Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 17


__ADS_3

Citra bergerak ke pinggiran kapal, Dia menatap ke arah laut dimana terdapat Bara di sana, Citra merasa tidak tenang sehingga tidak ingin melepaskan pandangannya dari Bara.


"Udah, jangan di pandangi terus mas bara nya non, mas bara gak bakal kenapa Napa kok, nona Audrin sekarang ikut kami makan malam ok?"


"Tap-tapi, tapi kak Bara..." Ucap Citra ragu.


"Udah ayok." Ucap Nina menarik Citra pergi.


Citra hanya bisa mengikuti Langkah Nina, Citra ikut duduk di meja bersama yang lainnya yang sedang makan malam, Namun citra tidak menyantap makanan nya, Citra hanya memandangi makanya dan mengaduk ngaduk tidak jelas makanan itu.


"Audrin, Ayo makan makanan nya." Ucap Eza yg melihat Citra hanya mengaduk ngaduk makanan nya.


"I-iya... Bentar lagi aku makan. Kalian...."


Saat ingin melontarkan kalimat nya, Citra terhenti karena sadar akan kedatangan kapal pesiar lainnya, dan itu tampak asing.


"Ada kapal pesiar lainnya?!"


"Sepertinya Iya! Dari dekor kapalnya pasti turis."


"Turis? Baru kali ini aku tau ada turis yang kesini." Tukas Citra kaget.


"Mungkin mereka penasaran seperti apa keindahan pulau Senka." Ucap Eza.


"Mereka berlayar dengan lambat, pasti akan tiba di pulau senka Dini hari." Timpal Nina.


"Emmm" Balas Citra hanya meremang kecil.


*apa kak Bara baik baik saja?* Batin Citra menatap kearah dimana Bara berada.


"Hil-hil-Hilang! Hilang!" Ucap Citra berteriak panik. Dan berlari kembali ke pinggiran kapal.


Mendengar teriakan Citra semua orang mendekat menghampiri citra di pinggiran.


Mereka khawatir melihat Citra yang histeris.


"Ada apa audrin?"


"Kak- Kak Eza, Ka-Kak bara hilang! Dia Gak ada di dalam air! Dia gak ada kak, ahhh kak Bara!" Ucap Citra Panik menunjuk ke arah dimana tempat Bara berada. Dan terus memanggil nama bara dengan histeris.


"Audrin, tenang Dulu, Kita akan mencari dengan Perahu. Cepat cepat! Turunkan perahu! Kita cari mas bara di laut." Ucap Eza memerintah. Dan memegang bahu Citra.


"Nona Audrin, tenang nona... Mas bara pasti baik baik saja." Ucap Nina memeluk Citra dan berusaha menenangkan nya.


"Huaa aaa hiks, kak Bara hilang... Dia hilang...Huhuhu hiks hiks hiks." Ucap Citra tersedu-sedu di pelukan Nina.


"Tenang nona, Ayo masuk dulu." Ucap Nina membawa Citra masuk.


Saat Nina sudah membawa Citra masuk, semua orang mencari bara di lautan. Mereka menelusuri luasnya lautan, ada beberapa orang yang mencari di dalam laut takut kalau kalau Bara benar benar tenggelam.


____________


_______


• Beberapa saat kemudian.


Semua orang Yang mencari kembali lagi ke atas kapal, mendengar keramaian di luar, Citra Yang tengah cemas berlari ke luar kapal.


Nina yang melihat Citra berlari histeris ikut menyusul kepergian Citra.


"Non! Nona! Nona mau kemana?" Teriak Nina menyusul kepergian Citra.


Saat sampai di luar, Citra melihat pemandangan setiap wajah orang orang yang telah terjun mencari bara. Pemandangan yang membuat hatinya semakin gusar.


"Mana? Kak bara udah ketemu kan?! Iya kan?! Kenapa wajah kalian seperti itu hah?!" Ucap Citra berteriak marah marah.


"Nona yang tenang, saat ini mas bara belum kami temukan. Kami akan menghubungi tim penyelamat untuk membantu mencari mas bara."


Mendengar kata itu, Hati Citra bagaikan di sambar petir, Dia membelalakkan matanya. Citra terpundur oleh rasa terkejutnya, perlahan langkah mundurnya berhenti.


Citra tak dapat lagi membendung air matanya, Citra menangis histeris tak percaya.


"Kalian pasti bohong! Kalian bercanda kan?! Kak bara pasti mau jahilin aku dan bekerja sama dengan kalian. Iya pasti begitu! Iya kan?! Kalian bercanda kan?!"


"Sabar Audrin..." Ucap Eza yang tak tega melihat Citra Histeris.


"Kak Eza! Katakan yang sejujurnya! kalian sedang jahilin aku kan?! Iya kan?!" Teriak Citra histeris menarik baju Eza.


"Yg Tenang... Kami sedang mencari Drin..." Ucap Eza Lemah.


"Ngak ngak ngak!! Gak mungkin! Ahh huaa gak mungkin! Kak Bara!..." Teriak Citra memanggil nama Bara dari pinggiran kapal.


"Kak bara pasti sembunyi di belakang karang! Cari dia di sana!"


"Tenang Drin..."


"Kak Eza! Cari kak Bara Lagi, Sekarang! Cari sekarang kak! Hiks."


Melihat Citra yang benar benar histeris, Eza hanya mengikuti perkataan Citra, Eza kembali terjun ke lautan mencari bara agar bisa sedikit menenangkan hati Citra.


Setelah beberapa saat di lautan. Eza naik kembali ke atas kapal. Citra yg melihat kedatangan Eza langsung berlari menghampiri Eza dan mempertanyakan keberadaan Bara.

__ADS_1


"Mana? Mana kak Bara?!"


"Maaf... Tapi mas bara Tidak ada di manapun..."


"Kemana....Dia dimana.... sebenarnya." Ucap Citra terduduk lemas dengan pandangan kosong dan air mata yg terus mengalir tanpa henti.


Melihat citra yang terduduk lemas Eza pun mencoba membangunkan citra dan membawanya duduk di sebuah kursi, kemudian eza memanggil nina untuk membawa citra ke dalam kamarnya untuk beristirahat.


Setelah citra masuk ke dalam kamarnya bersama nina, eza tetap menunggu di luar dan terus berusaha mencari tau kabar dari keberadaan Bara.


Saat tengah cemas kedatangan seseorang yang muncul dari dalam air dan naik ke atas kapal pesiar membuat eza terkejut dan membelalakkan matanya.


"Khukk khukk khukk!!" Seseorang itu berbatuk keras.


"Kau?! Datang dari mana saja? Apa anda baik baik saja tuan?"


"Aku baik baik saja."


"Bos Dari mana saja? semua orang khawatir setengah mati."


"maaf sudah membuat kalian khawatir, terjadi sesuatu tadi."


"Apa itu bos?"


"Di kapal pesiar itu ada anak kecil yang terjatuh ke lautan, Karna itu aku pergi ke sana untuk menolong anak itu."


"Ohh, ya sudah sebentar saya ambilkan handuk untuk Bos."


"Iya."


Eza pun pergi ke dalam untuk mencari handuk untuk Bara. Bara menunggu di luar seraya mengibas-ngibaskan rambutnya yang bercucuran air itu.


setelah beberapa saat, Eza pun kembali membawakan handuk warna putih di tangannya. Eza menyerahkan nya pada Bara, dan bara segera mengeringkan rambutnya serta mengelap pakaian yang basah dengan handuk itu.


Tuan Bara?! Anda baik baik saja kan?! Kami sangat cemas tadi saat anda menghilang." Ucap seseorang yang melihat kedatangan bara.


"Aku baik baik saja, maaf membuat kalian khawatir."


"Kami khawatir sekali pada Tuan, Dan Nona...."ucap seseorang ini menggantung Kalimatnya.


Seketika ucapan orang ini membuat bara terkejut dan teringat Soal Citra.


"Astaga!! Audrin sekarang dimana?"


"Audrin di kamarnya, Dan dia... Sebaiknya kamu melihatnya sendiri." Ucap Eza pada Bara.


"Ok! ..... Eza, kamu aku larang menyebut nama audrin langsung, kamu harus memanggil nya nona! Dan kalian jangan sampai ada yang tau identitas asli ku."


"Baik tuan!." Ucap Semuanya serentak.


"Baik masa Bara." Jawab Semuanya lagi dengan serentak.


Bara langsung bergegas menuju kamar Citra. Sementara Citra yang ditelan tatapan kosong mendengar kericuhan banyak orang menyebut nama Bara, sontak kericuhan itu membuat mata Citra terbelalak, Citra langsung pergi ke luar Kamar nya untuk mencari tau.


"Nona mau kemana lagi? Nona harus istirahat, tubuh nona sangat lemah sekarang." Ucap Nina yang melihat Citra keluar kamar.


"Bak Nina! Di luar ada kericuhan menyebutkan nama kak Bara, emang bak Nina gak dengar?"


"Saya gak dengar apa apa kok non, mungkin nona terlalu cemas."


"Enggak bak, aku mau cek sekarang juga!" Ucap Citra mempercepat langkahnya.


Nina mengikuti langkah Citra dengan pasrah, Nina mengerti perasaan Citra saat ini. Mereka berjalan dengan cepat menuju keluar. Saat sampai di pertengahan jalan, Citra berpapasan dengan Bara yang ingin menuju kamar Citra.


Langkah Citra seketika berhenti, jantungnya berdetak Cepat, matanya berlinang air mata, tubuhnya Gemetar melihat laki laki didepan nya.


"Ka-Kak bara..." Ucap Citra lirih dengan air mata yang membasahi pipinya.


"Audrin?" Ucap Bara terkejut.


Saat ingin melangkah, kaki citra terasa sangat lemas, namun Citra tetap berusaha berjalan ke arah bara dengan langkah yang berat.


"Ini-ini bukan halusinasi kan?" Ucapnya berusaha meraih bara saat telah sampai di hadapan bara.


"Audrin, Maaf..." Ucap bara meraih tangan Citra.


Citra terbelalak, Laki laki dihadapan nya itu benar benar nyata. Citra tidak sedang berhalusinasi.


"Kak Bara! Huhuhu" ucap Citra yang seketika memeluk laki laki di hadapannya itu.


Citra memeluk Bara dengan tangan yang gemetar. Citra sudah mencapai batas untuk bertahan.


"Aku-aku kira... Aku gak akan bisa lihat kamu lagi kak." Ucap Citra lirih dalam pelukan Bara.


"Maaf sudah membuat mu khawatir Drin." Ucap Bara memeluk Citra dengan erat.


"Ti-tidak apa apa, Aku bersyukur kak Bara baik baik aja." Ucap Citra melepas pelukannya dan menatap wajah Bara.


"Drin? Wajah kamu pucat! Kamu gak istirahat ya?! Ma-maaf... Ini semua salah ku." Ucap Bara kembali memeluk Citra dengan erat dan dengan perasaan bersalah.


"Asal... kak Bara baik baik aja, audrin seneng... banget, Au-Audrin... Sayang... sama... kak Bara." Ucap Citra lemah dan langsung kehilangan kesadaran nya.

__ADS_1


Tangan Citra yang tergantung lemah dan tubuh citra yang melorot lemas dari dekapannya membuat Bara terkejut dan panik.


"Audrin?! Drin! Kamu kenapa?! Audrin bangun!" Ucap Bara berusaha membangunkan Citra.


"Nona?! Non! Non sadar non." Ucap Nina menghampiri Citra dan Bara.


"Tu..Mas Bara cepat bawa nona ke kamarnya."


"Iya iya." Ucap Bara menggendong Citra.


Bara segera membawa Citra ke dalam kamarnya, Bara menemani Citra di sisi nya. Sedangkan Nina menyiapkan kompres dan beberapa benda yang bisa sedikit membantu kesadaran Citra.


"Mengapa Audrin tiba tiba pingsan?! Bahkan wajahnya pucat sekali!."


"Nona Audrin... Non audrin terus menangis histeris saat anda hilang, non Audrin gak mau makan apapun, bahkan minum pun non Audrin tidak mau."


"Ini semua salahku, aku pergi Tampa mengatakan apapun membuat nya begitu khawatir." Ucap Bara memegang tangan Citra dengan raut wajah penuh rasa bersalah.


"Nina, kemarikan mangkuk dan kompres nya, aku yg akan mengompres mata audrin, kamu keluar saja."


"Baik, saya undur diri Mas bara." Ucap Nina sopan dan pergi meninggalkan Bara dan Citra.


"Kulit Matanya panas sekali. Andai aku gk pergi semua ini Gk akan terjadi." Ucap Bara yg mulai mengompres mata Citra.


___________


_______


"Eumm, Kepala ku sakit." Ucap Citra yang telah sadar.


"Eh, Kak Bara? Ternyata kak bara menemani aku semalaman." Ucap Citra yang melihat bara tertidur di sisinya.


"Tuhan... Terimakasih kau masih mengizinkan ku bersamanya."


"Kak, Audrin Cinta Kak Bara, Tapi audrin gak berani bilang, Audrin belum siap, maafin Audrin ya kak, Aku harap kak Bara tetap bersama ku walaupun kita tidak bersama, setidaknya saat ini." Ucap Citra menyentuh rambut Bara.


"Apa laki laki di hadapan ku ini akan tetap mencintai ku Tampa meminta lebih? Apa dia bisa menunggu hingga tiba saatnya hati ini siap untuk menerima nya? Tuhan, Aku mencintainya, Aku mencintai laki laki di Depan ku ini." Ucap Citra panjang lebar lalu mencium dahi Bara.


Tampa Citra sadari, Bara sudah terjaga saat Citra menyentuh rambut Bara, Bara mendengar semua yang Citra katakan.


Bara lega karna Dia tau bahwa perasaan Citra juga sama dengan nya, Citra tidak menerima nya bukan Karna laki laki lain, melainkan hanya tidak siap saja, entah apa yang membuatnya tidak siap Bara pun tidak bisa mengetahui nya. Bara hanya bisa melakukan satu hal, yaitu Menunggu! Menunggu gadis yang ia cintai siap untuk menerima Cintanya.


*Drin, aku akan menunggu, aku tidak akan menuntut lebih darimu, aku mencintaimu Drin, aku akan tetap menunggu hingga kamu siap* ucap Bara dalam benak pikirannya yang tetap dalam keadaan pura pura tertidur.


****


"uhh tenggorokan ku kering, ini membuat ku sakit, aku ambil air minum dulu Gak papa kan? Kayaknya tubuh aku udah mendingan." Ucap Citra dengan suara pelan dan turun dari ranjangnya.


Citra turun dari ranjangnya, namun saat berdiri dan ingin berjalan, kaki nya sangat lemas dan tidak mampu menopang tubuhnya, sehingga membuat citra tidak bisa mengimbangi tubuhnya.


Brukk!


"Au! kaki ku lemas sekali."


Mendengar itu bara kaget, bara segera berdiri dan menghampiri citra yang terduduk di lantai.


"Audrin?! Drin, kamu kenapa?"


"Kaki ku lemas kak."


"Kamu ini." Ucap Bara segera menggendong Citra dan meletakkan nya kembali ke ranjang.


🌬️🌬️🌬️🌬️


"Kamu mau ngapain?"


"Tenggorokan ku kering, dan itu terasa sakit. Jadi aku ingin mengambil air minum."


"Kenapa gak bangunin aku? Kan aku bisa bantuin kamu."


"Aku gak enak gangguin kamu."


"Ah! Ap-apa? Kamu?"


"Ugh! Salah dengar!" Ucap Citra dengan wajah panik.


"Hahaha jangan bilang aku salah dengar lagi, aku udah dengar 3 kali kamu panggil aku dengan sebutan kamu."


Citra hanya diam, Citra malu untuk menghadapi Bara Karna telah keceplosan memanggil nya dengan sebutan kamu. Sedangkan bara tersenyum sumringah dengan apa yang ia dengar.


"Haha udah, aku ambilkan kamu air dulu."


"Eum"


Bara pun pergi meninggalkan Citra di kamarnya, Sedangkan Citra kini hanya bisa menunggu kedatangan bara yang pergi mengambil air minum untuk nya.


Setelah beberapa saat kemudian, bara tak kunjung datang, Citra bertanya Tanya kemana bara? Lalu Citra mendengar keributan di luar ruangan, setidaknya berjarak sekitar 2 ruangan dari ruangannya. Karna penasaran, Citra pun berjalan dengan langkah berat untuk mengintip.


"Kalian gimana sih? Aku udah pernah bilang, jagain audrin baik baik! Terutama kamu Eza! Kamu udah lama bersama ku dan audrin, mengapa kamu tidak menjaganya baik baik?!"


"Maaf Mas, Tapi kami sudah berusaha."

__ADS_1


"Aku tau aku juga salah sudah pergi Tampa mengatakan apapun, tapi kalian terutama kamu Eza, harusnya lebih memerhatikan audrin, dia gak makan, gak minum, sampai sampai dia jatuh pingsan. Harusnya kalian berusaha keras membujuk nya untuk makan, setidaknya dia mau minum air! Tapi apa?! Audrin..." Bara menggantungkan kalimatnya Karna seseorang yang memeluknya dari belakang.


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2