Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 52


__ADS_3

Di sisi lain, muncul benih benih pertanyaan di fikiran Fara dan indah. Mereka bertanya tanya, apa latar belakang Bara? sehingga membuat Rena memohon pada nya saat dia mengancam Rena untuk menghancurkan hidup Rena.


"Dengar baik baik, Nona Rena Adiguna! Lo jangan macem macem, gue tau semua niat busuk Lo, Jika gue tau Lo berbuat ulah lagi, gue gak akan nunda waktu buat menghancurkan keluarga Adiguna."


"Ngak, gak akan, gak akan. Gue gak akan macam macam lagi." Ucap Rena takut.


"Jika Cicit Ninggalin gue gara gara kejadian barusan. Maka sambutlah kehancuran keluarga Lo besok!"


"Jangan Bar... Aku beneran sayang sama kamu.. pliss jangan hancurin keluarga aku." Ujar Rena.


"Aku gak suka liat kamu sama dia... Aku sayang kamu bara. Aku ngelakuin ini supaya aku bisa dapetin kamu!" Tukas Rena lagi mengimbuhi.


"Percuma Lo lakuin itu semua! Gue gak suka sama Lo, Gue Cintanya sama Dia! Dan walaupun Lo satu satunya wanita di dunia ini, gue juga gak akan milih Lo! Paham Lo! Jadi stop deketin Gue!" Ketus Bara dingin.


"Bara... aku tulus sama kamu." Ujarnya memegang tangan Bara.


"Stop ngucapin kata kata palsu itu!" Ketus Bara menepis tangan Rena.


"Jangan gangguin hubungan gue Sama Cicit lagi. Jika Lo macam macam, gue gak akan sungkan lagi!! Camkan itu!!" Ketus Bara mengimbuhi seraya pergi meninggalkan Rena.

__ADS_1


Bara pun pergi berlalu masuk ke dalam tenda nya, semua orang pun menatap Rena, mereka menggeleng gelengkan kepalanya seraya menatap Rena. Risa dan yang lain ikut masuk ke dalam tenda saat bara berlalu pergi.


"Rena-Rena.. di kasih hidup enak Lo gak mau, malah bikin ulah?! Salut gue sama Lo Ren!" Celetuk Riko menggeleng gelengkan kepalanya.


"Tau nih, Udah Hidup di keluarga yang enak malah mau di hancurin sendiri." Timpal Gilang.


Rena diam dan gemetar, Dia meresapi perkataan Riko dan Gilang. Dia menjadi semakin takut membayangkan keluarga nya hancur karna ulahnya sendiri.


*Mereka bener! Gue udah di kasih kesempatan hidup enak tapi gue malah.... Bara Mahardika tidak pernah main main dengan omongan nya. Jika gadis itu benar benar Ninggalin Bara, maka hidup gue... Ngak ngak! Gak boleh!" Gumamnya cemas dan takut.


Semua orang pergi Tampa menghiraukan Rena yang sibuk dengan pikirannya sendiri. di dalam tenda bara berusaha untuk menghubungi citra. namun citra tidak menjawab telepon dari bara, bahkan pesan pun tak dibalas oleh citra,


Bara menjadi semakin putus asa, dan ini adalah pertama kalinya bara melihat citra dengan tangis yang pecah, dia benar-benar takut citra kecewa terhadapnya dan meninggalkannya.


"Why are you, Sis?"


"I'm fine."


"No might... You Sad?"

__ADS_1


"No, I fine Rendi."


"Hemm?" Remang Rendi dengan tatapan curiga.


"Ahh, Mbak baik baik saja Rendi. Ayo masuk! Apa yg kamu lakukan di luar rumah malam malam begini?" Ujar Citra canggung.


"For Relaxation haha." Jawab Rendi Santai.


"Hemm, I think you have a love problem." Goda Citra menatap Rendi.


"Haha of course not."


"Emm, Mama udah tidur gak?"


"Udah, semuanya udah tidur, hanya Sandy sama aku aja yg belom."


Citra berbincang dengan adiknya itu seraya berjalan masuk ke dalam rumah, Sampainya di dalam, mereka masuk kedalam kamar masing masing.


Di sisi lain, Risa dan yg lain telah beberes untuk turun bukit besok hari. Risa mengajak bara untuk pergi kerumah Citra besok, Namun bara tak mau, dia ingin memberikan Citra waktu untuk menenangkan diri. Risa dan lainnya hanya bisa pasrah, mereka akan mengantarkan tas bawaan Citra besok bertiga saja.

__ADS_1


• LANJUT GAK NIH??? LIKE NYA DULU DONG 😌


BERSAMBUNG............


__ADS_2