Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 73


__ADS_3

lemari es yang penuh dengan buah, puding dan jeli


itu membuat Citra bingung sejenak, bagaimana brownies itu akan ia taruh? Sedangkan kotak brownies itu panjang.


"Ini gimana naruhnya? Gak mungkin aku taruh di atas, mana ada brownies beku? Eng... Baiklah baiklah... Citra ayo susun kembali lemari es lantai 2 mu ini. Pasti muat." Ucapnya pada dirinya sendiri.


Citra pun menyusun ulang semua isi lemari es nya dan ya... Brownies itu benar benar memiliki tempat. Setelah masalah sepele itu selesai, Citra melemparkan tubuhnya ke ranjang nya Karna lelah dengan kegiatan tadi.


******


"Sayang, makasih udah buat Citra senang."


"Makasih apa ha? Kita keluarga sekarang."


Riska tak bicara apapun, dia tersenyum manis pada suaminya itu. Setelah beberapa saat asik berbincang Aris pun membuka topik utama pada Riska yang membuat Riska sedikit terkejut.


"Sayang, aku sudah lama menyiapkan rumah kita sendiri. Kita pulang ke sana?" Tanya Aris kaku.


"Ini... Aku harus Bilang keluarga aku dulu. Kenapa baru bilang sekarang sih?"


"Lupa sayang, maaf."


"Besok aja ya? Malam ini kita disini nanti pas makan malam bareng kita bahas ini dengan keluarga."


"Ok." Jawab Aris singkat seraya tersenyum manis pada Riska.


*******


• Malam Harinya.


"Aris, mama udah nyuruh kita turun dan makan malam bareng." Ujar Riska masuk ke dalam kamarnya.


"Loh mana dia?" Ucapnya yang tak melihatnya batang hidung suaminya.


Riska memanggil Aris lagi dan terdengar suara dari kamar mandi, ya Aris sedang di kamar mandi.


"Sayang kamu ngapain? Ayo buruan turun." Ucap Riska yang ada di depan pintu kamar mandi.


"Aku lagi Cuci muka. Bentar lagi selesai kok sayang."


"Ohh ya udah. Cepetan Ok."


"Iya."


Riska pun pergi menunggu Aris di sofa kamarnya. 2 menit kemudian Aris telah keluar dari kamar mandi. Yang memang tadi Aris hanya tinggal membilas sabun yang menempel di wajah nya.


"Udah?" Tanya Riska singkat.


"Iya." Jawab Aris tak kalah singkat.

__ADS_1


"Ya udah yok turun." Ujar Riska tersenyum.


Saat tengah berbalik badan ingin pergi Aris menghentikan langkah Riska, Aris memeluk Riska erat seraya memejamkan matanya seakan meresapi rasa kebersamaan mereka.


"Ada apa?" Tanya Riska lembut seraya berbalik melihat Aris.


Aris tak menjawab, ia sigap mencium bibir Riska cepat yang membuat Riska terkejut. Ya ciuman pertamanya sudah berhasil Suaminya dapatkan.


"Emm emm ahhh..." Desah Riska.


"Apa yang kamu lakukan? ayo turun dulu. Semuanya lagi nungguin kita." Ucap Riska pelan seraya mengusap bibirnya.


"Aku minta bayaran dulu." Ucap Aris mengecup leher mulus Riska.


Riska mendesah menjadi jadi saat suaminya itu melakukan aktivitas nya di lehernya.


"Ahh A-Aris... Ssshhhh Cukup...." Desah Riska yang tak tahan dengan kenikmatan yang Suaminya berikan itu.


Aris menegang, terlihat jakunnya naik turun mendengar ******* merdu istrinya. Dia ingin namun Aris masih menahan diri. Sebelumnya mereka hanya pernah berpegang tangan. Seorang kekasih yang biasanya terbiasa dengan pelukan namun tidak dengan mereka. Aris takut Riska terkejut.


"Baiklah, aku sudah mendapat bayaran nya. Ayo turun dan makan malam."


"Dasar pemeras!!" Tukas Riska manyun dan beranjak pergi.


*Adu adik kecil.... Tahan dulu....* Gumam Aris masam seraya menyusul Riska.


____________


________


"Aris lagi cuci muka tadi ma, jadi aku masih nunggu dia selesai cuci muka." Jawab Risa canggung.


"Iya Tan... Eh!! iya ma, maafin Aris ya ma." Timpal Aris gugup.


"Oh ya udah ayok duduk dan makan."


Mereka tak menjawab, mereka hanya mengangguk seraya duduk di kursi mereka dan ikut makan makan bersama Semuanya. Setelah selesai makan malam papa angkat bicara pada pengantin baru itu yang sontak membuat mereka terkejut.


"Ayo bilang, apa yang ingin kalian katakan? Mau pindah ke rumah sendiri?"


Riska tersedak saat meminum air nya saat mendengar pernyataan Papa.


*Bener bener gak ada yang bisa di sembunyikan dari papa.* Gumam Riska canggung.


"Iya pa, aris lupa bilang sama papa dan mama mertua. Sebenarnya Aris sudah menyiapkan rumah sendiri buat kehidupan Aris dan Riska. Aris sebagai suaminya memegang penuh tanggung jawab terhadap Riska. Dan Aris gak akan setengah setengah mengambil tanggung jawab itu." Ucap Aris panjang lebar.


Papa tersenyum dengan pernyataan dari Aris, papa merasa puas dengan jawaban Aris itu, dan papa yakin bahwa putrinya dapat ia serahkan dengan tenang pada Aris.


"Baiklah, kapan mau pergi? Dan alamatnya?"

__ADS_1


"Besok pa, Desa kapal dusun Padang pa."


"Dua hari lagi adalah resepsi kalian, kalo besok kalian pindah, gimana sama resepsi nya?"


"Ma, adat sini kan pakai iringan, sebelum resepsi Riska bakal di rumah ini. Abis itu baru kita berdua menetap di sana."


"Ohh baiklah, jika kalian sudah memutuskan nya kami akan menyetujui nya."


"Makasih ma, pa." Ucap Riska dan Aris serempak.


**********


Besoknya pengantin baru itu benar benar pergi. Namun mereka meninggalkan rumah Citra di sore hari karena Riska masih mempersiapkan barang yang akan ia bawa ke rumah baru nya dan suaminya itu. Sampainya disana Riska kagum dengan rumah yang Aris siapkan untuk nya.


"Ini... Kamu bangun rumah ini dengan design yang aku liat waktu itu?"


"Iya. Aku ingat kamu sangat menginginkan rumah dengan model dan dekorasi ini jadi aku bekerja keras bertahun tahun sampai berhasil mendirikan nya."


"Makasih... Aku suka banget sama rumahnya."


"Ya udah ayok masuk."


"Ehem!" Celetuk Riska mengangguk.


Riska dan Aris masuk kedalam rumah baru mereka, rumah sederhana namun elegan yang di hiasi dengan beberapa interior yang cantik membuat nyaman penghuninya. Perabot rumah klasik yang membuat Riska semakin suka dengan rumah baru nya.


"Sayang, Kamu liat liat aja dulu rumahnya. Aku mau telepon teman dulu."


"Ohh Ok Ok. Aku liat dibelakang ya." Ucap Riska seraya beranjak pergi.


"Iya." Jawab Aris singkat seraya tersenyum.


Riska pun melihat satu persatu sisi rumah, mulai dari kamar mandi dan toilet tamu, dapur dan lainnya. Aris benar benar membuat rumah kecil itu dengan sempurna, Riska tersenyum senang, ternyata LDR yang mereka lakukan karena Aris berjuang keras untuk bisa memenuhi keinginannya, terlihat jelas Aris sangat mencintai Riska.


Setelah selesai, Riska pun menemui Aris yang tengah duduk di sofa ruang tamu.


"Bagaimana Rumahnya?" Tanya Aris seraya berdiri dari duduknya.


"Ini sempurna sekali... Makasih suami ku.. Cup."


SELAMAT BUAT RUMAH BARUNYA, MAS ARIS DAN BAK RISKA 🥳🥳🎉 CEPETAN BUAT ARIS JUNIOR BIAR RUMAHNYA RAME DAN PARA PEMBACA BISA CEPAT CEPAT JADI OM DAN TANTE HEHEHE 😁😁🤭


BERSAMBUNG...................................


Visual Aris Saputra 😝🌹



Visual Berliana Riskia 😘🌹

__ADS_1



UDAH COCOK BELOM NIH??? 🌹


__ADS_2