Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 23


__ADS_3

"Majalah yang dikirim manager Lo itu ada di tangan kak Bara, Karna gue yang amat penasaran, gue minta deh tuh majalah. Kak bara kasih tapi katanya harus balikin ke tangan Lo." Balas Risa panjang lebar.


"Ya iya lah harus!" Balas Citra.


"Iya besok gue balikin. Tapi Drin Lo waw banget tau gak?! Cantik banget! Kalo gue gak baca nama modelnya gue gak bakal tau tuh kalo ini Lo."


"Lebay banget Lo Ris! Udah ya, kak bara ngajak vedcoll, bye Risa😜." Tulis Citra dalam Chetnya.


"Cih yang lagi kasmaran, temennya di lupain😐." Balas Risa.


____________


___


• 10 HARI KEMUDIAN.


~ **Bandara** ~


"Kak, jangan lupa hubungi aku kalo udah sampai Ok?"


"Siap tuan putri!"


"Ih aku serius!" Ucap Citra dengan mulut manyun.


"Aku juga serius cantik." Ucap Bara mengelus rambut Citra dengan lembut.


"Udah selesai belom? Pesawat kita sebentar lagi akan siap untuk terbang." Ucap Lukman memecahkan suasana manis itu.


"Udah kok Om."


"Uh aku berat ninggalin kamu Drin."


"Apaan sih, udah sana." Ucap Citra mendorong punggung Bara.


"Ya udah, sampai jumpa Audrin. Tunggu aku balik dan lamar kamu ya.." ucap bara seraya melangkah pergi.


"Haha kalo itu Kak Bara harus berusaha lebih keras!" Ucap Citra nyaring.


"Siap cantik! Akan Aku pastikan, saat aku kembali kesini kamu sudah berstatus sebagai Istri ku, kau tunggu saja." Teriak Bara dari kejauhan.


Sontak ucapan bara menarik perhatian semua orang dan saat itu juga mata semua orang sekeliling tertuju pada Citra. Dan Tampa di duga kejadian Yang tak pernah Citra sangka sangka terjadi saat itu.


"Sungguh pasangan yang sangat romantis."


"Iya, manis sekali mereka."


Semuanya sibuk berbicara tentang keromantisan Bara dan Citra, Di tengah-tengah keramaian itu seseorang terfokuskan oleh wajah citra, dia sedikit demi sedikit melangkah mendekati citra dengan membawa sebuah majalah di tangannya.


"Ini...aku yakin itu pasti dia!" Ucap seseorang ini pelan.


Saat citra ingin pergi dari keramaian, langkahnya terhenti oleh sebuah suara.


"Kau itu... Sang model Audrin kan?" Ucap seseorang itu menunjuk ke arah Citra.


"Siapa?!" Ucap Citra terkejut seraya berpaling.


"Siapa kau?"


"Kamu benar benar Dia?" Ucap seseorang itu menunjuk foto seseorang di sebuah majalah yang Dia pegang.


Sontak Citra terkejut, Citra tegang akan menjawab bagaimana, Dia sedang ada di kerumunan, jika identitas nya terekspos maka citra akan dalam situasi yang merepotkan.


"Bu-bu-bukan! Bukan Saya." Ucap Citra tegang.


"Tidak tidak! Kau pasti dia, wajah nya jelas sangat persis. Aku tidak pernah salah menilai."


"Anda benar-benar salah orang Mas." Ucap Citra pada seseorang itu seraya beranjak pergi.


"Hey, Dia ini Artis, Dia model terkenal Ratu es Audrin!" Teriak seseorang tersebut meramaikan bandara.


Seketika mata semua orang menatap seksama Citra dan menyadari kebenaran yang di katakan seseorang tersebut.


"Ahhh benar! Mengapa aku tidak menyadarinya tadi. Ayo minta tanda tangan." Ucap seseorang itu berlari menuju ke arah Citra.


Dalam sekejap mata semua orang yang berlalu lalang berlarian ke arah Citra. Citra pun panik dan segera berlari menuju ke luar bandara.


"Ratu es tunggu! Ayo foto bersama!"


"Ratu es Audrin! Minta tanda tangan dong."


Semua orang itu terus mengejar Citra seraya memanggil manggilnya. Citra terus berlari hingga sampai keluar bandara. Citra celingak-celinguk mencari keberadaan mobilnya.


Sementara rombongan orang yang mengejar Citra sudah hampir sampai di belakang nya, dalam rasa panik, citra melihat mang iman yang sedang menunggu nya di sebelah mobil Avanza berwarna putih, citra segera bergegas pergi dan masuk dalam mobilnya itu.


"Mang iman! Ayo cepat masuk." Ucap Citra Panik.


"Ada apa non? Kok panik gitu?" Tanya mang iman heran.


"Ya mang iman liat aja di belakang." Jawab citra Cemas.


Mang iman pun membulatkan matanya, dia terkejut dengan gerombolan yang berlari menuju kearah nya. Mang iman pun segera masuk ke dalam mobil. Tepat saat mang iman masuk, orang orang itu telah mengelilingi mobil Citra.


"Ratu! Tolong beri saya tanda tangan di kaos saya."


"Ratu! Berikan saya tanda tangan mu di pipiku."


"Ratu!, Ratu!." Teriak segerombolan orang orang itu.


"Non? Gimana sekarang non? Mereka mengelilingi mobil."

__ADS_1


"Ahh Aku gak tau mang!"


Setelah beberapa saat, Tiba tiba suara berisik di luar menjadi sunyi, Citra bertanya Tanya, apa yang terjadi di luar yang membuat semua orang itu berhenti. Seketika seseorang mengetuk kaca mobil citra.


Karna tidak merasakan ancaman citra membuka sedikit kaca mobilnya.


"Nona tidak apa apa?"


"Iya, pak. Makasih pak sudah menenangkan segerombolan orang orang ini."


Tiba tiba anak kecil datang mendekati mobil Citra.


"Kak Ratu.. aku boleh minta tanda tangan gak?" Ucap anak perempuan itu menatap Citra.


Citra membuka kaca mobil nya lebar untuk melihat anak kecil itu.


"Mau tanda tangan kakak?"


Anak kecil itu mengangguk tanpa berbicara. Anggukan itu adalah jawaban pertanyaan dari Citra.


"Pak tolong panggil 1 lagi rekan kerja bapak untuk mengamankan lokasi." Ucap Citra pada pak satpam bandara.


"Baik non."


Pak satpam itu pun memerintahkan kepada Rekan kerjanya yang menghalangi gerombolan itu untuk pergi menjemput satu orang lagi untuk berjaga. Pak satpam itu pun Menganti mengawasi segerombolan orang orang itu untuk tidak mendekati mobil Citra.


Setelah semuanya terkendali dengan adanya 3 orang satpam yang menjaga, citra keluar dari mobilnya dan menghampiri anak kecil tadi.


"Dek, kamu mau kakak tanda tangan dimana?" Tanya citra tersenyum.


"Di sini." Jawab anak kecil itu menyodorkan sebuah album kecil.


Citra terkejut dengan isinya. Isi dalam album kecil itu adalah semua masa masa perjuangan Citra dulu untuk mencapai dirinya yang sekarang. Mulai dari merintis karir dalam menjadi model. Dan semuanya. Semuanya lengkap dalam album kecil itu. Citra terharu dengan album kecil yang di buat anak kecil di depan nya itu.


"Waw! Ini semua tentang aku?!"


"Iya! Ana fens banget sama kakak Ratu."


"Ana itu nama kamu?"


"Iya, Anastasia Laksani, ibu yang kasih nama itu. Katanya biar secantik kak Anastasia dalam dongeng." Ucap anak kecil itu begitu polosnya.


"Iya, kamu cantik sekali. Umur kamu berapa sekarang?"


"7 tahun kak."


"Udah besar ya, Ibu kamu mana sekarang?"


"Ada di dalam gerombolan itu kak." Ucap anak kecil itu menunjuk ke arah gerombolan Fens citra.


Citra pun berdiri, dia memanggil ibu dari anak kecil yang bernama ana itu untuk maju. Seketika muncul seorang wanita yang masih terlihat muda berjalan keluar dari dalam gerombolan orang orang itu.


"Iya neng ratu."


"Saya sangat terharu dengan kesetiaan anak mbak yang mengidolakan saya, boleh kasih saya alamat mbak?"


"Ah iya bisa."


Kemudian wanita inipun memberikan alamat tempat tinggal nya pada Citra.


"Terimakasih bak, Saya akan mengirimkan sesuatu yang khusus untuk ana."


"Terimakasih neng Ratu."


"Sama-sama."


"Ana, Ini kakak udah tanda tangan dalam album kamu, dan... Ini hadiah pertemuan dari kakak untuk kamu. Jaga baik-baik ya." Ucap citra memakaikan jepit rambut di rambut ana yang di kuncir.


"Makasih kak, iya, pasti ana jaga baik baik."


Citra pun berdiri, Citra membisik kan sesuatu pada mang iman, setelah beberapa saat mang iman angkat bicara.


"Khem! Jika kalian ingin tanda tangan atau berfoto bersama Majikan saya, tolong jangan berebut, bergantian lah, jika kalian tidak bisa tenang maka Nona tidak memberikan nya pada kalian." Ucap mang iman panjang lebar.


"Baik, kami akan tenang dan bergantian meminta tanda tangan, tolong Ratu jangan pergi." Ucap salah satu fans Citra spontan.


"Baik, tenang semuanya."


Mang iman pun membisikkan sesuatu kepada pak satpam yang menjaga segerombolan orang-orang itu, setelah mang iman selesai membisikkan sesuatu itu, dua orang satpam kembali lagi ke dalam bandara untuk menjaga pintu masuk bandara. Hanya tersisa 1 orang satpam saja.


Citra pun mulai melayani fans fans nya yang ingin berfoto bersama dan meminta tanda tangannya, fans fansnya itu benar-benar menepati perkataan mereka, mereka berbaris dengan rapi dan bergantian, mereka meminta tanda tangan dan foto bersama dengan citra dengan tenang tanpa mengganggu citra sedikitpun. karena itu lah yg membuat citra menjadi bersedia melayani para fansnya itu.


"Baiklah, kamu yang terakhir ya?."


"Iya Ratu Audrin. Saya yang terakhir."


"Foto atau tanda tangan?"


"Dua duanya Ratu kalo boleh." Ucap seseorang itu menyodorkan Topi yang dipakai nya.


"Iya boleh. Nama?" Tanya citra seraya menandatangani topi orang tersebut.


"Rika, Ratu."


"Ohh Rika. Aku liat usia kamu sama dengan ku." Ucap Citra menyerahkan kembali topi yang sudah di tandatangani nya.


"18 tahun hari lalu Ratu." Ucapnya memakai topi nya kembali.


"Hahaha aku masih 3 bulan lagi. Lebih tua beberapa bulan dari aku ternyata." Ucap Citra menyerahkan Spidol pada mang iman.

__ADS_1


"Ayo, katanya mau foto bareng?"


"Ah! Iya iya." Ucapnya seraya membuka kamera di ponselnya.


"Sini lebih dekat, jangan malu-malu, aku cocok sama kamu, jadi kamu bisa lebih mendekatkan tubuh kamu Dengan ku saat berfoto."


Gadis itu pun amat senang dengan pernyataan Citra, gadis ini pun berfoto bersama Citra dengan posisi yang sangat dekat. Citra pun merasa senang dengan satu fansnya itu. Citra pun tak lupa berfoto dengan gadis yang bernama Rika itu menggunakan ponselnya sendiri.


Setelah selesai dengan Semuanya, Citra pulang kembali ke rumah nya, dan segera masuk ke dalam kamar kesayangan nya. Citra melemparkan tubuhnya Karna lelah. Setelah beberapa saat dia kembali dan mengambil botol minuman di lemari es dalam kamarnya. Setelah lelah dirasa hilang. Citra membersihkan dirinya. Karna waktu sudah hampir malam.


_____________


___


Selesai shalat Maghrib, Citra menerima telepon dari Sahabat nya yang super cerewet.


"Ya. Kenapa?" Ucap Citra dingin.


"Gila Lo Drin! Buka IG cepat!" Jawab Risa heboh.


"Kenapa sih?" Tanya Citra Santai.


"Ihh banyak banget orang take Lo dalam postingan mereka! Juga beberapa foto Lo sama fans Lo itu."


Risa amat kaget saat membuka akun Instagram nya dan menemukan banyak hal tentang Citra, Risa yang super kaget bin tegang binti Cemas langsung menghubungi Citra untuk memberitahukan apa yang dia lihat. Setelah menghubungi Citra, Risa kembali terkejut dengan respon yang diberikan Citra padanya.


"Oh."


"Ah oh ah oh! Lo paham gak sih gue ngomong apaan?!" Ucap Risa kesal.


"Iya gue tau cerewet!" Ucap Citra ikut kesal.


"Terus kenapa respon Lo Santai banget?"


"Cepat atau lambat bakal ketahuan juga Ris, gak papa lah. Buka tuh Twitter, YouTube, juga tayangan TV Lo tuh, semua lagi ramai tentang gue, udah santai, gue juga kasian sama fans gue, Karna itu gue bersedia muncul." Ucap Citra panjang lebar.


"Hah?! Di TV juga ada?! Yang bener Lo?!"


"Iya gue serius, yang namanya sosmed cepet banget nyebar, tau tau udah tayang di TV, gue juga kaget, ini gue lagi nonton diri gue sendiri."


"Parah banget. Ramai pasti nanti sekolah kita."


"Nah, masalah itu.. Lo sebagai bodyguard gue jagain gue dong!"


"Enak banget bilang gue bodyguard Lo, gaji gak di gaji, dari mana asalnya gue ini Bodyguard Lo?!"


"Gue yg bilang, maka Lo bodyguard gue sekarang."


Risa dan Citra berbicara lumayan lama, sekitar 20 menit, setelah itu Citra menghentikan percakapannya dengan Risa.


Citra meneruskan menonton tayangan Televisi berita tentang nya dengan Cermat hingga seseorang masuk kedalam kamar Citra dan mengalihkan pandangan Citra yang awalnya tertuju pada televisi kamarnya sekarang berubah tajam pada seseorang itu.


"Cit, Di bawah..." Ucapannya terhenti ketika melihat tatapan mata tajam Citra yang menuju padanya.


"Bak! Bisa gak sih kalo masuk tuh ketok dulu?!" Ucap Citra kesal dengan nada yang sedikit meninggi.


"Ma...maaf ya Cit, aku panik banget."


"Kenapa sih bak Riska ini?! Sampai sampai masuk kamar aku gak ketok pintu dulu?! Udah tau aku paling gak suka hal itu!" Ucap Citra marah marah.


"Maaf, aku beneran lupa gara gara panik dek." Ucap Riska rada takut melihat sikap dingin adiknya itu.


Riska tau betul bahwa Citra sangat tidak suka seseorang masuk ke kamarnya Tampa mengetuk pintu dahulu, namun sekarang Riska melupakan kebiasaan adiknya itu Karna terlalu panik dengan kondisi di bawah.


"Di bawah banyak orang yang ingin ketemu Cit. Jangan marah-marah lagi ya, mbak beneran gak sengaja."


"Apa?! Lagi?!" Ucap Citra terkejut.


sangking terkejut nya yang awalnya Citra duduk sekarang berada dalam posisi berdiri. Sontak Riska pun terkejut dengan itu.


"I-iya, kali ini lebih banyak Cit."


Citra tak berbicara apapun, Citra langsung berjalan menuju balkon kamarnya dan melihat situasi di bawah, terlihat begitu banyak orang di luar gerbang rumah yang bersih keras ingin menemui Citra. Beruntung Rumah Citra dikelilingi tembok dan di pasangi gerbang, kalau tidak entah apa yang terjadi di rumahnya.


"Ibuk Ibuk mohon tenang!" Tukas pak Dodi.


"Neng Citra, Kami mau minta tanda tangan..." Teriak ibu ibu di bawah.


Melihat semuanya yang hampir lepas kendali, Citra segera bergegas pergi ke bawah dan menuju keluar rumah untuk menemui semua orang itu.


"Ahh itu neng Citra, Artis kampung kita!" Teriak seseorang menunjuk ke arah Citra.


"Citra. Tante mau ngajak foto bareng!"


"Cit, bik Ani mau tanda tangannya dong."


"Ibuk ibuk sekalian tenang semuanya. Tolong yang tenang." Ucap pak Dodi dan pak Hadi berusaha menenangkan.


"Tante? Tolong tenang ya? Kalau kalian semua masih berbuat heboh, Citra akan masuk lagi kedalam, dan kalian silahkan pulang kerumah masing masing."


"Jangan neng, kami gak akan berbuat heboh lagi neng. Janji."


"Tante sama ibuk ibuk ini mau apa?"


"Kami mau tanda tangan sama foto bareng neng."


"Ya udah kalo gitu gantian."


"Iya neng iya."

__ADS_1


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2