Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 06


__ADS_3

Citra, Riska dan kedua adik mereka pergi meninggalkan toko mainan itu, Mereka berjalan keluar dari keramaian pasar. Tentu saja karna mereka telah membeli semua belanjaan mereka.


"Nah... Semuanya udah selesai, sekarang kalian tunggu di mobil aja. Aku masih mau membeli sesuatu." Ujar Citra pada Riska.


"Baiklah. Jangan lama lama ya."


"Iya." Ucap citra mulai beranjak pergi.


🌬️🌬️🌬️🌬️


Citra berjalan memasuki sebuah toko, tepatnya supermarket. Citra berputar putar mencari sesuatu yang dia cari, hingga akhirnya matanya terkunci pada benda yang di taruh tinggi di atas lemari kaca.


"Kak? Boneka Teddy bear hijau itu berapa ya?" Tanya citra pada pekerja supermarket itu.


"Yang besar sedang atau yang jumbo itu dek?" Tanya nya balik.


"Yang besarnya sedang kak." Jawab citra manis.


"Kalo yang sedang itu 130 dek, itu sama seperti yang ungu dan Coksu itu." Kata mbaknya menunjuk Teddy bear yang lain.


"Wahh aku gak liat tadi sama mereka, tapi mereka lebih kecil dari pada yang hijau ini ya kak."


"Iya, harganya cuma Rp 80.000 saja dek. Adek mau yang mana?" Tanya kakak pekerja itu.


"Emmm yg mana ya... Aku lagi butuh boneka di kamar, Aku harus...." Kata citra berhenti ketika ada panggilan masuk di hp nya.


"Iya, assalamualaikum..." Jawab citra singkat dengan nada cuek.


"Bentar ya kak, Ada telephon." Ucapnya pada kakak itu setelah menjawab panggilan telepon itu.


"Iya dek, gak papa." Balas mbak itu ramah.


"Lohhh singkat bgt jawabnya, lagi ngapain drin?" Tanya bara heran, Karna biasanya citra tidak pernah merespon seperti sekarang ini jika dia menerima panggilan telepon dari bara.


"Kak bara?! Maaf maaf kak, hehe. Audrin lagi pilih boneka buat di kamar... Jadi gak liat nama dari panggilan telepon yang masuk.


"Haduuu kebiasaan, kalo lagi milih boneka serius bgt, aku tergantikan!" Ucap bara dengan nada kesal yg di buat buat.


"Kak bara apaan sih!" Pekik Citra gemas.


"Haha bercanda kok drin. Coba aku liat biar aku bantu pilihkan." Ujar Bara menawarkan.


"Beneran nih? Serius?!" Tanya citra dengan nada manja.


"Iya! Mana?" Jawab bara serius.


"Itu, mana yg bagus! Pilih yang serius ya kak, soalnya audrin lagi pengen banget."


"Iya... Tenang aja."


"Audrin? Itu Teddy bear yang ungu, terus ada tadi boneka panda yang ukurannya sedang, itu cocok buat kamu."


"Ohh audrin juga pengen yang ungu... Tapi mata audrin gak bisa lepas dari yang hijau ini...." Ucap citra dengan nada sedih campur manja.


"Haha dasar penyuka hijau! Tapi bagus banget itu drin!"


"Nah iya kan! Bener pilihan aku."


Citra sangat menyukai boneka, saat di Jakarta, di mobilnya pasti ada boneka yang menemani keseharian citra. Citra sekarang bingung ingin membeli boneka yg mana, dia menyukai ke 3 boneka tersebut.


Karna terlalu bingung, akhirnya citra membeli ke 3 boneka itu, dan meminta untuk di antarkan ke rumahnya, citra memberikan alamat dan juga nomor hp nya agar memudahkan pengiriman boneka yg dia beli. Bara hanya melihat saja lewat vedcoll, Dia tersenyum manis melihat citra yg begitu bersemangat.


*Uhh dia manis sekali... Ingin rasanya aku menerkamnya.* Batin terpesona.


"Kak bara kenapa? Kok diem?" Tanya Citra heran melihat Bara yang terdiam.

__ADS_1


"Gak papa kok drin." Jawab bara gugup namun berusaha untuk tenang.


"Ohhh." Balas Citra ber-oh ria


"makasih ya kak, Aku pergi dulu, saya tunggu di rumah." Ujar Citra lagi bicara pada mbak penjaga supermarket itu.


"Iya, sampai jumpa adik cantik. Itu pacarnya ya?" Ujar pekerja itu menunjuk ponsel Citra.


"Ah, siapa? Yang vedcoll ini?" Tanya Citra terkejut.


"Iya bener." Jawab penjaga itu senyum senyum.


"Ahh bukan Kok kak. Aku gak ada pacar, masih jomblo haha." Balas citra dengan nada canda yang manis.


"Ha? Gak punya pacar? Cantik gini masa gak punya pacar." Ucap pekerja itu tak percaya.


"Hehe iya kak, belum ada yg cocok di hati. Ya udah ya kak, Aku pergi dulu."


"Ohh iya iya dek."


"Kak bara gak kuliah?" Tanya citra sembari meninggalkan supermarket itu.


"Hari ini kuliah siang drin." Jawab Bara.


"Ohh." Jawab Citra ber-oh ria.


"Kamu gak sekolah?" Tanya bara balik.


"Aku izin jemput rombongan mang iman, kak Bara lupa?"


"Oh iya, kok aku bisa lupa ya, hehe." Celetuk bara sembari menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali.


"Kak bara mah gitu! Pelupa." Tukas citra manyun.


"Ihh, bicara manis! Belajar dari siapa tuh?!" Kata citra memutar bola matanya jengah


"Aku serius loh ini." Jawab bara serius.


Bara sudah menyukai citra sejak awal, bara melakukan apapun untuk bisa dekat dengan citra sampai sedekat sekarang ini, Yaa wajar saja, keduanya sama sama dingin, apalagi Bara, dia sangat dingin! kadang sangat galak dan berbicara pedas. Hingga dia bertemu dengan citra, gadis dingin, pendiam tapi sangat ramah dan baik hati yang mampu menggerakkan hatinya.


Bara sudah melakukan banyak hal yg mungkin bisa membuat citra bisa memiliki rasa padanya atau bisa menyadari perasaannya, bara tidak mengetahui bahwa sebenarnya citra punya rasa janggal pada perasaannya terhadap bara.


Begitu juga citra, Dia tidak tau arti perasaannya pada kakak kelasnya itu, citra tidak berani menyimpulkan kejanggalan itu karna dia tidak ingin kecewa.


"Heee kak Bara tuh cuma...." sebelum Citra menyelesaikan perkataannya teman kelasnya datang menyapa.


"Audrin!" Sapa Firly keras membuat citra kaget.


"Firly! Lo bikin gue kaget aja." Saut citra agak galak.


"Hehe ya maaf drin... Btw Lo udah pulang dari dermaga?"


"Iya, Lo kok pulang awal? Curi pulang ya?!" Kata citra dengan wajah curiga.


"Ehhh enak aja Lo! Sekolah di pulangin awal, soalnya ada rapat katanya."


"Oh."


"Et dah singkat amat Lo jawab nya."


"Lah? Emang gue harus jawab gimana ha? Aneh Lo"


"Lo tuh yang dinginnya kelewatan."


"Ada apa sih drin? Kok ribut?" Tanya bara heran mendengar keributan itu.

__ADS_1


"Hehe gak ada kok kak, cuma dateng orang aneh nih." Jawab Citra santai.


"Ohh orang aneh." Balas Bara santai.


"Iya."


"Enak aja bilang gue orang aneh!" Tukas Firly manyun.


"Lo kan emang aneh." Ujar Citra santai.


"Begitu banget Lo! Tapi Btw, Siapa tuh drin?" Tanya Firly menunjuk ponsel Citra dengan dagunya.


"Ada deh.. kepo bgt Lo."


"Heee pasti pacar Lo ya?"


"Bukan kalik... Ya udah gue mau pulang."


"Ohh ya udah deh, gue juga mau pulang, laper!" Ucap Firly tersenyum memperlihatkan deretan giginya.


"Ya udah Sono, keburu pingsan kelaparan nanti Lo"


"Ya Allah nona Audrina... Gitu banget Lo!"


"Bodo amat! Bye!" Cetus Citra seraya beranjak pergi.


Citra pun pergi meninggalkan Firly, dan Firly segera menyalakan motornya dan segera bergegas pulang. Sebelum benar benar pergi, Firly masih sempat mengucapkan selamat tinggal pada citra, dan citra membalas dengan lambaian tangan Tampa bicara.


Begitu sampai ke mobil, Riska langsung bertanya pada citra mengapa citra lama perginya, dan citra hanya menjawab mencari boneka.


"Kok lama cit?" Tanya Riska Penasaran.


"Nyari boneka bak." Jawab Citra singkat dan santai.


"Udah ketemu yang kamu mau?" Tanyanya lagi.


"Udah, nanti di anterin ke rumah." Jawab Citra mengangguk.


"Ohh ya udah, Itu siapa drin?" Tanya Riska yang melihat laki laki di ponsel citra.


"Dia Kak Bara. Dia kakak kelas aku waktu di Jakarta, sekarang udah kuliah." Jawab citra santai.


"Ohh, Aku kira pacar kamu cit."


"Mbak enak aja, bukan kok."


"Siapa drin?" Tanya Bara penasaran.


"Perkenalkan kak, Dia kakak ku, namanya Riska."


"Hai Riska."


"Iya, salam kenal ya Bara."


"Iya."


"Audrin? Gak mau berangkat pulang nih?" Tanya bara heran Karna sudah masuk mobil tapi tidak bersiap pulang.


"Oh iya, aku jadi lupa. Ya udah ya kak, Audrin pulang dulu. Bye..."


"Iya." Balas Bara singkat.


• AWAL PERKENALAN YANG CANGGUNG 😅, OK NEXT! SEE YOU NEXT TIME... BYE... AKU SAYANG KALIAN MUACHH 😙😅


BERSAMBUNG..........................................

__ADS_1


__ADS_2