
"Eum eum eum!!" Remang Mira heboh dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Kenapa sih Lo Mir!" Tukas Fara sewot.
"Igu! Igu auglin! (Itu! Itu Audrin!)." Ujar Mira dengan ucapan yang sulit di mengerti karena makanan di mulutnya.
"Apaan sih! Kita gak ngerti maksud Lo!" Tukas indah mengerutkan keningnya.
"Itu Audrin maksudnya si Mira." Celetuk Firly santai.
Semuanya terkejut dan saling menatap satu sama lain, Firly masih santai menyantap makanannya dan masih belum menyadari apa yang di ucapkan nya. Beberapa detik kemudian Firly baru menyadarinya dan membelalakkan matanya seraya menatap teman temannya.
"Apa! Audrin?!" Tukas semuanya serempak menatap Mira.
Mira hanya mengangguk cepat dengan canggung dan segera menelan makanan yang sudah selesai Ia kunyah. Yang lainnya menoleh ke arah pintu masuk namun mereka tidak menemukan tanda tanda akan hadirnya Citra.
"Mana? Kok gak ada? Lo bohongin kita ya?!" Tukas Fara.
"Sumpah gue gak bohong! Tadi beneran ada Audrin."
"Ih jangan buat kita ngarep dong Mir! Audrin di Amerika kan dalam waktu lama!" Tukas Risa manyun.
"Permisi, ini pesanan Sosis bakar nya." Ujarnya meletakkan 3 porsi sosis bakar di atas meja.
"Ha? Sosis bakar? Perasaan kita gak pesan sosis bakar deh." Celetuk Fara bingung.
Yang lain hanya fokus menyantap makanan mereka. Mereka hanya melirik sekilas orang yang memakai topi dan masker itu.
"Bak mungkin anda salah...." Ucapan Risa terhenti ketika melihat orang itu membuka masker dan topi nya.
"Audrin?!" Kejut Risa berdiri.
Fara dan yang lain tersedak dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Risa. Mereka pun menoleh dan melihat teman unik mereka berdiri Di sisi meja.
Risa langsung Memeluk sahabatnya itu, Risa amat senang dengan kedatangan Citra, Fara dan yang lainnya pun ikut menyambut kedatangan Citra dengan pelukan Hangat.
"Udah peluk nya ah! Tangan kalian kotor." Celetuk Citra dingin namun santai.
"Ugh! Sorry Sorry... Ya udah yuk duduk."
"Iya."
Teman teman Citra tak tersinggung sama sekali dengan apa yang dikatakan oleh Citra, Sudah biasa bagi seorang Citra berbicara tajam. Mereka semua memahami Citra tampa berkeinginan lebih, yang mereka inginkan hanyalah Citra menjadi 'Dirinya sendiri'.
"Ini Sosis nya?" Tanya Risa menunjuk sosis bakar di meja.
"Buat kalian. Gue yang traktir, Hitung hitung pengganti oleh oleh dari gue."
"Wahhh asik banget! Makasih gunung es."
"Emm kita boleh juga nih?" Celetuk Ozi canggung.
__ADS_1
"Iya, gue kan udah bilang buat kalian."
"Hehe ya kali aja cuma buat mereka. Lo kan Queen Ice."
"Udah makan aja Zi, mumpung Ratu lagi baik... Jarang jarang dia merespon kita." Ujar Yusuf menyenggol bahu Ozi.
"Jangan bacot lagi Lo Zi. Nanti salah ngomong lagi bisa bisa kejadian tahun lalu terulang lagi."
"Eh! Iya iya, enak nih kayaknya sosis bakar nya."
Citra tersenyum tipis, Risa dan yang lain terkekeh seraya menyantap sosis bakar mereka. Pertama kali cowok cowok melihat Citra berbicara pada lawan jenis dengan santai. Bagi mereka ini adalah kejadian hangat yang amat sangat langka.
Setelah selesai dengan Acara reunian mereka, mereka pun bergegas pulang. Suasana sore yang indah dengan sang senja yang menghiasi nya. Citra, Risa dan yang lainnya berhenti di dekat pantai untuk menikmati sang senja sejenak.
"Hemm indah banget.... Jadi pengen foto foto deh!" Celetuk Fiza menyatukan kedua tangannya dengan wajah berharap.
"Ayok!" Tukas Salman meraih tangan Fiza untuk membawanya ke tepian pantai.
"Ah! Kem... Mau kemana?" Ujar Fiza malu malu.
"Katanya mau foto foto, ayok biar gue yang fotoin." Ucap Salman seraya menarik Fiza pergi.
Fiza hanya mengikuti langkah Salman seraya terus memandangi nya. Terlukis senyum manis nan indah di antara bibir gadis remaja cantik itu. Perasaan yang tak dapat dia tahan terhadap laki laki yang saat ini ada di depannya itu mulai memadatkan kesimpulan Cintanya.
Di sisi lain yang lainnya menatap Fiza dan Salman dengan nyengir kuda. Mereka merasa senang melihat usaha Salman dalam mengejar Cinta dari Fiza.
"Emm usaha Salman ngejar Fiza bikin iri deh!" Ucap Mira tersenyum iri.
"Iya, moga aja nanti dia berhasil dapetin hatinya Fiza." Ucap Fara penuh harap.
Teman temannya melongo dan menatap Citra bingung. Mereka saling menatap satu sama lain mencari jawabannya. Namun ya.... Semuanya terdiam di Landa kebingungan.
"Emm bentar bentar gue cerna dulu perkataan Audrin. Dia bilang berhasil pas kita... Emn Berhasil.... uhh nah!! Gue tau gue tau!! Berarti Fiza juga...." Celetuk Risa bersemangat.
"Berarti apaan sih Ris? Yang jelas dong!" Tukas Firly.
"Eh tunggu! Maksudnya Lo Fiza itu juga suka sama Salman?" Celetuk Fara menebak dengan isyarat.
"Nah iya iya, gitu maksud gue."
"Wahh asik nih bakal ada PJ lagi." Celetuk Fara tersenyum cengengesan.
"Andai indah sama yang lain disini. Pasti mereka seneng juga tau informasi ini." Ujar Mira kecewa.
Indah, Aliya, Wulan dan juga Nita pulang duluan karena rumah mereka jauh dari tempat janjian, mereka takut pulang terlalu malam. Walau sejalan dengan Fara Mira dan Fiza. Namun itu hanya di perbatasan kampung Fara dan yang lain.
"Guys Gue susul audrin ya! Gue mau nanya keajaiban..." Celetuk Risa beranjak pergi menyusul Citra.
"Ha? Keajaiban?" Ucap mereka bingung.
_______________
__ADS_1
_________
Citra memandangi senja yang kemerahan itu di bebatuan pinggir pantai. Dia memotret senja dengan kamera Canon yang selalu tergantung di lehernya.
"Bagus banget, Nanti aku cetak fotonya dan tempel di atas puisi tentang nya deh!" Celetuk Citra tersenyum.
"Gunung Es! Ngapain naik ke bebatuan gini sih?! Gue susah mau naiknya." Keluh Risa berusaha menanjaki bebatuan itu.
"Ya lagian Lo ngapain ke sini? Gue kan gak ngajak Lo."
"Gue mau.... Aduh aduh! Ih! Gue mau nanya puisi!" Ucap Risa seraya menanjaki bebatuan di depannya.
"Hey hati hati! Ini tajam Loh! Kalo jatuh gim.... Ka-kalau jatuh Lo bisa mati ditempat!"
Risa hanya tersenyum seraya terus menanjak bebatuan tersebut. Sampainya di atas, Risa langsung melihat buku harian Citra yang masih kosong.
"Drin, Keajaiban nya dapet kan? Mana puisi nya? Gue pengen denger." Celetuk Risa tersenyum cengengesan.
"Lo kalo mau tau puisi gue baca aja pas udah gue tulis! Amit amit nunjukin ke Lo sebelum ditulis."
"Yah pelit banget!" Tukas Risa duduk di samping Citra.
*******
"Bagus banget man! Ternyata Lo jago dalam bidang ini? Kenapa gak di tunjukin sebelumnya?"
"Gak ada niat, Baru baru ini ada niat karena pekerjaan juga."
"Lo kerja? Dimana?"
"Gabung sama kelompok tukang foto prewedding."
"Ohh lumayan tuh!"
"Iya." Ucapnya menatap Fiza.
*Apa gue bilang sekarang aja ya? Nanti dia terkejut gimana dong? Aduu tapi gue bener bener gak mau terlambat!* Gumam Salman bimbang.
"Man? Kenapa? Kok natap Gue dengan ekspresi gitu."
"Oh gak apa-apa Kok. Gue mau ngajak pulang, takut Lo kemaleman pulangnya nanti bisa bisa mama papa Lo khawatir."
โข YAH! PADAHAL DIKIT LAGI LOH MAS SALMAN ๐ซ
BERSAMBUNG................................
Visual Salman Alfarisi ๐น๐
Visual Fiza Anastasya ๐นโจ
__ADS_1
Cocok gak sih??? ๐น