Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 92


__ADS_3

"Tuan Josep, perusahaan kita benar benar telah jatuh!" Ungkap nya dengan ekspresi frustrasi nya.


"Apa?! Kau.... Tuan, apa salah kami hingga kamu menjatuhkan perusahaan kami?" Tanya Josep tak menyangka + heran.


"Kalian memang tak melakukan apapun, tapi putri kalian yang telah main main dengan ku!! Hari ini aku ingin putri kalian menjadi TAWANAN ku!!" Tekan Bara suram.


BRAKK!!!


"Tidak ayah, aku tidak mau!" Teriak Helena yang tak sengaja menjatuhkan sebuah Vas karena terkejut.


"Tak ada penawaran bagi kalian!! Kenzo tangkap mereka!" Ucap Bara memerintah.


Dalam sekejap mata 3 anak buah Bara menangkap tiga gadis itu, dan yang lain menodongkan pistol kearah keluarga mereka yang sempat ingin menolong putri mereka, namun todongan itu seketika membuat mereka membeku.


"Ada apa ini? 3 keluarga berpengaruh telah menyinggung keluarga Harrison Delwyn?! Ayo pergi, jangan sampai kita kena imbasnya." Ucap seorang tamu yang seketika berlari pergi.


Dalam sekejap mata semua tamu yang telah di undang Keluar Meida berhamburan meninggalkan kediaman Meida, setelah semua orang yang tak bersangkut paut pergi Kenzo mulai mengikat ketiga gadis gila itu, sementara orang tua mereka hanya bisa diam walaupun mereka sedih melihat anak mereka di jadikan tawanan.


"Bara! Apa bagusnya Citra?! Mengapa kamu melakukan ini semua hanya demi dia?!" Teriak Jessi tak terima.


"Diam kau!! Aku bisa membunuh mu sekarang juga!" Tekan Bara menodongkan pistol ke kepala Jessi yang sontak membuat nya kikuk.


"Jessi memang benar! Gadis ****** itu pantas mati!!" Sentak Oliv ikut ikutan.


PLAKK!!!


Tamparan keras mendatar di pipi Oliv, dengan pipi yang terasa panas Oliv menatap Bara yang sudah dalam keadaan emosi besar, muka suram nafas memburu dan pistol yang siap mendarat di kepala siapa saja.


Sementara teman temannya memprovokasi Bara, lain halnya dengan Helena, dia diam membisu tak berani mengatakan apapun, Helena memang angkuh, namun dari awal dia hanya mengunci Citra di kamar mandi, siapa sangka kedua temannya itu malah berbuat hal fatal.


"Tuan apa yang kamu lakukan?! Jangan sakiti putri ku bedebah!" Teriak ayah Oliv tak terima melihat putrinya di tampar.


"Ini bukan tempatmu bicara bangsat!!" Umpat Bara emosi.


Dor!!


Suara itu menggema di setiap sudut rumah keluarga meida, dalam hitungan detik ayah Oliv tertembak di bagian dadanya, Kenzo pun sampai tersentak karena kaget dengan sikap tuan mudanya, dirinya benar benar tak menyangka bahwa tuan muda nya itu benar benar membunuh.


Sementara itu ayah Helena dan juga Jessi terdiam dengan tubuh gemetar melihat rekan bisnisnya tewas di hadapan mereka. Tak terkecuali Jessi dan Helena yang menjadi bungkam. Lain halnya dengan Olive yang histeris melihat ayahnya jatuh berlumuran darah.

__ADS_1


"Upss, Oh maaf tangan ku licin dan tak sengaja menembak." Ucap Bara tersenyum devil.


"Laki laki Sialan!! Beraninya membunuh ayah ku!! Aku ingin kamu mati! Lepaskan aku! Aku akan membunuh mu!" Umpat Oliv meronta berusaha melepaskan ikatan nya.


"Diam atau kau akan bernasib sama seperti ayah mu!!" Bentak Bara menekan rahang Oliv dan menghempaskan nya dengan kasar hingga dirinya membentur pojok meja di dekat nya.


"Kenzo suruh yang lain membuang mayat ini." Ujar Bara seraya mengelap tangan nya dengan sapu tangan yang Kenzo berikan.


"Baik tuan muda." Ucap Kenzo menunduk hormat dan segera memeriksa ayah Oliv, benar saja, dia benar benar tak bernyawa.


Segera Kenzo mengisyaratkan pada bawahan nya dan dalam sekejap mata 3 orang membawa Mayat ayah Oliv pergi, kemudian Bara duduk di kursi di depan 3 gadis gila itu. Memaki, mengancam dan sesekali memutar-mutar pistol di tangannya seolah olah mengatakan bahwa senjatanya gatal untuk menembakkan peluru lagi.


"Dengarkan aku gadis sialan, aku sudah cukup baik membiarkan kalian selama ini, tapi kalian... Ckckck, kalian tidak tau bersyukur sampai berani menyakiti kekasih ku." Ucap Bara tersenyum miring.


"Kenapa?! Mentang mentang kamu orang besar jadi bebas ingin menyiksa kami?!" Sentak Oliv emosi.


"Haha Lihatlah teman kalian satu ini, sangat pemarah dan ingin mati dengan cepat. Tapi benar perkataan nya, aku bebas mau menyiksa siapa saja. Kenzo wujudkan keinginan nya, bawa dia ke markas dan siksa dia, tapi jangan biarkan dia mati dengan cepat." Ucap Bara tersenyum menyeramkan.


Dalam sekejap mata 2 orang membawa Oliv pergi, entah bagaimana nasibnya yang tak henti hentinya mengumpat Bara dan menghina Citra.


"Kalian berdua coba katakan padaku, kalian melakukan apa saat membully nya?" Tanya Bara datar namun yang ditanya hanya diam.


"JAWAB!!!" Bentak Bara tak sabaran.


"Ohh begitu. Lalu bagaimana dia bisa terluka?" Tanya Bara suram.


"Aku tidak tau." Jawab Helena yang memang tidak tau menahu tentang Citra yang terluka.


"Aku tau, itu Oliv, saat Helena pergi Oliv mendorong Citra sampai terbentur ke kloset." Jawab jessi menimpali dengan nada takut.


"Bagus bagus, aku ampuni nyawa kalian, tapi kalian harus merasakan apa yang dia rasakan saat itu. Kenzo, bawa mereka juga dan lakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan pada Audrin." Ucap Bara yang kemudian memerintahkan.


"Mereka sudah mengaku! Jangan sakiti mereka." Sarkas ayah Jessi tak tega pada anaknya.


Bara lantas diam sejenak kemudian berdiri dari duduknya, ia menghampiri ayah Jessi yang sudah keringat dingin, apalagi saat senjata di tangan Bara telah menyentuh dahinya.


"Apa mereka ada mempertimbangkan untuk melepas kan kekasihku? Tidak kan? Lalu buat apa aku melepaskan mereka! Aku mau mereka TERSIKSA!!" Tekan Bara suram.


"Dan juga kau berani bicara sedangkan aku tak mengizinkan mu untuk bicara! KAU MAU MATI?!!" Sentak Bara dengan penuh tekanan di kalimat terakhirnya.

__ADS_1


"STOP!!!" Teriak seseorang dari arah pintu.


Bara lantas menoleh ke arah itu dan tak terkecuali yang lain termasuk 2 gadis tawanan itu. Terlihat gadis cantik yang duduk di kursi roda menatap sendu dengan semua pemandangan di depannya.


"Berhenti! Ku mohon berhenti! Jangan bersikap kejam begini." Ucapnya dengan air mata yang mengalir.


"Tapi mereka telah menyakiti mu! Aku tidak akan melepaskan mereka!" Tegas Bara kekeh dengan keputusan nya.


Yah! Itu adalah Citra, setelah menggores tangannya sendiri para anak buah Bara pun bersedia mengantar Citra ke rumah keluarga meida, betapa terkejutnya Citra melihat pemandangan tragis yang ada di hadapannya, ia sontak merebut pistol di tangan anak buah Bara dan mengarahkan nya ke kepala nya saat melihat Bara menodong pistol ke arah orang lain.


"Kalau begitu, kamu akan melihat dua mayat disini, Dia dan aku." Tekan Citra yang semakin melekatkan pistol itu ke kepala nya.


"Audrin! Jauhkan! Jauhkan senjata itu." Pinta Bara khawatir.


"Nona... Tenangkan diri anda." Ucap anak buah Bara yang ada di belakang Citra.


"Kalian semua diam! Jangan coba coba menghentikan ku, atau peluru ini juga akan mengenai kalian!" Ancam Citra dengan tegas.


"Sayang ku mohon, turunkan senjata itu ya?... Aku mohon, itu bahaya." Mohon Bara dengan perasaan cemas.


"Aku tidak mau! Berhenti Kak, aku mohon berhenti bersikap kejam! Lepaskan dia!" Tegas Citra menatap Bara menantang.


"Enggak! Mereka semua harus tau akibat dari main main dengan ku!" Kekeh Bara menolak keras.


KREEKK.....


Suara hammer itu berhasil membuat Bara menegang, Bara menatap Citra yang asik memutar mutar pistol di bagian lubang untuk menarik magazine dan melepas pelurunya. Tubuhnya gemetar membayangkan peluru itu mendarat di kepala kekasihnya.


"Audrin hentikan!!" Teriak Bara semakin di buat panik.


"Sudah Cukup perusahaan mereka jatuh! Jangan nyawa mereka pun tidak kamu lepaskan! Ku mohon jangan membunuh..." Lirih Citra menatap sendu Bara.


"Hentikan semua ini atau AKU YANG MATI!!" Sambung Citra penuh penekanan dengan air mata yang mengalir deras.


PRAKK


Bara melempar pistol di tangannya ke depannya saat melihat jari Citra siap untuk menekan pelatuk itu. Kenzo pun ikut merinding menyaksikan aksi Citra yang begitu menantang maut.


"Lepaskan senjata itu, aku ampuni mereka, sekarang buang senjata itu. Kumohon buang senjata itu Drin." Pinta Bara lirih.

__ADS_1


• HAYO TEGANG GAK NIH? GANTUNG DULU YA BIAR PENASARAN WK 😅🤭


BERSAMBUNG............................................


__ADS_2