
Saat ini Bara ada di apartemen lantai 10. sebenarnya Citra juga tinggal di apartemen yang sama, hanya saja Citra tinggal di lantai 5.
"Halo Sekertaris Jen. Apa di perusahaan sibuk?"
"Tidak Tuan Muda, ada apa ya? Saya dengar dari tuan besar anda akan ke sini."
"Iya, aku sudah di Amerika sekarang."
"Ha?! Mengapa anda tidak menghubungi saya agar menjemput anda?"
"Tidak perlu, Aku sudah di jemput seseorang. Apa kau sibuk sekertaris jen?"
"Tidak.. saya sedang santai Tuan Muda."
"Aku ingin meminta bantuan mu."
"Silahkan katakan saja Tuan Muda."
"Tolong Carikan aku sayur sayuran yang segar, terus daging.. eh jangan daging, ikan atau semacam nya, Pokoknya Carikan aku lauk pauk sekarang. Untuk tempat nanti aku kirim lokasi nya."
"Oh baik baik. Akan segera saya Carikan."
"Usahakan cepat ya, aku tidak ingin kata terlambat, Dengan status mu sekarang tidak mungkin kamu akan kesulitan dalam masalah kecil ini."
__ADS_1
Sekertaris Jen, Atau seorang wanita dengan nama lengkap Jennie Belrissa Adalah orang yang menjalankan perusahaan untuk sementara disaat Bara yang sedang fokus mempersiapkan dirinya.
Bara menolak untuk mengambil alih perusahaan saat ini, karena Bara ingin bisa mengambil alih perusahaan dengan usahanya sendiri, bukan melalui tunjukan dari orang tuanya.
"Baik tuan muda, saya jamin saya akan dalam waktu singkat mengirimkan nya ke tempat anda."
"Ya, jika kau masih telat, maka posisi mu harus ku pikirkan ulang."
"Ah jangan Tuan Muda... Saya pasti cepat."
"Ok." Jawab Bara singkat seraya mematikan panggilan teleponnya.
Di sebrang sana sekertaris Jen bergegas pergi mencarikan lauk pauk yang Bara minta. Sekertaris Bergerak dengan cepat. Karena dia benar benar takut akan ucapan Bara. Selama ini Calon Bos nya itu tak pernah main main dengan ucapannya.
______________
________
"Halo Tuan, Saya sudah di bawah." Ucap sekertaris Jen menelepon Bara.
"Naik saja, lantai 10." Ucap Bara singkat, padat dan jelas.
"Baik..." Jawab sekertaris Jen seraya melangkah masuk ke dalam apartemen.
__ADS_1
Bara mematikan panggilan telepon dari Sekertaris Jen dan pergi mengintip lagi ke dalam kamar melihat Citra.
Bara duduk di kursi dekat ranjang dan menatap gadis yang ia cintai di depannya itu dengan lembut, Berharap mereka bisa bersama sampai maut memisahkan.
"Tok Tok Tok"
Suara ketukan pintu terdengar dari luar, Bara segera beranjak pergi keluar dan menuju pintu. terlihat wanita muda dengan pakaian formal memegang belanjaan.
"Tu-Tuan, saya tidak telat kan?" Ujarnya terengah-engah.
*Haduh mati aku... Benar benar repot punya Bos seperti ini, tapi apa boleh buat.." Gumamnya mengelap keringat di dahinya.
"Ini Tuan, lauk pauk yang anda minta."
"Cepat juga kinerja kamu, Sekarang Kembalilah.. perusahaan membutuhkan mu."
"Baik, saya pamit Tuan."
"Hemm."
Bara menutup pintu dan bergegas pergi ke dapur, Bara mengeluarkan semua belanjaan dari sekretaris Jen. Sayur sayuran yang amat segar pun terlihat, juga ada beberapa ikan yang tak kalah segar.
Bara puas dengan kinerja sekretaris Jen. Dia segera membasuh sayur sayuran itu dan mengolah ikan yang sudah Bara pilih untuk membuat makanan untuk Citra. Di sisi lain Citra Telah bangun dari tidurnya.
__ADS_1
• ENAK JADI CITRA YA... JADI PENGEN DEH 🙃