Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 18


__ADS_3

"Kak, jangan marah marah lagi, aku takut liat kak Bara begitu..." Ucap Citra lemah.


"Audrin? Kamu kenapa keluar?" Tanya Bara melepaskan pelukan Citra dan berbalik arah melihat Citra.


"Kak Bara jangan marahi mereka, mereka gak salah kok. Jangan marah marah lagi ya? Aku mohon."


"Hufft ok ok, aku gk marah marah lagi." Ucap bara mengelus rambut Citra dengan lembut.


*Sama gadisnya aja begitu lembut, kapan tuan Bos akan lembut juga pada kami? Dia selalu memasang wajah dingin muluk di depan kami.* Pikir Eza melihat Bara.


"Ehem! Sekarang kak Bara anter audrin kembali ke kamar, Aku mau makan di suapi kak Bara." Ujar Citra tersenyum manis.


"Di-Di Di Suapi aku?" Ucap Bara menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, kenapa? Kak Bara gak mau ya?"


"Ah bukan bukan! Kehormatan bagiku tuan putri." Ucap Bara tersenyum lembut.


"Haha apa sih... Ya udah ayok."


"Emm Kalian." Ucap Bara melihat kearah Eza dan Nina.


"Ah! I-iya Mas!" Ucap Eza dan Nina serentak dengan tubuh yang kaku.


"Maaf, aku sudah marah marah tidak jelas pada kalian, aku Terlalu khawatir."


"(Hah?!)(Ap-apa?!!) Ma-ma-maaf?" Ucap Eza dan Nina tergagap.


Eza dan Nina amat terkejut mendengar Bara meminta maaf pada mereka, Bara terkenal dengan sifat dinginnya yang luar biasa Dingin. Sehingga bara selalu cuek dan tidak peduli dengan apapun dan siapapun.


Selama Eza menjadi tangan kanan Bara, Eza tidak pernah mendengar Bara minta maaf, Eza hanya tau sifat kejam dan tegas bara. Eza sangat takut melihat sifat baru Bara. Dia bingung dan canggung mendengar perkataan itu keluar dari mulut Bara.


Nina ternganga, sejauh yang Ia dengar bara tidak pernah peduli dengan apapun dan siapapun, Nina terkejut, dan bertanya tanya, apa rumor yang orang orang katakan itu palsu?. Nina benar benar tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Iya, kenapa? Gak mau maafin aku?"


"Ah! Tidak berani tidak berani." Ucap Eza panik dan gugup.


"Sa-saya maafin kok mas." Ucap Nina mengimbuhi.


"Iya, kami maafkan kok." Celetuk Eza mengimbuhi.


"Ya udah, aku mau antar audrin masuk."


Setelah mengucapkan kata itu, Bara pergi dengan Citra. Eza dan Nina hanya bisa melihat kepergian mereka dengan tatapan penuh tanda tanya.


Saat sampai di dalam kamar, Bara menyuapi Citra sesuai dengan permintaan citra sebelumnya. Walaupun tidak bersama, Bara bahagia gadis yang ia cintai bersikap begitu manja padanya.


"Drin, kita dari tadi malam belum berlabu Karna kamu yang pingsan. Kalo kamu udah baikan, kita bisa berlabu sekarang, kita tidak mungkin terus mengelilingi pulau ini." Ucap Bara panjang lebar sembari menyuapi Citra makan.


"Burlabwu haja, aghu wdah ghak phupu (berlabu saja. Aku udah Gk papa)." Jawab Citra dengan mulut yang dipenuhi makanan.


"Ok. Tapi bener udah gak papa kan?" Tanya Bara memastikan.


"Iyha(iya)."


____________


_________


• Sore Harinya.


"Assalamualaikum, Mama, Papa, Bak Riska?" Panggil Citra yang telah sampai dirumahnya.


"Non Audrin udah pulang ternyata. Mari non saya akan segera menyiapkan air untuk non Dan mas bara." Ucap bik Maryam menyambut kedatangan Citra dan Bara.


"Iya bik." Ucap Citra sembari duduk di Sofa ruang tamu.


Drett drett!!! "ponsel Bara bergetar"


"Eh? Ayah?" Ucap Bara yang melihat nama dipanggilan masuk itu.


Citra yang mendengar itu menjadi penasaran.


"Om Lukman?"


"Iya, mungkin karena aku belom pulang."


"Ya kak Bara sih pakek ngotot mau nganterin aku pulang."


"Ya kan aku khawatir sama kamu."


"Tau deh, Gak paham mah sama kak Bara."


Bara menjawab telepon dari Lukman. Citra hanya mendengar percakapan mereka, Citra hanya menyantap makanan ringan yang sudah bik Maryam antar keruang tamu sembari mendengarkan percakapan Bara dan Lukman.


Bara yang melihat Citra begitu menggemaskan menurut nya sigap mengelus rambut Citra dengan lembut seraya tersenyum manis. Citra hanya memejamkan sebelah matanya saat Rambutnya di elus oleh Bara.


"Iya ayah, bentar lagi bara pulang." Ucapnya sembari mencubit pipi Citra.


"Aww!! Sakit Kak!" Pekik Citra menyentuh pipinya.


"Kamu gemesin sih." Ucap Bara santai.

__ADS_1


"Audrin baik baik aja sekarang yah." Ucap Bara menjawab pertanyaan Lukman di telepon.


Saat Bara kembali Fokus ke panggilan telepon dari Lukman, Citra yang tak sengaja melihat pembantunya langsung memanggil nya untuk masuk.


Citra bangun dari duduknya dan menuju pintu, Bara hanya melihat Dan memerhatikan Citra melangkah. Bara menelepon sekaligus menatap Citra yg ada di depan pintu.


"Iya non, ada apa?"


"Emm Itu tas aku di dalam tolong taruh ke kamar, taruh aja ingat, jangan di beresin, aku sendiri yg akan beresin."


"Baik, saya paham non."


"Ok silahkan ambil bik, makasih ya bik." Ucap Citra menyamping dari arah pintu masuk.


"Baik non. Ini sudah kewajiban saya." Ucap wanita itu menunduk hormat pada Citra.


Wanita ini pun masuk, Kemudian dia mengambil tas Citra di sebelah Bara duduk. Wanita ini menunduk hormat pada Bara saat melihat Bara yang duduk di sana. Bara membalasnya dengan anggukan, mengartikan Bara menerima sapaan wanita tersebut.


Wanita itupun pergi ke kamar Citra dan menaruh tas Citra sesuai yang citra katakan. Saat memasuki kamar citra, wanita ini terkejut dengan ke indahan kamar Citra. Karna wanita ini pertama kalinya memasuki kamar Citra.


"waw, Kamar non Audrin ternyata indah banget! Harum mawar lagi." Celetuk wanita itu kagum.


Dia terus memandangi kamar Citra beberapa saat Tampa bergerak dari tempatnya. Setelah puas menatap, wanita ini pun kembali turun. Dan menuju ke dapur untuk membantu bik Ina memasak.


Di sisi lain, Bara yang sudah menyelesaikan teleponnya, berpamitan pulang pada Citra, Citra pun mengantar kepergian Bara sampai ke jalan raya.


"Aku pulang dulu ya. Jaga kesehatan."


"Iya! Kak Bara cerewet banget! Lama lama kayak Risa."


"Kamu ini kalo di kasih tau."


"Iya iya deh mas Bara yang terhormat."


"Oh iya, tadi aku lihat di rumah kamu ada satpam juga udah dibangun pos satpam, bukannya sebelumnya aku kesini nggak ada ya? Kenapa mendadak dipasang?"


"sebelumnya ada beberapa anak-anak yang kesini mereka ngenalin aku jadi mereka ramai-ramai Dateng ke rumah buat heboh."


"bukannya waktu di jakarta pertama kamu jadi selebriti kamu selalu pakai topeng nggak pernah kasih tau wajah asli kamu?"


"Iya, tapi beberapa waktu sebelum aku kembali ke sini, aku ada adakan acara konferensi pers, waktu itu aku kasih tahu wajah asli aku ke para fans fans aku."


"Qsal jangan sampai mengganggu kamu."


"Gak mengganggu sama sekali kok kak. malah aku seneng, ternyata ada yang mengidolakan aku juga."


____________


saat bara telah menghilang dari pandangannya citra kembali ke rumahnya, dan tepat saat di tengah jalan menuju rumahnya, citra disapa oleh tetangganya yang berjarak 2 rumah dari rumahnya.


"Neng Citra! Abis nganter pacar nya ya?" Tanya sang tetangga dengan ciri khas senyuman menggoda.


"Ah! Bu-bukan buk." Jawab Citra Gagap.


"Gak usah boong sama buk Mina neng! Buk Mina tau kok, Laki laki tadi juga sering banget datang ke sini." Ucap sang tetangga yang akrab disebut buk Mina.


"Ahh! Ibuk ni bisa aja." Ucap Citra tersenyum manis.


"Bener pacar neng Citra kan? Neng Citra Sampek senyum senyum gitu."


"Bukan buk, Calon suami haha, Citra duluan buk." Ucap Citra bergegas pergi.


"Ha? Calon suami? Ganteng pisan Calonnya. Aduhh cocok mah sama neng Citra yang Geulis."


Buk Mina senyum senyum menantikan saat saat citra dan bara benar benar bersanding di pelaminan.


Citra tersenyum Ceria, dia sendiri tak menyangka dirinya akan mengatakan hal itu pada tetangganya, padahal mereka tak memiliki hubungan apapun.


"uhh! apa yang aku katakan barusan?! aduh! terbawa suasana jadi gila gini.." Ucap Citra pada dirinya sendiri.


Citra masuk ke dalam kamarnya, Dia membereskan barang barang di dalam tasnya. Setelah itu Citra beristirahat Karna dia benar benar lelah akan semua yang terjadi. Entah pekerjaan, musibah, dan hal hal tak terduga lainnya.


Citra tidak tidur, dia hanya berbaring saja untuk meluruskan tubuhnya. Karna Ini sudah sore dan tidak baik tidur di sore hari. Saat tengah men scroll akun IG dan Twitter nya, tiba tiba ada panggilan masuk yang membuat Citra menghentikan aktivitas nya men scroll akun akun nya.


"Ada apa?" Tanya Citra to the point.


"Lo Tuh izin kemana sih? Kok gak ikutan ekskul?"


"Ada pokoknya far, urusan penting yang gak mungkin gue tinggal."


"Emang apaan sih? Serius banget kayaknya."


"Ada deh, by the way gimana acaranya tadi? Ada informasi baru gak tentang sekolah?"


"Seru banget Drin, sayang banget Lo gak ada. Soal informasi.... Ada satu!"


"Emm, apa?"


"Senin depan kita mulai kelas baru." Ucap Fara happy.


Di sebrang sana, Fara menelepon Citra Di ruang tamunya, Fara menonton TV dan menyantap makanan ringan yang ada di depannya.


Fara amat penasaran dengan izin Citra yang tidak bisa masuk sekolah. Karna Citra amat suka olahraga. Dan kebetulan hari ini lah ada kegiatan ekskul jadi Fara bertanya tanya akan alasan Citra Izin.

__ADS_1


Namun saat Fara bertanya pada Citra, Citra tidak memberitahu nya apapun, citra tetap merahasiakan identitas aslinya dan pekerjaannya. fara hanya bisa pasrah dengan rasa penasarannya yang tidak bisa menemukan Jawaban. Dan pada akhirnya berhenti bertanya dan menjawab pertanyaan dari Citra.


"wow, asik bgt! Udah tahun terakhir aja di bangku SMA. Gue gak nyangka banget."


"Iya, abis lulus Lo langsung married sama Kak Bara azekk."


"Ih apaan sih Lo, kita gak ada hubungan kok."


"Lo tuh terlalu lembek, Pangeran udah di depan mata eh lu sebagai tuan putri nya malah sembunyi, ya pangerannya takut mau nyatakan cinta."


"Udah kok." Jawab Citra santai.


"Kalo tau udah Ken....eh eh! Apa apa?! Udah?!" Ucap Fara terkejut ketika menyadari kalimat yang Citra lontarkan.


Fara amat terkejut dengan kalimat Citra hingga Dia tersedak saat sedang meminum jus nya dengan santai. Sampai sampai Fara terbangun dari duduknya.


"Iya, knpa sih?!"


"Santai banget Lo! Kapan tuh dia ungkapin perasaannya?"


"Waktu gue masuk rumah sakit."


"Terus Lo jawab apaan? Lo sekarang pacaran sama dia kan?"


"Gue tolak, dan gue bilang gue gak suka sama kak bara. Jadi status kami masih sama."


"Adu audrin.... Bodoh banget Lo! Kenapa gue punya temen kayak Lo!"


"Enak aja Lo bilang gue bodo. Gue belom siap far, "Gue belom siap buat pacaran, gue takut."


"Takut knpa sih? Gue liat kak Bara sayang banget sama Lo, Dia care sama Lo Drin."


"Gue tau, Asal Lo tau... Gue sebenernya juga sayang sama kak Bara, Hanya saja..."


"Hanya kenapa?"


"Gue takut kalo kalo perasaannya berubah, dan saat itu gue akan kecewa, dan hubungan harmonis kami pun pasti ikut berubah."


"Aduhh! Percaya sama gue. Perasaan Kak Bara ke Lo gak akan berubah. Dia cinta Lo Drin."


"Ahhh udah lah! Kalo kita jodoh ataupun Kak Bara Serius sama gue, dia mau nungguin gue, maka pada saatnya tiba, gue gak bakal nolak buat married sama kak Bara."


"Gue yakin Kalian pasti bersama nanti."


Citra menceritakan hubungan nya dengan bara yang tidak tau bagaimana ujungnya, Fara menimpali Citra bahwa Citra harus menyakinkan Hati nya. Bara memang sangat serius mencintai Citra.


Tanpa sadari, Citra dan Fara yang baru saling mengenal menjadi begitu akrab. Fara setia mendengarkan curhatan Citra tanpa nengeluh dan Citra menjadi lebih bebas berbicara pada Fara, yang biasanya respon Citra pada Fara sangat sedikit, kini menjadi panjang lebar.


Fara bahkan tak habis fikir bahwa Audrin yang dia kenal dingin, berbicara panjang lebar bahkan tertawa padanya.


____________


________


Tok tok tok!


"Non? Non Audrin?"


Tok tok tok!


"Non? Non Audrin? Ayo bangun non."


"Eumm, bik Maryam ya?" Ucap Citra yang bangun karena panggilan dari luar.


"Iya non, ibuk sudah nunggu non Buat sarapan."


"Bilang sama mama, Audrin gak bisa sarapan bareng, gak enak badan bik, sarapannya bik Maryam anterin aja kesini." Ucap Citra panjang lebar tanpa membuka pintu.


"Gak enak badan gimana non?"


"Tau bik, badan lemes banget, mungkin kelelahan." Ucap Citra beranjak bangun dan menuju pintu.


Citra membuka pintu dan tampaklah wanita paruh baya yang tidak terlalu tua dilihat berada di depan pintu.


"Non gak apa-apa kan?" Tanya bik Maryam yang tampak dengan wajah khawatir nya yang nyata.


"Iya bik, capek doang. Istirahat setengah hari udah baikan nanti, HACCHIM!!" Jawab Citra yang seketika menutup mulut dan hidung nya.


"Non? Non Audrin flu ya?"


"Iya bik, nanti sarapannya dampingi Teh anget ya bik, gak usah susu."


"Ohh iya iya non, bik Maryam ambilkan sarapan non dulu ya."


"Iya bik. Makasih bik."


Beginilah Citra, walaupun Melayani adalah tugas pembantunya namun citra tidak pernah lupa mengatakan terimakasih setiap meminta sesuatu pada pekerjanya. Itu yang membuat para pekerjanya begitu menghormati Citra seperti berhadapan dengan nyonya besar.


OK NEXT! SAMPAI DI SINI DULU YA GUYS... KITA KETEMU LAGI DI EPISODE SELANJUTNYA... BYE BYE👋.


...Jangan lupa jaga kesehatan dan semangat belajar Or bekerja nya. sampai jumpa😚...


BERSAMBUNG..........................................

__ADS_1


__ADS_2