Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 24


__ADS_3

Citra pun mengizinkan mereka masuk. Semuanya di kumpulkan di halaman rumah Citra dan Citra ada di teras rumah yang di jaga oleh ke 2 satpam nya. Tetangga Citra itu pun bergantian ke teras rumah Citra untuk berfoto bersama dan yang lainnya. Sampai jam 9 orang orang itu masih sedikit padat, walau sudah tidak terlalu padat seperti sebelumnya, tetap saja itu akan berakhir larut malam.


Sampai Pada jam 11:35 Rumah Citra barulah Tenang kembali, Citra masuk kembali ke kamar nya, Citra mengunggah status di akun WhatsApp nya, "HARI YANG MELELAHKAN". Setelah itu Citra pun melakukan acara tidur nya.


•KASIAN PISAN SI CITRA MAH 🥺


_____________


___


• Keesokan Harinya.


"Ya ampun... aku kebablasan! Untung masih ada waktu satu jam lagi." Ucap Citra yang baru bangun dari tidurnya.


Citra segera bangun dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, 10 menit lamanya Citra keluar dari kamar mandi, dengan Cepat Citra berganti pakaian ke seragam sekolah dan berias tipis, setelah itu Citra langsung membereskan buku bawaan nya, 20 menit kemudian Citra sudah siap. Dan segera turun kebawah.


🌬️🌬️🌬️🌬️


"Mang! Nyalakan mobil. Antar aku ke sekolah." Ucap Citra terburu buru.


"Cicit! Sarapan dulu Sayang." Ucap papa memanggil Citra seraya menghampiri nya.


"Papa, Citra udah hampir telat." Rengek Citra pada papa.


"Pokoknya harus sarapan!" Sarkas papa mengharuskan.


Citra pasrah dan berlari ke meja makan, Citra mengambil roti panggang yang tersedia di atas nampan dan mengolesinya dengan selai kacang lalu di tutupi kembali dengan roti di atasnya, setelah itu Citra bergegas pergi keluar seraya mengunyah roti tersebut.


"Assalamualaikum Papa, Citra berangkat sekarang, dah papa." Ucap Citra mencium tangan papa dengan cepat dan langsung masuk kedalam mobil Avanza nya.


"Waalaikumsalam." Jawab papa menggeleng gelengkan kepalanya.


"Mang ayok cepat!"


"Gak pakai yang Porche non?" Tanya mang iman bingung.


"Audrin mau sekolah mang! Gak mungkin pakai Mobil yang Porche. Ayok deh cepat!" Jawab Citra tak sabaran.


Melihat Citra yang sudah tak sabaran mang iman segera bergegas masuk ke dalam mobil. Pak satpam pun segera membuka lebar gerbang rumah Citra. Seketika Mobil Avanza berwarna silver milik Citra itu pun berlalu pergi.


____________


___


• Di tengah jalan


"Cepetan mang, tinggal 20 menit lagi nih!" Ucap Citra Panik.


"Sabar non. Saya juga lagi usaha non. Jalanan padat hari ini." Jawab mang iman Canggung.


"Ihh kenapa harus sekarang sih padatnya?! Nyebelin banget!" Ucap Citra suram.


Mang iman yang melihat dari kaca wajah suram Citra menjadi tegang, mang iman terus membunyikan klakson mobil agar kepadatan di hadapan memberinya jalan. 5 menit kemudian, mobil Avanza Citra itu pun terbebas dari kepadatan jalan.


Mang iman segera melesat setelah terbebas dari kepadatan kendaraan tadi. Pas 2 menit sebelum jam masuk sekolah citra sudah sampai di depan gerbang sekolah, mobil Citra ada di bawah pohon dekat parkir, yang berjarak 5 meter dari gerbang sekolah.


"Non? Kenapa sekarang mau pakai mobil?" Tanya mang iman melupakan sopan santun nya.


"Kalo aku pakai sepeda motor dan ada kejadian seperti kemaren, bisa bisa saya gak bisa pulang mang, beda kalo pakai mobil."


"Ohh begitu, benar juga sih non."


"Ah mang iman lemot! Udah ah! Audrin mau masuk. Jangan pulang ya mang, Kalo lapar ke sana Aja mang, disana ada jual bakso dan mie ayam." Ucap citra menunjuk ke arah selatan sebuah warung di tepi Jalan.


"Kalau mau nasi goreng atau nasi bungkus, di sebelah Utara sekolah adanya mang. Kalo mau mang iman bilang aja sama Audrin ok?" Tambah nya lagi.


"Iya non. gak usah non, mang iman bisa beli sendiri kalau mang iman mau."


"Ohh Ok deh." Ucap Citra seraya bergegas masuk ke dalam sekolah.


Citra masuk kedalam sekolah nya. Beberapa mata memandangi Citra. Namun Citra berusaha untuk Santai dan mengeluarkan ekspresi dinginnya. Sehingga beberapa mata yang menatap berpaling.


Sampai di dalam kelas, Citra di kejutkan oleh teman teman nya yang heboh menghujani nya bentak pertanyaan. Namun Risa menjadi penyelamat bagaikan bodyguard yang sedang melindungi majikannya.


"Minggir!! Kalo kalian ingin menanyakan sesuatu satu satu! Dan juga nanti saja! Paham?!"


"Ganggu aja Lo Risa minggir." Ucap Aliya manyun.


"Khe Khem!! Anak anak, waktunya masuk loh... Kenapa masih ribut?" Ucap ibu guru memecah suasana.


"Bu guru?!" Ucap semuanya spontan seraya bergegas duduk di bangku mereka masing masing.

__ADS_1


Setelah semuanya duduk, Bu guru pun menghampiri citra. Bu guru membisikkan sesuatu di telinga Citra, sesuatu itu membuat Citra menengadah dan canggung.


"Bu-buat Ibu?" Tanya Citra Memastikan.


"Iya! Ibu kan sudah menyelamatkan kamu dari teman teman kamu, ayo lah kasih ibu ya Drin?" Ucap ibu guru menyodorkan kertas ke depan Citra yg tengah duduk.


"Ba-baiklah." Ucap Citra mengambil kertas itu dan mencoretkan sesuatu di atas nya.


"Nama ibu?" Tanya Citra lagi.


"Ibu Ilma Drin. Ini pertemuan pertama kita ya?" Jawab Bu guru seraya bertanya balik.


"Iya Bu." Jawab Citra seraya menuliskan sesuatu di akhir kertas itu. Yaitu "To Ibu Ilma"


"Ini Bu, sudah selesai." Ucap citra menyodorkan kembali kertas itu.


Ibu guru yang kerap di panggil ibu Ilma ini pun mengambil kertas yang telah Citra sodorkan, teman teman Citra menatap ibu Ilma ternganga. Mereka kira ibu guru mereka akan tetap tenang walau bertemu artis, ternyata lebih barbar dari yang mereka bayangkan.


Setelah mengambil kertas itu, ibu guru segera membawa nya ke tempat duduk nya, ibu guru terus menatap coretan di kertas itu seraya berjalan memutar mutarkan badannya. Dalam sekejap mata ibu guru melupakan sesuatu.


*Haha aku mendapatkan tanda tangan artis! Hahaha siswi ku lagi.* Ucap Bu guru girang dalam lamunannya.


"Bu! Bu guru! Image Bu, ingat image Bu!" Ucap Risa menyadarkan ibu gurunya itu.


Mendengar kata itu Bu guru yg kerap di panggil ibu Ilma ini pun terpaku di tempatnya. Dia merapikan pakaian nya dan berjalan normal dengan menuju tempat duduk nya.


Risa dan lainnya diam diam tertawa melihat tingkah ibu gurunya yg satu itu. Saat ibu Ilma telah duduk menghadap kearah semuanya, Risa dan yg lainnya langsung diam dalam posisi rapi seolah tidak terjadi apa-apa.


"baiklah, kita mulai pelajaran nya. Ibu disini mengajar bahasa Indonesia. Silahkan buka bukunya Bab 1. Baca dari A sampai B kalo sudah ibu akan mulai menjelaskan, jika ada yg tidak paham, silahkan bertanya. Jangan malu-malu." Ucap ibu Ilma mulai serius.


"Baik Bu." Ucap semuanya serentak.


Semuanya pun tertib mengikuti pelajaran. Pelajaran pertama di lalui dengan cukup menyenangkan bagi semuanya, Karna ibu guru yang mengajar orang nya humoris, jadi sangat menghibur bagi semua siswa siswi yang merasa suntuk.


____________


___


• Jam istirahat.


~ **Kantin sekolah** ~


"Jam ke 3 bahasa Inggris, jam terakhir kimia." Jawab Citra santai seraya asik Vedcoll bersama Bara.


"Gila! Nguji otak banget nih jam pelajaran." Ucap Mira terkejut.


"Biasa aja." Ucap Citra dan Fara bersamaan.


"Gini nih gak asik nya punya temen pinter, serasa paling goblok gue." Ucap Mira memalingkan wajahnya malas.


"Haha Sabar Mir, gini gini kita masih masuk 10 besar. Jangan khawatir." Ucap indah mengangkat sebelah alisnya.


"Iya deh! Gak mampu gue kalo di suruh ngejar Fara sama gunung es." Ucap Mira dengan ekspresi wajah pusing.


Yang lain hanya bisa tertawa seraya menyantap makanan mereka masing masing. Citra dan Fara menggeleng gelengkan kepalanya pasrah pada temannya yang satu itu.


"Oh ya, Drin, Foto bareng gue dong, gue mau posting di IG gue, biar semua orang iri!" Ucap Mira bersemangat.


"Nanti ya, pas pulang sekolah." Jawab Citra Canggung.


"Ok, makasih banyak Drin."


Mira begitu bersemangat ketika mengetahui mempunyai teman artis. Teman teman Citra yang lain pun ikut ikutan heboh gara gara permintaan Mira. Citra hanya bisa tersenyum canggung menghadapi teman teman nya itu. Dan suara bell menyelamatkan citra.


Setelah mendengar bell yang berbunyi Citra dan teman temannya bergegas meninggalkan kantin dan menuju ke kelasnya, XII IPA 2.


Mereka pun mengikuti pelajaran dengan lancar, Dan ya Citra adalah yang unggul di bagian bahasa Inggris, di ikuti oleh Aliya. Di bidang kimia, Citra, Fara, Aliya, dan Firly adalah yang unggul, teman temannya yang lain hanya bisa pasrah dan menyandarkan sebelah pipinya ke atas mejanya, tak terkecuali Risa yang paling tidak suka pelajaran Kimia.


Upss, satu info yang terlupakan. Teman teman Citra. Semuanya memakai hijab, kecuali Citra, Risa, Dan Fiza. Hanya mereka bertiga yang tidak memakai hijab.


____________


___


• 3 Bulan Kemudian.


~ **Hari Senin** ~


"Hey Audrin, Lo jadi pemimpin upacara." Ucap Fara menunjuk Citra.


"Hah?! Kok gue sih. Kan yang cowok banyak!" Jawab Citra keberatan.

__ADS_1


"Biar semuanya tertib. Lo mau kelas kita di cap gak baik? Selama ini kelas kita selalu dapat pujian. Hari ini kita harus mendapatkan pujian lagi. Nama baik kelas kita gak boleh hilang." Ucap Fara panjang lebar pada Citra.


Yang memang kelas Citra dari mulai kelas XI sampai sekarang selalu menjadi kelas yang top Dimata guru guru. Siswa siswi nya Sopan, aktif. Dan tertib. Apalagi sejak kedatangan Citra, kelas selalu rapi dan bersih.


"Ya gak mau sih. Ok deh gue mau jadi pemimpin upacara." Ucap Citra yang mau tidak mau harus menerimanya.


"Ya udah nih, selempang nya Lo pakai dulu." Ucap Fara menyerahkan selempang ke tangan Citra.


"Ok!" Jawab Citra singkat seraya memakai selempang pemimpin upacara.


_


_


"Upacara hari Senin, tanggal, 15 April 2020 Siap dimulai, masing masing pemimpin barisan menyiapkan barisannya." Ucap Fiza membacakan teks upacara.


Setelah itu pun semua pemimpin barisan menyiapkan barisan kelasnya masing masing.


Pembagian upacara hari ini adalah giliran kelas Citra yaitu kelas XII IPA 2, Citra sebagai pemimpin upacara. Fiza sebagai protokol. Indah sebagai pembaca undang-undang, Firly pembaca Doa. Yang lain menjadi bagian penyanyi kur dengan Fara sebagai dirijen nya. Mira, Wulan dan Risa menjadi pengibar bendera. Dan Yusuf Muzadi pemegang teks Pancasila.


🌬️🌬️🌬️🌬️🌪️


Upacara dijalankan dengan lancar, Saat upacara telah selesai Citra langsung melepaskan selempang nya dan bergegas pergi ke kelasnya, Citra mengambil botol air di saku tas nya dan meminumnya dengan tergesa-gesa. Karna Citra merasakan detak jantung nya semakin cepat dan tubuhnya mulai sedikit gemetar.


Mungkin karena hari yang sangat panas di tambah Citra yang harus berjemur di bawah pas matahari hari ini. Namun beruntung nya Citra dapat bertahan hingga akhir.


"Gila! Gue kaget banget. Gue kira gue bakalan pingsan." Ucap Citra kepada dirinya sendiri seraya mengelap keringat di dahinya dengan tissue.


Sesaat kemudian teman teman yang lain masuk juga kedalam kelas. Hal yang tak terduga pun terjadi.


"Apaan sih Lo Ris!" Ucap Citra kesal.


"Becanda drin."


"Becanda becanda! Ngapain bercanda kek gitu. Bercanda yg wajar dong gak usah pegang pegang yg gak boleh di pegang!" Ucap Citra keras pada Risa.


"Gue becanda doang. Jangan marah segitunya dong." Ucap Risa sedikit meninggikan nada bicaranya.


"Gak waras Lo Risa! Males gue ladenin Lo!" Jawab Citra seraya duduk di bangku nya.


"Gak asik benget sih Lo drin." Ucap Risa seraya pergi ke bangkunya.


mendengar keributan itu. Teman teman nya yang lain menghampiri untuk mengetahui apa yang terjadi.


"Ada apa Ris?" Tanya Fara menghampiri Risa.


"Tau tuh gunung es! Kasar banget. Gue kan cuma bercanda!" Sarkas Risa melirik Citra.


"Bercanda gak usah segitunya dong! Gue gak suka ya digituin." Bentak Citra yang terlanjur marah.


Sangking kesalahannya hingga berdiri dan memukul bangku.


Teman teman Citra yang melihat itu seketika kaget dan takut. Tapi mereka tetap berusaha bicara untuk menyudahi keributan ini.


"Jangan kasar-kasar Drin." Ucap Fara mencoba menenangkan Citra.


"Iya, Kalian itu sahabat. Jangan ribut kayak gini dong." Ucap Mira yang ikut mencoba.


"Dia keterlaluan. Udah tau gue paling gak suka digituin, masih aja dilakuin sama Risa. Apa maunya coba." Sarkas Citra kesal.


"Udah drin... Jangan sampai persahabatan kalian rusak gara gara hal sepele gini." Ucap Fara memegang tangan Citra.


"Ah bodo! Gue males." Ucap Citra menepis tangan Fara seraya duduk di bangku nya.


Fara dan yang lain hanya bisa pasrah, mereka tidak tau lagi harus bagaimana, Risa juga diam seribu bahasa. Mungkin jika bukan sudah tau emosi Citra, Risa sudah menangis dengan bentakan dari Citra.


Ke dua sahabat itu Diam seribu bahasa, Citra yang tengah kesal Dian seribu bahasa seraya menunjukkan wajah yang suram. Sehingga semua orang takut untuk bicara. Suasana kelas pun sunyi bagai hutan di tengah malam.


___________


___


• 3 Hari Kemudian.


~ **Sepulang sekolah, Kamar Citra** ~


"Risa masih diemin gue, biasanya dia yg bujuk gue dan minta maaf kalo ada salah, sekarang enggak, apa dia benar-benar marah gara gara gue bentak?" Ucap Citra pada dirinya sendiri seraya memutar mutarkan ponsel Samsung galaxy S21 miliknya itu.


"Ini juga Kak Bara, Satu Minggu terakhir Insta Story' nya aneh aneh. Juga gak pernah hubungi aku lagi." Sarkas Citra merasa sebal.


BERSAMBUNG..........................................

__ADS_1


__ADS_2