangkat topik bicara yang membuat semuanya menunjukkan wajah serius.


"Ragil itu bener bener berhenti sekolah ya?" Tanya Mira penasaran.


semuanya mulai sedikit menegang, namun tetap berusaha untuk bersikap tenang.


"Gue denger sih iya." Jawab Firly santai.


"Yang bener Lo?!" Ujar Citra terkejut.


"Iya, waktu Kejadian beberapa bulan lalu itukan Si Ragil udah mulai jarang banget masuk sekolah, dia pasti gak punya muka untuk berhadapan dengan semua orang."


"Bener tuh, Bagus juga dia berhenti sekolah, Dia tuh kayak preman tau gak?! Waktu itu aja audrin..." Ucapan Mira terhenti karna Bara yang memukul meja dengan kasar.


Mira dan yang lain terkejut dengan apa yang Bara lakukan, seketika mereka senyap. Citra yang sadar bahwa Bara sedang di selimuti kemarahan refleks mengusap dada dan punggung Bara seraya mendekap ke dekapan Bara.


"Udah ya.. Sabar..."


"Aku sangat benci orang itu! Aku menjagamu dengan sangat hati hati, beraninya dia menyakitimu." Tukas Bara Suram penuh emosi dan kebencian.


"Shh udah ya... Kan udah berlalu." Cicit Citra menenangkan.


"Maaf atas kecerobohan ku dalam menjagamu." Ujar Bara seraya memeluk Citra erat.


"Bukan salah kamu, ini memang sudah jalannya, bukan kamu yang telah ceroboh." Balas Citra membalas pelukan Bara.


"Udah ayo habiskan baksonya." Sambung Citra menatap bakso milik Bara.


"Aku udah kenyang, sayang." tolak Bara halus


"Pokoknya Habiskan!"


"Aku udah gak kepengen sayang.."


"Habiskan pliss, habiskan dong sayang."


"Hehe, ulang lagi baru aku habiskan."


"Sayang.. habiskan Ok?" Ujar Citra manja.


Tingkah Citra seperti ini yang dapat menjadi penetral bagi Bara, teman teman Citra yang sedari tadi tegang kini menghembuskan nafas lega karna ada citra yang berhasil menenangkan Bara hanya dengan bicara manja.

__ADS_1


Bara menuruti keinginan Citra dan menghabiskan baksonya. Setelah puas nongkrong dan jalan jalan semuanya pun berpisah dan pulang ke rumah masing masing.


Keesokan harinya bara telah berangkat kembali ke kota bersama Om Lukman dan Tante Lista. Citra dan Bara kini berinteraksi kembali hanya lewat ponsel. Tapi keduanya sama sama puas. Karna mereka rajin berinteraksi. Dan respon dari masing masing juga cepat.


_____________


___


• 1 MINGGU KEMUDIAN.


• SMA ANGKASA.


"Anak anak, bulan depan akan ada kontes drama, bulan depan akan ada kontes drama antar kelas, jadi satu bulan kedepan kelas tidak akan ada jam pelajaran ke 3 dan ke 4, itu di ganti dengan latihan untuk kontes. Apa ada di antara kalian yang ingin merekomendasikan diri kalian untuk ikut serta dalam kontes drama ini?" Ujar ibu guru panjang lebar.


"Permisi Bu, saya ingin bertanya." Seseorang mengangkat tangannya untuk bertanya.


"Iya Ozi, ingin tanya apa?" Ujar ibu guru melihat siswa itu.


"Drama ini judulnya apa Bu? Apa Cinderella lagi? Terlalu sering ada pertunjukan Cinderella, orang orang pasti bosan Bu. Apa tidak bisa membuat drama sendiri?


"Wahh pertanyaan bagus, drama ini kebanyakan kelas lain telah mengambil kisah, "Romeo and Juliet", "Cinderella", "putri angsa", "putri Salju", "putri Tidur" dan, "Pangeran Katak dan putri baik hati". Jika kalian bisa membuat kisah sendiri kami para guru tidak akan melarang, asalkan itu drama dan drama yang cocok untuk anak sekolah." Jelas ibu guru panjang lebar.


"Kalau begitu Kita buat drama sendiri gimana guys?" Teriak siswa yang kerap di panggil Ozi kepada semua orang seraya berdiri.


"Boleh sih, tapi drama apa? Lo punya ide Zi?" Celetuk seseorang bimbang.


"Ya ngak juga sih, tapi kelas kita kan ada uh." Ujar nya menunjuk Citra dengan dagunya.


"Behh pas juga Lo Zi, Dia kan artis! Bisa akting dan tau banyak drama. Pinter Lo." Ujar nya pada Ozi dengan suara pelan Seraya ber TOS.


Fiza dan Mira yang mendengar itu saling melirik, mereka kemudian menatap Risa yang membuat Risa terkejut.


Kemudian Fiza dan Mira memberitahukan apa yang mereka dengar pada indah dan diteruskan oleh indah ke telinga Risa. Risa pun menjadi terkejut. Dia sedikit ragu pernyataan teman kelasnya.


"Beh gila, kalo si gunung es mau! Kalo ngak?!" Ujar Risa dengan mata yang melirik Citra sedikit demi sedikit.


"Ah lagian tuh anak ngapain coba? Cari perkara ya?" Tukas Risa sebal.


Citra yang sedari tadi diam dan berfikir panjang pun telah mendapatkan suatu pemikiran. Namun sebelum memutuskan dia harus bertanya apa itu diizinkan atau tidak.


"Ibu saya ingin tanya."


"Iya Audrin, mau tanya apa nak?"


"Apa semua judul drama yang ibu sebutkan sudah diambil semua oleh kelas lain?"


"Sebenarnya putri angsa tidak drin, Karna menurut mereka perlengkapan nya susah."


"Bagaimana jika sekiranya kami memilih putri angsa tapi isi dramanya kami tambahkan sedikit drama lagi? Apa boleh Bu?"


"Boleh saja nak, asal seperti yang dikatakan ibu sebelumnya."


"Kalau begitu Kita pilih putri angsa."


"Baik, kalau begitu ibu keluar dulu untuk melapor."


Ibu guru pun keluar. Anak anak kembali gaduh, dan Citra melanjutkan acara menulis nya yang tertunda karena kedatangan ibu guru nya sebelumnya.


Saat tengah serius menulis Salah satu teman kelas laki-laki Citra angkat bicara, dan itu membuat semua orang terfokuskan pada laki-laki itu.


"Hey, Audrin, kenapa Lo pilih putri angsa? Lo gak dengar tadi ibu bilang apa?!" Tukas siswa itu melihat Citra.


"Lo punya pilihan lain?" Ucap Citra santai tapi terkesan dingin.


"Ya ngak sih."


"Terus, apa Lo punya ide drama lain?" Ucap Citra semakin dingin.


"Ngak juga sih." Ujar nya canggung.

__ADS_1


"Kalo Lo gak punya ide apapun... Maka diam! Jangan celoteh tidak jelas! Soal perlengkapan itu urusan gue! Lo cuma perlu ikut drama! Paham Lo! Dasar bodoh!" Tukas Citra yang awalnya menatap bukunya sekarang beralih ke siswa itu dengan tatapan tajam dan dingin serta bicara tajam.


"Ya-ya sorry..." Ucapnya gugup dan Canggung seraya duduk kembali.


Teman temannya terkekeh pelan melihat itu. Mereka merasa lucu ada orang yang berani bicara dengan Citra menggunakan nada seperti itu. Yang pasti membuat Citra tak suka.


"Lo sih! Gue aja yang suka tawuran aja gak berani tuh bicara pake nada kayak gitu! Ehh Lo cari perkara, dapet tatapan tajam dan Jawaban pedas kan?!"


"Ya gue gak sadar, gue lupa kalo dia dingin. Sumpah menusuk banget jawaban dari dia."


"Ya makanya lain kali jangan lagi Lo kayak gitu. Ujung ujungnya cuma hati Lo yang bakal sakit nanti dengar setiap jawaban dari dia."


"Iya deh! Tapi ya.. gue liat dia gak dingin... Liat aja tuh sama temennya dia tersenyum kayak gitu."


"Suasana mereka tuh yang cocok sama dia. Katanya orang dingin cuma bisa hangat kalo suasananya cocok sama dia."


Beginilah perbincangan teman kelas laki-laki Citra, mereka berbicara seraya melirik Citra sesekali. Di sisi lain Citra sedang berbincang dengan teman temannya.


"Guys, terutama Lo Fara, kalian gak keberatan sama ide gue kan?" Ujar Citra cemas.


"Ngak dong pasti! Gue nurut aja sama Lo, kan Lo artisnya, Lo lebih paham masalah ginian." Ujar Fara menepuk bahu Citra pelan.


"Iya, Fara bener. Untuk pertama kalinya gue liat Si Ratu es audrin nunjukin rasa cemas." Ujar indah tersenyum cengengesan.


"Ya Karna... Kita udah melekat di hati nya gunung es." Ujar Risa memeluk Citra.


Mereka memang sudah melekat di hati Citra, teman yang terbaik bagi Citra, mereka telah berhasil menimbulkan rasa cemas dan takut di hati Citra. Takut mereka kecewa dan citra kehilangan kehangatan teman temannya.


___________


_______


"Sayang, ngapain sih? Dari tadi laptop muluk yang diliat. Aku gak di lirik sekalipun." Rengek Bara dalam vedcoll.


"Apa sih kak, aku tuh lagi ngetik teks drama buat yang lain, biar mereka bisa berlatih dengan mudah. Jadi gak perlu khawatir sama kontes nya."


"Ada kontes drama?"


"Iya, jadi aku harus buru-buru menyelesaikan teks drama ini, supaya besok bisa langsung di print dan kita bisa latihan secepatnya." Ujar Citra seraya tetap fokus dengan laptop nya.


"Kamu ikut serta dalam dramanya?"


"Ngak, aku cuma mau latih mereka. Ini kan perkelas, jadi walaupun gak ikut serta asal kelas aku menang aku juga ikutan menang sebagai pelatihnya." Ujar Citra seraya melihat bara di layar ponselnya.


"Weh jadi sutradara cocok nih!"


"Eh enak aja. Aku aktris nya, kamu jadi sutradara nya."


"Siap aktris cantik ku..."


Bara menemani Citra yang sedang sibuk dengan laptop nya. Bercanda dan bicara serius sesekali. Hingga esok harinya. Citra sudah menyelesaikan teks itu. Dia segera mem-print teks itu dan membawanya ke sekolah


Citra membagikan kertas kertas itu pada orang orang yang telah Citra pilih. Perlahan Citra membimbing mereka berlatih. Guru guru yang melihat hanya tersenyum. Melihat kepercayaan teman teman Citra pada nya, membuat guru kagum. Mereka bersedia di latih oleh Citra Tampa mengeluh, mereka mendengarkan setiap instruksi dari Citra.


"Ini nanti gue Begini kan Drin?" Ujar Mira mempraktekkan perannya.


"Iya, Mimik wajahnya tambah lagi mir."


"Ohh Ok siap."


"Hey, Putri gagak itu galak dan sombong, tambah lagi mimik wajah sombong nya." Ujar Citra mengkritik Temannya.


"Ok Ok."


Perlahan akting mereka semakin memadai. Terukir senyum di antara bibir Citra. Teman temannya begitu mudah dilatih, dan dia juga senang karna teman temannya bersedia percaya padanya.


SUKSESI BUAT KALIAN💪🙌


BERSAMBUNG..........................................

__ADS_1


__ADS_2