
Citra Kini sedang membagikan oleh-oleh yang telah dirinya siapkan untuk teman-temannya, Teman-teman Citra sangat berterimakasih atas pemberian Citra itu, Teman-teman cewe Citra mendapatkan Cincin Couple satu grup, sementara yang cowo gelang, mereka juga telah menetapkan grup mereka.
Grup mereka hanya terdiri dari mereka mereka saja, yaitu Citra, Fara, Risa, Fiza, Mira, Indah, Aliya, Firly, Fendi, Riski, Salman, Yoga, Rafi, dan Ozi. Hanya mereka, Karena mereka adalah yang paling dekat dengan Citra dibandingkan teman-teman mereka yang lain.
"Udah malem nih, Kita pulang dulu ya Drin." Celetuk Salman Pamitan.
"Hemn iya, Hati hati ya kalian pulangnya." Pesan Citra.
"Siap Drin." Timpal Mira menunjukkan deretan giginya.
Citra pun mengantar teman-teman keluar, jika tidak begitu maka Citra sama saja tidak menghargai atau menghormati tamu, siapapun tamunya sebagai makhluk sosial tentu harus punya sopan santun.
"Bye bye Audrin, sampai jumpa di reunian mingdep ya Drin." Pamit Fara sekaligus mengingatkan.
"Iya, gue dateng kok." Balas Citra mengangguk mengiyakan.
Satu persatu teman-teman Citra mulai meninggalkan halaman rumah Citra dengan kendaraan mereka, namun saat Salman akan melakukan sepeda motornya, Citra teringat sesuatu dan mencegah Salman untuk pergi.
"Kenapa Drin?" Tanya Salman.
"Besok bisa ketemuan gak? Gue ada penawaran kerja buat Lo." Jawab Citra.
"Kerjaan?! Tentu aja, kapan Drin?" Tanya Salman.
"Iya, emm besok gue share lock ke Lo alamatnya, mungkin di malam hari, apa bisa?" Jawab Citra di akhiri pertanyaan.
"Bisa bisa, bisa kok Drin." Jawab Salman bersemangat.
"Ok, positif ya, See you tomorrow." Ucap Citra tersenyum tipis.
Salman tersenyum tipis pula, lalu mulai tancap gas meninggalkan wilayah rumah Citra bersama Fiza yang stay di belakangnya, di bonceng maksudnya.
"Kira-kira kerjaan apa tuh Man?" Tanya Fiza.
"Entah, Yang penting pekerjaan deh, toh Audrin gak mungkin kasih gue kerjaan gak bener." Jawab Salman yakin.
"Iya gue juga tau kali Man, ah udahlah, bingung jelasinnya." Timpal Fiza malas debat.
Salman terdiam, dirinya tak mengatakan apa-apa, seakan-akan langsung larut dalam lamunan.
"Za?" Seru Salman.
"Ya?" Saut Fiza.
"Yang di IG itu.... Beneran?" Tanya Salman agak ragu.
"Apanya?" Tanya Fiza balik.
"Yang Lo bahas sama Fara, emmm tentang kepastian itu." Jawab Salman canggung.
Fiza seketika terdiam, ia kaget dengan pertanyaan dari Salman itu, ia bingung harus menjawab bagaimana, haruskah ia jujur? Tapi Fiza terlalu gengsi untuk jujur tentang semuanya.
"Za, mau dengerin sesuatu gak?" Tanya Salman.
*Gue harus jujur kali ini, gak boleh di tunda lagi.* Batin Salman memantapkan niatnya.
"Apa?" Tanya Fiza.
"Gue tuh udah 5 tahun naksir Lo." Jawab Salman to the point.
"Khuk!! Apa?!" Kaget Fiza tersedak ludahnya sendiri.
"Gue cuma mau jujur, sebelumnya gue selalu gagal nyatain cinta ke Lo, jadi gue coba lagi hari ini, gue gak maksa Lo, mau di tolak juga gapapa, gue cuma mau Lo tau perasaan gue yang sebenarnya." Ujar Salman sungguh-sungguh.
__ADS_1
"............" Fiza hanya diam.
Tak mendapati balasan dari Fiza, Salman lantas bungkam, ia tak mengatakan apapun, ia takut untuk bertanya jawaban Fiza, takut ditolak iya, takut kedekatannya dengan Fiza hancur juga iya, intinya Salman kini sedang bertarung dengan pikirannya sendiri.
"Man, bisa berhenti di minimarket di depan?" Ujar Fiza setelah terdiam sekian lama.
"Ok." Jawab Salman mengangguk.
Singkatnya Fiza dan Salman berhenti di depan minimarket, Salman menunggu diluar sementara Fiza masuk ke dalam sendirian.
Fiza membeli beberapa cemilan untuk stok nonton, karena cemilannya sudah habis di santap saat menonton kemarin bersama adik sepupunya.
"Salman?" Seru seorang gadis menghampiri Salman.
"Hemm? Heni?" Dahem salman menoleh dan memperlihatkan Heni kenalannya.
"Lo ngapain disini?" Tanya Heni.
"Nganterin seseorang." Jawab Salman.
"Owhh Si--" Ucapan Heni terputus karena ia hampir terserempet motor, untung saja Salman langsung menarik Heni, dan akhirnya Hani tidak terserempet.
"Lo gak kenapa-kenapa kan?" Tanya Salman, posisinya masih merangkul Heni.
"Iy- Iya." Jawab Heni Blushing >////<
BRUGHH
"Aduh maaf maaf Bak, saya tidak sengaja." Ucap seseorang yang tak sengaja menabrak Fiza hingga belanjaan Fiza terjatuh.
Salman kaget dengan itu, ia pun segera melepaskan rangkulannya dan menatap Fiza dengan tatapan terkejut, dan Fiza juga sedang menatapnya.
Salman menghampiri Fiza untuk membantu Fiza, Namun Fiza seolah menghindarinya, tentu saja! Baru beberapa saat lalu pria di hadapannya itu mengatakan telah menyukai dirinya selama 5 tahun, namun sekarang ia melihat pemandangan yang amat mengecewakan, perhatian, itulah yang Fiza lihat di diri Salman, namun untuk orang lain.
"Za, Fiza, tunggu dulu Za." Seru Salman mencoba menahan Fiza, namun Fiza berlari menghindari sentuhan Salman.
"Fiza?!" Panggil Salman namun tak di gubris oleh Fiza.
"Ck! Sial!!" Decak Salman kesal pada dirinya sendiri.
Salman pun segera menuju ke tempat dimana sepeda motornya terparkir, disana masih ada Heni yang kebingungan dan penuh tanda tanya.
"Sorry ya Hen, gue duluan." Ucap Salman kemudian tancap gas mengejar kepergian Fiza, semoga saja masih di sekitar jalan raya.
*Fiza, Lo dimana sih? Please jangan salah paham.* Batin Salman cemas.
_
_
"Apaan sih gue!! Kenapa gue kesel? Terus kenapa gue rasanya pengen nangis coba?!" Cetus Fiza kesal.
"Fiza sadar.... Lo itu bukan siapa-siapa dia! Mungkin dia cuma bohongin Lo, jangan percaya!" Sambung Fiza masih sama.
"Ihhh kesel kesel!!!" Lanjut Fiza menendang asal.
BAGHH
"Ouch! Njim sakit bet ta*k!" Umpat Fiza ketika tak sengaja menciderai kakinya sendiri.
"Aduhh sial banget sih idup gue hari ini!! Siapa sih yang ngutuk gue!" Ketus Fiza mengeluh di balik rasa kesalnya.
"Ini lagi Edo kemana sih?! Pas di butuhkan malah gak bisa dihubungi!" Sambung Fiza lagi-lagi dengan nada ketus.
__ADS_1
SWUSHH>Tiba-tiba Fiza di tarik seseorang.
Fiza lantas menatap seseorang yang menariknya itu, Salman, dia adalah Salman. Salman sudah berhasil menyusul Fiza dan menemukan Fiza di dekat pertigaan.
"Lo?!" Sentak Fiza kaget plus jengkel.
"Kenapa pergi sendiri?" Tanya Salman.
"Gue gak butuh bantuan Lo buat di antar pulang!" Jawab Fiza ketus.
"Za, Jangan gini ya, aku khawatir sama kamu kalo pergi sendirian malam malam begini." Ujar Salman khawatir.
*What?! Dia manggil gue dengan sebutan kamu?* Batin Fiza kaget.
"Udah gak usah repot-repot! Lo lanjutin aja noh sama cewe Lo, gue bisa pulang sendiri." Cetus Fiza masih jengkel.
"Za~ dia bukan pacarku, sungguh." Ungkap Salman serius, dan Fiza hanya diam tak percaya dengan itu.
"Za~ Aku selalu suka kamu, tidak pernah suka orang lain, percaya sama aku ya? Aku serius cuma sayang sama kamu, tadi itu Heni, dia rekan kerjaku, dia penata artistik di grup kami." Sambung Salman menjelaskan seraya menangkup wajah Fiza.
Fiza diam, ia menahan sesuatu dimatanya, yah,,,, buliran bening ingin sekali jatuh dari pelupuk mata Fiza, entah mengapa ia tak suka bahkan sedih melihat Salman tampak mesra dengan perempuan lain.
"Za? Kamu kenapa? Gak suka aku sentuh ya?" Tanya Salman seraya melepaskan tangannya dari wajah Fiza.
Fiza menggeleng. "Bukan~ Gue gak tau kenapa gue nangis, gue gak suka liat Lo sama perempuan lain! Tanpa alasan gue pengen nangis! Hiks,,, aneh kan gue." Ucap Fiza dengan suara gemetar karena menahan tangis.
"Puftt! Hahaha itu namanya kamu cemburu Za, kamu gak suka aku dekat sama orang lain." Ujar Salman terkekeh kecil.
"Dih! Engga ya! Emang Lo siapa he?" Pungkas Fiza ingin melangkah pergi namun di tahan oleh Salman.
"Apa?" Tanya Fiza.
"Za~ Pacaran yuk? Mau gak jadi pacar aku?" Ungkap Salman to the point.
"Gue posesif, gampang cemburu, banyak maunya, suka ngemil, repot jadi pacar gue, masih mau Lu?!" Tanya Fiza rada ketus.
"Engga masalah, jadi mau gak?" Jawab Salman sekaligus bertanya balik.
"Huh awas Lo kalo ngecewain gue!" Ketus Fiza memangku tangan di dada.
"Gak akan, jadi.... Kita pacaran nih? Udah resmi?" Tanya Salman memastikan.
"Hemm." Dahem Fiza mengiyakan.
"Hemm apa maksudnya?" Tanya Salman menggoda.
"Iya Lo pacar gue, gue pacar Lo, puas!" Sentak Fiza jengkel.
Dalam sekejab mata Fiza melayang karena di pangku oleh Salman, Di junjung tinggi lalu berputar-putar penuh kebahagiaan, itu tampak jelas di wajah Salman.
"Ih apa sih, turunin, malu." Tukas Fiza blushing, sebab disekitar masih terdapat banyak orang.
"Aku gak peduli, aku bahagia banget! akhirnya kamu resmi jadi pacar aku, besok lamaran yuk." Saut Salman di selingi ajakan.
"Ih apaan! Saling kenal dulu lah, temen-temen aku masih belum pada married." Balas Fiza.
"Ok, Nanti pas udah saling kenal lebih dalam, aku langsung lamar kamu, boleh?" Ucap Salman di selingi pertanyaan.
"Ok." Balas Fiza tersenyum.
BEGINI NIH KALO KETEMU YANG SERIUS, LANGSUNG DI AJAK LAMARAN CUY, GUE KAPAN YAK?! COWO AJA GAK PUNYAðŸ˜
BERSAMBUNG..........................................
__ADS_1