
Riko dan yang lain hanya menatap kepergian Bara dengan senyuman dan kekehan kecil. Setelah Bara menghilang dari pandangan mereka, mereka pun kembali berbincang.
"gue penasaran sama wajah aslinya dari tadi dia kan pakai masker muluk, Gue jadi penasaran secantik apa dia." Ujar Gilang.
"Ya iya sih gue juga kalau dari matanya sih cantik kayaknya." Celetuk Riko.
"Bicara soal mata nih, Gue kayak kenal sama dia, matanya tuh gue kayak pernah liat." Ujar Bimo.
Di belakang mereka, ada seseorang yang tengah diselimuti kekesalan terhadap citra, dia menggertakkan gigi geram dan berfikir licik untuk bisa memisahkan bara dan citra.
*Jadi itu tunangan Bara yang dia sebut waktu itu?! Sialan! Harus gue yang jadi istri dari calon penerus grup Mahardika! Wanita lain tidak boleh! Gue harus cari Cara agar mereka pisah!* Gumamnya licik.
Dia mulai menyusun rencana di licik untuk menghancurkan hubungan Bara dan Citra.
*Sial! Dia Selalu memakai masker, gue gak tau wajah aslinya! Gue jadi penasaran, secantik apa dia?! dan kenapa masker itu selalu dia pakai?* Gumamnya lagi.
Citra dan lainnya bersenang-senang di perkemahan bara, karena waktu tugas bara selama satu bulan, jadi bara bisa sepuasnya bersama citra selama beberapa hari ini.
Di malam ketiga citra dan lainnya berjalan-jalan malam di bukit perkemahan itu, mereka menikmati suasana malam yang indah itu bersama, melihat kunang-kunang yang beterbangan, bulan yang terang indah, dan bintang bintang yang ber taburan.
"Gunung es, bagus banget disini." Celetuk Risa bersemangat.
"Hemm." Remang Citra Santai.
"Sayang, liat tuh. Danaunya, Bagus banget di malam hari." Ujar bara menunjuk suatu tempat.
"Oh iya, kamu bener kak, bagus banget!" Ujar Citra kagum.
*sialan! Mereka berduaan muluk! Bikin emosi aja! Semenit aja gak ada hentinya mesra-mesraan!* Gumamnya kesal.
"Hey Ren! Lo kenapa sih? Di sini gak gelap gelap amat Kok, kenapa wajah Lo suram gitu?" Tanya nya heran.
"Gue bukan masalah gelapnya Kok Nis." Ujar nya seraya pergi.
"Eh Rena! Tungguin." Celetuk nya mengejar langkah gadis yang kerap di panggil Rena.
Citra, Bara dan lainnya jalan-jalan malam sekitar setengah jam, setelah itu mereka kembali lagi ke perkemahan untuk istirahat. Citra bara dan risa masih berada di luar dan duduk di depan api unggun untuk menghangatkan diri.
"Kak, Besok Aku sama yang lain udah harus balik." Ujar Citra santai.
"Emm iya gak papa. Lagian kamu gak boleh lama lama di luar."Ujar Bara lembut.
"Ehemm. Kalo Nanti udah sampai waktunya kalian balik, mampir kerumah ya kak? Pamit sama aku dan mama papa." Ujar Citra lembut.
__ADS_1
"Siap cantik." Jawab Bara tersenyum.
Setelah puas berada di luar dan dan berbincang mereka pun masuk ke tenda masing-masing dan beristirahat, Risa satu tenda dengan citra, farah dan indah, bara dan riko, gilang dan bimo, dan perempuan sebelumnya bersama temannya tadi.
_____________
_________
"Ok, Di malam terakhir kita disini, kita harus main sampai puas!" Celetuk Risa bersemangat.
Semuanya hanya tersenyum dengan tingkah Risa. Citra memandangi sunset dengan seksama. Sebuah pemandangan indah yang jarang bisa dilihat begitu jelas oleh Citra. Saat malam Tiba, Citra, Risa, Fara, dan indah kembali ke perkemahan. Jarak perkemahan dengan tempat mereka berada sekarang lumayan jauh.
Di sisi lain, Di perkemahan Rena telah beraksi dengan rencana licik yang Ia buat sebelumnya.
"Bar, Rena gak bisa gue temuin!" Ujarnya panik.
"Kok bisa? Lo sama Rena kan selalu barengan?!"
"Tadi Gue lagi nyuci sayuran sama Rena, pas gue mau ajak balik, Dia gak ada... Gue udah cari kemana mana tapi dia gak ada..." Jelasnya cemas.
"Ya udah ayok cari."
"Iya iya, moga aja gak papa deh! Dia takut gelap.. gue harap gak tersesat jauh." ujarnya khawatir.
"Rena?" Teriak Bara memanggil.
"Kemana ya dia? Adu Rena... Moga aja Lo gak apa-apa." Ujarnya cemas.
"Nisa, Coba Lo telepon Rena." Ujar Bara dingin.
"Oh iya bener, bentar bar." Jawab gadis yang kerap di panggil Nisa itu.
Nisa pun menghubungi Rena, di sebrang sana Rena tengah senang karna Nisa menghubungi nya, yg pasti Nisa sedang mencarinya. Dan tentu orang pertama yg akan di cari Nisa adalah bara, Karna bara adalah ketua kelompok. Dan yang paling bisa di andalkan.
Rena memberitahukan keberadaan nya setelah menjawab panggilan telepon dari Nisa. Akhirnya Bara segera pergi ke tempat itu dan menyuruh Nisa kembali Dan menunggu kedatangan Bimo dan yang lain.
β’ Adu mas bara... Tau gak kalo itu tindakan paling salah yg mas bara buat?!.π«β’
Di sisi lain. Citra dan lainnya telah hampir sampai di sekitar danau, yg pasti sudah hampir sampai ke perkemahan.
"Drin, Lo gak apa-apa kan?" Ujar Risa melihat Citra.
"Gue gak apa-apa, kan ada kalian, jadi gue gak terlalu takut." Jawab Citra tersenyum berat.
__ADS_1
"Ya udah yok. Kita percepat jalan kita."
Setelah beberapa saat citra dan lainnya sudah sampai di area danau namun berada di sisi yang lain dari tempat rena berada.
_____________
_________
"Rena?" Panggil Bara.
Rena tak menyahuti panggilan dari bara karena dia belum melihat citra lewat.
Sesaat kemudian, Rena melihat kedatangan citra dan teman-temannya, saat itulah Rena baru menyahuti panggilan dari bara.
"Rena?" Panggil Bara.
"Bar-Bara?! Aku.. aku di sini.." jawab nya dengan suara lemah.
"Di mana?" Tanya Bara melihat sekeliling.
"Bal-Balik pohon... Besar..." Ujarnya lirih
Bara pun bergegas ke pohon besar yang dia lihat. Perlahan suara tangisan Rena mulai terdengar. Bara menghampiri Rena yang ada di balik pohon itu.
Di sisi lain Citra dan lainnya juga sudah ada di dekat mereka.
"Ren?! Lo ngapain pergi Tampa bilang! Tersesat Gini kan?! Udah tau takut gelap tapi.. " Ucapannya terhenti karena Rena langsung memeluk Bara.
"Hiks hiks hiks, gue takut banget.. hiks." Tangis nya di pelukan Bara.
Bara teringat dengan Citra yang juga takut dengan kegelapan, dia mengingat dimana pernah menemukan citra dalam situasi yang sama. Bara mengerti perasaan Rena saat ini. Mengingat Citra, Tampa sadar dia memeluk Rena untuk menenangkan nya.
β’ Adu Mas Bara... Itu Air mata buaya..π«β’
"Udah udah." Ujar Bara menenangkan.
Di sisi lain, Citra gemetar melihat pemandangan itu, Risa dan yang lain juga terdiam dengan apa yang mereka lihat. Bara memeluk wanita lain.
β’ ADUH PARAH.. ANDAI MEREKA DENGAR PERCAKAPAN NYA, PASTI BAKAL TAU! Upsss kalo mereka tau, cerita ini gak jadi dong... Gimana sih gue? Kok jadi Firly giniπ₯²π β’
β’OK NEXT!! BYE BYEπππ
BERSAMBUNG................
__ADS_1