Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 98


__ADS_3

"Tuan muda, Maaf mengganggu, ini sudah jam periksa Nona." Ucap Dokter Joshua sopan.


"Iya Dok, langsung periksa saja." Balas Bara mempersilahkan.


Dokter Joshua lantas masuk kedalam ruang rawat Citra, Ia memeriksa kondisi Citra yang ternyata sudah sangat membaik, dan di perkirakan akan sadar sadar besok pagi.


"Nona sudah membaik, besok pagi dia akan sadar." Ucap dokter Joshua tersenyum.


"Syukurlah...."


"Saya permisi Tuan Muda." Pamit dokter Joshua yang di balas anggukan oleh Bara.


*****


🌄🌄🌄⛅


Keesokan harinya Citra telah sadarkan diri, Lista berpesan pada Bara bahwa ia akan pergi ke rumah sakit, Namun Bara dengan cepat melarangnya. Dengan berbagai alasan akhirnya Lista juga setuju dengan larangan Bara, ia memutuskan untuk menunggu di mansion saja.


"Sayang??" Panggil Bara.


"Emm Iya, ada apa?" Tanya Citra.


"Emm tidak apa-apa, Kita pulang sekarang dan kamu di rawat di mansion saja, ok?" Ujar Bara meminta pendapat.


"Ohh, terus cek hariannya gimana?" Tanya Citra.


"Dokter Joshua akan setiap hari ke mansion memeriksa kamu." Jawab Bara.


"Ohh ya udah deh, Terserah kak Bara aja, aku ikut aja."


"Iya, sekarang ayo makan buburnya." Ujar Bara menyodorkan sesendok bubur kepada Citra.


Citra menyantap bubur itu suapan demi suapan, Perlahan bubur itu pun habis tak bersisa. Bara amat senang karena Citra sangat lahap makan, dan mungkin tidak mengingat hal buruk itu lagi.


9:00 a.m.


Citra sudah siap untuk pulang ke mansion Delwyn bersama Bara. Sebelum pergi Bara menyelesaikan semua prosedur kepulangan Citra, tak lupa pula melapor pada dokter Joshua.


Setelah semuanya usai Bara pun membawa Citra pulang ke mansion Delwyn di iringi anak buahnya yang menjaga, 3 deret mobil terlihat di belakang mobil Bara yang berisikan anak buah Bara. ~ SUNGGUH MEMBUAT TONTONAN! ~ AUTHOR 😅


"Orang kaya mana ini?" Tanya seseorang yang melihat deretan mobil itu.


"Lihat plat mobil nya, itu adalah keluarga Delwyn!" Jawab yang lainnya memekik.


Inilah salah satu perbincangan orang yang melihat iringan mobil itu. Padahal ini hanya diiringi 3 mobil tapi sudah mengalihkan perhatian orang, dulu keluarga Delwyn tiap keluar akan diiringi belasan bahkan puluhan mobil di belakangnya.


30 menit kemudian sampailah iringan mobil itu jalan yang hanya di hiasi tanah lapang dengan luas puluhan hektar dan juga beberapa pepohonan di sisi jalan. 25 meter jalan kosong itu terlihatlah Gerbang tinggi dengan design spayol berdiri kokoh di hadapan mereka dengan 2 penjaga yang menjaganya.


"Selamat datang tuan...." Begitulah kata penjaga itu menyambut iringan mobil Bara.


Mobil itu terus memasuki gerbang tersebut. 15 dari arah gerbang terlihat mansion mewah berdiri kokoh di hadapan mereka. Melawai tanah lapang yang dihias seperti taman terlihat air mancur di di tengah tengah batas 2 wilayah itu.


"Selamat datang kembali tuan...." Ucap para maid menyambut.

__ADS_1


"Kak, Tiap masuk ke sini aku marasa aku seorang putri." Ucap Citra tetap saja kaget dengan penyambutan itu.


"Perlahan kamu akan terbiasa." Balas Bara mengelus rambut Citra lembut tanpa melihat ke arahnya.


Pintu mobil terbuka. Bara menyimpan ponselnya kedalam saku celananya, kemudian ia keluar dan membuka pintu di sisi Citra duduk, kemudian ia menggendong Citra masuk kedalam rumah sementara kursi roda di bawa oleh Kenzo.


"Kak malu diliat semua orang!" Pekik Citra berusaha memberontak.


"Enggak tuh! Mereka semua menunduk mana ada yang liat." Ucap Bara melirik para maid.


Citra melihat itu dan benar saja mereka semua menunduk. Memang begitulah aturannya, dilarang menatap majikannya jika ada yang melanggar maka langsung di pecat, siapa yang membuat aturannya? Tentu saja Bara. Waktu Bara masih kecil ia sangat tidak suka ditatap orang apalagi wanita, akhirnya terciptalah aturan itu.


"Akhirnya sampai juga.... Bunda udah khawatir banget sama kalian." Celetuk Lista berhenti dari acara mondar-mandir nya.


"Bunda udah nanti aja bicaranya, Biarkan Bara membawa Audrin masuk kedalam kamar dan istirahat." Tukas Lukman yang akhirnya di angguki oleh Lista.


Bara pun membawa Citra menuju kamar diikuti oleh Lista dan Lukman. Sampainya di sana Bara merebahkan Citra dengan lembut ke atas ranjang kemudian ia duduk di sisinya.


"Audrin, Gimana baik-baik aja kan?" Tanya Lista khawatir.


"Baik kok Tan, Tante tenang aja." Jawab Citra tersenyum.


"Ada yang ingin kamu makan? Nanti Tante buatkan untuk kamu." Tanya lista lagi.


"Enggak ada Tante." Jawab Citra.


"Yakin?" Tanya Bara pula.


"Ya sudah Tante sama Om pergi dulu ya, Istirahat yang benar." Ucap Lista lembut.


"Iya Tante." Balas Citra.


Keduanya pun pergi, Tinggal Bara dan Citra di kamar karena tidak ada yang menemani Citra jika Bara pergi.


"Sayang, kemarin Tante nelepon aku nanya kamu karena udah lama gak hubungi mereka. Aku bohong kalo kamu sibuk sama tugas kuliah, kamu gak marah kan sayang?" Ujar Bara cemas.


"Iya Kak, Gak apa-apa, justru aku senang kak Bara gak bilang kalo aku lagi sakit, bisa bisa mama khawatir." Balas Bara tersenyum.


"Benarkah?" Tanya Bara memastikan.


"Iya." Jawab Citra mengangguk.


"Ya udah kalo gitu aku pergi dulu ya, mau ke kampus." Pamit Bara yang di angguki oleh Citra.


Bara pun pergi, tak lupa ia memanggil Alice untuk menemani Citra, setelah itupun Bara berangkat ke kampus nya di antar supir biasa karena Kenzo bertugas menjaga kamar Citra selagi Bara pergi.


Selain maid atau pelayan kepercayaan Bara maka yang lain dilarang masuk ke dalam kamar Citra. Tentu Lukman dan Lista sebagai pengecualian.


"Tuan Ken." Sapa Alice sopan.


"Yah? Menjaga nona kan?" Tanya Kenzo dingin.


"Iya tuan." Jawab Alice sopan.

__ADS_1


"Baiklah masuk, tapi dia?" Tanya Kenzo pada maid di belakang Alice.


"Dia rekan saya tuan, Dia bisa dipercaya kok tuan." Jawab Alice meyakinkan.


"Hemm Baiklah, jangan mengganggu nona istirahat." Pesan Kenzo tegas.


"Baik tuan." Ucap keduanya.


Mereka pun masuk kedalam kamar dan terlihat Citra asik membaca buku dengan serius. Sungguh indah pemandangan di depan Alice itu, Cahaya matahari yang masih membekas bersinar ke wajah cantik Citra yang membuat gadis itu terlihat tambah cantik.


"Oh Alice?" Celetuk Citra menyadari kedatangan seseorang.


"Alice nona cantik sekali bukan?" Tanya rekannya berbisik.


"Kau baru sadar?" Tukas Alice tak kalah berbisik.


"Alice, siapa dia?" Tanya Citra menatap rekan kerja Alice.


"Dia mika nona." Jawab Alice.


"Ohhh, Alice kita ke taman di air mancur depan yuk?" Ajak Citra.


"Tapi nona kan butuh istirahat." Ucap Alice bimbang.


"Ihh aku kan gak ngajak main bola atau apapun itu, aku cuma mau hirup udara segar!" Tukas Citra sebal.


"Mmm sebentar saya hubungi tuan muda untuk bertanya, saya takut tuan muda memarahi kami nanti." Ucap Alice cemas.


Mendengar itu Citra pun setuju, ia membiarkan Alice menghubungi Bara untuk minta izin, Karna Citra tau dengan sifat Bara ia pasti tak hanya akan memarahi Alice seperti biasanya.


Tutt... Tutt.....


"Ya Alice, ada apa?" Tanya Bara to the point Dan dingin.


"Nona ingin keluar menghirup udara segar, Tuan. Apakah boleh?" Jawab Alice meminta pendapat.


"Keluar kemana?" Tanya Bara lagi.


"Ke air mancur depan mansion tuan." Jawab Alice.


Sebelum Bara membalas Citra telah meminta ponsel Alice untuk bicara langsung pada Bara. Alice pun memberikannya kepada Citra. Terdengar Bara melarang saat ponsel itu menempel di telinga Citra.


"Enggak! Pokoknya aku mau keluar!" Sarkas Citra kesal yang membuat Bara sekaligus 2 orang maid itu kaget.


"Eh sayang?" Celetuk Bara kaget.


"Jangan ya sayang, kamu harus istirahat." Larang Bara lembut.


"Enggak! Aku bosan di kamar." Tolak Citra keras.


BYE BYE GUYSS..... 👋👋🌹


BERSAMBUNG..........................................

__ADS_1


__ADS_2