Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 07


__ADS_3

Siang harinya, sekitar jam 1 siang, boneka yg citra beli pun datang. Citra amat senang karna kamarnya sudah hampir lengkap, citra tinggal menunggu sofa, meja dan kursi santai nya.


Setelah mengatur kamarnya, citra segera menghubungi Risa untuk merekomendasikan Riska bekerja sebagai baby sitter adiknya.


"Ris? Aku mau rekomendasikan kakak gue buat jadi baby sitter adik Lo." Ucap citra yg sudah menelepon Risa.


"Ohh kakak Lo... Eh? Apa?! Ka- kakak Lo?! Lo Beneran? Lo gak bercanda kan audrin?" Tanya Risa terkejut.


"Gue serius nona Risa Saraswati. Kenapa begitu bgt Lo?!" Cetus Citra malas.


"Ya gak papa sih... Cuma gak percaya aja." Balas Risa canggung.


"Hade lupakan itu, jadi gimana nih Pendapat Lo?"


"Emm gue tanya mama dulu ya drin? Bentar ya.."


"Ok, cepat sana tanyain sama Tante Mery."


"Iya iya, sabar... Gue otw turun ini."


"Oh." jawab Citra singkat.


Di sebrang sana Risa segera menemui mamanya untuk bertanya mengenai permintaan citra.


"Ma?" Panggil Risa mendekati mamanya di sofa ruang keluarga.


"Iya sayang, kenapa?" Jawab Mery menoleh ke arah Risa.


"Audrin rekomendasikan kakaknya untuk bekerja pada kita. Eng.. Ngurus adek."


"Ya udah kita terima aja kakaknya Audrin, tidak ada yg lebih baik dari kenalan kita sendiri. Audrin begitu baik, pasti keluarganya juga begitu, jadi pilihan audrin pasti terjamin."


"Beneran ma?" Tanya Risa memastikan.


"Iya beneran. Udah bilang aja sama audrin." Jawab Mary mengangguk.


"Lu denger sendiri kan drin?" Tukas Risa bicara ke ponselnya.


"Audrin tuh?!" Tanya Mery bersemangat.


"Iya, mama mau bicara?"


"Iya iya, sini."


Risa langsung memberikan ponselnya pada Mery, Audrin langsung bertanya pada Mery keseriusan untuk mempekerjakan Riska sebagai baby sitter adik Risa.


Mery menjawab pasti dengan serius pertanyaan audrin. Mery sangat senang bisa menerima Riska untuk menjaga Reza putra kecilnya itu.


"Audrin, sekarang kesampingkan masalah pekerjaan, kalau mau kakak kamu bisa mulai bekerja besok. Tapi yg paling penting... Kapan kamu akan kerumah Tante? Tante kangen sayang." Kata Mery dengan nada sedih.


"Tante... Maafin audrin ya? Audrin sibuk, juga sibuk sekolah, jadi gak sempat buat main ke sana."


"Audrin tega banget sama Tante." Ujar Mery Cemberut.


Mery sudah menganggap citra seperti anak nya sendiri sejak citra berteman dengan Risa. Mery sangat menyukai citra Karna citra begitu baik, ramah dan juga sangat sopan.


Citra pun begitu menyayangi Mery seperti namanya sendiri, Karna Mery begitu baik pada Audrin.


"Tante sabar ya. Em kalo besok bak Riska mau mulai bekerja kan pasti audrin yg nganter, nah... Saat itu audrin bakal sering ke sana liat Tante."


"Beneran nih ya? Jangan kecewain Tante loh, Tante sangat berharap loh drin."


"Iya Tante tenang aja, audrin janji deh."

__ADS_1


"Yeah! Tante seneng banget, ya udah ya drin Tante tutup dulu telepon nya."


"Ohh iya Tante, audrin juga harus shalat dhuhur dulu."


"Tante juga, kalo gitu dah sayang, assalamualaikum audrin."


"Waalaikumsalam salam Tante."


Seperti yang sudah citra katakan, dia segera ke kamar mandi dan berwudhu, setelahnya citra langsung melaksanakan shalat dhuhur nya yang tertunda. setelah selesai shalat citra langsung memberi tau kabar baik pada Riska.


Riska amat senang karna akhirnya dia menemukan pekerjaan yang sesuai, Riska pun setuju untuk mulai bekerja besok.


******


• Malam Hari 🌕🌕✨


"Tok tok tok!" Seseorang mengetuk pintu kamar citra.


"Iya? Siapa?" Tanya citra tanpa mempersilahkan orang tersebut masuk.


"Saya bik Ina non, makan malam sudah siap, non Citra gak mau makan?" Jawab Bik Ina sopan sekaligus bertanya di balik pintu.


"Ohh bik Ina, iya bik, nanti aku nyusul, ini sedikit lagi kelar kok bik. Bik Ina turun aja duluan." Jawab Citra nyaring dari dalam kamar.


"Ohh baik non, jangan lupa makan malam ya non."


"Iya, bik Ina tenang aja."


"Ya udah bik Ina turun duluan ya non."


"Iya bik."


Bik Ina langsung turun susuai perkataan citra, citra masih fokus dengan kegiatannya di dalam kamar, setelah selesai, citra pun segera keluar dan bergegas turun.


"Nak? Kok lama sih? Kita nungguin Kamu loh.." Tanya mama yang melihat citra turun.


"Maaf ma, lagi menggambar soalnya." Jawab citra tidak enak hati.


"Kamu ini selalu begitu. Harus ingat untuk berhenti dong... Kan bisa di lanjutkan lagi nanti."


"Iya ma, maafin citra ya ma."


"Iya, yaudah ayo cepet turun ke meja makan."


"Ok."


Citra Dan keluarga makan bersama dengan senang, begitu juga para pelayan nya. Citra tidak melainkan mereka, semuanya diajak makan bersama Tampa menunggu harus makan makanan yang tersisa setelah anggota keluarga selesai makan Seperti orang kota lainnya.


Setelah makan malam, semua orang pergi ke kamarnya masing masing. Tak terkecuali Citra, Dia kembali ke kamarnya dan meneruskan acara melukisnya (menggambar).


•Keesokan harinya.


"Bak, ayo berangkat, semuanya udah siap kan?" Tanya citra pada Riska di kamarnya.


"Udah nih, ayok." Jawab Riska menunjukkan tas bawaannya.


"Ok ayok, takut citra telat nih."


Citra dan Riska segera turun menemui mama papanya untuk pamit.


"Ma, pa, citra sama bak Riska berangkat dulu ya." Ucap citra mencium tangan kedua orangtuanya.


"Loh cit? Gak sarapan dulu nak?"

__ADS_1


"Ngak ma... Keburu telat nanti, citra masih harus nganter mbak ke tempat kerjanya."


"Kan ada yang lain cit."


"Gak ada yg tau rumah tante Mery selain citra kan ma?"


"Eng... Iya sih, tapi kan tubuh kamu..."


"Udah mama tenang aja, nanti citra beli makanan di kantin sekolah. Ok?" Tukas Citra memotong pembicaraan mama.


"Baiklah kalo gitu."


Mama hanya bisa menyetujui kata kata citra.


Sebenarnya mama takut citra tidak sarapan pagi, Karna tubuh citra lemah dan rentan.


Mama tidak bisa melakukan apapun kepada anaknya itu, papa juga hanya diam tidak tau harus berkata apa, Karna selama ini citra selalu tekun pada pikiran nya sendiri, sulit untuk mengubah keputusan nya. Bahkan dengan menyuruhnya makan, jika citra tidak mau, maka dia tidak akan makan.


"Baiklah, kami berangkat dulu ya ma,pa.


Assalamualaikum." Kata citra sembari mencium pipi mamanya.


"Iya, hati hati nak."


_____________


___


• Halaman Rumah.


"Cit? Kita berangkat pakek apa?" Tanya Riska heran.


"Ya pakai motor lah bak, masa pakek mobil! Kan citra mau sekolah."


"Iya juga ya."


Citra langsung mengeluarkan sepeda motor dari dalam garasinya Tampa menjawab Riska lebih lanjut, setelah itu citra langsung bergegas pergi ke rumah Mery.


Saat sampai di rumah Mery, Mery menyambut kedatangan citra dan Riska dengan hangat dan ramah.


Mery sangat senang melihat Citra datang.


"Audrin? Ayo masuk dulu nak."


"Lain kali aja ya Tan? Audrin harus berangkat sekolah soalnya, ini sudah hampir jam 7."


"Ohh iya iya, Risa juga baru 10 menit lalu berangkat ke sekolahnya juga."


"Ohh gitu ya. Pantesan gak keliatan, ya udah ya Tante audrin pamit, assalamualaikum." Ucap Citra seraya mencium punggung tangan Mery.


"Iya sayang, waalaikumsalam." Balas Mery tersenyum manis.


"Audrin titip mbak ya Tan."


"Tenang aja, dia akan seperti anak Tante sendiri, sama seperti kamu."


"Iya, terimakasih Tante, audrin pamit dulu. Dah Tante."


"Dah sayang, hati hati."


"Iya." Balas citra singkat.


• APAKAH AUDRIN AKAN TELAT? EMM KITA NANTIKAN EPISODE SELANJUTNYA. BYE BYE... MUACHH😙

__ADS_1


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2