Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 04


__ADS_3

Setelah beberapa saat mereka berjalan menuju


rumah Citra, Sampailah mereka di depan rumah mewah yg di kelilingi tembok tinggi yang tertutup gerbang hitam. Mereka mulai mengucapkan salam tibanya di depan gerbang rumah Citra.


"Assalamualaikum, Assalamualaikum..."


Ucap mang iman di depan gerbang rumah Citra.


"Waalaikumsalam... Siapa ya?" Ucap Novi yg menuju gerbang setelah mendengar suara itu.


"Kami orang orang dari Jakarta."


"Ahh kalian orang orang dari Jakarta itu? Tadi bak citra udah pergi... Katanya mau jemput kalian."


"Aduh keduluan ya? Salah kami yg tiba lebih awal dari jam yg sudah di tentukan."


"Silahkan masuk aja, silahkan menunggu di dalam, saya akan menghubungi non citra kalau kalian sudah sampai." Ucap Novi melebarkan gerbang yg terbuka supaya orang-orang itu bisa leluasa masuk.


"Baik bak... Terimakasih."


Mereka pun masuk ke dalam rumah Citra. Sampai di sana mereka di persilahkan duduk dan di sodorkan minuman untuk mereka nikmati sementara menunggu.


"Silahkan duduk dulu, saya tinggal sebentar menghubungi non citra ya?"


"Baik, silahkan bak..." Ucap salah satu orang di antara mereka sembari menundukkan kepalanya.


"Halo non citra? Orang orang nya sudah sampai rumah bak." Ucap Novi yg telah menghubungi citra.


"Loh? Kok bisa? Bukannya seharusnya baru tiba setengah jam lagi?"


"Katanya mereka tiba lebih awal bak."


"Aduhh ya udah! Mama papa ada gak?"


"Gak ada bak, ibuk sama bapak sudah pergi ke kondangan."


"Emm ya udah panggil mbak aja untuk temani mereka sebentar, aku akan segera sampai."


"Baik bak, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam." Tut!!!! Ucap Citra mematikan panggilan telepon nya.


setelah menutup teleponnya citra segera bergegas kembali, Citra mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan normal menyusuri jalanan yang padat kendaraan itu.

__ADS_1


• DI SISI LAIN 🌬️🌬️🌬️🌬️


• Rumah Citra.


Di rumah semua orang sedang asik berbincang dengan orang-orang yg citra tolong saat di kota. Yaa waktu itu adalah saat dimana citra telah menyelesaikan kompetisi seninya, saat perjalanan pulang ia melihat beberapa gelandang yg tidur di jalanan, Karena citra kasihan akhirnya citra membawa orang orang itu pulang, citra meminta izin pada pamannya agar mengizinkan mereka tinggal di rumah pamannya.


Berhubung paman citra pemilik kontrakan, paman citra mengizinkan orang orang itu tinggal di salah satu kontrakan miliknya, paman citra tidak tega untuk menolak permintaan keponakan kesayangan nya itu.


"Ohh jadi kalian saat di kota hidup terlantar? Dan citra akhirnya menolong kalian?" Ucap Mama citra pada pak iman saat mereka tengah membahas kehidupan citra di kota.


"Benar buk, Non Citra sangat baik buk, waktu di kota non Citra selalu membantu orang Tampa pamrih, lagi orang nya ramah dan sangat sopan, saya beruntung bisa bertemu orang sebaik non Citra.


"Haha citra itu memang begitu pak, selalu mau membantu orang, kalau ada orang yg mau minta tolong sama dia, walaupun tidak memungkinkan citra lebih mementingkan orang itu dari pada urusannya sendiri. Kadang kadang saya suka menasehatinya supaya belajar menolak orang."


Trek!! ~Bunyi gerbang terbuka ya guys✌️😀


"Assalamualaikum mama papa". Ucap Citra yang mulai memasuki rumahnya.


Citra yang sudah sampai rumah, Bergegas masuk dan menemui Keluarganya di ruang tamu yang sedang asik berbincang dengan orang-orang itu.


"Nah ini dia Citra. Waalaikumsalam Udah sampai nak?" Ujar Mama tersenyum.


"Iya ma." Ucap Citra mencium tangan mama nya.


"Memang kan gak punya hp non, jadi memang tidak bisa kasih tau non Audrin." Ujar mang iman Canggung.


"Loh?! Bukannya waktu di kota Audrin udah belikan mang iman ponsel ya?


"Mang iman jual non, maaf ya non, Waktu itu Bu Ina sakit, kami gak enak mau ngerepotin mas bara lagi, jadi saya jual ponsel dari non Audrin." Ujar mang iman merasa bersalah.


"Gak papa kok mang, Audrin ngerti kok, tapi harusnya tadi kalian nunggu Audrin Dateng jemput kalian dong, Masa langsung berangkat sendiri ke sini. Untung aja gak tersesat."


"Audrin?" Tanya Mama citra yang aneh mendengar panggilan itu.


"Iya ma, di kota Citra dikenal dengan nama Audrin... Jadi kalau ada orang yg cari citra di Jakarta harus nyebut Audrin baru orang orang bakal tau." Jawab Citra menjelaskan.


"Ohh ya udah, Novi, antar mereka ke rumah yg sudah di siapkan citra". Ucap Mama memerintah.


Sebelumnya citra sudah mempersiapkan satu rumah khusus pekerja, tepat di sebelah timur taman bunga milik citra.


"Baik buk... Saya permisi." Pamit Novi.


"Mari, kalian ikuti saya." Sambung Novi sopan membimbing jalan.

__ADS_1


"Citra? Kamu menghabiskan berapa banyak uang untuk ini semua nak?" Ucap Mama citra sembari menoleh ke arah citra.


"Lumayan banyak sih ma... Tapi ma... Citra lakuin ini semua untuk papa sama Mama, untuk keluarga kita."


"Tapi Citra... " Ucapan Mama Terhenti karena di potong oleh Citra.


"Ma, Dari kami masih kecil kalian berdua sudah bersusah payah menghidupi kami, memberikan makanan dan pakaian terbaik padahal kalian berdua tidak mampu. Ini tidak sepadan dengan perjuangan papa dan mama merawat citra sampai sebesar ini."


"Citra udah lama memimpikan dimana citra bisa membuat papa mama hidup enak, sekarang... Semuanya sudah terwujud, maka citra akan memberikan yang terbaik buat mama dan papa." Ucap Citra lagi sembari memegang tangan Mama nya lembut.


"Makasih ya nak, mama bangga sama kamu. Mama minta maaf udah nyusahin kamu..."


"Mama bicara apa sih? Citra ini anak mama loh...apanya yang nyusahin? Gak ada ma... Ini udah tugas citra untuk bahagiakan mama sama papa."


"Citra... Kamu memang anak yg sangat baik." Ucap Mama citra memeluk putri nya itu.


"Nah.... Sekarang mama sama papa ikut citra ke jalan raya." Ucap Citra mulai melepas pelukan mama nya pelan.


"Ngapain ke jalan raya?" Tanya mama heran.


"Nunjukin kejutan yg citra bilang bulan lalu. Udah ayok.... Mbak yuk!". Ucap Citra mengajak kakaknya untuk pergi juga.


"Ohh ok...." Ucap Riska mulai mengikuti langkah citra menuju jalan raya bersama ke dua orang tuanya.


Citra Pun membawa keluarga nya menuju jalan raya. Mama, Papa, Dan Riska berjalan dengan pikiran yang penuh tanda tanya. Sesekali Mereka bertanya pada Citra apa sebenarnya yang ingin Dia tunjukkan, Namun Citra hanya menjawab mereka dengan senyuman nya.


Sampainya di jalan raya, Citra langsung menunjukkan kejutan yang dia siapkan untuk keluarga nya.


• Aduh Citra... Kejutan apaan sih? Bikin aku penasaran aja.• UDAH UDAH PENASARAN NYA, SEKARANG KEMBALI LAGI KE CERITA. OK GASS!


"Ini dia.... Ini kejutan dari citra. Kalian suka gak?." Ucap citra menunjukkan kejutan nya setelah sampai di jalan raya.


"Ini? Ba...bagus sekali citra... Ini milik kamu?" Ujar Mama yang terkejut melihat 2 mobil di depan matanya.


"Iya.... Tepatnya milik kita." Ujar Citra santai.


"Pa? Mama gak mimpikan? Kita punya mobil?" Kejut Mama Tak percaya.


"Ngak ma... Mama gak mimpi. Ini beneran!" Ucap papa yg juga terkejut.


• BYE BYE GUYS, KITA KETEMU DI EPISODE SELANJUTNYA YA... AKU SAYANG KALIAN MUACHH 😙


BERSAMBUNG.............................................

__ADS_1


__ADS_2