
[07:25]โณ
Citra dan kedua orangtuanya tengah ada di ruang keluarga, Seperti yang di ucapkan Citra kemarin, Hari ini ia ingin menyampaikan suatu hal, dan itu penting, jadi tidak bisa hanya Citra sepihak yang memutuskan, ia butuh persetujuan orang tuanya.
"Rendi belum memilih universitas kan, Ma,Pa?" Tanya Citra.
"Balum, emang kenapa sayang?" Tanya Mama Fahira.
"Aku berencana mengirim Rendi keluar negeri untuk kuliah, gimana menurut Papa dan Mama?" Jawab Citra sekaligus bertanya balik.
"Loh? Kok tumben?" Tanya Mama Fahira heran.
"Bukannya seharusnya kamu menanyakan ini kepada adikmu langsung, Cit?" Ujar Papa Ilham menimpali.
"Seharusnya begitu, tapi bukan itu maksud Citra Papa, alasan kenapa Citra menanyakan ini kepada kalian lebih dulu itu karena mau tak mau Rendi harus kuliah di luar negeri." Jelas Citra yang sontak membuat Mama Fahira kaget.
"Maksud kamu, ini semacam memaksa? Gitu?" Tanya Mama Fahira, dan Citra mengangguk mengiyakan.
"Ada apa Cit? Kamu gak akan begini kalau tidak ada masalah, kamu ada masalah apa Nak?" Tanya Papa Ilham.
"Ini tidak bisa Citra jelaskan sekarang Pa, Nanti kalian pasti akan mengerti, yang Citra cemaskan sekarang itu Rendi, kalau dia tau niatan Citra ini, menurut Papa bagaimana respon nya?" Ujar Citra, ia sedikit gusar, takut sang adik akan membencinya.
Mama Fahira dan Papa Ilham lantas terdiam, mereka bingung ingin menjawab bagaimana pertanyaan putrinya itu.
Mama Fahira pun keluar dari ruang keluarga dan memanggil maid untuk memanggilkan Rendi untuk datang ke ruang keluarga, setelah itu Mama Fahira kembali masuk kedalam ruang keluarga menemui suami dan putrinya.
"Ma, kenapa udah di panggil aja? Aku takut Ma." Tukas Citra.
"Udah, Tunggu orangnya datang dulu, nanti juga kamu akan tahu apa tanggapannya." Balas Mama Fahira duduk kembali di tempatnya.
*Semoga saja Rendi bisa mengerti.* Batin Mama Fahira yang sesungguhnya sedang cemas.
_
_
Rendi tengah ada di lantai 3 bersama kedua adiknya, Sandy dan Arsha, mereka bertiga sedang bermain game di Gaming Room.
"Abang sini bang sini." Ucap Sandy.
"Bentaran Adek, Tahan, Bentar lagi dapat nih turtle nya." Saut Rendi.
"Sabar Bang, aku juga lagi clear minion." Timpal Arsha.
"Abang!!! Cepetan, aku udah gak bisa nahan musuh lagi." Panik Sandy.
"Ok dapat, tunggu-tunggu." Ujar Rendi mulai memainkan hero game nya.
"Ayo Arsha, langsung War dek, Fanny Abang dah siap nih." Sambung Rendi pada Arsha.
"Ok Abang, Marksman ku juga udah ada WIN." Ujar Arsha.
"Adek kamu mundur, Recall dulu, Kita tungguin disini, biar 2 tim kita itu yang nahan, cepat." Tutur Rendi.
"Bener kata Abang, Cepetan Bang." Timpal Arsha.
"Iya, tunggu." Ucap Sandy.
Sandy pun segera melakukan apa yang di suruh oleh kakak nya itu, ia mundur dan melakukan Recall untuk kembali mengisi Hp nya lagi, setelah Full Sandy segera menuju Mid Lane dimana sedang siap open War.
DOUBLE KILL
"Cih, jangan sombong Lu, Dapet double kill harus diganti savage." Ucap Rendi saat melihat 2 tim nya di kill musuh.
"Gas bang, Ayo.... Rapat!!" Tukas Rendi langsung mengeluarkan Ulti.
SRINK SRINK SRANK>Suara pertarungan ya guys๐
MONSTER KILL
DOUBLE KILL
TRIPLE KILL
__ADS_1
MANIAC
SAVAGE
WIPE OUT!
"Wuuu (Rata!) hahah rata kan! Mampus!" Cetus Rendi dan Sandy hampir samaan dialog.
"Arsha yok, push." Ajak Sandy, karena Rendi harus Recall.
Tok tok tok
"Bentar!" Teriak Rendi.
VICTORY
"Yes! Akhirnya selesai." Tukas Arsha.
"Kalian lanjutin, Abang buka pintu dulu." Ujar Rendi seraya berdiri dari duduknya.
"Ok Abang." Balas Sandy dan Arsha bersamaan seraya menatap Rendi yang sudah beranjak pergi.
>*Ingat ya guys~
Abang\=Rendi
Bang/Adek\=Sandy
Adek/Dedek\=Arsha tentunya, si bontot.
Ceklek~
"Oh Bibi? Ada apa Bi?" Tanya Rendi.
"Den Rendi di panggil Ibu buat datang ke ruang keluarga." Jawab Bibi, Bi maryam.
"Ruang keluarga?!" Tanya Sandy dan Arsha yang kaget saat mendengarnya.
Sandy dan Arsha lantas beranjak dari tempatnya kemudian menghampiri Rendi dan Bi maryam.
"Abang, kamu gak ada buat salah kan?" Tanya Sandy.
"Engga, gak ada." Jawab Rendi menggeleng.
"Terus kenapa di panggil ke ruang keluarga? Tunggal lagi, kita enggak." Tanya Sandy bingung seraya menatap Arsha yang hanya bisa mengangguk mengiyakan.
"Gak tau, Ya udah abang turun dulu ya, diem disini jangan nakal." Ujar Rendi di selingi nasehat.
Rendi pun beranjak pergi meninggalkan kedua adiknya itu, ia ditemani Bi maryam mulai turun ke lantai dasar untuk menemui Mama dan Papanya di ruang tamu, ia tidak tau bahwa disana juga ada kakak nya, kakak kesayangannya.
๐ฌ๏ธ๐ฌ๏ธ๐ฌ๏ธ๐ช๏ธ
Tok tok tok
"Masuk." Tutur Papa Ilham.
Rendi pun masuk setelah mendapati jawaban itu.
*Kakak?!* Batin Rendi kaget melihat Citra juga ada di sana.
"Duduk abang." Tutur Papa Ilham dan Rendi mengangguk.
"Ada Ma, Pa, Kak?" Tanya Rendi.
"Emmm kami....." Ucap Mama Fahira ragu.
"Kakak akan kirim kamu keluar negeri untuk kuliah." Tukas Citra to the point.
"Hah?!" Kaget Rendi.
"Tapi aku belum siap untuk keluar negeri Kak." Sambung Rendi hendak menolak.
"Dengerin Kakak, 2 hari lagi kamu akan melakukan penerbangan ke Jakarta, besoknya kamu akan di antar seseorang menuju Seoul." Jelas Citra tegas.
__ADS_1
"Tap--" Ucap Rendi yang terpotong oleh Citra.
"Kakak gak maksud maksa, tapi kamu harus keluar negeri, Kakak sudah memutuskan." Ucap Citra memotong ucapan Rendi.
Rendi lantas menatap kedua orangtuanya meminta bantuan, namun Mama Fahira dan Papa Ilham juga tidak bisa berbuat apa-apa.
"Kak, kamu ngusir aku?" Tanya Rendi yang sontak membuat Citra dan kedua orangtuanya kaget.
"Apa?! Engga Ren, bukan begitu dek." Jawab Citra.
"Engga apanya! Kamu jelas memaksaku keluar negeri, apa itu namanya kalo tidak ngusir!" Sarkas Rendi berdiri dari duduknya.
"Rendi!! yang sopan sama kakak kamu!" Sentak Papa Ilham tak suka.
"Halah! Aku gak mau dipaksa, kalo kalian masih maksa, aku gak akan anggap dia kakak ku!" Sentak Rendi menunjuk tajam Citra.
"RENDI!!!" Marah Papa Ilham mendengar ucapan itu dari putranya.
Citra lantas berdiri dari duduknya karena kaget, ia meminta Papa Ilham untuk duduk dengan sabar, dirinya akan menjelaskan sendiri kepada Rendi pelan-pelan, namun Rendi terlanjur marah, dan menghindar dari Citra, ia pergi begitu saja meninggalkan ruang keluarga.
Citra lantas mengejar Rendi yang sama sekali tidak mendengarkan panggilan darinya, Rendi kecewa dengan penuturan kakak nya tadi.
*Ada apa sih sama Sis Citra?* Batin Rendi bertanya-tanya.
*Huh! Kenapa maksa aku keluar negeri? Biasanya gak begitu, tumben banget!* Batin Rendi kesal, ia terus menaiki anak tangga dengan langkah cepat.
"Rendi." Cegah Citra, ia menahan tangan Rendi.
"Lepas!" Ketus Rendi dingin seraya menghempaskan tangan Citra kasar.
"Dengerin kakak dulu ya dek, jangan marah." Pinta Citra.
"Gak mau!" Tolak Rendi.
"Ren, kakak gak maksud maksa, tapi--" Ucap Citra yang langsung di potong oleh Rendi.
"Iya iya, tapi aku harus keluar negeri, gitu kan!! Ok! Aku pergi, gak usah 2 hari lagi, pesan kan tiket penerbangan ke Jakarta besok! Dah! aku mau packing!" Ketus Rendi.
"Rendi, Rendi tung--" Ucap Citra terhenti karena dirinya tersandung anak tangga.
"Shhh." Lenguh Citra, namun ia terus mengejar Rendi.
Tiba-tiba Citra merasa pusing, agak rabun, itulah padangan matanya sekarang, Rendi yang ada di depannya tidak tampak jelas lagi, semuanya pudar sebelum akhirnya......
"Ren---" Panggil Citra, posisi mereka sudah dekat dengan kamar Rendi.
"Apa lagi sih! Udah jangan panggil-panggil terus!" Ketus Rendi mengabaikan Panggilan Citra.
BUGHH>Citra jatuh kehilangan kesadarannya.
Rendi kaget, ia menoleh kebelakang. "Kak, gak usah pura-pura deh, aku gak akan luluh dengan sandiwara kamu ini." Ucap Rendi, namun Citra tak bergeming. >Ya iyalah! Namanya juga pingsan!
"Masih kekeh? Ok yaudah bye, aku mau ke kamar, gak mau menemani kamu bermain." Tukas Rendi bergegas masuk kedalam kamarnya.
ASTAGA RENDI!!!! ITU KAKAK LO BENERAN PINGSAN NJIR! BUKAN ACTING!!!๐ญ ESMOSI GUE๐ฌ
BERSAMBUNG..........................................
Nana author: "Lah?! Apaan bersambung nih?!"๐คจ
Asisten author: "kan udah selesai thor"๐
Nana author: "apaan, kaga bisa! Gue mau lanjutin lagi! Enak aja tanpa izin gue langsung Bersambung, mau gue pecat Lu?"๐คจ
"Asisten author: "Jangan thor, makan apa saya nanti"๐ฉ
Nana author: "Huh, makanya jangan bertingkah"๐
Asisten author: *galak amat author satu ini*๐
Nana author: "ga usah ngebatin deh!"๐
Asisten author: "................"๐ค
__ADS_1