
Tiga hari berikutnya, Citra telah melakukan penerbang untuk menuju ke Amerika. Ia di antar ke Bandara oleh Eza yang selaku managernya.
Sampainya di Amerika, Citra telah di tunggu oleh Bara di bandara, kemudian mereka segera bergegas pergi untuk pulang ke apartemen mereka. Sampainya disana Bara masih tinggal beberapa saat di apartemen Citra
"Kak, Aku cuma menyelesaikan S1 untuk saat ini, soalnya aku gak bisa lama lama menghilang dari media." Ucap Citra membuka topik setelah selesai dengan acara makannya.
"Ohh, Ya udah gak apa-apa, yang kamu bilang bener... Kamu masih harus lanjutin karir kamu."
"Ehem! Jadi 3 tahun lagi aku udah lulus, nanti kalau aku udah di Indonesia, Kak Bara jangan nakal! Nanti mentang mentang tunangan nya jauh malah ngerayu cewek sana sini!" Tukas Citra menatap Bara penuh penekanan.
"Iya ngak.... Astaghfirullah Calon istriku ini curigaan banget!" Celetuk Bara mengelus rambut Citra cepat.
"Ihhh Kak Bara! Liat nih rambut aku! Ih Kak Bara kalo mau ngelus pelan pelan aja napa sih?! Jadi berantakan gini kan!" Cetus Citra manyun seraya merapikan rambutnya lagi.
Bara yang melihat Citra manyun hanya tersenyum gemas seraya membantu Citra merapikan rambutnya.
*Ya Allah... Mengapa Umat mu yang satu ini sangat menggemaskan?... Ingin rasanya aku menggigit nya.* Celetuk Bara dalam lamunannya.
"Ngapain natap aku gitu? Kak Bara mau gigit aku?" Tanya Citra asal yang ternyata benar.
"Loh! Kok kamu tau? Upss!" Ucap Bara terkejut yang seketika menutup mulutnya karena keceplosan.
"Nah! Jadi bener nih mau gigit aku? Ketahuan ya!" Cetus Citra menunjuk Bara.
"Ya abis kamu tuh gemesin banget jadi pengen gigit." Ucap Bara tersenyum memperlihatkan deretan giginya seraya mencubit pipi Citra singkat.
"Ish! Gemes kok malah jadi pengen gigit? Ada ada aja." Tukas Citra seraya merapikan piring dan gelas sisa menjamu Bara.
Bara hanya tersenyum cengengesan pada Citra, sementara Citra hanya bisa menggelengkan kepalanya seraya berjalan menuju dapur untuk mencuci piring yang ia pegang di tangannya itu.
Setelah beberapa saat kemudian, Citra kembali keruang tamu yang masih terdapat Bara yang sedang asyik dengan ponselnya, padahal ia menyalakan televisi tapi dirinya malah fokus pada ponselnya.
__ADS_1
• HADUH PENYAKIT MANUSIA NIH! BUKAN ORANG NYA YANG NONTON TELEVISI, TAPI TELEVISI NYA YANG NONTON ORANGNYA. 🤦🏻♀️😪
Citra menatap Bara yang sangat fokus pada ponselnya, padahal dirinya ada di sebelah Bara. Entah apa yang Bara lakukan hingga ia mengabaikan keberadaan Citra. Biasanya Bara akan bersikap manja dan menggombal kepada Citra, Namun kali ini Tidak.
"Kak, ngapain sih? Aku malah di abaikan!" Cetus Citra manyun.
Bara melirik ke arah Citra dan menaruh ponselnya di atas meja. Ia elus rambut Citra dengan lembut seraya tersenyum hangat pada gadisnya itu.
"Maaf ya. Barusan lagi bahas tugas sama temen kampus." Ucap Bara Berbohong.
"Ohh, Sekarang udah?" Ujar Citra yang masing murung.
"Iya Udah. Udah jangan ditekuk gitu dong mukanya, malam ini kita jalan jalan di kota gimana? Aku temani sampai kamu puas." Ucap Bara berusaha menghibur Citra yang sedang cemberut.
"Bener nih? Jangan bohong loh..." Celetuk Citra bersemangat.
"Iya aku janji deh!" Ucap Bara memperlihatkan kedua jarinya.
******
Malam harinya Bara menepati janjinya, Bara membawa Citra jalan jalan di pusat Kota. Bukan Citra namanya jika Melawati tempat yang terdapat Kue. Citra dan Bara tengah ada di sebuah Resto, mereka menikmati Apple Pie yang sebenarnya Bara tak terlalu suka.
Melihat Citra amat bahagia, Bara menikmati Apple Pie itu dengan senang hati Tampa mengatakan atau menunjukkan sedikit pun ekspresi bahwa ia tak suka.
Setelah selesai, Mereka pun pergi ke tempat selanjutnya Citra mengajak Bara untuk bersantai di pinggir pantai menikmati suasana lautan di malam hari seraya menikmati cemilan dan juga ice cream.
"Drin? Malem malem gini kok mau makan ice cream? Emang gak dingin?" Ujar Bara menatap Citra.
"Ya aku pengen kak.... Ayo lah please." Ucap Citra memohon.
Bara hanya diam dengan Ekspresi sedang berfikir berat, Yang dimana tak tertinggal raut wajah sedikit kurang enak dengan permintaan Citra.
__ADS_1
"Ya udah kalo gak mau, Udah Yuk Kita pulang aja." Ucap Citra santai namun dalam hatinya kecewa.
"Loh kamu serius mau pulang? Gak jadi mau makan ice cream?"
"Ya Kak Bara keberatan gitu ya mau gimana lagi? Ayok ah pulang! Aku lelah." Ucap Citra Beranjak pergi meninggalkan Citra.
"Eh Kok malah Ninggalin? Ayo kalo mau makan ice cream Aku temani." Ujar Bara mengejar langkah Citra.
"Udah gak kepengen! Ayo pulang, aku lelah kak. Aku juga udah ngantuk." Cetus Citra Santai namun terdengar kesal di telinga Bara.
Bara pasrah, Ia mengikuti langkah Citra yang sangat Cepat seperti buru buru. Sampainya di dalam mobil, Bara segera melajukan mobilnya untuk menuju ke apartemen mereka.
Ya, Bara menggunakan mobil sendiri, Walaupun sebenarnya Saat Citra bertanya pada Bara mengenai mobil itu, Bara mengatakan pada Citra bahwa ia meminjam mobil itu dari temannya padahal tidak.
Selama perjalanan Citra hanya diam dak melihat keluar kaca mobil, melihat pemandangan jalan yang di telusuri mereka. Sedang kan bara sudah banyak membuat topik pembicaraan namun jawaban aingkat yang terus ia terima. Jawaban yang santai di telinga orang lain, namun terdengar ketus di telinga Bara.
"Audrin, Kamu marah ya?" Tanya Bara cemas.
"Ngak, marah tentang apa?" Jawab Citra yang juga bertanya balik.
"Ya masalah ice cream." Jawab Bara canggung.
"Ngak kok, ice cream doang bisa besok besok." Ucap Citra santai.
*Walaupun sebenarnya sangat ingin sekarang!* Cetus Citra dalam lamunannya merasa kecewa.
"Beneran?" Tanya Bara memastikan.
"Iya, udah ayo cepetan kak, Aku ngantuk banget." Jawab Citra yang kemudian mengalihkan topik pembicaraan.
"Ok Ok." Jawab Bara sedikit menaikkan kecepatan mobilnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG......................................................