
Citra dan Bara pun berlalu ke panggilan video. Bara terkejut dengan lingkungan baru yang dia lihat di belakang Citra.
"Kamu lagi dimana? Kok lingkungan nya beda." Tanya Bara penasaran.
"Lagi di pantai, nama tempat ini... Eng apa kata Fiza tadi ya? Eng... Oh blue beach green sea." Jawab Citra.
Bara sempat terkekeh melihat citra yang berpikir keras untuk mengingat nama pantai itu.
"Namanya good banget!"
"Itu sebutan gaul mereka haha, Kalo papan namanya di tulis... Pantai bukit melayang."
"Ha? Bukit melayang?"
"Iya, aku sih belom tau jalan ke bukit itu dimana. Gara gara Kak Bara ini..." Ujar Citra menggoda Bara.
"Loh? Kok aku?"
"Ya tadi mau bahas bukit itu.. eh dipanggil sama Risa gara gara telepon dari kamu." Ujar Citra seraya memakai tas selempang nya dan berjalan mendekati teman temannya.
Sebelum pergi, Citra mengambil kamera Canon milik nya dan kemudian mengunci mobilnya itu lalu bergegas pergi ke arah teman temannya berada.
"Hay guys, lanjut yuk?"
Teman temannya menoleh ke arah Citra.
"Lagi vedcoll sama kak Bara ya?" Celetuk Fara menebak.
"Hehe Iya nih." Ujar Citra memperlihatkan bara di layar ponselnya.
"Wow! Di belakang Kak Bara itu kampus nya?" Tukas Fara terkejut.
"Iya, kenapa?" Ujar Bara Santai.
"Bagus banget! Jadi pengen kuliah disana." Ucap Fara berharap.
"Kesini aja, pendidikan nya lumayan kok. Aku ambil jurusan manajemen. Nanti di S3 mau ambil jurusan Hukum." Jelas Bara.
"Kak Bara gila belajar banget! Otak gue gak kuat kalo jadi kak Bara mah." Celetuk Mira ternganga.
Citra hanya tersenyum dan mengalihkan kembali ponselnya pada dirinya. Seraya mengobrol dengan teman temannya.
"Hey, Cepat Ayo ke bukitnya, gue penasaran banget." Tukas Citra tak sabaran.
"Ok ayok." Balas Fiza.
Mereka pun menuju ke arah jalan menuju bukit, mereka berbelok di atas pasir yang Melengkung. Dan indah. Kemudian terlihat lah anak tangga sekitar 10 meter dari arah mereka.
Tinggi anak tangga itu mungkin sekitar 25 meter. Citra takjub akan pemandangan di sisi itu. Luas, cantik dan sangat mempesona. Benar benar cocok sebagai tempat penghilang stress.
Mereka berjalan terus hingga sampai di anak tangga itu, mereka pun mulai mendaki. Citra masih tetap dalam keadaan vedcoll dengan Bara.
"Buset panjang benget. Ini kapan selesainya?!" Celetuk Citra lelah.
__ADS_1
Tiba tiba dia mendengar sesuatu yang membuatnya menatap tajam layar ponselnya.
"Hai Bara."
"Kenapa?" Tukas Bara menoleh ke arah suara itu.
"Ini makan siang buat kamu."
"Gak perlu, gue kenyang." Ujar Bara dingin.
Di sisi lain Citra sedang Menggertakkan giginya geram. Kemudian sebuah suara mengejutkan nya.
"Drin, Pakai masker Lo, Di atas banyak orang. Kalo ada yang ngenalin Lo bisa repot kita." Ujar Risa menatap Citra.
Citra terkejut dengan pernyataan Risa.
"Oh Ok." Ucap Citra memakai masker yang menggantung di sebelah telinganya.
******
"Dingin banget sih Bar, Aku kan cuma berniat baik sama kamu."
Bara menatap ponselnya, dan terlihat Citra yang sedang melototi nya. Bara kaget akan itu. Dia tersenyum cengengesan ke arah ponselnya, yang tentu kepada Citra.
Perempuan di sisi bara yang melihat tingkah Bara menjadi penasaran dan melirik ponsel Bara, dan terlihat lah seorang gadis yang Sedang membenarkan penutup wajahnya.
*Siapa sih sampai sampai bisa membuat kulkas ini tersenyum?* Batin nya penasaran.
"Bara, dingin banget sih kamu. Aku kan cuma perhatian sama kamu."
"Gue gak butuh perhatian dari Lo."
Di sebrang sana Citra semakin geram, muka suram diselimuti kemarahan.
"Dia bukan siapa-siapa Kok. Jangan natap aku tajam gitu dong." Ujar Bara canggung melihat Citra yang marah.
Tiba tiba hal tak terduga pun terjadi yang membuat amarah Citra meledak.
"Bara, berhenti fokus ke ponsel kamu, aku mau bicara jujur sama kamu."
"Mau bicara apa? Langsung aja, gue gak punya banyak waktu." Tukas Bara dingin.
"Aku suka sama kamu." Ujar nya antusias memeluk Bara.
Bara membelalakkan matanya, Dia terkejut bukan main, Bara berusaha melepaskan pelukan wanita itu, tapi wanita itu memeluknya dengan erat.
"Lepaskan! Apaan sih Lo!" Ketus Bara berusaha melepaskan pelukan wanita itu.
"Ngak, aku sayang sama kamu Bar."
*Dasar wanita gatel... beraninya peluk peluk milik gue!* Batin Citra emosi.
Bara melihat ponselnya, terlihat mata Citra yang sudah merah padam. Bara menjadi semakin cemas. Dia pun mendorong kasar wanita itu hingga akhirnya dia melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Bukan siapa-siapa! Percaya sama aku, salah paham, ini kecelakaan."
"Aku tau Kok, Tapi tetep aja kamu ada di pelukan wanita lain, dan aku tidak suka itu!" Ujar Citra yang kemudian memutuskan panggilan Video nya.
"Cicit? Sayang Ini kecelakaan!" Tukas Bara Cemas.
"Sayang! Aghh! Dimatikan lagi! Sial!" Sambung Bara frustasi.
*Ha? Sayang? Dia punya pacar? Ngak, gak boleh. Cuma gue yang bisa jadi pacar Albara Mahardika.* Batin wanita itu tak terima.
"Aghh! Ini semua gara gara Lo! Tunangan gue jadi salah paham kan?! Ah dasar wanita sialan!" Teriak bara ketus kepada wanita itu.
Selesai mengatakan kata-kata tajam nya, Bara langsung berlalu pergi meninggalkan wanita itu sendirian.
Wanita itu terdiam Karna terkejut dengan pernyataan dari Bara. Dia termenung di tempat tak percaya.
*Apa?! Tunangan? Si kulkas ini udah punya tunangan? Gak mungkin.* Batinnya geram tak terima akan kenyataan.
Di sisi lain Citra yang lelah naik tangga sekarang menjadi berjalan cepat dan menerobos teman temannya.
"Aw! Audrin Lo kenapa sih?! Kok nerobos kita gitu?" Tukas Risa mengelus lengannya yang di tabrak oleh Citra.
Citra tak menghiraukan perkataan teman temannya, dia berjalan menaiki tangga dengan langkah kasar. Risa dan yang lain menyadari ada yang aneh dengan gunung es mereka.
Mereka pun mengejar langkah Citra. Sampai di atas bukit, Citra duduk di bangku kayu yang tersedia disana. Di memukul mukul meja kayu di depannya, teman temannya yang melihat hal itu menjadi semakin bingung.
"Drin, ada apa sih? Kok marah marah gitu?" Tanya Risa.
"Kak Bara ada dalam pelukan wanita lain." Jawab Citra manyun + kesal bin Emosi.
Sontak pernyataan Citra itu membuat teman temannya syok! Mereka melotot tak percaya dengan apa yang mereka dengar.
"What!!" Tukas semuanya serempak.
"Are you serious?" Tanya Aliya mendekat kan wajahnya ke hadapan Citra.
"Yes Aliya, I Very Serious!" Jawab Citra manyun.
"No might...." Tukas Aliya Tak percaya.
"What is not possible? I saw it myself just now, Aliya." tukas Citra sebal.
"Hello guys, please, jangan paket omongan yang gak kita paham. Kita bingung tau!" Ketus Risa sebal.
"Ya Sorry." Ucap Aliya santai.
"Emang apa yang terjadi Drin?" Tanya Fara.
"Ya sebenarnya wanita itu yang kecentilan peluk peluk kak Bara dan nyatain cintanya."
"Hah?! Nyatain cinta?" Celetuk semuanya kompak.
BERSAMBUNG..........................................
__ADS_1