
"Hah?! Kamu punya cewek lain?!" Ketus Bunda Lista pada bara.
"Hah?! Ihh! Bunda ini apaan sih?! Bara udah suka sama audrin bertahun-tahun! Mana mungkin di sia sia-in pas udah di dapetin!"
"Terus, kenapa bisa ada cewek yang peluk kamu?"
"Tau deh! Dia tiba tiba peluk bara dan bilang suka sama bara." Ujar Bara manyun.
"Hah?! Kamu udah mandi belom abis di peluk dia?"
"Bunda segitu nya... Bara kan gak di peluk anjing Bun."
"Bunda gak suka ya kamu di peluk peluk cewek gatel kayak dia, gak ada malunya main peluk peluk laki-laki sembarangan." Tukas Bunda Lista merasa kesal.
"Tenang bunda... Bara udah mandi kok... Tenang ok." Ujar Bara tersenyum canggung.
"Ya udah! Sekarang bujuk tuh calon mantu kesayangan bunda. Awas kalo dia masih marah. Bunda hukum kamu!"
"Ya Allah jahat bener sama anak sendiri. Yang anak kandung bunda tuh Bara loh Bun! Kok lebih sayang ke audrin sih?" Tukas Bara bertingkah manja.
Bunda Lista tidak mengidahkan perkataan Bara. Dia hanya berlalu pergi menuju lantai atas untuk pergi ke kamarnya.
Bara kembali fokus ke ponselnya, dia tetap berusaha untuk menghubungi Citra. Namun hal yang sama yang dia terima. Citra menolak panggilan telepon dari Bara. Dan hanya di balas pesan singkat oleh Citra.
"Ada apa?" Tulis Citra dingin.
"Dingin banget, Masih marah sama aku?"
"Pikir sendiri." Tulis Citra kesal.
"Maafin aku dong sayang.. itu kecelakaan."
"Tapi tetep aja aku gak suka kamu di peluk peluk cewek lain selain aku."
"Cemburu nih?" Ejek bara.
"Ini mau minta maaf atau gimana?!" Celetuk Citra mempertanyakan.
"Iya iya, aku mau minta maaf kok sayang, maafin aku ya... Lain kali aku gak akan ceroboh lagi."
"Oh, masih berharap ada lain kali?"
"Ngak ngak kok, gak akan ada lain kali deh! Gak akan... Aku cuma sayang kamu... Maaf ya.. aku gak bisa di diemin kamu kayak gini, aku gak tenang."
"Ok, Aku maafin. Kamu udah mandi habis kejadian tadi kan?!"
"Udah kok, abis di peluk dia aku langsung mandi sampai nya dirumah. Tapi pertanyaan kamu ini sama kayak bunda barusan."
"Bagus deh!, Eh? Emang Tante Nanya gini juga?"
__ADS_1
"Iya! Persis!"
"Haha punya pikiran yang sama dong."
"Iya, jadi makin cocok nih buat jadi mantu sah bunda dan istri aku."
"Ih apaan sih!"
Beginilah isi cheat mereka berdua. Citra dan Bara saling berbalas pesan hingga akhirnya Bara melakukan panggilan video Dengan Citra. Pada akhirnya, mereka Vedcoll Sampai Citra tertidur seperti biasanya. Citra tidur dengan memeluk sekaligus membantali boneka Teddy bear dari bara.
🌬️🌬️🌬️🌬️🌪️
• 2 bulan kemudian.•
• Rumah Sakit.•
Hari ini tepat di hari Minggu, Citra kembali ke rumah sakit, yang memang 2 bulan sekali dia harus cek up ke rumah sakit untuk memantau perkembangan kondisi tubuhnya.
Citra ke rumah sakit di temani mama Yang sekalian ingin berbelanja. Namun mereka beda kendaraan. Citra mengendarai sepeda motornya, dan mama mengendarai mobil BMW Citra dan di antar oleh mang iman.
"Gimana dok? Udah gak ada masalah kan?" Tanya Citra tak sabar.
"Iya, 80 persen kemungkinan jika kamu mau lari maraton 100 meter pun, insyallah sudah tidak masalah." Ujar dokter tersenyum.
"Alhamdulillah..." Ucap Mama dan Citra serempak.
"Makasih ya dok."
"Kalau begitu kami permisi dokter Riyan." Ujar mama kepada dokter yang kerap di panggil dokter Riyan.
"Iya, hati hati buk, bak Citra." jawab dokter Riyan tersenyum.
____________
___
"Ma, Citra pulang duluan ya, Citra masih punya PR yang belum Citra selesai kan, dan udah harus di kumpulkan besok." Ujar Citra menatap mama.
"Ohh iya iya, hati hati sayang." Balas Mama lembut.
"Ok, dah mama." Ucap Citra seraya mengendarai sepeda motornya dan berlalu pergi.
Setelah Citra menghilang dari pandangan mama, mama pun segera mengajak mang iman untuk bergegas pergi berbelanja.
Citra mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan normal, dia menelusuri jalanan dengan banyak orang yg berlalu lalang.
Sampai nya di rumah, Citra kebingungan dengan sebuah alas kaki asing di dalam rak sepatu. Citra berfikir ada siapakah di rumahnya? Di menoleh sana sini tapi tak menemukan kendaraan asing yang berarti orang ini berjalan kaki ke rumah Citra.
"Punya siapa ya? rasanya gak asing deh." Ujar Citra berfikir keras seraya menatap sepatu tersebut.
__ADS_1
"Ah bodo ah! Kalo masuk kan juga bakal tau jawabannya." Celetuk Citra melangkah masuk ke dalam rumahnya.
Citra pun masuk ke dalam rumah ingin melihat siapa yang datang. Dan sampainya diruang tamu, Citra di kejutkan dengan seseorang, laki laki paruh baya yang masih terlihat sangat muda, yang memang Usianya lebih muda dari Papa. Citra ternganga namun bahagia melihat orang itu.
"Paman?!" Kejut Citra merasa senang.
Seseorang yang kerap di panggil paman itu menoleh ke arah Citra.
"Eh? Citra udah pulang?"
"Paman..." Ucap Citra seraya menghambur ke pelukan pamannya itu.
"Uhh Artis kecil Paman... Kangen sama paman ya?" Ujar Paman mengelus rambut Citra dengan lembut.
"Kangen banget..." Jawab Citra seraya melepaskan pelukannya.
Walaupun dia paman Citra, Namun bagi Citra dia sudah seperti ayah kedua setelah Papa. Perjuangan paman Saat Membantu Citra dalam menggapai apa yang Citra miliki saat ini tak kan pernah terlupakan di hati Citra, sebagai mana besarnya perjuangan paman masih citra ingat dengan jelas, sang paman lah yang sangat berjasa bagi keberhasilan Citra itu.
"Paman Liat di sosial media kamu, Akhir akhir ini kamu repot dikerumuni Fans Fans kamu ya?"
"Hehehe iya paman, tapi Aku seneng banget... Ternyata fans aku banyak hehehe."
"Tentu dong, keponakan paman cantik banget gini gak mungkin gak banyak fans nya."
"Hahahaha paman ini bisa aja." Ucap Citra tersenyum.
"Paman kapan Balik kesini?" Imbuh nya lagi.
"Kemarin sore." Ucap paman singkat.
"Oh iya, Paman pernah liat live kamu pas ulang tahun kamu yang ke 18, itu Bara yang lamar kamu kan?"
Citra tak menjawab, dia hanya tersenyum cengengesan seraya melirik ke arah lain.
"Mereka udah tunangan Rob." Celetuk Papa menimpali.
"Hah! Udah Tunangan?" Kejut Paman.
"Iya, tuh liat jari Cicit." Ujar Papa santai.
"Yah! Abang kok gak bilang sama Robi sih bang? Kan Robi pengen liat langsung mereka tunangan." Ucap Paman memelas.
"Aku Takut gangguin kerjaan kamu di sana."
"Ya udah deh, asal nanti pernikahannya paman harus di kasih tau." Ucap paman menggoda Citra.
"Ih Paman ini, masih lama paman... Aku sama Kak Bara masih sibuk sama pendidikan." Balas Citra malu.
Paman terkekeh melihat Citra yang malu malu. "Hahah iya iya." Ujar Paman terkekeh seraya mengelus rambut Citra dengan lembut.
__ADS_1
BERSAMBUNG..........................................