
"Bakso?! Kebetulan aku lagi pengen banget makan bakso. kak bara kok tau aja sih? Emm pasti liat unggahan status ku kan?!"
"Iya. Yaudah sini aku tuangkan ke Mangkok."
"Eh gak usah kak, Ada bibik yang bisa bantuin aku."
"Udah nurut aja kenapa sih? Aku mau tuangkan sendiri buat kamu." Ucap bara mengambil alih kantong yang berisi bakso itu dan menuju dapur.
Bara sangat hafal rumah Citra, letak dapur, kamar mandi tamu, Toilet untuk tamu, kamar masing masing keluaga citra, gudang. Semua tempat bara ingat dengan pasti. Rumah Citra sudah seperti rumah sendiri baginya.
Bara menuangkan bakso ke dalam mangkok di dapur, citra hanya menunggu di ruang tamu seraya tersenyum manis atas perlakuan bara yang tak pernah berubah padanya. Mama yang baru keluar kamar pun haran melihat citra senyum senyum sendiri.
"Cit? Kenapa senyum senyum begitu?" Tanya Mama heran.
"Eh mama, gak ada apa apa kok ma." Jawab Citra canggung.
"Kalo gak ada apa apa, kenapa senyum senyum gitu cobak?" Ujar mama penasaran.
Beberapa saat kemudian, Rasa penasaran mama terhadap tingkah citra terjawab saat kehadiran seseorang.
"Drin ini bakso nya udah siap. Porsi cabai nya aku kurangin sedikit, kamu lagi sakit gak baik buat kamu."
"Hehe iya kak gak papa. Makasih ya kak."
"Iya, ayo cepetan makan, keburu dingin nanti."
"Pantes Citra senyum senyum gak jelas, ternyata calon mantu Tante yang datang."
"Tante." Ucap Bara mencium pungguk tangan mama.
"Maaf Bara masuk gak bilang Tante."
"Citra ngizinin, Tante gak ada hak larang kamu. Calon mantu harus sering sering datang berkunjung."
Citra hanya diam mendengarkan obrolan mereka. Citra tidak keberatan dengan panggilan mama pada bara.
"Assalamualaikum." Ucap seseorang di luar pintu.
"Waalaikumsalam" jawab mama Citra dan Bara bersamaan.
Saat pintu terbuka terlihat lah laki-laki paruh baya yang tidak terlalu tua dilihat muncul.
"Papa?!" Ucap Citra bangun dari duduknya dan berlari kecil pada laki laki yang biasa di sebut papa.
"Papa... Cicit kangen sama papa, papa sibuk ngajar akhir akhir ini, Cicit bahkan udah jarang liat papa."
"Maafin papa ya Cit. Banyak sekali kegiatan sekarang. Banyak undangan yang datang ke papa dan siang Sampek sore harus ngajar. Mungkin malam baru ada waktu luang." Ucap Papa panjang lebar seraya mengelus rambut Citra lembut.
"Eummm." remang Citra manyun.
"Eh? Bara juga ada ya." Celetuk Papa melihat Bara.
"Iya Om Ilham." Ucap Bara meraih tangan papa dan kemudian mencium pungguk tangan papa.
"Ya udah ayo duduk, kita ngobrol ngobrol." Ucap papa mengajak Semuanya untuk duduk.
Bara, mama dan papa akhirnya mengobrol dengan gembira, tak tertinggal citra yang juga melanjutkan menyantap baksonya.
Bara mengelus rambut Citra dengan lembut saat melihat citra yang menyantap baksonya dengan ekspresi wajah yang cukup menggemaskan Bagi Bara. Mama dan papa hanya bisa melihat kedekatan Citra dan Bara dengan senyum bahagia dan tatapan penuh Restu.
"Enak?"
"eum, enak banget kak, hehe." Celetuk Citra tersenyum manis.
Saat telah menghabiskan baksonya, Citra meminta bik Ina untuk membawa pergi mangkok bekas bakso yg dimakan nya. Lalu Citra lanjut mengobrol dengan Bara, Papa, dan mama.
"Kak Cicit?" Panggil Arsha yang berlari dari luar menuju ke arah Citra.
"Aca kenapa lari larian? Nanti kalo Aca jatoh kak Cicit sedih."
"Maafin Aca, Aca mau eskrim, ayo kak Cicit belikan Aca eskrim ya... Nanti eskrim nya keburu pergi." Ucap Arsha menarik lengan Citra.
"Iya iya, kak Cicit belikan. Aca pelan pelan dong dek."
Citra langsung beranjak pergi dengan Arsha, Karna Arsha yang begitu buru buru membuat citra lupa membawa uang nya.
"Aca mau eskrim apa?" Tanya citra yang sudah tiba di penjual eskrim keliling.
"Aca mau yang rasa Coklat kak Cicit."
"Yang ini?" Ucap Citra menunjukkan satu eskrim.
"Bukan kak, Aca mau yang ada benjol benjol nya itu loh kak."
"Ha? Benjol benjol?" ucap Citra yang heran bukan kepalang.
"Emang ada mas?" Sambung Citra bertanya seraya melirik tukang eskrim.
"Gak tau juga bak haha." Jawab mas penjual eskrim itu tak kalah bingung.
Citra terus mencari kebingungan, sampai dia menemukan 2 eskrim yang mungkin eskrim yang Arsha mau.
"Maksud Aca yang ini?"
"Iya iya." Ucap Arsha menganggukkan kepalanya kencang.
"Ini bukan benjol benjol dek, tapi kacang almond."
"Kan Aca gak tau kak Cicit"
__ADS_1
Citra hanya bisa tertawa melihat tingkah adiknya itu. Citra merogoh saku celana jeans yang dia pakai untuk mengeluarkan uang, saat itu Citra baru ingat bahwa dia tidak membawa uang di saku celananya Karna citra sudah terbiasa membawanya di dalam tas kecilnya.
"Aduh lupa!"
"Mas tunggu sebentar ya, saya masuk dulu ambil uangnya."
"Ohh iya iya bak."
"Aca tunggu disini ya... Jangan pergi sebelum kak Cicit datang, paham?"
"Paham kak Cicit."
Citra pun pergi kedalam rumah, Dia bergegas pergi ke kamarnya dan mengambil tas kecilnya. Sebelum turun citra mengecek isi tasnya, takut isinya sudah di pindahkan. Karena Citra yang ingin membelikan semuanya eskrim uang di tasnya mungkin tak cukup, di tambah lagi citra juga sangat menyukai eskrim.
"Emm aku ambil uang lebih aja deh, sekalian beli stok Ice cream beberapa hari."
Citra pergi ke ruang gantinya, Citra membuka salah satu lemarinya dan membuka brangkas nya, Citra mengambil 500 ribu untuk di gunakan beberapa hari.
Setelah mengambil uangnya, Citra langsung turun dan menghampiri tukang eskrim itu.
"Mas, Saya mau Cornetto rasa taro, coklat, dan caramel masing masing 5. Yang cup ini 2 ya mas. Berapa semua sama yang di pegang adik saya."
"Cornetto nya harganya 8 ribu yang ukuran sedang ini bak."
"Yang cup mau yang jumbo atau yang kecil bak?"
"Yang jumbo mas."
"Emm, jadi 2 Cup 40ribu untuk yang jumbo. Yang di pegang adik mbak itu 7 ribu."
"Owhh jadi semuanya 167 ribu, emm ini mas uangnya." Ucap Citra menyerahkan 2 lembar uang senilai 100ribu.
Tukang eskrim pun ternganga, Dia belum sempat menghitung pun Citra sudah menyerahkan uang bayaran nya.
"Loh mas? Kenapa diam? Bungkusin dong eskrim nya, dan ini uang bayaran saya."
"Oh maaf maaf bak, Saya belum sempat hitung semuanya total berapa ehh mbak langsung sigap menyerahkan uang bayaran. Saya kaget bak."
"Hahaha udah bener kok mas, Cornetto nya semuanya 120, tambah yang Cup totalnya jadi 160, terus yang di pegang Aca 7.000, jadi semuanya 167 ribu."
"Ah iya iya, ini bak eskrim nya." Ucap tukang eskrim itu yang telah membungkus kan eskrim eskrim yang citra beli.
"Nah ini uang nya mas."
Citra menyerahkan uang bayaran nya dan tukang eskrim itu menerimanya dengan ramah, lalu segera mengambil uang kembalian untuk citra.
"Ini bak kembaliannya."
"Ok, makasih mas." Ucap Citra pergi dan membawa Arsha masuk kedalam rumah.
Tukang eskrim itu pun menatap kepergian Citra. Tampa sadar tetangga Citra yang ingin membeli eskrim untuk anaknya memerhatikan mas mas penjualan eskrim tersebut.
"Ah ibuk, saya cuma kagum, dia gadis yang sangat cerdas buk."
"Saya mah gak heran mas, di dalam rumahnya aja piala yang neng Citra dapat udah full satu lemari mas. Saya juga taunya pas waktu minta tolong ustadz Ilham untuk pimpin tadarusan di rumah saya."
"Ohh pantesan, berprestasi ternyata."
"Ya udah mas jangan ngobrolin neng Citra muluk, saya mau beli eskrim."
"Ah iya buk. Mau yang mana buk?"
******
"Banyak banget belinya Cit." Ucap Mama yang melihat kantong plastik yang berisi eskrim tergantung di tangan citra.
"Buat stok hari hari ma."
"Kamu jangan banyak banyak makan eskrim nak, gak baik buat tubuh." Ucap Papa kurang setuju.
"Pa... Cicit gak makan banyak kok. Paling 2 kali sehari. Gak papa kan pa?"
"Janji ya?"
"Cicit janji!" Ucap Citra mengangkat tangannya setinggi telinganya.
Citra segera menaruh eskrim yang dia beli ke dalam lemari es khusus tempat makanan di dapur. Lalu Citra mengambil satu eskrim Cornetto rasa taro dan membawanya ke ruang tamu. Citra memakan Eskrim favorit nya itu dengan riang gembira.
Citra berdiri di depan papa mama dan bara yang sedang duduk sembari menikmati Eskrim nya dan berbicara dengan Arsha.
"Aca? Enak eskrim nya?"
"Enak banget kak Cicit... Kak Cicit mau?"
"Ngak, kak Cicit udah punya."
Saat sedang enaknya menikmati Eskrim nya, kesenangan itu hilang saat Eskrim di tangan citra direbut oleh seseorang.
"Ah! Kak Bara?! Ihh kak bara gangguin aku makan eskrim aja, balikin gak?!"
"Ngak."
"Ihhhh balikin dong kak!"
"Ngak, kamu lagi flu Drin, gak boleh makan eskrim."
"Es itu buat nyembuhin aku yang lagi flu kak."
"Makan eskrim gak baik Drin. Minum es Biasa sana."
__ADS_1
Jangan heran ya... Inilah keunikan Citra. Biasanya orang flu gak boleh minum es atau apapun yang berbau dingin. Berbeda dengan Citra. Saat flu dia akan makan dan minum yang berbau dingin atau es Karena itu bisa membuat citra lebih baik.
Mama dan papa awalnya marah saat citra sedang flu dan malah mengkonsumsi es, namun setelah tau apa yg terjadi keesokan harinya setelah citra minum es mama dan papa tercengang, mereka heran bukan main, mereka kaget karna flu berat yg diderita anaknya tiba tiba menjadi lebih baik setelah mengkonsumsi es.
"Biarin aku habiskan satu itu ya kak... Pliss, Aku udah lama gak makan eskrim." Ucap Citra memohon.
"Kamu ini ya, udah tau aku gak bisa nolak kalo kamu udah memohon, sekarang malah di jadikan senjata andalan. Ini!" Ucap Bara menyerahkan Eskrim Citra kembali.
"Yey! Ya siapa suruh kak Bara gitu, aku sih seneng Karna aku yang untung." Ucap Citra senyum senyum penuh kemenangan.
******
🌥️🌥️🌥️
"Aku mau pamit pulang.." ucap bara menyentuh kepala Citra dengan lembut.
"Hem? Udah mau pulang?" Ucap Citra menatap Bara.
"Iya." Jawab Bara tersenyum berat.
"Hemmm" ucap Citra yang kembali memalingkan wajahnya. Dan menunduk dalam.
Berat hati bara harus pulang Karna tidak mungkin dia akan terus berada di rumah citra. Andai kata Citra bisa ia halalkan hari ini juga, bara pasti melakukan nya Agar tidak berpisah lagi dengan gadis yang ia cintai itu.
"Om Ilham, Tante Fahira. Bara pamit pulang ya.." ucap Bara mencium punggung tangan kedua orang tua paruh baya itu yang masih terlihat luar biasa.
"Nanti ke sini lagi ya, Tante bakal kangen sama calon mantu Tante ini." Ucap Mama tersenyum dengan mulut yang manyun.
"Hahaha pasti Tante."
"Hati hati ya nak bara." Ucap papa tersenyum.
"Iya om, makasih om, Bara pamit." Ucap bara melangkah pergi.
Saat bara melangkah pergi, satu tangan yang menahan tangannya membuat nya harus berhenti melangkah.
Bara Menoleh dan melihat sepasang tangan yg menahannya, Terlihat Citra yg menundukkan kepalanya. Bara menatap Citra penuh tanda tanya, Sikap Citra aneh seperti orang yg malu malu Ingin meminta uang pada papa nya.
"Bi-Biar audrin Anter sampai luar." Ucap citra tergagap.
"Ok." Jawab bara singkat dan tersenyum.
Bara dan Citra pun pergi mengarah ke pintu. Mama dan papa hanya melihat dari ruang tamu. Sampai di luar, Citra menghentikan langkahnya.
"Kak, Tunggu Audrin lulus ya?"
"Hem, Tunggu buat apa?"
"Aku sekarang udah tahun terakhir di bangku SMA, Kalo udah lulus... Kalo udah lulus..." Ucap Citra yang gugup untuk melanjutkan kalimatnya.
"Iya, kalo udah lulus mau apa?"
"Emm Kit-kita bahas lagi kelanjutan hubungan kita."
Sontak pernyataan yang di lontarkan Citra membuat Bara terkejut dan membulatkan matanya. Bara seakan tak percaya kata itu keluar dari mulut gadisnya.
"Ma-maksud kamu. Kamu bisa memberiku jawaban setelah lulus SMA?!" Tanya bara yang sedikit tegang.
Citra tak menjawab, Dia hanya mengangguk dan tersenyum mengartikan kebenaran dari ucapan nya.
"Hahaha terimakasih, Terimakasih..." Ucap Bara yang sangat gembira seraya memeluk tubuh mungil citra dan berputar.
"Hahaha kak, jangan gitu ah!"
"Gak papa, aku seneng banget."
Tampa mereka sadari banyak mata yang menyaksikan mereka. Baik dari luar dan di dalam.
"Khe Khem! Putri saya belum kamu halalkan, jangan di peluk sembarangan." Ucap papa keluar rumah dengan wajah kesal yg di buat buat.
"Ah! Maaf maaf Om, saya kelepasan." Ucap Bara melepaskan pelukannya.
Di dalam pos satpam, beberapa orang asik berbincang Bara dan Citra.
"Apa kita akan segera mendapatkan undangan pernikahan?" Ucap pak Dodi senang.
"Tau pak Dodi! Mungkin segera haha." Jawab pak Hadi menantikan.
"Gak sabar nya... Mas Bara udah bertahun tahun suka sama non Audrin, tapi non Audrin gak pernah tuh kasih jawaban, tapi selama ini mas Bara terus berjuang! Saya yakin jawaban yang akan mas bara terima dari non Audrin pasti "Aku Bersedia"!..." ucap mang iman panjang lebar.
"Shutt! Jangan ngomongin mas bara dan non Audrin muluk! Ketahuan sama mereka habis kalian." Ucap bik Ina yang kebetulan lewat.
******
🌬️🌬️🌬️🌬️🌪️
...~ SMA angkasa ~...
... Di luar gerbang....
"Hai guys!!" Ucap Citra menyapa teman temannya.
"Audrin..." Ucap mereka heboh memeluk Citra.
"Hahaha Ada apa sih? Heboh begini." Ucap audrin di dalam pelukan teman temannya.
"Hey, Audrin bisa tercekik kalo kalian memeluknya lebih lama." Ucap Bara yang melihat dari belakang.
"Hehehe terlalu kangen kak." Ucap Risa melepaskan pelukannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG..........................................