
"Bentar ya bak, tunggu mas yang datang bareng saya tadi."
"Iya dek." Ucap mbak kasir itu.
Citra tersenyum manis pada mbak kasir. Citra cocok dengan style yang di kenakan mbak kasir itu, Mbak kasir yang tomboy, tapi ramah dan juga cantik.
Setelah beberapa saat menunggu, tepat saat Citra sedang asik mengobrol dengan mbak kasir itu bara telah datang dan menyodorkan sesuatu ke depan Citra.
"Yang mana sayang?" Tanya Bara spontan.
"Loh, Kak Bara kok tau kalo aku lagi..." Ucap citra canggung melihat bara menyodorkan 2 bungkus pembalut.
"Aku tau dari awal saat liat tingkah kamu dirumah mu. Ya udah pilih, yang mana yang biasa kamu pakai?"
"Kamu gak malu? Tuh diliatin mbaknya, di ketawain lagi."
"Ngak! Jadi yang mana nih?" Ucap Bara santai seraya bertanya balik.
".... Dua duanya." Jawab Citra tersenyum canggung.
Citra pasrah dengan sikap Bara. Dia hanya bisa menjawab pertanyaan dari Bara. Di balik rasa malunya, dia bahagia dan bangga memiliki laki-laki seperti Bara di sisinya.
"Manis banget, baru pacaran ya?" Ucap mbaknya yang melihat tingkah Bara dan Citra.
"Adu bak, saya sama dia udah saling jatuh cinta lama banget, dia nya aja di ajak pacaran gak mau." Ucap Bara melirik ke arah Citra.
"Terus sekarang? Semuanya 50 ribu Bak." Tanya Mbak kasir seraya membungkus belanjaan Citra.
"Tuh bayar. Stop omong kosong nya." Ucap Citra malas.
"Karna di ajak pacaran gak mau, tadi malam saya langsung lamar aja bak, biar gak keduluan orang." Ucap Bara santai seraya membayar belanjaan Citra.
"Di terima gak mas?" Tanya mbak kasir seraya menerima bayaran dari Bara.
"Di terima dong bak!"
"Weahh selamat kalo gitu mas." Celetuk mbaknya seraya ber TOS dengan Bara.
Seketika hal itu membuat tatapan mata tajam Citra mendarat di mata Bara. Bara yang sadar bahwa dirinya telah mendapatkan delikan dari mata tajam Citra tersenyum cengengesan. Citra pun langsung keluar dari supermarket itu.
"Eh! Tungguin dong sayang." Ucap Bara menyusul langkah Citra.
"Sayang?" Panggil Bara manja.
"Apa sayang sayang?! Sana lanjutin aja bicara sama mbak kasir yang cantik." Ucap Citra kesal.
"Uhh cemburu nih!"
"Ih nyebelin banget!" Ucap Citra seraya masuk ke dalam mobilnya.
Bara pun menyusul Citra masuk ke dalam mobil. Bara memakai sabuk pengamannya, lalu mulai menjalankan mobil kembali menuju SMA angkasa.
"Sayang udah dong ngambek nya, Cuma TOS doang kok."
"Tas tos! tas tos!, Tetep aja sama cewek cantik. Cowok kan biasanya gitu. Liat bening dikit mellek!" Sarkas Citra kesal.
"Gak akan lah... Aku beda, kamu yang paling cantik bagi aku."
"Ih gombal basi!"
Citra dan bara pun kembali ke tempat yang sama. Di bawah pohon dekat parkir. Mobil Citra pas berhenti di sana. Dan terlihat sudah ada beberapa siswa yang datang walaupun cuma sedikit, namun Citra tetap di dalan mobil Karna Citra tidak melihat satupun temannya.
"Mana sih Risa sama yang lain? Kok gak dateng dateng!" Sarkas Citra tak sabaran.
"Udah sabar, nanti juga dateng kok sayang."
"Emm."
Citra pun menunggu seraya melihat siswa siswi yang berdatangan. Kemudian dia mulai bosan menunggu dan ingin online di sosial media akun resmi nya.
"Kak, ambilin tas kecil aku di kursi belakang itu dong."
"Panggil sayang dulu baru aku ambilin."
"Ya udah kalo gak mau." Ucap Citra melepaskan sabuk pengaman yang melekat di badannya.
"Iya iya aku ambilin, gitu banget Drin."
"Bodo."
Bara pun mengambilkan tas kecil milik Citra di bangku belakang itu Dan memberikannya kepada Citra, Citra langsung mengeluarkan ponsel iPhone nya dan membuka Instagramnya.
"Banyak amat pesan masuk."
"Semua fans yang kirim pesan ke kamu, kamu notif semua kah?"
"Ngak, Cuma yang masuk akal aja yang aku Notif." Jawab Citra santai.
"Kamu tau anak kecil yang bernama ana itu kan?" Tambah Citra lagi bertanya.
"Iya, aku liat pas waktu balik ke Jakarta waktu lalu. Kenapa?"
"Aku terharu banget sama anak itu kak, semua masa masa perjuangan aku dari awal sampai sekarang, semuanya lengkap di album kecil buatan nya itu."
"Bagus dong, seneng banget pasti."
"Iya, andai bisa ngajak dia makan bareng, tapi aku harus adil sama fans aku, aku gak boleh memperlakukan salah satunya dengan khusus."
"Ahhh gadis yang satu ini emang baik dan bijaksana banget. Pantes aku jadi makin cinta."
"Ih apaan sih! Kok jadi ngaur."
Citra menunggu seraya bermain game online di ponsel iPhone nya itu. Tepat setelah citra selesai bermain game, Risa telah sampai di sekolah.
__ADS_1
Risa yang telah datang, menaruh sepeda motor nya ke dalam parkir, kemudian di Rapikan oleh petugas parkir. Lalu Risa menuju pos keamanan dan menyerahkan kunci motornya pada pak petugas. Kemudian Risa melangkah menuju gerbang.
*Ini mobil Audrin? Awal banget dia Dateng.* Gumam Risa melihat mobil Citra.
"Sayang, tuh Risa." Ucap Bara menunjuk Risa yang ada di belakang mobil Citra.
"Oh iya. Hey Risa!" Jawab Citra menurunkan kaca mobil Seraya memanggil Risa.
"Baru aja mau otw ngetok, udah di panggil duluan." Ucap Risa menghampiri Citra.
"Lama banget Lo Ris, Gue Dari tadi nungguin tau gak?!"
"Lo yang kepagian dateng nya."
"Ya iya sih hehe." Ucap Citra tersenyum canggung.
"Cie yang udah dilamar, berduaan muluk nih sekarang." Goda Risa mengedipkan sebelah matanya ke arah Citra.
Citra dan Risa pun mengobrol sesaat, hingga rombongan Fiza, Mira, Fara dan Wulan datang. Yang memang mereka searah. Kemudian mereka ikut mengobrol juga bersama Bara, Citra, dan Risa. Sampai sesaat kemudian Firly dan Aliya datang.
"Sayang, itu tuh temen kamu yang lelet itu udah Dateng! eng... Siapa sih namanya, aku lupa!"
"Hahaha itu Firly! Kamu gimana sih."
"Ya kan lupa, yang di belakang itu yang aku ingat, Aliya! Yang agak gendut terus pendek."
"Ih mulutnya!"
"Hehehe maaf sayang, kelepasan."
Risa dan yang lainnya membulatkan matanya dan saling memandang melihat panggilan yang Bara lakukan pada Citra. Dan respon Citra pun biasa dengan itu.
"Gila! Gunung es sama gunung es kalo di gabung jadi gunung Sahara ternyata!" Ucap Risa spontan.
"Hah?! Apaan Ris?" Tanya Citra yang kebingungan.
"Ya Lo sama Kak Bara tuh! Tadi malem Lo di lamar, eh sekarang kak Bara udah sayang sayang ke Lo."
"Ya tau tuh Kak Bara. Gue pasrah Aja."
"Terserah gue kalik!. Sewot banget Lo." Timpal Bara kesal.
Di saat itu juga Firly dan Aliya pun datang menghampiri. Firly heran Karna teman temannya yang berkumpul di luar gerbang dan mengerumuni mobil Citra.
"Ada apa nih?" Tanya Firly heran.
"Gak ada apa apa, ayok pergi ke kelas." Jawab Citra seraya keluar dari mobilnya.
Baru ingin melangkah pergi, niat itu pun terhenti karna panggilan seseorang.
"Sayang?" Panggil Bara.
"Apa lagi?" Tanya Citra menoleh kearah Bara.
"Titip sama kak Bara Di mobil." Ucap Citra seraya memasuki gerbang sekolah.
Bara hanya tersenyum menunjukkan jawabannya. Dia menatap kepergian Citra dengan senyum bahagia, bahagia Karna hubungan yang tak jelas awalnya kini hanya menunggu satu langkah untuk memiliki Citra seutuhnya.
*Ya Allah, ini adalah kejutan yang tak terduga bagi ku. Terimakasih Ya Allah.* Gumam Bara penuh rasa syukur.
_____________
___
• Gerbang sekolah.
Jam pelajaran hari ini berakhir awal karena hari ini hari Jum'at. Citra dan teman temannya pun menuju ke arah gerbang untuk pulang.
Namun langkah mereka terhambat Siswa siswi lain yang ingin foto dan meminta tanda tangan Citra. Risa dan yang lainnya bagaikan seorang bodyguard. Mereka melindungi Citra bagai melindungi artisnya sendiri.
"Audrin! Bulan lalu Bagian anak IPA, sekarang giliran kami bagian anak IPS! Tolong beri kami kesempatan untuk foto dan minta tanda tangan mu."
"Tolong ya jangan berdesakan, Audrin terganggu dengan itu!" Sarkas Risa dengan nada tinggi.
"Tolong diam semua nya!" Bentak Citra membuat semuanya kaget.
Orang orang itu pun diam dan menatap Citra. Citra mengancam orang orang itu bahwa dia akan melaporkan kejadian dan perilaku mereka pada pihak sekolah, yang tentunya itu tidak akan baik bagi mereka. Dan ancaman itu berhasil membuat mereka menyingkir dan memberikan Citra, Risa dan yg lain memiliki ruang yang cukup untuk bernafas.
Kemudian Citra memanggil 5 orang untuk maju ke depan Citra. Orang orang itu tentu adalah yang terpilih oleh Citra.
"Kamu, kamu, kamu, kamu yang paling belakang, dan kamu. Kalian maju kemari." Ucap Citra dingin.
Semua orang yang di tunjuk Citra pun maju ke hadapan nya.
"Kalian tidak ikut berdesakan dan kalian juga bersikap tenang walau sebenarnya kalian juga menginginkan hal yang sama. Sekarang katakan, Foto? Tanda tangan? atau dua duanya?" Ucap Citra panjang lebar.
"Ha? Se-Serius?!" Ucap mereka kompak tak percaya.
"Iya. Mau atau tidak? Kalo gak aku pulang nih ya.." ledek Citra.
"Eh, mau mau." Ucap salah satu orang itu.
"Jadi?"
"Dua duanya kalo boleh."
"Ok."
Citra pun memberikan tanda tangan dan foto bersama. Pertama Tama Berfoto bersama, lalu Citra memberikan tanda tangan di tempat yang mereka inginkan. Disisi lain Bara melihat dari pinggir mobil apa yang sedang gadisnya lakukan. Dia tersenyum, bangga dan kagum pada gadisnya itu.
Risa dan yang lain menjaga Citra yg memberikan tanda tangan kepada fans nya. Mereka membentuk melingkar dan menahan segerombolan orang orang itu. Sehingga Citra bisa tenang melayani para fansnya.
"Nama?" Tanya citra to the point.
__ADS_1
"Ardilla. Biasa dipanggil Dila." Jawab gadis itu santai.
"Oh, kelas berapa?" Tanya citra lagi.
"XI IPS 1 Kak."
"Owh adik kelas, baiklah ini." Ucap Citra seraya menyerahkan buku yang sudah di tandatangani nya.
Gadis itu pun menerima buku yang sudah Citra tanda tangani. Kemudian Citra berlanjut ke orang selanjutnya. Sampai ke orang terakhir.
"Kamu yang terakhir." Ucap Citra dingin.
Gadis itu pun maju kehadapan Citra dengan gugup. Dia merasa tegang dan canggung berhadapan dengan citra.
*Dari tadi aku gak melihat dia tersenyum, apa ini Ratu es yang terkenal? Benar benar dingin. Aku jadi takut.* Gumam gadis itu melihat Citra.
"Hey, kenapa diam? Aku harus tanda tangan dimana? Sarkas Citra mengagetkan gadis itu.
"Di-Di Disini." Jawab gadis itu gugup.
"Wow! Kamu ternyata suka nulis diary ya?"
"Iya, aku suka sekali nulis diary."
"Yakin aku tanda tangan di buku ini? Buku diary adalah kesayangan bagi pemiliknya."
"Yakin Ratu es."
"Ok."
Citra membuka buku dairy itu. Dia melihat dari halaman pertama sampai tengah sudah penuh dengan tulisan. Kemudian Citra membuka halaman terakhir dan kemudian bertanya pada gadis di hadapannya apakah itu tempat yang cocok untuknya memberikan tanda tangan.
"Apa disini boleh?"
"Iya." Jawab gadis itu tersenyum manis.
*Dia punya gingsul! Manis banget..* Gumam Citra merasa senang.
"Eng... Nama?" Tanya Citra seraya menandatangani buku diary gadis itu.
"Chelina Ayu Ningsih."
"Ohh, Di panggil Ayu ya?"
"Kok Ratu es tau?" Ucap gadis itu terkejut.
"Liat wajah kamu."
"Wajah aku?" Tanya gadis itu pada dirinya sendiri kebingungan.
"Udah lupakan itu. Ikut aku."
Gadis itu mengikuti Citra dengan penuh tanda tanya, dan orang orang di belakangnya berdesakan ingin mengejar Citra, Risa dan yang lainnya berusaha keras untuk tetap menahan mereka. Sampainya di mobil gadis itu terpelongo oleh bara yang berdiri di samping mobil.
*Ganteng banget..* Gumam nya terkagum kagum.
"Kak, Buka Bagasi dong." Ucap Citra kepada bara yang ada di depannya.
"Eng...OK." Ucap Bara Bingung.
Kemudian Citra Pergi ke belakang mobil dan membuka bagasi yg sudah tak terkunci, Citra membolak balik isi di dalam kardus dalam Bagasi nya itu, Dia mencari sesuatu disana, sebuah benda yang sudah Citra taruh 1 bulan disana Karna lupa untuk mengeluarkan nya.
Setelah menemukannya Citra pun membawanya ke hadapan gadis itu dan menyerahkan nya padanya. Terlihat gadis itu masih menatap Bara yg asik bermain dengan ponsel nya.
"Udah jangan dilihat terus, Ini buat kamu." Ucap Citra menyodorkan benda tersebut.
"Ini diary? Benar buat aku?" Tanya nya tak percaya.
"Iya, ambillah." Ucap Citra tersenyum.
Gadis itu terdiam, Dia kaget melihat senyuman yg Citra berikan padanya, dia tak menyangka akan mendapatkan senyuman langka itu.
"Ayo ambil, kalo gak mau aku kasih ke yang lain aja."
"Iya, jika dia gak mau, kami yang mau Audrin..." Teriak segerombolan itu dari dalam gerbang sekolah.
Gadis itu menoleh terkejut dan akhirnya menerima buku diary pemberian Citra itu.
"Makasih Kak Ratu."
"Sama-sama."
"Ini kakak nya kak Ratu ya?" Ucapnya melirik Bara.
"Hah?!" Ucap Citra dan Bara bersamaan.
"Hahaha bukan Kok."
"Terus panggilnya kok Kak."
"Aku udah terbiasa panggil dia dengan sebutan Kak."
"Tuh, kamu sih sayang di suruh panggil sayang gak mau. Jadi salah paham dia nya."
"Ihh apaan sih?! Diem gak?!" Ucap Citra menatap tajam Bara.
"Saya tunangan nya Ratu es kalian."
Semua orang ternganga mendengar pengakuan dari Bara. Mereka benar benar tak percaya.
"Ihhh apaan sih?! Masuk sana masuk ah!!" Sarkas Citra sebal.
Sampai jumpa lagi di episode selanjutnya...... muachhh 😙
__ADS_1
BERSAMBUNG..........................................