
Perias terbelalak melihat siapa yang datang. Dia terkejut saat seseorang itu menyebutkan namanya.
"Ini aku, Bara."
"Tu-tu-tu- tuan..." Perias tergagap melihat Bara.
"Shutt!! Jangan sampai ada yang tau, panggil aku secara normal."
"Ma-maaf."
"Mana Audrin? Udah selesai bersiap?" Tanya Bara mengintip ke dalam kamar.
"Ah iya! Kebetulan sekali tuan...eh maksudnya mas bara, mas bara datang di waktu yang pas!" Jawab nya antusias.
"Ada apa?"
"Mas bara pasti suka, ayo masuk, liat sendiri." Ucap perias itu melebarkan pintu yang terbuka untuk membawa bara masuk ke dalam kamar.
Bara masuk ke dalam kamar, Dia melihat Citra yang berdiri menghadap cermin. Kemudian Bara memanggilnya dan sontak Panggilan itu membuat Citra kaget.
"Audrin?!"
"Hah?! Kak...kak Bara?" Ucap Citra membalikkan badannya menghadap bara.
Bara terpesona akan kecantikan gadis idamannya itu.
*Dia....Cantik sekali. Ternyata lebih Cantik jika sudah berdandan begini, Uh! Apa yang aku katakan? Audrin kan selalu Cantik. Dia selalu seperti bidadari.* Batin Bara terpesona.
"Kak? Kak bara?" Ucap citra melambaikan tangannya ke depan wajah bara yang termenung.
*Kak Bara ini kenapa? Apa aku terlihat buruk?!* Pikir Citra menebak nebak.
"Kak! Kak Bara?!" Ucap Citra lagi menjentikkan jarinya.
"Eh?! Iya iya, kenapa?" Ucap Bara yang tersadar dari lamunannya.
"Ihh! Kak Bara kenapa sih? Aku terlihat buruk ya? Aku gak cocok pakek gaun ginian ya?" Kata Citra menghujani Bara dengan pertanyaan.
"Ehh bukan bukan. Kamu cocok kok, malah Cantik bgt."
"Beneran nih?!"
"Iya beneran."
"Hihi ternyata memang benar, aku memang cocok memakai pakaian apapun." Ucap Citra berpaling ke Cermin lagi.
**Author: Iya, kamu emang cocok pakai pakaian apapun, asal jangan yg Compang camping aja sih Cit**.
**Citra: "............" Tersenyum canggung**
"Ya udah, kamu cepat keluar kalo udah siap, Eza nanyain muluk tuh, Cerewet banget dia, bikin aku pusing aja."
"Hahaha, baiklah, Kak Bara bisa pergi duluan, Audrin akan keluar sama Bak Nina." Ucap Citra melirik sang periasnya.
"Ok."
Bara pun pergi meninggalkan Kamar Citra, Bara langsung menuju lokasi pemotretan, Dia menunggu kedatangan Citra, tak terkecuali Eza dan yang lainnya, 5 menunggu, Citra pun muncul di lokasi.
Citra langsung memulai pemotretan nya, gaun yang di pakai Citra memang sangat cocok untuk suasana Pantai pulau Senka, air laut yang agak kehijauan dan membuat hasil pemotretan semakin sempurna. Pemotretan berlangsung selama 2 jam sebelum semuanya selesai. Setelah selesai pemotretan, Citra di bawa ke dalam kamarnya dan di suguhkan sesuatu yang hangat untuk tubuhnya.
"huff hangat banget... aku udah gak menggigil lagi." Ucap Citra tersenyum.
Citra rela basah basahan menggunakan gaun pengantin, Dia Bekerja keras untuk keluarganya Tampa mengeluh, mungkin ini sebabnya Dia berhasil. Kerja keras nya selama ini membuahkan hasil yang sangat tidak terduga oleh Citra.
___________
________
"Drin? Masih dingin gak?" Tanya Bara menghampiri citra.
"enggak kak, udah nggak dingin kok" Jawab Citra tersenyum.
"Oh ya udah, sini aku bantu keringkan rambut kamu."
"Eh jangan kak. nggak usah, aku bisa keringkan sendiri kok"
"udah sini ah! rewel banget." Tukas Bara merebut handuk di tangan citra.
Citra hanya bisa diam saat bara merebut handuk di tangannya, Citra membiarkan Bara mengeringkan rambutnya. Citra tidak enak untuk menolaknya karena Bara sudah bersih keras. Citra membiarkan Bara melakukan apa yang dia inginkan.
"Makasih ya kak, Kak Bara udah baik banget sama aku." Ucap Citra tersenyum melirik Bara.
"kamu ini ngomong apaan sih Drin, aku kan udah bilang... Aku sayang sama kamu, jadi aku akan selalu ada buat kamu." Ujar Bara mengelus rambut Citra dengan lembut.
"Hem! Sebuah kehormatan bagiku bisa di sukai oleh orang sebaik kak Bara."
"Haha Belajar dari mana kata kata begitu kamu?" Tanya Bara mengerutkan keningnya dan terkekeh kecil.
"Di ajari Kak Bara." jawab Citra santai.
__ADS_1
"hah? Kok aku?"
"Kan emang iya, kak Bara selalu bicara manis sama aku, jadi ketularan deh." Celetuk Citra tersenyum cengengesan.
"Dasar kamu ini..." Ucap Bara gemas seraya mencubit pipi Citra.
"Ihh kebiasaan! sakit tau gak." Tukas Citra manyun.
"Abis kamu gemesin sih." Ucap Bara tersenyum cengengesan.
*******
Malamnya semua orang berlayar ke tengah laut, tujuannya untuk menikmati malam di lautan pulau Senka.
"Suasana laut dimalam hari ternyata begini... menyenangkan sekali." Celetuk Nina girang.
"Bak Nina suka pantai?" Tanya Citra melirik Nina.
"Sebenarnya ngak juga sih, Saya lebih suka mendaki."
"Wow! ternyata bak Nina punya hobi gitu. hebat banget."
"hahaha, kalo mau ikutan, kapan kapan Saya ajak non Audrin gak masalah kan?"
"gak masalah banget Bak."
Citra dan Nina berbincang dengan gembira, Hingga waktu sedikit larut mereka berdua kembali ke kamar masing masing untuk istirahat. di ikuti yang lainnya. Kecuali para laki laki, Mereka Masih berada diluar dan berbincang bincang bersama seraya menikmati suasana lautan di malam hari.
•MAKLUM LAKI LAKI. UDAH KEBIASAAN MEREKA BANGET TUH YANG NAMANYA BERGADANG.•
Keesokan harinya mereka ribut akan permainan yang diajukan oleh eza. eza mengajak semua orang mencari satu pasangan wanita untuk memancing, dan wanita siapa yang tidak mendapatkan ikan maka pasangan laki-lakinya akan dihukum untuk menceburkan diri ke dalam air, pada saat sang wanita mendapatkan ikannya maka sang lelaki boleh naik kembali ke atas kapal.
Citra keberatan akan ide dari eza karena pasangan laki-lakinya tidak terlalu pandai berenang yaitu bara. Citra sangat khawatir dirinya tidak berhasil mendapatkan ikan, saat itu Bara akan terus berada di dalam air dan itu bisa memengaruhi kesehatannya.
"Ngak ngak, aku Gak setuju! Kak Bara Gak terlalu pandai berenang, bagaimana jika ada ombak dan kak Bara tidak bisa menahannya?!"
"Udah kamu tenang aja Drin, aku bisa kok."
"tapi kak, bagaimana jika aku tidak mendapatkan ikan?! Saat itu kak Bara yang akan terus berada di dalam air dan kedinginan."
"Gak papa, aku percaya padamu." Ucap bara memegang kepala Citra dengan lembut.
"Tapi...."
"Udah, Eza! Aku setuju dengan Ide kamu. Aku akan ikut." Ucap Bara menyetujui permainan yang di rekomendasikan oleh eza.
Akhirnya semua orang pergi sarapan pagi sebelum menjelang siang mereka menjalani aktivitas nya masing-masing, bermain, jalan-jalan ke dalam pulau senka melihat hutan, mencari buah dan lainnya.
Saat Siang hari telah tiba, semua orang berkumpul kembali di kapal pesiar, mereka berkumpul di luar dan mempersiapkan alat-alat untuk permainannya mulai dari pemancing dan umpan serta ada beberapa cemilan yang disiapkan di atas meja.
"Ok, Kita mulai permainannya Sekarang." Ucap Eza memberikan pengumuman.
"para gadis silahkan kalian mengambil pemancing kalian masing-masing, dan berusaha keras lah untuk mendapat ikannya, atau pasangan kalian akan terus berendam di dalam air.
*uhh, apa sungguh gak masalah?* Gumam Citra cemas.
"Drin, Kamu gak apa-apa?" Ujar Bara khawatir.
"uh! aku gak apa-apa Kok kak, tapi kak bara tuh! kak Bara yakin?"
"iya, udah tenang aja."
"eumm." Remang Citra tak tenang.
_________
"Ok, Ayo mulai guys, ingat harus dapat 2 ekor ikan Ok?" Ujar Eza kepada semuanya.
"Ok (Siap)" Jawab semuanya serempak.
Semua gadis pun mulai memancing ditemani pasangan masing-masing. Waktu 10 menit bagi para gadis untuk mendapatkan ikan sebelum para lelaki menceburkan diri ke dalam air.
Setelah 10 menit tak ada seorangpun gadis yang mendapatkan ikan, pada akhirnya pasangan mereka masing-masing harus menceburkan diri ke dalam air.
"Kak Bara yakin?" Tanya citra memastikan.
"Iya, aku yakin kok, tenang aja." Jawab bara meyakinkan citra lagi.
"Baiklah, hati-hati kak."
"Ok."
Akhirnya semua pasangan laki-laki telah menyembur ke dalam air. Setengah jam kemudian salah satu gadis berhasil mendapatkan 1 ekor ikan, pasangan di izinkan maju mendekati kapal, jika gadis itu berhasil mendapatkan ikan ke 2, maka pasangan nya baru diizinkan naik. Dan juga sebaliknya.
setelah beberapa saat gadis itu berhasil mendapatkan Ikan ke 2 nya dan pasangan laki-lakinya pun diizinkan untuk naik ke atas kapal.
"hey! ayo naik, aku udah lolos."
"Ok." jawabnya singkat.
__ADS_1
Saat sore hampir tiba, tinggal lima gadis yang belum mendapatkan ikannya tak terkecuali citra, mereka mereka masih berusaha untuk mendapatkan ikan.
Saat menjelang malam tersisa 3 gadis yang belum mendapatkan ikannya yaitu citra, nina dan Luna yang merupakan pelayan di kapal pesiar itu.
"Non Audrin, cepat kamu pancing ikan nya, lihat mas bara sudah kedinginan." Ucap Eza memanas-manasi Citra.
"Kak Eza bisa diam nggak sih?! bikin aku tambah khawatir aja!" Ucap citra yang mulai cemas.
*Mana sih ikannya? Kak Bara udah berjam jam di dalam air, pasti dia sudah tidak kuat lagi. Ini sudah malam dan cuaca dingin, kak Bara pasti kedinginan di sana.* ucap citra dalam benak pikirannya menatap bara.
• 2 Jam kemudian.
"Ahh Aku berhasil, aku sudah mendapatkan 2 ikan! Mas Zaki! Ayo naik." Ucap Nina pada sang Rekan kerjanya.
"Aku juga dapat satu. Hey! Cepat mendekat sini." Ucap gadis yang satunya lagi.
Kini hanya tersisa citra yang belum mendapatkan ikan, cita sangat cemas karena sudah berjam-jam dia tidak kunjung mendapatkan suatu ikan pun citra tambah cemas saat melihat bara yang sudah terlihat sangat kedinginan.
Setengah jam pun berlalu, dan citra masih belum mendapatkan satu ikan pun, Citra sudah putus asa, dan akhirnya citra melemparkan pemancing nya saat melihat ke arah bara yang sudah sangat kedinginan, citra ikut melompat ke dalam air dan menghampiri bara.
"Eh eh, nona Audrin! Jangan!" Teriak yang lain Yang melihat Citra melompat ke dalam air.
"Aku mau susul kak Bara. Kalian Diem aja!"
__________
_______
____
"Audrin? Ngapain kamu nyebur? Disini Dingin Drin."
"Kak bara juga tau disini dingin, kenapa tetap menunggu?! Kak Bara bisa sakit tau gak?! Sakit itu gak enak!" Ucap Citra menangis.
"Kamu khawatir sama aku?"
Citra kaget dengan pertanyaan dari bara, Dia sadar bahwa Tampa sengaja dirinya menunjukkan perasaan dalam hatinya.
"E...ngak! Siapa yang khawatir! Gak ada."
"Itu! Kamu nangis dan susul aku kesini."
"Apaan sih?! Enggak kok, aku...aku cuma kelilipan doang." Ucap Citra menyeka air matanya.
"Ada di air kok kelilipan." Ucap bara dengan tatapan curiga.
"Terserah kak Bara! Aku mau hentikan permainan ini."
Citra berpaling untuk meminta Eza menghentikan permainan aneh itu. Namun bara sigap meraih tangan citra dan menghentikannya untuk menuju ke kapal pesiar.
"Drin, kamu gak bisa, Kita udah sepakat sampai tengah malam, jadi ini baru berhenti nanti tengah malam."
"Tapi gak mungkin kak Bara terus di dalam air! Bibir kak Bara aja udah membiru... Gak mungkin buat kak Bara untuk...." Ucapan Citra terhenti saat Bara memeluknya.
"Audrin, Tenangkan Hati kamu, Aku gak papa kok, percaya pada ku ok?"
"Tapi kak..."
"Melihat kamu se khawatir ini sama aku, aku seneng banget, dan itu membuatku bisa bertahan lebih lama lagi." Ucap bara melepaskan pelukannya dan menatap citra.
Bara tersenyum manis untuk menenangkan citra, Citra hanya bisa diam menatap mata bara. di hatinya citra merasa cemas dan khawatir akan keadaan bara yang terus berada di dalam air, ditambah lagi dengan bara yang tidak terlalu pandai berenang, citra takut akan terjadi sesuatu yang tidak citra inginkan.
"udah, sekarang kamu naik ke kapal lagi ya?ingat, kamu baru aja sembuh, kamu nggak boleh lama-lama di sini."
"nggak kak, Audrin mau temani kak bara di sini."
" Drin, nurutnya? kamu naik! kalau kamu disini, aku malah jadi khawatir, dan aku jadi gak bisa bertahan di sini lebih lama."
"...... Ba-baiklah, Kak Bara yakin masih bisa lanjut?" Tanya citra Memastikan dengan wajah yang sedikit ragu dan cemas.
"Iya, udah yuk, aku antar kamu naik." Ucap Bara memegang tangan citra dan membawa citra pergi menuju kapal.
Citra menuruti perintah bara dan kembali ke atas kapal lagi. Setelah mengantar citra naik ke kapal bara kembali lagi ke posisinya sebelumnya Yang berjarak 20 meter dari tempat kapal itu berada. Bara menyandarkan kepalanya ke sebuah batu karang yang ada di tengah laut itu, Citra terus memandang bara dari atas kapal karena citra terus merasa khawatir.
"Nona Audrin, ayok ganti baju dulu, takutnya non Audrin bisa jatuh sakit." Ucap Nina setelah audrin ada di atas kapal.
"Tapi Kak Bara..."
"Jangan khawatir, yuk masuk ganti baju dulu, kalo ngak, mas Bara bisa khawatir sama non Audrin, dan mas b,ara bisa kapan saja marah marah pada saya." Ucap Nina membujuk Citra.
Mendengar kata-kata itu citra setuju untuk ikut ke dalam dan berganti pakaian, karena Citra tidak tega membiarkan Nina di marahi oleh bara. Karna Citra kenal betul dengan sikap Bara pada nya.
Setelah selesai berganti pakaian, Nina dan Citra pergi ke luar lagi, orang orang sibuk mempersiapkan makan malam, Nina yang melihat orang begitu repot turut membantu mereka.
"Non Audrin, saya bantuin mereka dulu ya?"
"Ohh iya Bak, silahkan."
BERSAMBUNG..........................................
__ADS_1