Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 93


__ADS_3

"Lepaskan senjata itu, aku ampuni mereka, sekarang buang senjata itu. Kumohon buang senjata itu Drin." Pinta Bara lirih.


PRAKK


Senjata di tangan Citra jatuh dan segera anak buah Bara mengambil senjata itu untuk di amankan, sementara Kenzo menghembuskan nafas lega karena senjata itu telah lepas dari tangan Citra.


Bara berlari menghampiri Citra dan sigap memeluknya dengan tangan yang gemetar, nafasnya yang terasa sesak sudah bisa Bara hembuskan dengan leluasa. Citra menangis di pelukan Bara mengingat baru pertama kali ia memegang senja mematikan itu dan bahkan menantang maut dengan senja itu.


Bara memeluk tubuh gemetar Citra dengan erat, ia tau bahwa saat ini kekasihnya itu sedang ketakutan dengan aksi menantang nya barusan.


"Jangan seperti ini... Aku takut melihat mu menantang maut begini." Ujar Bara khawatir.


Citra lantas melepaskan pelukannya dan menatap Bara, air mata yang tak henti hentinya mengalir menjadi saksi kesedihan nya melihat sang kekasih yang ia kenal lembut ternyata adalah orang yang kejam. Dan juga telah membohongi nya tentang identitas aslinya.


"Jangan sakiti mereka, aku mohon... Aku tidak ingin melihat mu dengan sifat yang tiada ampun ini." Ungkap Citra lirih seraya menangkup wajah Bara.


"Baik, aku janji akan mengampuni nyawa mereka. Maaf, Maafkan aku." Ucap Bara sendu.


"Aku ingin pulang... Disini menakutkan." Ucap Citra meremas pakaian nya karena takut dengan pemandangan itu apalagi saat Citra melihat darah yang berserakan di lantai.


"Iya kita pulang sekarang. Kita pulang ke mansion ya? Kamu lagi sakit, jika pulang ke apartemen tidak ada yang menjagamu." Ujar Bara seraya mengelus pipi Citra lembut yang di balas anggukan oleh Citra.


"Ken, urus 2 gadis itu, mereka harus menghabiskan malam mereka di markas seperti yang aku bilang." Perintah Bara yang di balas anggukan oleh Kenzo.


"Dan untuk kalian, aku ampuni nyawa kalian. Kalian bisa bertemu putri kalian besok pagi. Ingat lain kali jangan main main atau kalian akan berakhir." Tekan Bara mengingatkan seraya menatap 2 orang pria paruh baya itu.


Mereka hanya bisa pasrah dengan keputusan Bara, setidaknya mereka masih bisa hidup, lain halnya dengan rekan kerjanya yang langsung tewas di tempat.

__ADS_1


Citra juga tak mencegah keputusan Bara, setidaknya Bara sudah mengampuni nyawa orang orang itu, dan kedua gadis itu setidaknya hanya menghabiskan beberapa jam saja dengan hukuman mereka, Citra tak dapat berbuat apa-apa dengan keputusan Bara yang sudah bulat.


Bara mendorong kursi roda Citra keluar dari kediaman keluarga meida di ikuti Kenzo dan beberapa bawahan yang tadi menjaga Citra, sedangkan yang lainnya mengurus 2 gadis itu dan membawanya pergi.


*****


"Lepaskan aku!! Sialan!!" Umpat Oliv memberontak namun sayang dirinya diikat dan sudah mengalami luka lebam akibat di tampar.


"Sudah diam! Walaupun kau berteriak sampai tenggorokan mu pecah pun kau tidak akan pernah bisa keluar dari sini!" Sarkas anak buah Bara membentak.


BRAKK!!


Beberapa anak buah Bara yang lain datang dan menghempaskan Helena dan Jessi ke lantai dengan kasar hingga mereka menabrak kursi yang ada di sana. Betapa terkejutnya Oliv melihat teman temannya yang sudah terlihat begitu pasrah.


"Ikat mereka. Yang Kanan harus basah kuyup sampai pagi, dan yang kiri Harus dikurung di ruangan sempit dan gelap sampai pagi." Tukas nya mengintruksikan seraya menunjuk Jessi dan Helena bergantian.


Anak buah Bara di bagi beberapa kelompok dengan ketua yang berbeda beda. Dan tentu tugas mereka juga berbeda beda, mereka di bagi menjadi berbagai kelompok untuk mengawasi berbagai wilayah yang ada, jadi bagi musuh tidak ada celah untuk lari ketika sudah berhadapan dengan Bara.


Namun berbeda dengan Kenzo, Kenzo memiliki posisi khusus sebagai tangan kanan Bara. Jadi dia memimpin semua anak buah Bara di dalam genggaman nya.


"Tuan Ken bilang singkirkan bau amis dan darah di markas ini. Besok tuan muda akan datang." Ujarnya setelah mendapatkan pesan singkat dari Kenzo.


"Baik." Balas nya mengangguk.


Segera Oliv di bawa pergi ke ruangan khusus di markas itu, ruangan yang terpisah dari kedua temannya, Berbeda dengan Jessi dan Helena yang hanya di hukum kurungan dan basah kuyup beberapa jam, nasib Oliv yang telah melukai Citra lebih memprihatinkan.


Oliv menerima berbagai siksaan lembut namun sangat menyakitkan bagi dirinya di banding hukuman cambuk, dia menerima hukuman double dari apa yang dia perbuat, jangan lupakan perbuatan Helena dan Jessi yang juga harus Oliv rasakan.

__ADS_1


"Keluarkan aku dari sini!" Teriak Oliv yang sudah di kurung di dalam ruangan gelap yang cukup membuat sesak.


DHUKK DHUKK!!....


Oliv terus menerus menggebrak pintu kayu yang terlapisi aluminium itu, walupun tidak diikat dan di pukuli lagi namun Oliv lebih memilih diikat dan dipukuli dari pada harus berada di rungan menyesakkan itu yang membuat nya lebih tersiksa.


Sementara itu, Helena hanya bisa menangis meratapi nasib atas apa yang telah dirinya lakukan. Jika saja dirinya tidak menuruti saran teman temannya dirinya tak mungkin akan bernasib seperti sekarang.


"Hiks... Ayah maafin aku, aku telah menghancurkan keluarga kita." Isak Helena menyesali perbuatannya.


"Disini menakutkan.... Ayah... Helen takut..." Lirih Helena memeluk lututnya erat.


Saat tengah sibuk menahan ketakutan nya tiba tiba lampu di ruangan itu menyala dan memperlihatkan ruangan yang panjang dan lebarnya hanya 2 meter.


Pintu terbuka yang membuat Helena berdiri seketika, terlihat anak buah Bara membawa nampan berisi makanan dan air kedalam ruangan sempit itu.


"Ini makan lah, kamu bisa seenak ini karena kebaikan hati Nona, kau harus bersyukur nasib mu tak seperti teman mu yang pemarah itu. Bahkan air saja tidak bisa dia dapatkan." Ujarnya seraya menyodorkan makanan itu pada Helena.


Deg......


Helena membeku seketika mendengar pernyataan dari pria kekar di hadapannya, ia tak dapat membayangkan jika dirinya bernasib sama seperti Oliv. Helena memakan makanan itu dengan air mata yang tak henti hentinya mengalir.


anak buah Bara tetap mengawasi Helena di dalam ruangan itu guna memberitahukan rekannya jika Helena sudah selesai makan untuk mematikan lampunya kembali.


"Sesungguhnya aku kasihan padamu. Aku lihat kau tidak seperti gadis yang kejam, tapi aku tidak tau apa yang terjadi hingga kamu bisa melakukan tindakan pembullyan yang menurutku bertentangan dengan mu." Tukas nya yang sontak membuat Helena menatapnya.


BERSAMBUNG............................................

__ADS_1


__ADS_2