Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 85


__ADS_3

"Cepat buka pintunya!! Apa yang kau lihat!" Bentak Bara pada sang supir.


Supir itupun tersentak karena terkejut. Ia buru-buru membuka pintu mobil dengan panik.


"Cepat kita kerumah sakit." Ucap Bara seraya membawa Citra masuk kedalam mobil.


"Marina, kau ingin ikut atau gimana?" Tanya Bara menatap Marina di samping mobil.


"Iya aku ikut, aku ikuti dari belakang ya." Jawab Marina dengan nafas terpenggal.


"Ok." Ucap Bara singkat.


Marina pun berlari ke arah Mobil nya, lalu ia segera menyusul mobil bara yang telah melaju lebih dulu. Mobil yang melaju kencang itu membuat Marina juga harus menaikkan kecepatan mobilnya.


Sampainya dirumah sakit Bara berteriak teriak memanggil dokter, semua orang dirumah sakit itupun menoleh kearah Bara, Bara tak perduli dengan pendapat jelek tentang nya yang berteriak dirumah sakit, dalam fikiran nya hanya satu, Citra dan Citra, ia hanya mencemaskan keadaan Citra.


"Dimana dokter nya?! Apa kalian tuli! Cepat keluar!" Teriak Bara tak sabar.


"Tuan muda... Anda yang tenang." Ucap sang supir berusaha menenangkan.


"Tenang bagaimana?! Beraninya mereka tak menghiraukan ku! Kenzo!!" Sarkas Bara yang kemudian memanggil seseorang.


Dalam sekejap mata muncul seorang laki laki yang gagah, namun terpancar aura menekan darinya.


"Tuan muda." Ucap Kenzo melipat satu tangannya dan sedikit membungkuk sebagai rasa hormat.


"Yang lain sudah datang kan? Bawa Semuanya dan dobrak semua pintu! Minta dokter untuk datang ke hadapan ku! Jika menolak, SERET SAJA DIA KELUAR!!" Tukas Bara tegas dan kejam.


"Saya mengerti." Ucap Kenzo menimpali yang kemudian menepuk tangannya memanggil anak buahnya.

__ADS_1


Dalam sekejap mata sekelompok orang dengan pakaian kasual kemeja putih juga Jas dan celana hitam berdiri tegak di belakang Kenzo. Entah datang dari mana mereka, tiba tiba bisa muncul sekali panggil. ah iya, mungkin Bara menghubungi mereka untuk melakukan sebuah tugas.


*Menakutkan sekali....* Gumam Marina dengan tubuh yang menegang karena takut melihat anak buah Bara.


*Siapa sebenarnya Bara ini?* Gumam Marina bertanya tanya.


"Kalian sudah dengar apa yang tuan muda katakan kan?"


"Dengar ketua!" Celetuk semuanya serempak.


"Bagus! Lakukan sekarang! Ingat, jika dokternya tak mau seret saja!!" Tegas Kenzo memberi perintah.


Dalam sekejap mereka berhamburan ke berbagai ruangan mencari seorang Dokter, sementara Kenzo menunggu di resepsionis. Dan Bara, Bara duduk di bangku tunggu dengan tetap memangku Citra.


Dengan tangan gemetar yang tak henti hentinya berusaha membangunkan Citra, mata yang memerah dan amarah menggebu-gebu melihat keadaan Citra menjadi satu. Perasaan membunuh tumbuh dalam hatinya.


*Ini gawat... Tuan muda siap membunuh.* Gumam Kenzo yang melihat ekspresi wajah Bara.


"Aku tak bisa untuk tenang!" Sarkas Bara kesal.


"Setelah ini kerahkan semua tenaga, selidiki 3 orang gadis untuk ku, Helena grethania Meida', 'Olivia yoselyn', 'Yessi Barisya'. selidiki mereka Tampa tertinggal satu informasi pun!" Tukas Bara menyebutkan nama trio yang selalu mengganggunya.


"Saya mengerti, siap laksanakan tugas." Ucap Kenzo menunduk hormat.


"Drin, Apakah benar mereka yang melakukan nya? Jika iya, aku berjanji pada mu akan membuat mereka menerima balasan nya, bahkan dengan NYAWANYA!" Ucap Bara seraya menyingkirkan anak rambut Citra dengan nada penuh penekanan di akhir Kalimatnya.


"Drin, Bangun... Ku mohon bangunlah... Aku tak bisa melihat mu begini..." ucap Bara dengan bahasa normal nya.


*Apakah gadis itu adalah kekasih tuan muda? Tuan muda sangat sedih dan hilang kendali saat ia terluka.* Gumam Kenzo yang kebetulan orang Indonesia berbeda dengan anak buahnya yang lain. Jadi ia mengerti perkataan Bara itu.

__ADS_1


"Ken, kau bersamaku bertahun tahun, aku membangun kuasa ini Tampa ayah dan bunda ketahui, aku berencana memberi tau ayah dan bunda. Menurut mu, apakah mereka akan marah dan mengira aku kejam dan memiliki sifat pembunuh liar?" Ujar Bara dengan bahasa normal nya.


"Tuan Muda, Saya yakin tuan besar dan nyonya tak akan marah pada anda. Secara anda membangun kuasa anda saat ini tidak dengan kekejaman. Dan anda tak pernah membunuh." Jawab Kenzo tetap menunduk Tampa menatap Bara sekalipun, mengapa? Karna memang itu aturannya saat bicara pada atasannya.


"selama ini kami bersembunyi dari dunia luar dan anda tak pernah mengeluarkan perintah. Saya mengerti bahwa anda membangun kelompok ini bukan untuk hal yang kejam. Dan tuan besar dan nyonya pasti mengerti juga."


"Hemm semoga saja." Lirih Bara seraya mengusap lembut pipi Citra.


"Ken, setelah ini kalian tak perlu bersembunyi dari dunia luar, aku membutuhkan kalian sekarang." Sambung Bara menatap dalam kepada Citra.


"Baik Tuan Muda, saya siap mengeluarkan semua anak buah dari markas persembunyian."


Sementara Kenzo dan Bara yang membicarakan tentang organisasi nya di sisi lain anak buah Bara yang lain telah menemukan beberapa dokter yang santai di ruangannya.


Mereka meninggalkan dokter yang sedang memeriksa pasien karena itu memang kebiasaan mereka, mereka tak mungkin mengabaikan keselamatan pasien lain. Dan juga perintah Bara beberapa saat lalu saat mereka tengah menodongkan pistol pada salah satu dokter yang ada di ruang pasien.


Kenzo menghubungi mereka untuk membiarkan dokter yang sedang melakukan pemeriksaan dan mencari dokter lain yang sedang santai.


"Keluar! Selamatkan Nona kami!" Teriak salah satu anak buah dengan bahasa internasional nya kepada seorang dokter seraya menodongkan pistol ke arah kepalanya.


"Am- ampun jangan sakiti saya." Ucap nya dengan tubuh yang gemetar.


"Cepat keluar! Beraninya mengabaikan keselamatan nona kami!" Sarkas nya membentak dokter itu.


"Baik baik saya keluar." Ucap nya panik dan segera bergegas keluar dengan tubuh yang menegang. Jika ia salah sedikit saja bisa bisa Peluru dalam pistol di tangan anak buah Bara menancap di kepalanya.


"Percepatan langkah mu! Cepat!" Bentak nya yang membuat dokter itu tersentak dan refleks berjalan dengan cepat yang hampir bisa di sebut berlari kecil.


GIMANA KIRA KIRA NIH? ADA KORBAN NYAWA GAK NANTINYA?

__ADS_1


BERSAMBUNG..............................................


__ADS_2