Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 51


__ADS_3

"Drin Sabar Drin, Ini pasti Salah paham.." Ujar Risa mengelus punggung Citra.


"Gue.. Gue gak apa-apa Kok. Singkirkan tangan Lo dari tubuh gue." Tukas Citra berusaha tenang dengan bicara dingin.


"Maaf, Drin.. ini pasti ada salah paham.." Ujar Risa lagi.


Namun Citra langsung pergi Karna dia tak dapat lagi membendung air matanya, dan dia tidak bisa masih berpura pura tenang padahal hatinya tidak.


"Drin? Gunung es Lo mau kemana?" Teriak Risa memanggil Citra.


Teriakan Risa ini pun di dengar oleh Bara. Bara langsung menoleh dan melihat Citra yang berlari pergi.


"Cicit?" Kejut Bara.


"Drin, tunggu, ini salah paham!" Panggil Bara seraya pergi menyusul Citra dan meninggalkan Rena.


*Lari Citra, lari lebih jauh.. Jangan biarkan orang lain tau Lo nangis.* Gumam Citra.


Bara terus mengikuti langkah citra dengan perasaan cemas dan khawatir, di sisi lain Risa dan yang lain menghampiri Rena dan mengintrogasi nya, mereka tahu bahwa bara tidak mungkin seperti yang mereka lihat. Mereka tau bagaimana besarnya rasa sayang bara terhadap citra.


"Maksud Lo apa kayak gini?! Lo sengaja kan mau bikin mereka ribut!" Ketus Risa.


"Apaan sih Lo! Datang datang marah marah gak jelas!" Ujar Rena tak kalah ketus.


"Lo suka sama kak Bara kan?! Jadi Lo lakuin ini semua sengaja, iya kan?!"


"Iya gue suka sama bara! Lo mau apa?!"


"Bener bener Lo!" Ketus Risa geram.


Risa ingin menjambak rambut Rena, namun niatnya itu dihentikan oleh Fara, Risa pun menghentikan niatnya lalu indah menggantikan Risa untuk mengintrogasi Rena.


"Oh, jadi bener Lo sengaja jebak kak Bara buat bikin mereka ribut?!"


"Iya! emang kenapa?! lo mau apa hah?!" Teriaknya ketus.


"Ngapain Lo teriak teriak sama gue kayak gitu?! dasar teh hijau!" Ketus indah tak kalah nyaring.


"Apa Lo bilang?! Gue bukan teh hijau!" Tukas Rena marah.


"Lo denger ya, sebanyak apapun Lo nyoba memisahkan kak Bara sama Gunung es, Lo gak akan pernah berhasil dapetin kak Bara! Dan Lo ingat ini baik baik, walaupun di dunia ini hanya tersisa Lo doang, juga gak akan membuat kak Bara milih Lo, Wanita murahan!" Ketus Indah panjang lebar.


"Kurang ajar Lo ngatain gue murahan! Lo tuh yang murahan! Dasar ular!" Teriaknya ketus!


"Gue udah bilang sama Lo jangan teriak sama gue! Lo Cari perkara ya?!" Teriak indah seraya menjambak rambut Rena.

__ADS_1


"Kurang ajar Lo!" Ketus Rena ingin mendorong indah.


Sebelum sempat terdorong, indah menyingsingkan tubuhnya dan membuat Rena jatuh ke danau.


"Ah!" Teriak Rena yg masuk ke dalam danau.


"Hahaha." Tawa semuanya.


"Hoy teh hijau! Hati hati Lo, malem malem gini danau banyak keluar buayanya, awas Lo di makan sama buaya."


"Apa?! Buaya?! Ngak ngak tolong tolong... Ahhh buaya..." Teriaknya naik ke pinggiran dan berlari pergi Karna takut.


Risa dan yang lainnya tertawa terbahak bahak.


Di sisi lain. Citra Sampai ke perkemahan, Dia ingin segera berkemas dan pergi turun bukit malam ini. Seraya menangis dia mengemasi barang barang nya.


"Drin, Keluar pliss, aku mau jelasin semuanya." Ujar Bara khawatir.


Citra menyeka air matanya, Dan keluar tenda.


"Jelasin apa?" Ujar Citra Singkat dan dingin.


"Kejadian barusan di tepi danau." Jawab Bara canggung.


Tampa sadar air matanya kembali mengambang saat Citra mengingat apa yang dia lihat tadi.


"Drin, jangan paksain diri kamu..." Ujar Bara lirih.


"Aku gak apa apa kok." Ujar Citra seraya menangis.


"Sayang ini salah paham! Aku beneran. Aku gak bohong sama kamu."


Citra hanya diam larut dalam kesedihannya.


"Sayang dengerin aku ya, Tadi aku sama Rena cuma..." Perkataan Bara di putus oleh Citra.


"Cuma apa? Cuma berpelukan mesra di pinggir danau, gitu?! Suasana yang romantis! Berpelukan bersama wanita lain di pinggir danau! Hiks! Dan tunangannya? tunangan nya hanya bisa jadi penonton! hiks hiks hiks." Tukas Citra dengan Tangis yang tak dapat ia tahan.


"Drin..." Remang Bara sedih.


"Sakit tau gak kak? Ini alasannya aku tidak mau pacaran, aku gak mau merasakan sakit yang aku rasakan saat ini. Tapi kenapa? Kenapa kak Bara Dateng dan buat aku jatuh cinta sama kak Bara! Kenapa kak? Kenapa?! Ahhhh." Teriak Citra histeris dengan tangis yg telah pecah.


Bara yang melihat citra begitu histeris sigap memeluknya dan berusaha menenangkan nya, citra memukul dada bara sebentar sebelum akhirnya dia melarikan diri.


"Drin! Tunggu Drin, kamu mau kemana? Di sana gelap Drin." Ujar Bara khawatir.

__ADS_1


Citra yang mendengar perkataan dari Bara berhenti sejenak dan berpaling melihat Bara lalu bicara padanya.


"Kamu tau? Rasa takutku hilang saat mengingat mu memeluk wanita lain begitu lembut." Ujar Citra miris.


Setelah mengatakan itu citra pun bergegas pergi menuruni bukit, saat sampai di pedesaan citra segera pergi ke rumah kepala desa dan meminta kunci mobilnya, lalu dia bergegas pergi meninggalkan desa Itu.


Bara yang melihat citra telah berlalu pergi kembali lagi mendaki ke atas bukit, dia duduk di area perkemahan nya dengan muka suram, cemas dan khawatir. Di tengah-tengah keputusasaan nya, Risa dan yang lain menghampiri bara.


"Kak? Audrin mana?" Tanya Risa.


"Dia udah pergi. Bahkan barang-barangnya pun dia tinggal." Jawab Bara murung.


"Apa?! Bener bener salah paham nih!"


"Ahhh gue harus gimana?" Tukas Bara.


"Kak, Lo harus tau yg sebenarnya." Ujar Indah menyodorkan ponselnya.


"Apa?"


Indah tak menjawab pertanyaan bara. Dia langsung menghidupkan rekaman Suara yang dia rekam di ponselnya. Bara mendengarkan rekaman itu Dan terkejut dengan apa yang dia dengar. Wajah nya suram, Punuh amarah dan emosi yang meluap lupa. Tepat saat itu, Rena muncul beserta yg lainnya.


"Hey Bro, Lo kenapa suram gitu?" Tanya Riko yg heran.


Bara tak menjawab, dia menatap tajam ke arah Rena yang basah kuyup. Bara maju ke hadapan Rena dan meluapkan amarahnya.


"Lo nipu gue?!" Ketus Bara.


"Ap-apa sih bar? Gue gak ngerti maksud kamu." Ujarnya canggung.


"Jangan pura pura bego Lo Ren! Lo sengaja kan jebak gue supaya gue ribut sama tunangan Gue, iya kan?!" Ketus Bara nyaring.


"Aku.." ucapnya gugup.


"Lo nguji kesabaran gue ya?! Lo mau hidup Lo hancur hah?! Gue wujudkan keinginan Lo!"


"Ngak ngak. Jangan, aku mohon... Maafin aku bar.. aku lakuin ini Karna aku Cinta sama kamu." Ujarnya memelas.


"Lo itu bukan cinta sama Gue, tapi Lo cuma cinta sama harta Gue!" Ketus Bara.


Rena terdiam, Dia takut dan gugup. Mukanya panik mengingat perkataan Bara, Dia takut keluarga Adiguna benar benar Bara hancurkan.


• MAKAN TUH NONA RENA ADIGUNA 😝😏.


BERSAMBUNG..............

__ADS_1


__ADS_2