Ku Kejar Cinta Audrin

Ku Kejar Cinta Audrin
Episode 08


__ADS_3

Citra segera bergegas pergi ke SMA angkasa, Citra sangat khawatir di hatinya, dia takut dia telat datang, walau sebenarnya jam masuk sekolah masih cukup buat citra pergi ke sekolahnya, namun tetap saja dia sangat takut. Citra berfikir, apapun bisa terjadi di sekolah.


Saat sampai di sekolahnya, citra baru bisa menghembuskan nafas lega karna masih banyak siswa siswi yg baru datang. Citra pun segera menaruh sepeda motor nya ke dalam parkir dengan rapi.


"Neng audrin kok berangkat nya lebih siang dari biasanya?" Tanya petugas parkir yg sangat ramah.


"Ehehe ada urusan sedikit tadi pak."


"Ohh untung neng gak telat."


"Iya pak untung banget, ya udah saya ke dalam dulu ya pak." Pamit citra sopan.


"Iya iya, sok atuh neng."


Citra segera bergegas masuk ke sekolahnya, saat di depan gerbang citra berpapasan dengan petugas kebersihan yang sedang menyapu di depan gerbang sekolah, Citra berpamit lewat dengan sopan dan bapak tersebut membalas dengan anggukan dan senyuman.


Saat sampai di kelasnya, Citra segera pergi ke bangkunya, dia menaruh tas nya dengan rapi dan duduk manis, seperti biasa, diam seribu bahasa dengan aura dingin yang menyebar.


Citra sudah biasa tidak menatap temannya kecuali temannya datang ke hadapannya untuk bicara. Jadi semua teman kelasnya merasa sungkan padanya. Apalagi teman kelas laki lakinya, mereka sangat sungkan dan tidak berani berkata berlebihan di dalam kelas saat ada Citra.


Sekarang seperti Biasanya, citra akan mengeluarkan buku gambar nya untuk menggambar sesuatu sesuai kondisi hatinya. Citra tidak sadar bahwa sepasang mata menatap nya.


"Ha!!!" Seseorang mengagetkan citra dari belakang.


"Ahh!! Siapa sih?! Iseng banget!." Ketus Citra marah yang sontak berdiri Karna terkejut.


"Woy! Gue, ini gue Risa Saraswati, makanya liat dulu sini biar Lo tau."


"Ya Allah Risa! Lo ngagetin gue aja, gue terkejut bukan main barusan. Lo lupa ya kalo gue itu.."


"Aduh gue lupa!! Lo gak ada efek apa apa kan drin?" Tanya Risa mulai panik.


"Kek nya nggak deh."


"Beneran? Lo serius gak ada yang aneh di tubuh Lo?" Tanya Risa memastikan.


"Eng... Ris...Risa... gue gemetar Ris..." Ucap citra lemas sembari duduk kembali ke kursinya.


"Serius Lo? Jangan nakut nakutin! Tadi Lo bilang gak ada apa apa, sekarang kok gitu!"


"Bercanda apanya sih Ris... Liat tangan gue..." Tukas Citra memperlihatkan tangannya yang gemetaran hebat.


"Aduh, bentar bentar Lo bertahan dulu ya, gue ada air putih, gue ambil dulu." Ucap Risa segera bergegas mengambil botol air di tasnya.


Tubuh citra memang sangat rentan. Dia tidak boleh merasakan terkejut berlebihan, Jika citra terkejut berlebihan dia bisa langsung pingsan di tempat.


Citra pernah periksa ke dokter, namun ini bukan penyakit jantung, cuma memang bawaan tubuh citra yg sangat lemah sehingga citra tidak bisa menerima segala beban apapun.


"Drin, Lo cepet minum ini." Ujar Risa memberikan air minum dengan raut wajah yang amat sangat panik.


"Gluk gluk gluk" citra mulai meminum air putih di tangan Risa.


Risa membantu Citra untuk minum Karna tidak mungkin bagi citra minum sendiri dalam keadaan tangannya yang gemetaran hebat.


"Gimana? Ada efeknya? Udah baikan gak?" Tanya Risa panik bukan main.

__ADS_1


"Ehem! Iya... Udah gak terlalu gemetar."


"Huft!! Syukur deh... Kalo ngak, gue bakal merasa bersalah banget."


"Ya lu ngapain pakek ngagetin gue ha?!"


"Maaf drin, gue bener bener lupa."


Teman teman nya yang lain bingung melihat tingkah Risa yang panik dari awal tadi, dan membuat penasaran mereka, akhirnya teman perempuan Citra mulai menghampiri untuk bertanya.


"Hey, Ada apa sih?" Tanya Fara pada Risa.


"Gak papa kok." Jawab Risa gugup.


"Kalo gak papa, kenapa wajah audrin pucat gitu?" Tanya Fara menunjuk audrin dengan gerak dagunya.


"Gue lupa kalo tubuh audrin rentan dan gak boleh di kejutkan, tadi gue malah ngagetin dia, jadi ya gini. Langsung lemas."


"Apa?! Risa Risa... Kalo Lo tau Audrin gak ak boleh terkejut kenapa Lo lakuin?" Tanya Firly heran bukan kepalang.


"Ya namanya juga lupa Firly...."


"Iya juga sih" Celetuk Firly merasa aneh.


"Eh tapi, Lo kok tau audrin gak boleh terkejut? Kita aja gak tau. Lo kan baru masuk kemaren." Tanya Fara penasaran plus terkejut.


"sebenarnya Gue sama audrin udah temenan lama, gue kenal Audrin saat di Jakarta. Kita pulang ke sini barengan sebelumnya." Jawab Risa menjelaskan.


"Ohh pantesan." Balas Fara dan Firly bersamaan.


"Lu gak papa tapi kan drin?" Tanya indah maju ke hadapan citra memastikan.


"Beneran? Kalo ada yang gak enak, bilang aja sama gue, nanti gue anterin lo pulang."


Ini lah indah Augustine, walau bermulut pedas dan terkesan bodoh amat, tapi dia sangat perhatian pada temannya. Kadang dia sangat bisa menghibur, juga bisa memecah suasana suram dan hening.


"Beneran gak papa kok dah, masih kuat kok. Tadi cuma lemas. Rileks sebentar udah baikan nanti."


"Ohh ya udah, syukur deh."


"Hey Ada Bu guru tuh! Bubar!" Kata teman kelas laki laki citra berjalan masuk ke dalam kelas.


"Serius Lo? Jangan boong ya fir."


"Ya Lo liat aja sono, Bu guru udah otw kesini."


"Iya Firly, ibu guru udah otw kesini, bener kata firdaus." Kata Mira menyudahi.


"Ohh ya udah, yuk guys kita duduk."


Seketika semua orang duduk dengan rapi, saat Bu guru sudah masuk ke kelas semuanya sudah rapi dan tertib.


Semuanya mengikuti pelajaran dengan tertib, begitu juga dengan citra, walau badannya sempat lemah Karna ulah Risa, tapi dia sekarang sudah merasa lebih baik, dan dapat mengikuti pelajar dengan cermat.


SKIP YA GUYSS 😁✌️

__ADS_1


🌬️🌬️🌬️🌬️


• 2 Bulan Kemudian.


"Audrin dan Risa, Karna kalian masuk di pertengahan, jadi kalian belum memiliki nilai pada awal semester dan tengah semester. Kalian bisa pinjam catatan temen kalian, sebelum semester akhir kalian harus menyerahkan ke ibu ya. Biar nilai kalian lengkap." Ucap salah satu ibu guru pada Risa dan Citra panjang lebar.


"Baik Bu, nanti di kumpulkan ke mana Bu? Ke sekolah atau ke rumah ibu?" Tanya Citra sopan.


"Kalo Ibu ada di sekolah, kalian bisa kasih ke ibu di sekolah, jika tidak ada kalian kasih ke ibu di rumah."


"Baik Bu. Jadi kami tidak perlu di kasih soal dadakan atau pengganti?"


"Tidak perlu, Karana semua pelajarannya sudah lengkap di buku catatan."


"Baik kalau begitu Bu."


"Iya sekarang kalian sudah boleh pergi ke kantin." Ujar ibu guru yang memang menghentikan Citra dan Risa yang sedang menuju kantin.


"Baik, terimakasih Bu."


"Iya." jawab Bu guru singkat.


Setelah saat ini, Risa dan Audrin sering bolak balik kerumah temennya untuk meminjam catatan semua mata pelajaran. Kadang mereka mengerjakan di rumah Audrin, kadang di rumah Risa, hitung hitung audrin melihat Tante Mery yg selalu ingin Audrin sering sering ke rumahnya.


Pagi mereka harus sekolah, siang istirahat sebentar, lalu sore mereka akan lanjut mengerjakan tugas mereka yg belum selesai. Sebelum semester akhir citra dan Risa sudah selesai dengan tugas mereka, mereka bolak balik ke rumah guru guru yg mengajar dalam setiap mata pelajaran masing masing. Citra dan Risa lega akhirnya mereka tidak punya beban tugas lagi.


"Ahhh, akhirnya selesai..." Celetuk Citra lega menghembuskan nafas panjang.


"Iya! Capek banget gue." Sambung Risa yang merasa kelelahan.


"Panas panas gini harus bolak balik ke rumah semua guru mata pelajaran. Bisa pingsan gue kalo belum selesai."


"Lebay bgt Lo Ris." Balas Citra memutar bola matanya jengah.


"Ehhh ngatain. Udah deh cari tempat yuk buat istirahat." Ajak Risa.


"Di sana ada cafe, kita ke sana yuk." Balas Citra menunjuk suatu tempat.


"Di sini juga ada cafe?" Tanya Risa terkejut.


"Ya iyalah! Cuma cafe di sini berbeda sama yang biasa ada di kota, maklum orang kampung." Jawab Citra sedikit ketus sembari menaiki sepeda motor nya.


Mereka akhirnya bersantai di cafe tersebut, Risa memesan makanan, tapi citra tidak, citra hanya memesan minum. Ya ini memang lah citra, tidak suka makan.


"Drin? Kok Lo gak pesan? Jangan di kebiasain dong mood Lo yg males makan, Inget tubuh Lo."


"Iya cerewet, Lo cepetan habisin makanannya, gue harus cepet pulang buat ngerjain PR gue."


"Owhh gak papa, gue kan bisa minta contekan ke Lo drin!" Balas Risa santai.


"Enak bgt Lo bilang! Main minta contekan." Sewot Citra.


"Ya biarin, Lo kan siswi top di Jakarta."


"Tau deh, cepetan ah!"

__ADS_1


"Iya iya, ini udah cepet."


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2