Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 02


__ADS_3

🌬️🌬️🌬️🌬️


"Hah..... Lega banget udah Sampek rumah. Apalagi kamar sendiri hufft seger banget. Tapi tadi pas gue nutup pintu tekstur gagangnya kok beda ya... Pasti ada yg masuk!" Ucap Citra jengkel.


"Ya udahlah, yg penting gak pegang barang barang gue." Sambung Citra.


Tok tok tok!! ~Tiba tiba seseorang mengetuk pintu.


"Masuk!" Ucap citra singkat dan santai.


"Ini Cimory yogurt nya non." Ucap Novi Menghampiri citra.


"Taruh aja langsung ke lemari es."


"Baik."


Novi langsung menaruh minuman yogurt itu ke lemari es kamar citra sesuai yg citra perintahkan.


"Kalo udah langsung keluar aja, jangan lupa tutup pintunya, aku mau ke balkon."


"Oh baik bak."


Citra mengambil beberapa cemilan dan minuman lalu membawanya ke Balkon. Menjadi kebiasaan buat Citra saat bersantai pasti di balkon.


Kamarnya di buat dengan posisi yang pas dengan teras rumah. Jadi Teras depan lantai 2 menjadi Balkon kamar citra, tidak ada yang bisa masuk kecuali citra, Karna memang harus memasuki kamar citra dulu untuk bisa masuk ke balkon itu.


Saat sedang bersantai, Tiba tiba perhatian Citra teralih ke ponselnya.


~saat memandang senyum mu yg seindah ladang bunga aku...


Nada dering ponsel citra berbunyi menandakan ada yang menelepon.


"Kak Bara?!" Ujar Citra girang melihat nama yg tertera di layar ponselnya .


"Halo, kak Bara Kok Baru telepon aku sekarang? Kemana aja beberapa hari ini?"


"Maaf Audrin.... Aku lagi banyak tugas kuliah, aku gak bermaksud gak mau nelepon kamu."


"Huh bilang aja kak bara udah lupain Audrin beberapa hari ini, ya kan?!"


"Astaghfirullah... Ngak kok Audrin... Mana mungkin aku lupain kamu. Aku beneran ada tugas dadakan dari kampus beberapa hari ini. Beneran deh... Kak Bara gak boong sama kamu." Balas Bara mulai panik menjelaskan.


"Ehehehe Audrin bercanda kak hahaha. Aku tau kok kak Bara gak bakal bisa lupain aku!" Ucap Citra dengan pasti.

__ADS_1


"Kenapa gitu? Kamu menebak dengan pasti kalau aku gak bakal lupain kamu. Kenapa ayok?!"


"Ya gak mungkinlah Kak bara lupain adik kecil yg super cantik dan imut kayak Audrin, iya kan?!"


"Ahahha iya iya! Kamu memang yg paling cantik. Oh ya gimana disana? Semuanya baik kan?!"


"Iya baik kak, Kamar Aku udah selesai juga... Hari ini lampu gantung yg kak Bara bilang bagus waktu itu bakal di antar ke sini hari ini.


"Beneran kamu pesan?!" Tanya Bara tak menyangka.


Bara terkejut tidak menyangka pilihannya di pilih oleh Citra.


"Hehe iya. Soalnya pilihan kak Bara bagus banget hehe."


"Syukurlah kalo kamu suka."


"Iya, oh iya kak garasi udah di bangun setengah nya. Mungkin bulan depan udah siap untuk di pakai. Orang orang yang Audrin pungut dari jalanan masih Kak bara rawat dengan baik kan?"


"Iya, mereka sangat baik sekarang."


Di sebrang sana Bara berbicara di telepon dengan Citra seraya tersenyum manis, tak sering sering pula dia membayangkan Citra.


β€’ mereka sama sama dingin Loh, Tapi kalo udah bersama aduh parah! πŸ˜­πŸ™


"Kamu benar, Masing masing mendapatkan keuntungan yang sama, Mereka gak akan terlantar dan kelaparan lagi." Kata Bara merasa senang.


"Iyap! Jadi Mereka gak akan hidup susah lagi kedepannya, dengan cara ini mereka juga gak akan merasa utang Budi, jadi mereka gak akan terbebani."


"Ya... Kamu memang sangat baik pada orang lain. Tapi Ingat jangan tertipu lagi ya? Kamu pernah di manfaatkan orang Karna terlalu baik dan polos. Jangan sampai terulang lagi."


"emang aku polos?" Tanya Citra.


"Ya sekarang enggak sih, Cuma jaga jaga aja jangan sampai terulang lagi Ratu es Audrin." tukas Bara terkekeh.


"Hehehe siap siap kakak komandan hahaha." Ucap Citra mulai bercanda Hura dengan gembira bersama bara.


"Ya udah ya kak, Aku mau mandi dulu... Baru pulang sekolah soalnya, barusan gak sempat mandi Karna lelah."


"Ohh iya, nanti malem aku vedcoll ya Drin? Boleh kan?"


"boleh bgt kak! Audrin seneng bgt hehe. Ya udah ya kak, dah.." Tut!!!


Citra langsung mematikan telepon dari bara tanpa menunggu balasannya.

__ADS_1


β€’ Kebiasaan Si Ratu Es ini!πŸ€¦πŸ»β€β™€οΈ. Akhh Ok kita lanjut aja ya.β€’ Next! kembali ke..... Cerita! muachhh πŸ˜™


🌬️🌬️🌬️🌬️✨


Di sebrang sana Bara Hanya tersenyum, Bara memandangi layar ponselnya sejenak sebelum panggilan dari seseorang menyadarkan nya.


"Bara?" panggilnya pada bara sera mulai menghampiri Bara.


"Eh iya ayah? Kenapa?" Bara Menoleh dengan terkejut dengan kedatangan orang yang kerap dia panggil ayah itu.


"Kamu kenapa senyum ceria gitu? Abis telepon cewek ya?! Siapa ayo! Audrin bukan?" Tanya sang ayah menebak seraya menggoda Bara.


"Loh! Kok ayah tau?! Eh Bu... Bukan yah bukan Audrin, emn itu, itu adalah... Adalah..." Bara mulai panik dan canggung ingin melontarkan jawabannya.


"Hahaha gak perlu mengelak lagi. Ayah tau kok kalo kamu suka sama keponakan teman ayah itu. Dari kamu masih satu sekolah sama dia, ayah tau kamu tertarik sama Audrin, lagian dia gadis pertama yg kamu ajak main kerumah. Dia juga baik, masih SMA udah bisa sesukses ini dengan usahanya sendiri, apalagi sopan santun nya mantep bgt! Ayah setuju banget kalau nanti dia jadi istrimu." Ujar nya panjang lebar.


"Ayah.. Jangan begitu ah! Lagian Audrin mana mau sama aku, dia cuma menganggap Bara kayak kakaknya sendiri."


"Kamu jangan pesimis begitu, Mana tau dia juga suka kamu. Lagian kalo kamu suka, perjuangin dong... Kamu udah dewasa, Udah saatnya kamu cari pacar. Dari SMA gak pernah punya pacar, dikira punya kelainan nanti kamu!"


"Ah ayah!! Ini anak ayah loh, mana ada punya kelainan! Lagian... Cuma Audrin yg berhasil menarik perhatian bara." Ucapnya seraya memandangi layar ponselnya, yg memang wallpaper ponsel bara di pasang foto citra.


"Hahha kamu ini... Ayah tadi mau tanya, kamu akhir akhir ini kenapa sibuk? Padahal ayah tanya temen kamu gak ada banyak tugas kok."


"Ayah... 2 bulan lagi adalah terakhir pembelajaran semester pertama jadi bara harus Pastikan gak akan ada tugas yg tertinggal, Lalu satu minggunya ujian dan abis itu kampus cuti selama 1 bulan Karna ada pemantauan dan perubahan ruangan. Nah.... Pada 1 bulan itu, Bara ingin menemui Audrin di kampung. Jadi kalo tugas Bara udah selesai semua, kan Bara bisa santai saat di sana." Ujar Bara panjang lebar.


"Kamu ingin ke kampung?!" Tanya sang ayah terkejut dengan pernyataan anaknya itu.


"Iya, boleh ya ayah... pliss bara mohon... Hitung hitung liburan". Bara mulai memohon pada ayahnya, dia takut ayahnya tidak mengizinkan dia pergi.


"Emm sekalian bareng ayah. Ayah dulu pernah tinggal di sana dan membeli satu rumah kecil. Sampai sekarang belom ayah jual, sekalian ayah mau melihat rumah itu."


"Beneran yah?! Ayah serius?" Ucapnya antusias merasa senang.


"Iya... Jadi sepakat ini kan."


"Iya iya, sip ayah. Ayah memang ayah terbaik! Hahaha" Ujar Bara manja kepada sang ayah. yang kemudian Bara melamun seraya menatap langit-langit.


*Akhirnya bisa ketemu Audrin untuk waktu yg lama.* Batin Bara senang.


β€’ Ok Next! Sampai di sini dulu. Sampai Jumpa lagi guys... Aku sayang kalian.β€’


β€’And thanks udah mampir ya Muachhhh πŸ˜™

__ADS_1


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2