
"Oh gak apa-apa Kok. Gue mau ngajak pulang, takut Lo kemaleman pulangnya nanti bisa bisa mama papa Lo khawatir."
"Ohh iya ayok! Senjanya juga udah mau abis." Ucap Fiza seraya berbalik badan dan melangkah pergi.
*Aduh! Kenapa gue jagi gini sih?!* Gumam Salman menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
"Tunggu Za!" Ucap Salman meraih tangan Fiza.
Fiza menghentikan langkahnya, namun dia tak berpaling melihat Salman, Fiza takut Salman menyadari dia yang malu malu Karna tangannya dipegang oleh Salman.
"Ada... Ada apa? Ayok pulang."
"Dengerin baik-baik, gue cuma mengatakan nya sekali. Gue... "
"Hem iya, gue apa?" Ucap Fiza memberanikan diri menatap Salman.
Salman Rasanya amat kesal karena perkataannya dipotong oleh Fiza, sudah mengumpulkan banyak keberanian eh pas mau mengungkapkan nya Fiza malah langsung memotong nya.
"Huft! Sebenarnya.... Sebenarnya aku suka sama kamu." Ucap Salman setelah menghembuskan nafas panjang.
Fiza membelalakkan matanya menatap laki laki tinggi di depan nya itu. "Ap-apa! Su-suka? Gue...." ucapnya gugup.
"Za, jangan gugup gitu, aku gak maksa kamu jawab sekarang kok, pikirkan baik-baik dulu, aku mau hubungan yang serius, jadi mantapkan hatimu dulu. Yang penting kamu udah tau perasaan aku." Ujar Salman panjang lebar berusaha membuat Fiza santai.
"Hoy! Ayo balik! Senjanya udah abis!" Teriak Indah pada Salman dan Fiza.
Salman menoleh ke arah teman temannya, dan terlihat mereka yang sudah siap untuk pulang.
"Ya udah ayok, Kita pulang." Ujar Salman seraya melangkah pergi.
"Iya." Ucap Fiza menyusul langkah Salman.
Dengan perasaan Cemas Salman melajukan sepeda motornya. Fiza hanya diam dengan perasaan gugup. Ia benar benar tak percaya bahwa Salman menyatakan cinta padanya.
___________
• Rumah Citra.
"Aku pulang...." Ucap Citra masuk ke dalam rumah.
"Selamat datang kembali non." Ucap Bik Ina menyambut.
"Iya bik, makasih. Mama mana ya bik?"
"Lagi masak di paviliun buat akad nikah Non Riska besok."
"Ohh ya udah Audrin mau bantuin sekalian. Bik Ina lanjut aja bersih bersih nya."
__ADS_1
"Baik baik non."
Citra pun pergi ke paviliun untuk membantu mama memasak, walau sebenarnya sudah ada para pekerja yang membantu semua persiapan itu.
______________
________
"Mama, ada yang bisa citra bantu?" Tanya Citra menghampiri Sang Mama.
"Udah nak, ini ada para pembantu yang bantuin. Kamu bantuin aja Riska dekor ruang Foto."
"Emang belom selesai?"
"Pendekorasi nya masih masang gorden gorden nya tadi, hiasannya belum Karna Riska mau kamu yang nentuin."
"Ohh ya udah, Dah Mama." Ucap Citra berlari pelan menuju rumah.
Saat Sampai nya dirumah Bik Ina heran melihat Citra balik lagi ke rumah. Sebelumnya bilang ingin membantu memasak di paviliun namun baru aja pergi sekarang kembali lagi.
"Loh kok balik lagi non?" Tanya Bik Ina heran.
"Mau bantu dekorasi aja hehe, ya udah ya bik audrin ke atas dulu." Jawab Citra tersenyum manis.
"Silahkan non."
Citra pun bergegas pergi menaiki anak tangganya dengan berlari. Bik Ina hanya tersenyum menatap Citra.
"Ah! Mungkin saya terlalu banyak berfikir. Mana ada non Audrin senyum dengan ekspresi hangat kayak anak kecil yang polos." Celetuk nya lagi seraya melanjutkan membersihkan rumah.
Sampainya di Ruang kosong tempat foto Citra melihat Dekorasi yang masih berantakan. Riska bingung ingin menggunakan warna apa untuk latar. Citra menghampiri Riska dan para pendekor yang tengah bingung juga menunggu keputusan Riska.
"Bak, ini udah malem loh! Kasian mereka." Celetuk Citra yang telah ada di belakang Riska.
Riska terkejut dengan suara itu, dan dia segera menoleh untuk melihat orang yang sudah ia tunggu tunggu dari tadi.
"Citra?! Alhamdulillah kamu udah Dateng. Mbak bingung mau pilih yang ini atau yang itu?" Ujar Riska menunjuk ke arah tema dekorasi yang tersedia.
Citra tak menjawab, Dia menatap para pendekor itu seraya menggeleng gelengkan kepalanya.
"Mas dan mbak, Gak ada yang mau shalat Maghrib? Waktu Maghrib sedikit loh."
Semuanya saling menatap, mereka baru pertama kali melihat ada orang yang menanyai mereka tentang shalat saat mereka bekerja.
"Mau bak, tapi kan ini masih belum selesai." Ucap salah satu dari mereka.
"Udah gak apa-apa, kalian shalat dulu di ruang shalat, ruangannya di bawah, tanya aja sama Bibik."
__ADS_1
"Bener boleh?"
"Iya, saya minta maaf karna kakak perempuan saya telah menyita banyak waktu kalian."
"Haha tidak apa-apa, terimakasih Bak."
"Iya, Silahkan turun saja, ini biar saya yang tangani."
"Makasih, kami pamit sebentar ya."
"Iya."
Mereka pun pergi, sampainya di lantai bawah mereka menemui bik ina yang baru selesai membereskan rumah. Mereka bertanya pada bik Ina letak mushalla keluarga. Hanya tersisa satu orang wanita yang tinggal Karna dia sedang Datang bulan. Bik Ina pun menuntun mereka Sampai di ruang shalat keluarga tepat di sebelah ruang keluarga.
"Nah, ini dia mas, bak, silahkan shalat dulu, itu kamar mandi nya kalau ingin wudhu." Ujar bik Ina seraya menunjuk ke arah kamar mandi khusus di dalam ruangan itu.
"Ohh iya Buk, makasih."
"Sama sama, saya tinggal dulu ya."
"Iya iya, silahkan lanjutkan saja pekerjaan anda. Maaf merepotkan."
"Haha tidak tidak, ini tugas saya." Ucap Bik Ina seraya beranjak pergi.
********
"Bak, Itu kainnya jangan warna itu. Emm begini." Celetuk Citra mengelus kertas polos dan mencoretkan sesuatu di atas nya.
Pendekor wanita itu menunggu apa yang sedang citra lakukan. Setelah selesai Citra menyerahkan kertas itu pada pendekor wanita tersebut, dan Wanita itu mangut mangut menyetujui.
Mereka pun menyusun bunga bunga yang akan di pasang. Dan memasukkan tema dekorasi yang tidak perlu ke dalam kardus. Setelah selesai membereskan tema dekor yang tidak di perlukan, saat itu juga yang lainnya telah kembali.
Wanita tadi memperlihatkan gambar yang citra buat pada rekan nya. Rasa takjub timbul di hati mereka karena Citra dapat menyelesaikan design hanya dalam hitungan menit saja. Mereka berusaha tetap tenang Walaupun mereka tau siapa sebenarnya Citra dan langsung melanjutkan mendekorasi Ruangan itu sampai selesai.
"Wah Cantik banget...." Celetuk salah satu wanita di antara mereka.
"Ternyata Begini lebih bagus! Kita usulkan aja design ini sama Bos." Ujar salah satu pria di antara mereka.
"Iya, Bos pasti senang." Ucap pria satunya lagi menyetujui.
"Baiklah... semuanya sudah selesai, makan malam?" Celetuk Citra menawarkan.
"Haha tidak perlu Bak, Kami akan langsung kembali." Ucap salah satu dari mereka.
"Ohh Baiklah. Terimakasih semuanya."
"Sama sama Bak."
__ADS_1
Mereka semua tersenyum, lalu turun ke lantai bawah bersama Citra dan Riska. Karena mereka menolak makan malam jadi Citra langsung mengantar mereka sampai ke luar pintu dan menunggu mereka pergi baru masuk kembali kedalam rumah. Ini juga hal normal sebagai sopan santun terhadap Tamu.
BERSAMBUNG..................................