Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 111


__ADS_3

Citra dan keluarganya kini sedang menyambut kedatangan Eza di rumah Citra, Mama Fahira amat senang dengan kedatangan Eza yang telah menjaga putrinya selama ini saat bekerja, jika tidak memiliki Bara, maka Mama Fahira cukup cocok dengan laki-laki satu ini.


😽:Namun sayangnya Citra dan Bara tidak boleh di pisahkan, AURA harus tetap satu😌😇.


"Bi Ina, tolong antarkan Eza ke kamarnya (kamar tamu)" Tutur Mama Fahira.


"Baik Buk." Saut Bi Ina.


"Hai Bi Ina, Udah lama gak ketemu nih." Sapa Eza.


"Haha iya mas, udah lama ya." Timpal Bi Ina.


"Mari Mas." Ujar Bi Ina, dan Eza mengangguk.


Keduanya pun pergi dari ruang utama, Bi Ina membawa Eza sampai ke kamar tamu, semuanya sudah di siapkan oleh Mama Fahira dan Citra sebelum kedatangan Eza, kamar sudah tertata rapi dan bersih, siap untuk ditinggali.



"Silahkan istirahat Mas, saya permisi." Ujar Bi ina sopan.


"Makasih Bi." Ucap Eza menatap Bi Ina.


Bi Ina mengangguk, kemudian ia pergi meninggalkan Eza sendiri. Setelah kepergian Bi Ina, Eza langsung menuju lemari untuk menyusun baju-bajunya yang ia bawa, tidak banyak, hanya beberapa pakaian saja, karena Eza juga tidak akan lama di kampung halaman Citra.


"Hemm bisa hubungin Tuan Muda gak sih? Gue takutnya malah ganggu, habis dong nyawa gue tinggal di ujung tanduk! Tapikan ini tentang Queen, gak akan lah sampe marah kalo di ganggu, sebelumnya kan ngomong gitu." Ucap Eza panjang lebar, bicara pada dirinya sendiri.


"Audrin lebih utama." Sambung Eza.


"Huhh gue chet aja deh." Lanjut Eza seraya melemparkan tubuhnya ke ranjang.


Eza🧍🏻‍♂️: "Tuan muda, Saya sudah sampai di rumah Queen, 6 jam lagi kami baru akan keluar untuk membahas kerjaan."


Pesan itupun masuk, dan dalam sekejap mata Eza langsung menerima balasan.


"Wih garcep ternyata, langsung dibalas, emang gak tidur ya?! Disana kan udah dini hari, kalo ketahuan sama Queen, behh abis nih Tuan muda yang berkarisma." Ucap Eza menatap ponselnya.


Tuan Muda Albara🥶: "Jam berangkat dan sampainya hubungi aku, jaga Audrin baik-baik, dan juga jangan mengikat kontrak secara sembarangan."


Eza🧍🏻‍♂️: "Baik tuan muda, saya pasti hati-hati."


Balasan dari eza itupun hanya dibalas dengan dua emoji oleh Bara, "👍👀" itulah balasan dari Bara, dan Eza langsung bergidik menatap balasan Bara, karena dia paham maksud balasan itu.


Sementara disisi lain, Kini Citra tengah bersama Rendi di ruang kerja Citra, maksudnya ruang yang biasa ia gunakan untuk rapat dengan kru nya, mengapa bersama Rendi? Karena Rendi juda ikut berkecimpung dalam dunia YouTube, yaitu menjadi YouTubers.


Rendi juga banyak di tawari untuk menjadi brand ambassador sebuah produk terkenal, namun Rendi menolak, mengapa? Karena ia tidak ingin melakukannya tanpa bertanya pada kakaknya, yaitu Citra.


"Aku berterimakasih kepada kalian semua atas kerjasamanya dalam membantu Rendi dengan konten-kontennya, berhubungan dengan masalah itu, aku berencana menarik masuk anggota lain untuk membantu kalian, jadi nanti kalau orangnya setuju untuk bergabung, kalian baik-baik bergaul dengannya." Ujar Citra panjang kali lebar.


"Aku mengatakan ini karena kepribadiannya hampir sama dengan ku dan Rendi, paham kan?" Sambung Citra diselingi pertanyaan.


"Paham kak." Jawab All kru serempak.


"Hemm, Aku ingin melihat Video konten Abang yang masih dalam proses editing, Mana?❄️" Ujar Citra di selingi pertanyaan.


"Ada di ruangan editing kak, belum selesai semuanya." Jawab salah satu kru perempuan.


"Hemm ayo Abang, kakak mau liat." Titah Citra menarik Rendi pergi keruang Editing, disusul All kru.


SKIP~


🌬️🌬️🌬️🌪️


Citra sedang fokus memeriksa hasil editing terhadap konten Rendi, All kru tentu saja menyaksikan juga, bedanya mereka gugup dan takut, takut editan mereka tidak cocok dimata Citra.

__ADS_1


"Kak Umam, Ini bagian slow motion nya dimulusin lagi ya kak, biar enak diliat." Tutur Citra.


"Ok kak." Saut Umam {Dia seumuran Riska ya guys}.


"Rendi.... Aura dingin kamu seketika ilang ya pas bikin konten beginian." Celetuk Citra terkekeh kecil.


"Ihhh kak! Jangan ngeledek deh! Kamu kan juga sama!" Cetus Rendi.


"Iya? Abang tadi bilang apa?❄️" Tanya Citra dingin + muka suram.


"Eh! Kakak, maksudnya Kakak~" Ucap Rendi tersadar.


"Kalo diulangi lagi taukan?❄️" Tanya Citra lagi.


"Maaf Kak, gak sengaja." Ujar Rendi melas.


"Jangan lupa lagi lain kali, kakak ngerasa kamu masih marah sama kakak." Ucap Citra.


Rendi lantas menggeleng cepat, ia tak ingin kakaknya salah paham, ia hanya sekedar keceplosan bukan sengaja memanggil Citra dengan sebutan seperti itu.


"Kak, Kalo udah kontennya boleh langsung di upload." Tutur Citra pada kru-nya.


"Baik kak." Saut mereka.


"Ayo Abang, temenin Kakak jajan." Ajak Citra menarik Rendi pergi.


"Eh! Kak pelan-pelan, tokonya gak akan kabur!" Ucap Rendi yang ketarik.


"Iya palingan ya tutup❄️" Timpal Citra.


Rendi pun bungkam, ia tak mengatakan apapun lagi, karena apa yang diucapkan kakaknya itu memang benar. Sementara kru Citra hanya memandangi kepergian Citra dan Rendi dengan senyuman mereka.


"Queen kalo udah sama Mas Rendi pasti ilang dinginnya, berasa masih anak-anak." Celetuk salah satu kru wanita tersenyum.


"Iya, aku juga sependapat." Timpal yang lain.


_


_


"Mama! Citra keluar dulu sama abang ya, mau jajan." Teriak Citra yang melewati ruang utama seraya menarik Rendi.


"Adek sama Dedek juga pengen kak, nitip ya." Teriak Arsha dari lantai 2.


"Ok!" Balas Citra, teriak.


"Hati-hati Cit, ingat pulang tepat waktu buat makan malam bareng!" Teriak Mama Fahira yang ternyata ada di dapur.


"Iya Ma." Saut Rendi berteriak, dan Citra hanya membuka pintu lalu menyeret Rendi pergi.


*Ini gue serasa sama adik gue bukan kakak😑* Batin Rendi pasrah diseret oleh Citra.


Skip~ [15:35]


"Abang, Yuk kesana." Ajak Citra menarik Rendi pergi.


"Eh! Kak pelan-pelan, Emang belom puas jajan nya?" Tanya Rendi.


"Belom, Ayo ah jangan bawel." Jawab Citra, ia makin mempercepat langkahnya.


Keduanya pun sampai di sebuah tempat yang hanya menjual Eskrim dan sejenisnya, Citra membeli beberapa, kemudian pergi ke tempat lain, kini ia pergi ke minimarket dan membeli beberapa cemilan.


"Abang, Bantuin ih!" Tukas Citra.

__ADS_1


"Ya kakak sih belinya banyak banget." Cetus Rendi, namun ia masih tetap meraih belanjaan di tangan Citra.


"Bentar, tunggu disini, aku minta keranjang dulu sama petugasnya." Tutur Rendi.


"Hemmm." Dahem Citra menyahuti.


Rendi pun pergi, ia mengambil keranjang kemudian menyimpan cemilan di tangannya kedalam keranjang, Rendi mengambil 2 keranjang, satu untuk ia pegang, satunya untuk Citra, karena satu keranjang tidak cukup untuk tumpukan cemilan yang Citra beli.


"Rendi~" Panggil Citra, dan Rendi cepat-cepat mendekati Citra.


"Apa sih kak?" Tanya Rendi.


"Lama banget! Butuh keranjang nih!" Cetus Citra.


"Kamu ambil tuh semua jenis susu masing-masing 5." Sambung Citra menuturi.


"Banyak banget, buat apa sih kak?" Tanya Rendi.


"Ini itu namanya belanja bulanan Abang~" Jawab Citra.


"Hidih! Belanja bulanan apaan tiap minggu!" Cetus Rendi, namun tetap mematuhi perkataan Citra.


"Nih udah, Apa lagi?" Sambung Rendi diakhiri pertanyaan.


"Udah cukup, Ayok ke kasir." Jawab Citra diselingi ajakan.


Keduanya pun menuju kasir, mereka mengeluarkan belanjaan mereka untuk ditotal, setelahnya dikemas dengan rapih agar Citra mudah untuk membawanya.


"Ren?" Seru Citra pelan.


"Apa?" Tanya Rendi.


"Mau itu." Ucap Citra menunjuk Coklat di sebelah Rendi.


Rendi tanpa banyak bicara mengambil coklat disebelahnya sebanyak 5 batang, lalu ia serahkan kepada kasir untuk di total dengan yang lain.


"Baik banget pacar mba." Celetuk mba kasir menatap Citra tersenyum.


>Citra pakai masker dan topi ya guys, dan Rendi hanya masker.✌️


"Hah?!" Kaget Citra dan Rendi bersamaan.


"Mba ini ngaur, kami tuh gak pacaran." Ujar Citra.


"Saya itu udah punya tunangan, dan bukan dia." Sambung Citra.


"Boleh dong buat saya kalo gitu." Timpal pekerja lain yang satu lokasi.


"What?! Engga bisa~ Adik saya ini belom boleh pacaran mba, tidak saya izinkan sebelum ada gadis yang bisa melewati saya." Tegas Citra.


"Lah? adiknya?" Tanya mba kasir kaget.


"Iya, adik saya ini." Jawab Citra.


*Aduh! Malu banget gue.* Batin si pekerja yang ikut nimbrung tadi.


"Udah, ayo kak." Tukas Rendi menarik Citra pergi.


"Ihhh gak sopan narik-narik kakak!" Cetus Citra menjewer telinga Rendi.


"Ouch Kak sakit kak, aduh lepas kak." Lenguh Rendi menahan sakit, seketika belanjaannya dilepas.


*Hobinya narik orang, ditarik balik malah gak suka😑, aduh kuping gue~😣* Batin Rendi.

__ADS_1


SABAR YA RENDI MENGHADAPI KAKAK KEK GITU🤭🤣


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2