Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 112


__ADS_3

Waktu yang dijanjikan tiba, namun Citra membatalkannya, ia menunda hingga jam 20:00(08:00) malam, dan sekarang baru jam 5 sore, Citra sedang bersama adik-adiknya, Citra membantu Rendi dengan masalah promosinya, Rendi belajar menjadi endorse sebelum akhirnya nanti mengikat kontrak menjadi seorang ambasador.


Citra membiarkan adik-adiknya melakukan apa yang dipilih mereka, itu dirinya lakukan untuk melatih adiknya dalam sulitnya mencari biaya hidup, butuh perjuangan dan usaha, bukan berpatok pada keluarga semata.


"Kak, aku kan gak main YouTube nih, berkecimpung dalam dunia game boleh gak?" Tanya Sandy hati-hati.


"Boleh." Jawab Citra.


"Hah?! Seriusan kak? Boleh nih?" Tanya Sandy memastikan.


"Iya, Pro-in dulu skill kamu, Nanti kakak bimbing kamu agar bisa masuk squad yang cocok, dan mengikuti turnamennya." Jawab Citra sungguh-sungguh.


"Hah?! Kaka serius?! Demi apa gak bercanda nih?" Pekik Sandy tak percaya.


"Ishh dibilangin, Tapi selesaikan dulu sekolah kamu, baru mikir itu." Desis Citra.


"Tentu." Ucap Sandy.


"Kalo kakak paksa harus selalu juara kelas gimana? Masih mau jadi gamers?" Tanya Citra menantang.


"Ok! Siapa takut." Jawab Sandy percaya diri.


Citra lantas tersenyum, ia senang melihat semangat membara di mata adiknya, sejujurnya Citra hanya bercanda, ia tak mungkin memaksa adiknya untuk selalu juara kelas, namun dilihat lihat tidaklah buruk melihat semangat dimata Sandy untuk meraih gelar juara kelasnya. Demi mendapatkan izin dan dukungan sang kakak, sandy bertekad akan serius belajar dan menjadi juara kelas untuk kedepannya.


"Kalo Abang?" Seru Citra.


"Hah?" Bingung Rendi.


"Kalo Abang gimana? Impian Abang apa?" Tanya Citra.


"Kalo Rendi,,,,, emmm ada deh pokonya." Ucap Rendi mengurungkan niatnya untuk menjawab.


"Serius ih!" Cetus Citra.


"Engga ah kak, malu." Tolak Rendi.


"Kenapa malu? Gak perlu malu sama impian kamu, walaupun impian itu diluar ekspektasi, tapi jangan malu sebelum berusaha untuk mewujudkannya, gak ada yang tau kedepannya bagaimana." Ujar Citra menasehati dengan lembut.


"Emm Kira-kira bisa gak ya aku mendirikan perusahaan nantinya?" Tanya Rendi, ia tak menatap Citra sama sekali.


"Mau jadi CEO?" Tanya Citra.


"Emm pengen kak, tapi apakah bisa?" Jawab Rendi di akhiri pertanyaan.


"Bisa kalo mau abang, yang penting usaha dan kerja kerasnya gak putus-putus, terus Do'a nya juga jangan putus-putus." Jawab Citra diselingi nasehat.


"Iya kak, tapi kalo gitu Rendi tinggal di kota dong?" Tanya Rendi.


"Bisa aja, tapi kalo udah punya tangan kanan kamu bisa tinggal disini, dan perusahaan tangan kanan kamu yang pantau." Jawab Citra.


"Kakak dukung aku?" Tanya Rendi.


"Tentu saja, Kakak akan selalu mendukung impian kalian, apapun itu." Jawab Citra tersenyum kepada adik-adiknya.


"Makasih kakak." Ucap ketiga remaja itu seraya memeluk erat sang kakak.


Citra lantas tersenyum, tanpa ia sadari buliran bening menetes dari kelopak mata indahnya, ia terharu, tak terasa adik-adiknya yang dulu selalu dipanggil bocah sekarang sudah dewasa semua, bahkan rasanya Citra bukan dikelilingi adik-adiknya melainkan kakak-kakaknya.


"Kak, kok nangis?" Tanya Arsha.


"Kakak gak apa-apa, cuma gak kerasa aja kalian udah pada dewasa." Jawab Citra.

__ADS_1


"Kakak~ jangan nangis dong, kalau selama ini kakak yang jangain kita, sekarang giliran kita yang jaga kakak sampai kedepannya." Ucap Rendi menyeka air mata kakaknya.


"Hiks, eumm iya." Saut Citra memeluk erat ketiga adiknya.


Tanpa mereka sadari, 4 pasang mata diam-diam melihat mereka dari ambang pintu ruangan, dua orang yang mengintip itu adalah Papa Ilham dan Mama Fahira, mama Fahira ikut menangis menyaksikan moment tersebut, anak-anaknya sudah dewasa, bukan anak kecil yang selalu meminta permen padanya seperti dulu.


"Pa~ Citra udah cukup berjuang, kini adik-adiknya sudah sanggup untuk menjaga Citra." Ujar Mama Fahira tersenyum haru.


"Iya Ma~ ayo pergi, jangan ganggu mereka." Titah Papa Ilham juga tersenyum.


🌬️🌬️🌬️🌪️


Kini Citra sudah ada di dalam kamarnya, ia baru saja selesai mandi, dan bersiap untuk pergi keluar bersama Eza untuk membahas pekerjaan nya.


Hampir 30 menit Eza menunggu Citra di ruang tamu, hingga akhirnya seorang gadis cantik yang anggun menuruni anak tangga dengan pesonanya yang tak pernah pudar dari dulu.



BEGINI YA GUYS PENAMPILAN CITRA SAAT INI👆


"Ayo Kak." Ajak Citra.


"Ohh Ok, Ayo." Saut Eza.


"Bentar, Rendi mana?" Tanya Citra.


"Udah nunggu diluar Cit." Jawab Mama Fahira.


"Ohhh, Baiklah." Balas Citra mangut-mangut tanda mengerti.


"Om, Tante, Pamit keluar dulu ya." Ucap Eza mencium punggung tangan Papa Ilham dan Mama Fahira bergantian.


"Iya, Jaga Citra ya nak." Tutur Papa Ilham.


"Citra pergi dulu ya Ma, Pa." Pamit Citra melakukan hal yang sama dengan Eza tadi.


"Iya sayang, hati-hati." Saut Mama Fahira tersenyum.


"Assalamualaikum." Salam Citra dan Eza serempak.


"Waalaikumsalam." Saut Mama Fahira dan Papa Ilham bersamaan.


_


_


...[20:25]...


Citra, Rendi dan Eza sudah ada di cafe 16 menit yang lalu, Mereka sedang melakukan panggilan video dengan dua perwakilan sebuah perusahaan besar, perusahaan yang mengembangkan sebuah produk terkenal dan terbaik di dunia, mulai dari baju, tas, maupun perhiasan yang mereka kembangkan adalah idaman banyak orang kalangan atas, namun Rendi berada di meja yang berbeda dengan Citra dan Eza.


"Queen, Kami akan memberikan honor 500 juta sekali pemotretan, bagaimana?" Ujar perwakilan perusahaan Dolce Gabbana.


"Huh murah sekali!" Cetus perwakilan perusahaan YSL(Yves Saint Laurent).


"Perusahaan kami mengajukan 800 juta." Sambungnya.


"Hemm, Kami mengajukan 1M Queen." Tegas perwakilan DG.


*Huh! Tidak-tidak, Kontrak dengan Queen ice Audrin tidak boleh direbut orang lain! Bisa-bisa perusahaan kami rugi! Sangat banyak yang menginginkan untuk mengikat kontrak dengan Queen, aku tidak boleh kalah!* Batinnya, perwakilan YSL.


"Sudah sudah, mengapa jadi ribut? Tenang." Ujar Citra❄️.

__ADS_1


"Queen, YSL mengajukan honor dua kali lipat dari DG, bagaimana? Jika setuju berkas kontraknya akan dikirim ke tangan manager anda besok." Ujarnya masih mencoba.


"Hey, kau jangan menghasut klienku!" Cetusnya(DG).


"Apa ini yang kau sebut menghasut? Huh dasar gak modal!" Cetus perwakilan YSL.


"Sudah sudah!❄️" Cetus Citra dingin.


Seketika dua manusia yang tadi ribut langsung senyap tak bergeming, Citra menghembuskan nafas panjang lalu menatap mereka bergantian di layar iPad nya.


"Aku bisa memilih sendiri kan?" Tanya Citra.


"Tentu Queen." Jawab YSL.


Citra mangut-mangut, Kemudian ia diam sejenak memikirkan pilihannya, setelah didapatkan keputusannya, Citra langsung mengatakannya pada mereka.


"Karena aku bisa memilih dengan bebas, jadi aku memilih menolak keduanya!" Tegas Citra membulatkan keputusannya.


"Apa?!" Kejut kedua perwakilan itu tak menyangka.


Kedua perwakilan tersebut syok dengan jawaban Citra, mereka terus berpikir apa yang kurang dari tawaran mereka hingga membuat seorang Queen ice Audrin menolak tawaran mereka? Tapi kemudian mereka mengembuskan nafas panjang, mereka mengakui rumor yang beredar selama ini, bukan rumor melainkan Kenyataan, sangat sulit untuk bisa menjalin kerja sama dengan seorang Queen ice Audrin.


"Ternyata rumor itu benar, tidak gampang bekerja sama dengan anda Queen." Ucap perwakilan YSL.


"Mohon jangan berkecil hati, aku minta maaf karena menolak tawaran kalian, sesungguhnya aku merasa terhormat bisa diperebutkan perusahaan besar seperti kalian, sungguh sebuah kehormatan bagiku, kalian bisa melirik orang kecil sepertiku ini." Ujar Citra tak enak hati.


*Orang kecil apaan! Produk yang kau iklankan saja langsung tembus 1M pengunjung dalam 3 menit😑* Batin perwakilan YSL.


*Kalau kau orang kecil, lalu aku apa? Jangankan diperebutkan, live saja 10 menit baru 6k😣* Batin perwakilan DG.


"Queen, ada orang yang terus mengawasi kita dari tadi." Bisik Eza tiba-tiba.


"Hah?! Dimana?" Tanya Citra terkejut panik.


"Disana." Jawab Eza menatap ke arah orang itu.


Plakk! >Eza di geplak dengan pena oleh Citra.


"Oihh! Kenapa sih Queen?" Tanya Eza mengusap kepalanya yang di geplak.


"Dia bukan orang jahat! Dia teman aku kak!" Jawab Citra.


"Ya' kan aku gak tau." Ucap Eza.


"Makanya lain kali perhatikan dulu yang bener, baru menyimpulkan!" Cetus Citra.


*Namanya juga orang waspada😓* Batin Eza.


"Gak usah ngebatin deh kak!" Cetus Citra melirik sinis Eza.


"🤐" Bungkam Eza tak berani bicara.


"Tuan-tuan, Pembahasan kita berakhir disini, saya masih punya urusan, sekali lagi mohon maaf atas penolakan saya." Ucap Citra menatap kedua orang besar di layar iPad nya.


"Ah baik-baik Queen, saya tidak akan menggangu lagi." Ucap orang YSL.


"Kalau begitu kami akhiri sekarang, terimakasih untuk waktunya Queen." Timpal orang DG sopan.


"Baik pak, Terimakasih kembali." Balas Citra tersenyum tipis.


Tutt~

__ADS_1


STOPPP😁 UDAH UDAH🤭


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2