
Keesokan harinya, Risa dan yg lain sudah menuruni bukit dan segera bergegas kerumah Citra. Saat sampai di rumah Citra, mereka di sambut hangat oleh pak satpam dan pekerja pekerja di sana.
"Non Risa, Non Citra lagi di dalam. Masuk aja non." Ujar bibik.
"Iya bik Makasih." Jawab Risa santai.
Risa dan yg lain pun berjalan masuk ke arah teras rumah.
"Who are you?" Tanya Rendi yg melihat kedatangan Risa dan yg lain.
"Ah?!" Celetuk Risa bingung.
Seketika Risa langsung bingung kemudian Fara maju untuk menjawab pertanyaan dari Rendi.
"We are Citra's Friends." Jawab Fara santai.
"Ohh Friends Sis Citra? Ok, Sis Citra is in the Living room. " Ujar Rendi mengizinkan masuk.
"Ok, thanks.. " Ujar Fara tersenyum.
"Emmm"
Fara dan yg lain pun masuk, mereka menemui Citra di ruang tamu, Dia sedang menonton Berita tentangnya yg selalu menolak kerjasama kru perfilman Di televisi ruang tamu.
Citra terkejut saat teman temannya ada di depannya.
"Kalian?!" Kejut Citra.
"Hai, fokus amat." Ujar Fara.
"Sorry, Kok Gak ada yg bilang kalo kalian datang?."
"Tadi Udah bilang sama adik kamu di luar, dia langsung nyuruh kita masuk." Ujar Fara santai.
"Ouh." Ucap Citra dingin.
"Oh itu adiknya?! Gila... Lebih pinter dia dari pada gue."
"Lebay." Celetuk Citra dingin.
Risa dan yang lain dipersilakan duduk oleh citra, mereka akhirnya menonton berita citra bersama di ruang tamu seraya menikmati cemilan yg memang tersedia selalu di meja ruang tamu.
"Rendi?" Panggil Citra.
"Yes Sis? Why?" Ujar Rendi yg segera masuk saat mendengar panggilan dari Citra.
"Please call one of the maids to come here." Ujar Citra santai.
"Ok."
__________
______
"Iya non, ada apa?" Ucap bibik yg sudah menghadap Citra.
__ADS_1
"Buatin mereka minuman Bik, dan juga susu mangga buat aku." Ujar Citra dingin namun santai.
"Ohh iya non."
Bibik pun langsung pergi ke dapur dan membuatkan apa yg Citra pesan kan, setelah beberapa lama, bibik pun kembali dengan nampan yg sudah berisi minuman dan susu mangga untuk Citra dan yg lain. Setelah sampai di ruang tamu, Bibik pun langsung menyajikannya di atas meja.
"Bik, kenapa Semuanya ada di Paviliun? Kalian ngapain?" Tanya Citra santai.
"Lagi nyuci sama menyetrika baju non." Jawab bibik santai.
"Ohh, Bibik ke atas dan ambil keranjang cucian di depan kamar aku, itu ada seprai kotor, aku habis ganti seprai tadi." Ujar Citra santai.
"Baik non." Jawab bibik ramah.
"Oh iya bik. Pewanginya pakai yg Rose gold jangan sampai beda. Aku gak suka." Ujar Citra dingin.
"Baik non." Jawab bibik sopan.
Bibik pun segera pergi melaksanakan perintah dari Citra. Setelah itu bibik langsung membawa seprai kotor itu ke paviliun untuk di Cuci.
Risa yg ada di ruang tamu bersama yg lain menyerahkan tas Citra yg dia tinggal kemudian kembali membahas kejadian kemaren.
"Drin? Gimana sama kak bara?" Celetuk Risa.
"Gak gimana gimana." Jawab Citra Dingin.
"Lo itu salah paham sama kak bara Drin." Ujar Fara.
"Gue tau kak Bara gak kayak gitu." Jawab Citra santai.
Citra tak menjawab, dia diam dengan raut wajah sedih. Sakit hati yg dia rasakan tak bisa di abaikan.
"Drin?" Celetuk Risa.
"Gue... Gak suka... Gue benci ekspresi lembut yg kak bara berikan padanya. Gue gak suka dia memeluk wanita lain dengan lembut seperti itu!, dia belum pernah begitu, namun kemarin..." Ujar Citra menunduk sedih.
"Lo cemburu ya?" Celetuk Risa.
"Gue tunangannya! Apa gue gak punya hak untuk Cemburu?! Gue Tunangan nya Risa... tunangannya! Tapi, tapi gue malah jadi penonton! Nontonin dia memeluk mesra wanita lain..." Ketus Citra nyaring dengan air mata yg tak dapat di bendung lagi.
"Udah udah... Sabar, mungkin ini ujian buat keseriusan hubungan kalian." Ujar Risa lembut.
Citra hanya diam, Kemudian indah memberikan rekaman suara yg waktu itu indah rekam. Citra menyeka air matanya dan mendengarkan rekaman itu dengan seksama. Setelah selesai mendengar kan, wajah Citra pun berubah suram.
"Dasar teh hijau!!" Ketus Citra.
"Hah?! Sebelumnya indah juga ngomong gitu, terus si Rena Rena itu langsung emosi! Apa sih maksudnya?" Celetuk Risa penasaran.
"Lo gak perlu tau, kata itu cuma di Artikan lain oleh cewek kayak Rena."
Risa pasrah, Dia berhenti bertanya dan kembali berbincang dengan Citra. Di sisi lain. Rena telah mengikuti Risa dan yg lain untuk mencari tau rumah Citra. Dia menunggu sejenak untuk mempersiapkan dirinya.
*Ini rumah gadis itu?! Siapa sebenarnya gadis itu sih? Rumahnya lebih besar dari pada rumah gue. Dan interiornya... Mungkin di dalam lebih megah lagi.* Gumamnya gugup.
"mbak ini siapa ya?" Ujar pak satpam menghampiri Rena.
__ADS_1
Rena terkejut dengan kehadiran seorang satpam yg tidak ia sadari karena melamun.
"Saya.. saya Rena. Saya nyari... Nyari Cicit."
"Ohh nyari Non Citra... Bentar ya saya lapor dulu." Ujar pak satpam.
"Oh iya pak." Jawab Rena Canggung.
Pak satpam pergi ke teras rumah, Dia berlari agar cepat cepat sampai di teras rumah dan melapor, sampainya di teras rumah, pak satpam melapor pada Rendi, yg memang sedang santai yg memang sedang santai di luar dari tadi.
Rendi pun pergi ke gerbang untuk melihat dan bertanya siapa dan mau apa dia?.
"Hey, who are you?"
"...... I'm Rena."
"Are you friend my Sister?"
"No, I'm looking for Citra... " Ucapannya terputus karena Rendi langsung menyuruh nya pergi.
"Go, Sis Citra, you can't just meet anyone" Ujar Rendi dingin.
"Tap-tapi, tapi aku benar benar ingin bertemu!"
Rendi dan Rena asik ribut, keributan itu pun terdengar oleh citra sampai kedalaman rumah, padahal posisi mereka lumayan jauh, tapi masih terdengar sampai ke dalam, seribut apakah Rendi dan Rena?. Citra langsung pergi ke teras rumah untuk melihat apa yg terjadi.
"Rendi? What happened?" Teriak citra dari teras rumah.
"Nothing sis." Jawab Rendi nyaring.
"No might..." Ujar Citra seraya berjalan ke arah gerbang.
"What's going one here?" Tanya Citra menatap Rendi.
"There is an unknown person." Ujar Rendi menatap Rena.
Citra menatap Rena yg ada di luar gerbang, Citra terkejut melihatnya.
"Kau?!, Rendi kamu masuk saja." Kejut Citra seraya bicara pada Rendi.
"Tapi bak!" Celetuk Rendi ragu.
"Udah masuk sana! Atau bak Citra hukum kamu menghafal 50 paragraf?!" Ketus Citra dingin.
"Jangan bak... Aku masuk nih aku masuk.." ujar Rendi manyun seraya berjalan menuju rumah.
Rendi pun masuk, setelah Itu tatapan citra beralih ke penonton keributan tadi, tak lain adalah pak satpam, Supir nya, dan kru.
"Kalian juga pergi! Atau aku potong gaji kalian." Tukas Citra dingin.
"Jangan Kak (Non)!"Celetuk mereka serempak.
• NAH HATI HATI KALIAN GAJINYA BENERAN DI POTONG NANTI.😳😌😨
NEXT PART???
__ADS_1