
"Citra? Kamu jangan boros nak.... ini kebanyakan. Rumah, beberapa pembantu, mobil, kamu habis berapa banyak?!
"Papa jangan khawatir.... Citra cuma beli satu mobil, itu yg bernama Audrina citra dapetin dari menang karya seni internasional. Udah citra kasih nama Karna mobil itu yg menemani keseharian citra di Jakarta. Haha"
"Kamu memang hebat nak." Ucap papa citra memegang pundak citra.
"Asik... Kita punya mobil!... Kak citra, kita boleh naik kan?" Ucap adik citra yg amat merasa senang.
"Boleh banget dek... Ayo bak, bawa Arsha sekalian." Ucapnya melihat ke arah adiknya yg masih kecil. Yang berusia tidak lebih 3 tahun.
"Sandy? Kamu mau jalan kemana?" Tanya citra pada adiknya itu.
"Emnn terserah, pokoknya jalan naik mobil".
"Gimana kalau kita ke pasar? Mau gak?"
"Mau banget kak, kakak belikan aku sesuatu nanti".
"Pasti itu.... Ayok naik!"
"Loh? Siapa yg mau nyetir cit?" Tanya Mamanya heran.
"Citra dong ma..."
"Kamu bisa bawa mobil?!" Kata Mama terkejut tak percaya.
"Iya, Tenang aja ma.. Citra mahir Kok." Jawab Citra tersenyum.
"Emm ya udah, sekalian mama nitip belanjaan ya?"
"Belanjaan apa ma?" Tanya Citra.
"Bahan bahan sayur sop, Terus telur satu kilo, terong ungu sama ikan, ikan nya terserah kamu, tapi jam segini sempat gak sih ke pasar ikan.
Mama biasa memasak sayur sop Karna itu adalah favorit keluarga, citra juga sangat suka dengan itu, dan citra sangat suka oseng terong ungu, mama sengaja menyuruh citra belanja terong ungu untuk memasakkan makanan favorit citra.
"Insyallah cukup ma. Yau udah kami pergi dulu, assalamualaikum." Ucap citra mencium tangan kedua orangtuanya.
"Waalaikumsalam. Hati hati...."
"Iya, dah papa, dah mama...."
*****
🌬️🌬️🌬️🌬️
•Di Perjalanan.
"Bak, mbak mau kerja gak?" Tanya Citra menatap Riska.
"Pengen, tapi gak ada yang cocok. Mau kerja ke kota tapi orang kota kebanyakan nyari yang bisa masak. Kamu tau sendiri... Aku sama sekali gak tau masak, taunya masak mie dan telur dadar doang."
"Temen aku lagi butuh orang untuk ngurus adiknya yg masih bayi, mbak mau gak? Kalau mau aku bisa rekomendasikan mbak ke temen aku." Ujar Citra bertanya.
Citra sengaja menawarkan pekerjaan itu, Karna dia tau Riska lebih bisa di andalkan dalam mengurus anak anak dari pada urusan rumah tangga.
"Anak bayi? Perbulan berapa?" Tanya Riska mulai tertarik.
"Satu bulan 1 juta bak, lumayan kan?! Terus kerjanya enak loh... Mereka juga baik."
"Emm boleh Cit. Mbak mau."
"Beneran?!" Tanya Citra Terkejut senang.
"Iya, rekomendasikan aja mbak." Jawab Riska mengangguk.
"Ok ok, nanti aku hubungi Risa." Ucap citra menyebut nama temannya.
_____________
___
"Ok sampai.... Permisi Mas? Mobil bisa di taruh ke dalam gak?" Ucap Citra pada tukang parkir.
__ADS_1
"Iya bak, sekarang bukan jam kerja kantor kecamatan, jadi mobil di tempatkan di sana.
"Baik, terimakasih ya mas..." Ucap Citra sembari menjalankan mobilnya masuk ke dalam.
"Nah.... Udah, ayok turun." Ucap citra membuka pintu mobil.
"Ayok Arsha... Kita ke pasar..." Kata Riska menggendong adik kecilnya itu.
"Sandy sama Arsha mau apa?" Ucap Citra melihat ke arah mereka berdua.
"Aca mau mainan! Kak Cicit belikan ya?"
"Tentu sayang. Kalo Sandy apa?"
"Liat nanti aja kak, kalo ketemu pasti aku minta haha."
"Ok ok. Pertama-Tama masuk ke dalam pasar ikan."
🌬️🌬️🌬️🌬️
"Mau beli ikan apa nih? Kalau sama sayur sop cocok nya sama ikan.... Nah.... Itu dia! Kalau di goreng terus lawan Makan nya sayur sop Uhh pasti enak banget."
"Iya cit beli aja itu. Arsha juga suka banget sama ikan itu."
"Ok... Buk yg ini berapa ya buk?" Tanya Citra pada ibu ibu penjual ikan yang sudah cukup tua.
"Yang ini neng? Kalo ini 6 ekor 25 ribu."
"Emm nawar boleh kan?" Tanya Citra.
"Boleh neng, mau nawar berapa?" Tanya ibu itu balik.
"20 6 ekor, bisa? Adu neng... Tambah sedikit lagi bisa gak neng?"
"Ini ikannya segar kan?" Tanya Citra ingin mempertimbangkan.
"Segar banget atu nneng.... Lihat mata ikan ikan ini, segar kan?!"
"Iya, segar sekali buk, bagaimana kalau 30 untuk 10 ekor ini?"
"Ini uangnya buk.... Sandy? bawa tuh ikannya". Ucap citra memberikan uang sembari menoleh ke arah Sandy.
"Terimakasih kasih ya neng..."
"Iya, sama sama buk".
"Nah! Itu toko sayur, yuk pergi lihat." Ujar Citra menunjuk Salah satu toko.
____________
___
"Mau beli apa bak?" Tanya seorang penjaga toko pada citra.
"Sayur sop lengkap!" Jawab citra dengan mantap.
"Baik, tunggu sebentar... Sama rempah nya sekalian, kah?"
"Ngak bak, rempahnya ingin di buat sendiri."
"Ohh baik. Ini 15 ribu bak. Ada lagi?"
"Terong ungu nya itu berapa bak?" Tanya Citra lagi.
"3 buah 10ribu, Ini terong bulat itu bak, rasanya lebih enak dari terong yg biasanya." Jawab nya menjelaskan.
"Kalo beli enam 20 ribu berarti, bisa dikurang gak bak?"
"6 buah 17 deh untuk mbaknya."
"Nah, saya ambil enam buah bak. Disini ada telur gak bak?" Ucap Citra sembari membuka tasnya untuk mengambil uangnya.
"Ada bak, mau berapa?"
__ADS_1
"Satu kilo bak."
"Baik di tunggu ya bak." Ucap penjaga toko tersebut sembari menunduk menimbang telur.
"Ini bak telurnya, 20ribu satu kilo." Ucapnya menggabungkan semua belanjaan citra dalam satu kantong.
"Jadi 42 ya bak? Ini uangnya, beli ya bak." Ucapnya sembari mengambil Belanjaan nya.
"Iya, jual.... Terimakasih sudah mampir mbak."
Inilah Tradisi orang desa saat berbelanja, mereka akan selalu mengatakan jual dan beli atau sebaliknya sebelum pergi.
"Kak Citra? Sandy mau sepatu boleh gak? Buat sandi sekolah, yg di rumah udah agak sempit." Ucap sandy menghentikan langkahnya.
"Bentar ya dek, kakak cek dulu kakak bawa uang berapa." Ucapnya Sembari memeriksa isi di dalam tasnya.
"Sandy mau sepatu yang mana? Hari ini Kakak belikan buat kamu.
"Asikk! Yang itu kak!" Ucap Sandy mulai menunjuk ke arah sepatu yg berhasil menarik perhatian nya.
"Oh yang itu? Baiklah ayok! Mbak gak mau sesuatu juga?" Tanya citra pada kakaknya sembari berjalan menuju toko sepatu yg di tunjuk Sandy.
"Ngak deh cit, aku gak mau. Aku belum butuh." Ucap Riska yg memang sudah memiliki banyak barang dengan usahanya sendiri.
"Ohhh ok."
_
_
"Adu nneng nneng yang cantik cari apa ya?" Tanya pemilik tokoh menyambut dengan ramah.
"Sepatu itu berapa ya pak?" Tanya Citra balik menunjuk salah satu sepatu yang ada di sana.
"Yang ini yah? Kalo yang ini 130 neng, bagus banget sepatu nya, coba neng pegang, Ini bagus."
"Murahan sedikit Napa pak! 120 ya?"
"Aduu gak bisa neng... Saya ngambilnya 123 ribu, kalo dijual 120 rugi saya neng... Naikin lah neng."
"Ini ukuran 30 pas buat kamu dek, Emmm 125 bagaimana pak?"
"126 ambillah neng!"
"Baiklah! 126 saya ambil".
"Baik, tunggu sebentar saya bungkus kan." Ucapnya segera membungkus sepatu yang citra beli.
"Semuanya udah, tinggal cari mainan buat Arsha, yuk pergi."
"Hore... Mainan, mainan, mainan..." Ucap Arsha kegirangan.
mereka pun pergi mencari tempat dimana menjual mainan. Setelah berjalan berliku liku di pasar, semuanya tiba di sebuah toko mainan yang tidak jauh dari letak supermarket berada.
"Arsha mau yg mana? Cepet pilih dek."
"Arsha mau robot robotan kak, yang bisa jalan..." Ucap Arsha yg memang sangat menyukai mainan robot.
"Nah disini ada yang bagus bak, lihat ini dia. Robot-robotan ini bisa di ubah menjadi mobil bak. Ini ada remote control nya. Kalau mbak tekan yang ini dia akan berbicara. Kalau yang ini buat merubah bentuknya." Ucap pemilik toko memperagakan cara main robot-robotan itu.
"Wahh keren juga pak. Berapa ya pak?"
"80 bak. Transformers terbaru ini bak, jadi agak tinggi harganya."
"Mahal bgt pak! 75 ya?"
"Emmm baiklah, 75 buat mbaknya." Ucap pemilik toko membungkus mainan itu.
"terimakasih pak. Ini uangnya, beli ya pak."
"Jual. Kapan kapan mampir lagi bak."
•BYE BYE GUYS, KITA KETEMU LAGI DI EPISODE SELANJUTNYA. MUACHH 😙
__ADS_1
BERSAMBUNG..........................................